Melliflous

Melliflous
Sweet Scars


__ADS_3


Manusia tidak akan pernah mampu membuang walau hanya sepotong memori dari masa lalu. Memori semacam itulah yang manusia sebut sebagai "Kenangan", ataupun "Masa lalu". Namun taukah kalian jika untuk sebagian kecil lainnya, mereka menyebutnya dengan "Scar"


Secara esensi manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk mendapatkan luka. Entah dimana pun, kapanpun dan juga dengan siapapun itu,- Dan manusia tetaplah manusia yang akan terluka dengan caranya masing masing-, Dan 1 hal yang menarik disini adalah- Fakta bahwa keberanian dan juga sebuah keputusan yang diambil oleh seoarang anak manusia lah yang akan menentukan bagaimana semuanya akan berakhir. Mereka lah yang pada akhirnya memutuskan untuk menjadikan luka yang mereka dapat untuk tetap menjadi sebuah luka atau sebuah bekas luka.


Luka maupun bekas luka, nyatanya tak jauh berbeda preferensinya untuk sebagian orang yang tidak akan pernah mampu untuk membuang potongan memori dari sebuah masa lalu. Walaupun sebenarnya jika di telaah lebih dalam terdapat perbedaan mendasar antara luka dan juga bekas luka,dimana bekas luka merupakan hasil dari proses pemulihan sebuah luka. Well,itu berarti kamu sudah melalui sebuah proses perbaikan,dan kamu akan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya tetap saja,secara manusiawi dimana saat kalian melihat bekas luka di salah satu sudut tubuh kalian,bukankah hal pertama yang terlintas di otak kalian adalah memori saat kalian mendapatkan luka itu??- Bagaimana kalian terluka-, karna siapa luka itu ada-, Atau... Seberapa besar rasa sakit itu menjangkiti? - Dan tidakkah itu cukup menakutkan?? - Ck,sial memang!!! Pada akhirnya yang muncul pertama hanyalah ketakutan yang mendominasi.


Dan berita buruknya, bagi manusia sebuah ketakutan bahkan mampu melumpuhkan dengan begitu telak,karna kehilangan rasa aman yang seharusnya ada didalam diri merupakan sebuah ancaman genting dalam sistem pertahanan awal individu. Tapi hal semacam itu tidak terjadi pada semua individu tentu saja,karna ada juga manusua yang memaknai berbeda bekas luka yang melekat dalam diri mereka. Aku salah satunya, aku menyebutnya - Sweet Scar. Here's one of the hardest truths. I learned about having Scars.


" Anne " suara itu masih terdengar sama dengan suara yang aku kenali beberapa tahun lalu. Bahkan aroma feromon yang menyapaku pun tak berubah,constan. Hanya saja,wajah yang dulu ada dan tersimpan dengan begitu rapinya di dalam laci memoriku kini berbeda dengan yang ada di hadapanku. Anak remaja naif yang dulunya gemar menyendiri itu kini telah benar benar ber metamorfosis menjadi pria dewasa yang sangat menawan. Tubuh tegapnya,rahang keras juga matanya yang menatap tajam. Dialah Kim Young Dae,


My Sweet Scar



Pernah di suatu periode dalam hidupku, aku melakukan banyak hal untuk menunjukan siapa diriku yang sebenarnya pada semua orang. Semuanya ku lakukan hanya untuk membuktikan bahwa aku bukanlah bayangan dari orang lain,bahwa aku memiliki nilai yang bahkan lebih dari yang mereka kira selama ini. Aku adalah diriku dengan segala hal yang melekat pada diriku. Namun...remaja tetaplah remaja yang selalu berfikir naif dan terlalu optimis. Melupakan fakta bahwa sebuah proses pun, tidak akan pernah mudah dan belum tentu membuah hasil seperti yang diinginkan. Dan itulah yang aku alami hingga berulang ulang. Jatuh berdiri,jatuh berdiri...tersungkur,terluka di sana sini. Aku mengingatnya dengan sangat jelas,dimana saat itu situasinya adalah,


Pernahkah kalian berada didalam labirint dimana niat tulus kalian hanyalah semacam alasan di mata orang lain??? Semakin berusaha untuk sekedar membela diri juga berharap mereka akan sadar tentang kekeliruan dalam sirkuit otak mereka dalam menilai orang lain,berusaha mati matian hanya untuk sesuatu semacam pembuktian diri namun akhirnya hanya berujung pada, semakin picik dan juga sadis pula respon dari manusia manusia laknat seperti mereka.


Godforsaken!!!


