Melliflous

Melliflous
Makan Malam


__ADS_3

Zafran meninggalkan ruang musik tersebut.


Saat dijalan ingin menuju parkiran Zafran tak sengaja berapa-pasan dengan Galang dan Rifki. Rifki yang menyadari kehadiran Zafran lalu memanggilnya.


"Zafran!!". Teriak Rifki.


Zafran yang merasa namanya terpanggil membalikan badannya untuk melihat orang yang memanggil namanya.


"Ada apa?". Tanya Zafran.


"ih cuek amat, di calling lagi udah gak bisa". Ledek Galang.


"Kita mau ngemall ni! ikut gak?". Tawar Rifki.


"Gak ah, kaya cewe ngemall-ngemall". Balas Zafran.


"Yaelah.. gitu amat".


"Asal kamu tau Zaf di Mall itu pusat segalanya, dari cewek cantik. aduhai, mantul, pokoknya segalanyalah itu yang menjadikan Mall sebagai pusat penyegaran kepala dan cuci mata". Jelas Galang.


"Gua setuju sama yang di katain Galang. Terus ya di Mall tempatnya nyari jodoh."


"Asal lo tau ya Papa gue dapat Mama gue yang cakep itu pas di Mall! Dan gue mau ngikutin jejak Papa gue". Timpal Rifki.


Zafran yang dari tadi mendengarkan ocehan teman-temannya itu hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti betapa memprihatinkannya otak kedua temannya itu.


Zafran baru menyadari bahwa satu orang lagi temannya, tidak bergabung dengan kedua temannya yang lain.


"Gian mana?". Tanya Zafran.


"Gak tau katanya banyak urusan". Balas Rifki.


"Eh tapi kalian tau gak belakangan ini! Sigian tu sifatnya agak aneh". Ucap Galang yang mendapat perhatian langsung dari Zafran dan Rifki


"Aneh kaya mana". Balas Zafran.


"Soalnya gini!! Belakangan ini tu anak sibuk mulu terus kalau ngumpul sama kita dia mantengin Hpnya terus. Biasanyakan dari antara kita berampat si Gian yang jarang megang Handphonenya! Tapi kali ini dia benar-benar berubah". Jelas Galang panjang lebar.


"Ah mungkin dia lagi Pdkatean kali". Balas Rifki.


"Masa ia dia lagi Pdkaten, ada ya yang mau sama dia". Timpal galang.


"Biarin ajalah, Gian juga butuh privasi dan dia juga punya kehidupan sendiri". Ucap Zafran yang sudah pusing mendengar ocehan temannya itu.


Zafran meninggalkan kedua temannya yang masih bertikai perkara sosok Gian.


Zafran memasuki mobilnya.


Di sepanjang jalan Zafran terus memikirkan sosok Mika, entah kenapa setiap ia memikirkan Mika maka jantungnya akan berdebar lebih kencang.


Zafran sudah lama tidak merasakan debaran pada jantungnya dan untuk hari ini debaran itu kembali terjadi.


Di lain tempat, Mika membaringkan kepalanya di atas kasur miliknya. Entah kenapa perlakuan Zafran tadi membuat dirinya menjadi salah tingkah ia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.


"Masa aku suka sama Zafran?". Mika bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Atau Zafran yang suka sama aku". Mika kembali bertanya pada hatinya.


"Ah tapi gak mungkin kayanya. Zafran itu orang nya cuek dan Zilia juga bilang sifat nya itu ngeselin masa ia orang kaya dia naksir sama aku yang gak mempunyai daya tarik sendiri".


"Zafran orangnya ganteng, pintar pandai main musik pasti banyak cewek yang mau sama dia".


"Gak gak Mik, gak boleh kepedean entar malu nanti". Mika memukul wajahnya yang tak henti-hentinya memikirkan Zafran.


Saat sedang melamun Mika di kejutkan dengan dering di handphonenya.


Ia mengambil handphonenya yang berada di dalam tasnya.


Mika melihat ada Nomor baru yang mengirimi ia pesan. Mika segera mengecek pesan tersebut.


"Hallo Mika ini Candra". Ternyata pesan tersebut berasal dari Kak Candra. Mika segera membalas pesan tersebut.


"Iya kak ada apa ya?".


tak berapa lama Mika mendapat balasan dari pesannya itu.


"Nanti malam ada acara gak?". Balas Kak Candra.


"Gak kak, emangnya kenapa?". Tanya Mika penasaran.


"Nanti malam kita makan yuk! Ada cafe baru buka dekat kampus kita". Mika yang mendapat balasan tersebut bingung ingin menjawab apa. Saat ini pikirannya sedang tidak karuan, Ia takut akan menimbulkan rasa tidak nyaman antara dirinya dengan Kak Candra.


Namun Mika juga bingung kalau ingin menolak bagaimana, ia takut kak Candra kecewa dengan penolakannya.


"Aduh balas apa ya". Tanya Mika pada dirinya.


"Bolehkak". Balas Mika dengan hati hati.


Mika menelpon Alanda untuk memberi tahunya terkait kak Candra yang mengajak dirinya untuk makan malam. Selama ini Alanda tidak pernah keluar dengan cowok sekali pun dan mungkin ini pertama untuk dirinya.


