Melliflous

Melliflous
TALK


__ADS_3


Cindy mulai berteriak tak jelas saat melihat presensi ku di ambang pintu,racauanya benar benar khas dan jujur saja membuat kepala yang sudah pening jadi semakin pening saja.


"Anne kau tidak sedang berusaha membunuhku kan??? Bisa mati dikuliti aku kalau Taehyung sampai tau kau terlambat!!!"


"Daripada membunuhmu,aku lebih ingin membunuh seseorang" ucapku enteng sambil merebahkan diriku kasar pada sebuah bangku yang berada persis di depan sebuah kaca besar


"Ya ampun!! Kenapa jiwa bar bar mu itu tidak pernah luntur sih Anne sayang!?!! " Ck,mau luntur bagaimana kalau setiap saat harus berhadapan dengan biang onar semacam Kim Taehyung


"Cindy,beri aku semua hal yang paling simple! Kau dan aku,kita sama sama tidak punya banyak waktu"


"Tapi Taehyung bilang,"


"Aku yang akan urus bedebah tengik itu,jadi bagaimana dengan 30 menit??"


"Ya ampun!!! Kalian berdua ini tidak bisa ya,hidup tidak membuat orang lain jadi ikut ikutan gila?!! Ok fine!!! 30 menit!!" Dan perdebatan kami selesai lebih cepat dengan itu. Aku sungguh ingin bersembunyi pada salah satu planet tak berpenghuni jika saja hal semacam itu mungkin.Bagaimana ya menjelaskannya,rumit... sungguh.Tapi demi Tuhan!!! Sudah lelah sekali rasanya mengahadapi Si Bedebah Kim itu. Rasa rasanya daripada teman,dia malah seperti germo yang akan menjual dagangannya pada suggar Daddy berdompet super tebal.


Dimintakan ijin khusus dari pihak rumah sakit hingga harus di rombak dari ujung kepala hingga ujung kaki hanya demi datang ke pesta Tuan Muda Park Jimin.


Bukankah ini terasa konyol???


Hei!!!! Aku ini juga bukan tipe manusia yang bahkan tidak pernah datang untuk bersenang senang di pesta loh?!! Tapi semua perlakuan ini sungguh membuat pening kepala!!!


Dan itu belum seberapa sesaat sebelum Cindy datang dan memperlihatkan sebuah gaun dengan belahan dada super rendah juga backless berwarna hitam yang sukses membuatku berteriak sejadi jadinya.



Setidaknya gaun ini lebih baik daripada gaun kurang bahan sebelumnya. Walaupun judulnya masih kurang bahan juga. Aku tipekel wanita yang jujur saja lebih suka memakai celana dan juga kaos ataupun kemeja daripada dress,gaun dan teman teman seantek anteknya. Aku benar benar suka segala sesuatu yang Simple


Dan juga,terpuji lah Ibu peri Hana dan juga Tuan muda Nam Joon yang bak Superhero kesiangan yang khusus datang hanya untuk menyelamatkan harga diriku yang jujur saja nyaris terkoyak di detik detik terakhir.


"Aku benar benar tidak enak pada Taehyung Ann,tentang gaun nya" aku paham apa yang dirasakan Hana,tapi jujur sejujur jujurnya.Aku lebih baik terjun ke jurang daripada harus memakai gaun semacam itu.


"Jangan bicarakan Si Sinting itu Han,dia benar benar sudah tak waras!!"


"Sudahlah,jangan bicarakan hal itu lagi.Taehyung sudah menunggu kita di dalam dan juga yang paling penting... Penggemar beratmu Ann"


"Joon!!!"

__ADS_1


...




...


Mataku terus menyisir ke segala arah,sesaat setelah aku menerima sebuah gambar dari Seok Jin Hyung melalui ponsel. Dia datang,gadis itu kali ini dia benar benar datang.Dan jantungku,entah kenapa menjadi berdetak gila gila an seperti ini.Fakta sesederhana itu,entah mengapa juga sanggup membuat senyum di wajah ku merekah. Aku tau ini gila,tapi bukankah gila adalah nama lain dari seorang Park Jimin?? Lalu jenis kegilaan macam apa ini sekarang????????