Aku mengalaminya cukup lama,aku benar benar tau bagaimana rasanya. Hanya saja kali ini,hanya kali ini saja... bolehkan aku menangis?? Aku lelah dengan perasaaan carut marut yang tiba tiba saja mendominasi di dalam diri. Rasanya seperti tercekik dan sakit disana sini. Aku membuka pintu itu dengan air mata yang sudah tumpah ruah dengan sebuah piala yang masih setia didalam pelukan tangganku. Aku berjalan tergesa ke sebuah sudut dari atap gedung ini. Menekuk ke 2 lututku untuk kemudian membenamkan wajahku kedalamnya untuk menangis meraung raung pada sekon selanjutnya. Remaja naif itu,kini hanya bisa menangis sekarang. Tentu saja,


"Aku bukan bayangan Si bodoh Taehyung!!! Kalian semua brengsek!!!!!" Jeritku dalam tangis masih setia dengan wajah yang terbenam di dalam lipatan ke 2 lengan yang menopangku


"Aku Anne!!! Bukan Si bodoh Taehyung!!!" Umpatku masih setia dalam mode menangis sesengukkan


"Aku bahkan yang mengajari Si bodoh itu bermain gitar dan bernyanyi!!! Tapi kenapa mengatakan hal konyol semacam itu!!! Kalian semua bodoh seperti Kim Taehyung!!!" Aku kembali menangis dengan begitu keras,mengumpat tanpa jeda dan sesekali sesunggukan tanpa suara. Aku tau,ini hal yang melelahkan dan terlihat tak berguna,tapi aku rasa cara ini cukup membantu untuk menenangkan diri.


Aku tau,suatu saat nanti Aku akan sampai di titik ini. Dimana aku akan muak dengan segala cemoohan dan juga penilaian mereka padaku. Bagaimanapun,kita tidak akan pernah sanggup untuk mendikte apa yang ada di pikiran orang lain- dan aku sangat memahaminya. Saat aku memutuskan untuk berteman dengan seseorang seperti Kim Taehyung,aku yang bukan siapa siapa ini jelaslah akan turut serta memikul beban mahkota yang bertengger di kepalanya. Karna memang akan lebih mudah untuk menyerang mereka yang lemah tanpa kekuatan bukan??? Dan sungguh betapa sialnya, akulah orang lemah tanpa kekuatan itu.


"Hei, bisakah kau berhenti menangis?? Kau sangat berisik" hampir saja aku terjungkal karna suara itu yang tiba tiba muncul. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat anak laki laki yang sedang duduk diatas atap tepat diatas kepalaku.


Atensiku seketika tertuju saat aku melihat sebuah gitar di tangan anak laki laki itu,aku mulai berdiri dan mulai memperhatikan punggung itu di sela sela warna jingga matahari sore yang menyilaukan mataku di iringi sebuah lantunan gitar dengan nyanyian yang begitu merdu. Flight, Lifehouse


Dan ternyata ini lah awal dimana aku bertemu dengan bekas luka ku.




She's so different now,


Mata itu terlihat asing, binarnya seperti alegori bintang yang berkerlip kerlip di langit malam. So beautiful, dan apakah aku layak menyebut hal semacam ini sebagai blessing in disguise ??!


Aku bahkan sudah muak hanya untuk mengingatnya saja,jadi aku memutuskan untuk tidak mengungkit nya tapi sungguh fragmen macam apa itu yang ada di depan sana??? Apa mereka sedang syuting drama komedi romantis??? Kenapa harus menatap dengan mata dipenuhi bintang bintang segala!!! Apa aku cuman pemeran figuran disini!!!

__ADS_1


Kenapa?!!! Kenapa aku harus kesini,menjemputnya?!!! Lupakan saja!! Otakku sudah benar benar tak waras sampai membawaku kemari. Gadis itu bahkan bisa bisanya tertawa dengan mata berbinar binar dihadapan seorang pria tanpa tau aku nyaris gila karena tidak menemukannya dimanapun.


Menggelikan!! Ahhh tidak Menyebalkan!!!!


Tapi,siapa pria itu???


Mataku memicing mencoba mengamati dengan lebih teliti sosok yang kini ada di hadapan Anne, dia seorang pria Korea. Rambutnya hitam tertata cukup rapi dengan tinggi yang tidak jauh dariku. Sosok itu terlihat manly dengan apa yang melekat di tubuhnya. Ck... Jelas sekali ini bkan tipe gadis itu,tapi entah kenapa tetap saja melihat pemandang seperti ini membuat darahku nyaris menyebut melewati ubin ubun.


Sial sekali!!


Baru saja membuat sebuah deduksi atas apa yang terjadi selama ini tapi kenapa malah disuguhi hal semacam ini. Jatuh hati??!! Ciihhh! Lupakan saja!!!


Aku berbalik nyaris melangkah menjauh saat ponsel yang ada di saku celanaku bergetar. Di layarnya tertulis dengan jelas


Kim Taehyung calling...


Moodku sungguh sedang tidak baik,jadi aku menimbang nimbang apakah aku harus mengangkat panggilannya atau tidak,tapi pada akhirnya aku memutuskan untuk tetap menjawab panggilan itu. Mungkin pria itu juga khawatir tentang keadaan temannya yang tidak bisa dihubungi beberapa hari terakhir. Dan benar saja, pria itu tanpa tedeng aling aling langsung bertanya pada ku tentang gadis di depan sana yang terlihat sedang di mabuk kasmaran,ckkk apa dia baru mengalami masa pubertas!!!