"APA!!!!!". Teriak Alanda dari seberang telpon. Mika yang mendengar teriakan tersebut menjauhkan Handphone tersebut dari telinga nya.


"Lo harus nerima tawaran kak Candra, ini kesempatan lo buat Pdkatean". Ucap Alanda.


"Tapi aku malu nda". Balas Mika.


"Gak ada kata malu-malu elo udah ngiyain tawaran kak candra. Kapan lagi coba lo bisa makan bareng sama senior tampan!! Aduh Mika gue iri banget". Balas Alanda.


Alanda tak henti-hentinya memberikan semangat kepada Mika agar ia mau pergi makan malam dengan kak Candra, karena risih dengan ucapan Ananda yang tak henti-hentinya.


Mika mematikan panggilan dengan Alanda.


"Gak papa Mika, kalau kamu gak nyaman kamu bisa pergi dari Cafe tersebut". Batin Mika.


***


Mika dan kak Candra sudah sampai di Cafe yang berada di sekitaran kampus mereka. Mika merasa deg-degan berada di dekat Kak Candra.


"Kamu pesan apa?". Tanya Kak Candra.


Kak Candra memperhatikan Mika yang tampak gelisah. Ia menggenggam tangan Mika, sontak perlakuan kak Candra membuat Mika terkejut.

__ADS_1


"Eh...". Balas Mika yang kaget saat melihat tangan nya di genggam.


"Gak usah gelisah kita cuman makan aja kok habis ini kakak anterin kamu langsung pulang". Ucap Candra untuk menenangkan kegelisahan yang di rasakan Mika


"Eh iya kak". Balas Mika dengan gugup.


Sambil menunggu pesanan mereka datang. Kak Candra memulai obrolan agar suasana antara mereka berdua tidak canggung.


"Mika?". Panggil Kak Candra.


"Iya kak". Balas Mika.


"Kamu mau gak gabung di kelas musik, saat hari penyambutan tersebut kakak merasa bahwa kamu memiliki ketertarikan dengan musik". Kak Candra menawarkan Mika untuk gabung dengan kelas musik yang ia dirikan dengan beberapa senior lainnya.


"Mika gak terlalu tertarik dengan musik kak". Balas Mika sedikit berbohong.


"Tapi menurut kakak Mika memiliki potensi untuk menjadi seorang seniman musik yang baik".


"Terus kakak mau nanya kalau Mika gak memiliki ketertarikan dengan seni kenapa Mika mengambil jurusan tersebut". Mika yang mendengar pertanyaan tersebut bingung ingin menjawab apa.


Saat ini ia tujuan ia mengambil jurusan seni dan budaya karena ingin mendalami seni masiknya namun ia tak bisa mengatakan kepada sembarangan orang bahwa ia memang menyukai musik. Ia takut saat orang tahu Hobby nya akan berdampak pada dirinya terutama ibunya.


"Karena Mika bingung kak mau ngambil jurusan apa lagi". elak Mika.


Kak Candra yang mendengar jawaban tersebut hanya mengangguk paham, akhirnya makanan yang mereka pesan datang dan mereka makan dengan diam. Hanya ada dentingan sendok yang menyelimuti suasana makan malam mereka.


Kak Candra mengantarkan Mika kembali kerumahnya.


"Makasih ya kak". Ucap Mika setelah keluar dari Mobil tersebut.


"Sama-sama lain kali kita keluar lagi ya". Balas Kak Candra. Mika hanya menganggukan kepalanya.


"Yaudah kakak balik dulu". Pamit kak Candra.


Mobil kak Candra sudah menjauh dari pekarangan rumah Mika. Mikapun segera masuk kedalam rumahnya.


Mika melihat ibunya yang sedang duduk di depan Tv. Mika segera menghampiri ibunya.


"Ibu gak tidur". Tanya Mika.


"Bentar lagi nak". Balas Nirmala.


"Mika masuk kamar dulu ya bu". Ucap Mika.


"Mika". Panggil Nirmala.


Mika segera membalikan badannya saat mendengar suara ibunya.


"Iya Bu". Balas Mika.


"Ibu besok ada dinas keluar kota, mungkin Ibu akan pergi sekitar seminggu. Kamu jaga diri baik-baik dan ingat jangan pulang larut malam". Ucap Nirmala yang di balas anggukan oleh Mika.


Mika memang tidak terlalu dekat dengan Ibunya, sejak kepergian Ayahnya, Ibu Mika berkerja keras untuk menghidupi dirinya dan Ibunya.


Nirmala pergi dari pagi pulang sore, sehingga Mika jarang dapat berkomunikasi dengan ibunya. Dan Mika juga sudah biasa di tinggal sendiri saat ibunya pergi keluar kota.

__ADS_1


Mika mencuci mukanya, Ia memandangi wajahnya yang tampak lesu. terlintas dipikiran Mika apa yang akan ia lakukan untuk kedepannya, ia tidak tertarik dengan apapun kecuali Musik saat ini tujuannya hanya ingin menjadi seorang seniman musik, ia ingin menciptakan sebuah karya yang dapat di dengar orang lain.


Namun Mika sangat sulit untuk mewujudkan Mimpinya, Mengingat ibunya sangat menentang dirinya untuk menjadi seorang seniman musik seperti ayahnya.


__ADS_2