Sejujurnya,ini lah untuk kali pertama dalam hidupku sampai harus melakukan berbagai usaha hanya untuk seorang wanita.Bayangkan saja,hanya untuk bertemu dengannya dan hanya untuk sekedar bicara,bicara saja ingat dan bukan untuk bercinta. Aku bahkan harus menandatangani kontrak ekslusif dengan Kim Taehyung dengan nominal yang tidak main main.Apa hal ini sangat terkesan kotor dan memaksa?? Ckk, mau bagaimana lagi,gadis satu ini sungguh sulit hanya untuk diajak bicara, tipekel Girl Crush


Aku tau,aku hanya harus menunggu sebelum pada akhirnya aku bisa menemuinya.Tapi kenapa waktu yang hanya tidak seberapa lama ini sungguh membuat frustasi tak tertahan.Saat aku tau dia sudah datang,aku mulai mencari presensinya dari lantai 2 tempatku saat ini berada.Dan kalian tau,apa yang terjadi padaku saat aku pertama kali menemukan presensinya???


Otakku mungkin sudah benar benar rusak seperti yang Seok Jin Hyung katakan. Dan aku tak peduli dengan hal itu,karna presensi itu benar benar tak ubahnya seperti magnet, memikat dengan begitu kuat.Gadis berambut pirang dengan gaun berwarna Grey itu seperti tokoh dalam cerita fantasi Disney. Begitu cantik,walau terlihat sederhana dan itu yang membuatku tak bisa memalingkan pandanganku darinya. Dia entah mengapa begitu menggemaskan dengan senyumnya juga tingkah nya yang terkadang tak ubahnya seorang gadis kecil yang polos.


"Mau berdiam diri disini sambil memperhatikan sampai kapan Jim?" Bahkan pertanyaan yang terkesan menyindir yang datangnya dari Seok Jin Hyung itu tak mampu membuatku berpaling


"Sebentar lagi," aku hanya ingin melihat senyum itu sedikit lebih lama. Karna saat bersamaku,senyum cantik itu akan menghilang begitu saja


"Mau ku ajari beberpa jokes untuk membuatnya tertawa??Kau tau aku ini ahlinya,dad jokes " topik ini benar benar tidak membuatku tertarik,berbanding terbalik dengan Seok Jin Hyung yang terkekeh kekeh absurd.Darimana juga sih dia belajar lawakan jadul seperti itu,ck untung dia tampan,jujur saja kasihan sekali jodoh Seok Jin Hyung nanti karna harus hidup dengan lelaki ajaib semacam ini.


"Wahhhh,kalau seperti ini biar uangmu setinggi Namsan Tower, mana dia peduli. Tipenya ternyata Import Men!!"


...Belum pernah sekalipun dalam hidup,aku merasakan kepala hingga sekujur tubuhku seolah terbakar bara api hingga seperti ini.Rasanya seperti benar benar ingin meledak dan, ...


Aarggghhhh!!!! Shitttt!!!


Aku benar benar kehilangan kewarasan juga kendali saat netraku menangkap ke dua presensi itu beranjak dari tempatnya untuk kemudian menuju ke tengah ruangan kemudian mulai berdansa dengan diiringi gelak tawa. Bisa bisa nya mereka!!!


...




......


Aku hanya tersenyum semanis mungkin saat berpamitan dengan Hero yang masih terlihat bingung,dan beralih mengikuti sosok dengan jas putih yang ada di depanku.Setelah aksinya menyabotase dansa manisku dengan pria tampan sejagat,aku rasa orang ini benar benar tak merasa menjadi sosok penggangu menyebalkan. Arghhhhhhh,ingin rasanya ku mengumpat!!!...

__ADS_1


Setelah berkata dengan senyum super aneh nya pada ku dan juga Hero,tepat di tengah tengah lantai dansa.Park Jimin menggiringku ke sebuah ruangan yang agak sedikit menjorok ke dalam,melewati sebuah taman bunga yang terlihat sangatlah cantik walau langit sudah diselimuti kegelapan. Mataku sesekali mengamati sekeliling dan seolah baru menyadarinya,bahwa rumah ini sangatlah klasik dengan design interior ditambah lukisan lukisan yang menghiasi dinding dindingnya.Tipekel rumah mewah dalam drama TV yang sering ku tonton dengan Lisa.