"Dia sedang sibuk syuting adegan romantis dengan seorang pria disini,jadi tak perlu khawatirkan temanmu. Dia terlihat baik baik saja dengan mata penuh bintang!" Cerocosku dengan rasa sebal yang sungguh tak bisa di jelaskan


"...."


"Tanyakan sendiri padanya! Aku tidak tau dan tidak ingin tau!!!"


"...."


"...."


Aku terdiam. Apa yang di katakan Taehyung barusan cukup membuatku terganggu karena jujur saja,aku benar benar di buat penasaran siapa pria yang saat ini duduk bersebelahan dengan Anne dan dengan begitu kurang ajarnya membuat gadis itu tersipu sipu malu seperti itu! Jadi,pada akhirnya aku memutuskan untuk menjawab pertanyaan besar dalam otakku dengan mengirimkan foto mereka berdua pada Kim Taehyung. Yang kemudian hanya direspon dengan balasan berupa chat semacam ini,


Heoolll!!! Daebakkk!!! Benarkah itu Kim Young Dae,mantan Anne!!!


Shit!!!!


Mantan katanya!!!!




Oh My Lord!!!


Just to make sure I'm okay!!!


Ingin rasanya ke dua tanganku mengucek mataku untuk memastikan indera penglihatanku baik baik saja tanpa kurang satu apapun. Tapi saraf motorik ku seakan mendadak kaku. Aku hanya bisa berdiri dengan mata terpaku pada sosok yang kini berada beberapa jengkal di hadapanku.


" Kita bertemu lagi " katanya yang membuat detak jantungku semakin menggila dari beberapa detik lalu. Benarkah ini nyata???

__ADS_1


" Kau masih ingat lagu itu Ann?? " tanyanya ditengah senyum yang membuat pipiku merona seketika


"Itu salah satu lagu favoritku " jawabku


What was that??? Apa aku sudah gila karena menjawabnya begitu??? Mulutku !!!!


Laki laki itu tersenyum kecil,matanya menggerling menatapku. Jantungku ku mohon jangan melompat kemanapun!!


"Sini" ucapnya lembut sambil menepuk nepuk sebuah kursi kayu panjang yang kini sudah dia tempati. Aku tersenyum canggung untuk kemudian mendudukkan diriku di sampingnya.


"Bagaimana kabarmu?? Apa kamu baik baik saja?" Tanya pemuda itu memecah hening


"Menurutmu?? Bukankah kau bisa melihatnya sendiri. Aku baik baik saja" pemuda itu tersenyum untuk kemudian menghela nafas. Kemudian menatapku yang masih berdebar debar gelisah. Tak taukah dia bahwa presensinya cukup membuatku mendadak linglung


"Aku tau,karna itu terlihat jelas dari wajahmu" aku menaikan satu alisku,menatap bingung pemuda di hadapanku yang malah tersenyum


"Karna kamu terlihat semakin cantik," aku tidak bisa menahan gelak tawa yang ada di dalam diriku karena ucapannya itu. Jujur saja dia masih pintar merayu,seperti dulu


Kim Young Dae,


Aku mungkin tidak seperti mayoritas manusia normal lainnya yang memandang "Scar" dengan ketakutan nyata di kedua bola mata. Aku juga bukan bagian dari mereka yang memutuskan untuk menyimpan rapat rapat bekas luka itu hingga tidak lagi terlihat. Bagiku, dia juga bagian dari diriku. Entah itu bagian dari masa lalu atau bagian dari diriku yang sekarang,tetap saja... Dia adalah salah satunya.


"Aku kembali ke Korea" ucapnya


Dan kata kata itu mengingatkanku pada memori beberapa tahun ke belakang saat dia hendak pergi untuk melanjutkan pendidikannya. Aku masih mengingatnya, dia yang berpamitan padaku dengan kepala yang tertunduk dalam.


"Aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikanku disana. Maafkan aku... Juga, bisakah kau menunggu sampai aku kembali???"


Dan dia benar benar kembali sekarang,


Benar, pemuda ini adalah mantan kekasihku saat aku duduk di bangku SMA. Dan mungkin saja dialah sang cinta pertama seorang Rosseanne Kim.


"Ku dengar dari Nam Joon,kau sedang magang di Rumah sakit Seoul. Benarkah??" tanyanya yangku jawab melalui sebuah anggukan kecil


"Syukurlah" ucapnya dengan senyum yang mengembang begitu saja yang tentu membuatku seketika bertanya tanya,


"Kenapa?? Ada sesuatu Young Dae Oppa??"


"Mulai besok... aku bekerja di sana. Jadi,bisakah kita untuk sering bertemu Ann??"


Namun belum habis rasa terkejut dalam diriku,tiba tiba saja sebuah suara mendayu diudara bersamaan dengan sebuah tangan yang kini mencengkeram lembut pundakku.


"Honey, kamu disini rupanya"


Dan wajah itu kini terpampang dengan begitu nyata dihadapanku.


Park Jimin...

__ADS_1



__ADS_2