Park Jimin berbelok ke kanan saat kami sudah berada di pertigaan lorong dan membuka sebuah pintu tepatnya yang ada di lantai 2.Kenapa rumah ini sangat luas dan juga penuh dengan ruangan? Apa orang kaya memang selalu seperti ini???


Aku mengikutinya masuk ke sebuah ruangan dimana pemandangan pertama yang nampak ketika pintu terbuka adalah sebuah ruangan dengan nuansa klasik minimalis dengan dominasi warna navy dimana di dalamnya terdapat sebuah ranjang dengan ukuran King Size yang berada tak jauh dari jendela yang tengah terbuka,dengan beberapa rak buku yang ada di depan ranjang lengkap dengan meja baca juga kursi yang ada disampingnya.Aku menaikan alisku serayah berpikir,apalagi sekarang yang akan dia lakukan dengan membawaku ke kamar???


Aku rasa wajar saja ketika aku berpikir yang tidak tidak ketika ada di situasi semacam ini,tapi untukku.Daripada khawatir dengan hal hal yang bisa diatasi dengan sekali tendangan saja. Aku mulai tidak tertarik dengan atmosphere yang ada didalam sini.Apalagi saat Si Park mengambil sebuah gelas di nakas dengan cairan berwarna pekat didalamnya,memainkan gelasnya perlahan kemudian duduk di ranjang sambil sesekali menyesap wine yang ada di tangannya.


"Kim Taehyung bilang,kau sangat suka Red Wine.Mau minum bersamaku??" Owww... Hebat sekali Si Kim itu sekarang,sudah beralih oposisi ternyata


" Tidak " jawabku singkat yang membuatnya terkekeh sejurus kemudian


"Kau sangat to do point ya Ann"


"Kalau sudah tau,kenapa tidak langsung saja ke intinya Tuan Park Jimin yang terhormat??" Ucapku sarkas,yang malah membuatnya terkekeh untuk kesekian kalinya,orang ini benar benar sinting atau memang sudah mabuk karena wine??


"Bisakah kau hilangkan panggilan Tuan Park Jimin yang terhormat??? Aku tidak suka itu,panggil aku Jimin atau kau bisa panggil aku dengan Oppa,sayang,honey atau darl itu favoritku" pria ini memang sudah benar benar sinting rupanya.


"Kau tau,kau benar benar sudah tidak waras " ucapku sambil melipat ke dua tangan di depan dada


"Sesulit itukah hanya untuk memanggil namaku?"


"Aku sudah memanggil namamu jadi katakan apa maumu!!"


Dia tersenyum sesaat kemudian meneguk kembali wine yang masih setia di tangannya.Untuk kemudian bangkit dan berjalan menghampiriku yang hanya berjarak beberapa langkah saja darinya.Normalnya,aku harusnya mulai mundur saat presensi itu mulai datang untuk semakin mendekat,tapi sayangnya harga diri yang setinggi langit lapis 7 miliku seakan ingin menunjukan eksistensinya.Bukannya mundur aku malah menatap nyalang sosok yang kini berdiri tepat dihadapanku,dengan jarak yang se dekat ini aku bahkan kembali mencium wangi khas yang beberapa saat lalu juga sempat menggangu indera penciumanku.Dia tersenyum begitu lebar saat menatap mataku yang justru nyalang menatap ke arahnya.Dan tanpa ragu pria itu malah semakin mengikis jarak antara kami.Dia menunduk dan membisikan kata tepat di hadapanku


"Menurutmu,apa yang paling ku inginkan??" Aku benci harus mengakuinya,tapi sumpah demi apapun suara rendah yang mendayu itu juga sorot mata yang seakan akan menintimidasi ini membuat tubuhku bergetar begitu saja,Anne!!! Sadarkan dirimu!!!!!


Tapi seolah tidak ingin memberikanku banyak waktu,pria itu kembali melanjutkan kalimatnya,setelah menggerlingkan matanya sekali, kali ini dengan intonasi yang jauh begitu dalam dari sebelumnya juga sarat kemutlakan didalamnya.Dengan lirih dia kembali berbisik,


"Kau,"


"Aku hanya menginginkan dirimu"


...



...

__ADS_1


__ADS_2