Melliflous

Melliflous
GIRL LIKE YOU


__ADS_3


Rosseanne Kim,


Anne, begitu ia akrab disapa.


Dia adalah dokter magang yang menolongku saat kecelakaan itu terjadi. Juga,seorang gadis yang memiliki wajah yang begitu familiar di kepalaku. Aku tidak terlalu mengingat banyak memori saat kecelakaan itu terjadi,hanya beberapa fragmen yang terlalu ambigu untuk sekedar dipahami yang menampilkan wajah seseorang yang terlihat luar biasa menawan. Seorang gadis dengan sebuah dress putih juga rambut yang di ikat asal asalan.


"Karna anda tidak membawa identitas diri,Dokter Anne lah yang menjadi wali anda" terang seorang suster ketika aku bertanya tentang Anne. Dari nya pula aku tau bahwa Anne bertugas di Unit UGD. Dan tentang bagaimana dia bisa terluka,ternyata gadis itu tidak sengaja menginjak serpihan kaca yang berserakan di jalanan saat berusaha menolongku,dan itu membuatku mengkhawatirkannya karna dia mendapat 3 jahitan di telapak kakinya.


Hari ini adalah hari ke 2 ku berada dirumah sakit,dan aku masih belum bertemu dengannya. Sekalipun Dokter Lee mengatakan bahwa gadis itu mendapatkan dispensasi selama 2 hari,nyatanya aku tetap masih mencari presensinya. Itu karena aku tidak sengaja mendengar 2 orang dokter yang sedang berbincang saat melewati kooridor rumah sakit,mereka berbincang tentang Anne dan dari salah 1 nya lah aku tau bahwa dia akan masuk hari ini. Bukankah itu adalah informasi yang cukup menyenangkan,namun di satu sisi lainnya aku masih mengingat dengan begitu jelasnya kalimat terakhir dari pria berlesung pipit dengan rambut pirang yang membuatku diliputi rasa penasaran tingkat tinggi karena gagal dalam memahami maksud yang tersirat dari kalimatnya itu


"Dia terjebak sekarang"


Dia terjebak sekarang, Apakah Dia yang dimaksud disini adalah Anne???


Terjebak?? Apa maksudnya??


"Memikirkan ku Tuan muda Jeon??!" Aku tersadar dari lamunanku saat suara itu menggema di udara,ya...akhirinya dia menemukan ku juga


"Ckk... memang sudah seharusnya kau memikirkanku Kook! Bagaimana bisa kau langsung berulah di hari pertamamu kembali ke Seoul?!! Astaga Tuhan,yang benar saja!!"


Aku merebahkan tubuhku di ranjang saat presensi itu menghampiriku lebih dekat.


"Juga,siapa itu Rosseanne Kim?? Kenapa dia menjadi walimu?"


"Pacarku" jawabku begitu enteng lalu tersenyum seadanya


"Seriously??? Your Girlfriend?!!! Waaaaaa... U're the best ever!!! Liar!!"


Aku terkikik mendengar sarkas tidak berfaedah Jung Jae Hyun,aku rasa dia memang benar benar stres karena harus mencari ku selama 2 hari terakhir.


"Dia orang yang menolongku kemarin Jae"


"Tentu Man, fakta itu lebih bisa di terima akal sehat daripada teori romansa mu barusan. By the way, bagaimana dengan kondisimu?"


"Aku baik,2 hari lagi aku diperbolehkan pulang"


"Sound good. Karna kau memang punya banyak tumpukan berkas yang sedang menunggumu! Dan juga,ini... Rekaman CCTV yang kau minta waktu itu" aku menerima flashdisk itu serayah menggucapkan terima kasih pada Jae Hyun yang menatapku curiga


"Sekarang coba jelaskan padaku,tentang seseorang di dalam rekaman CCTV itu,bukankah dia seorang gadis??"


"Aku akan memberitahumu nanti saat aku tau siapa dia sebenarnya"


"Bukankah dia pemilik benda itu?" Tanya Jae Hyun sambil menunjuk sesuatu yang berada di tanganku,yang membuatku tersenyum sambil meraba benda itu.


"Aku pikir memang sudah semestinya Cinderella tidak lagi meninggalkan sepatu di jaman sekarang ini,karna itu benar benar tidak efisien" dan celotehan ngawur dari Jung Jae Hyun itu terus berlanjut hingga beberapa jam selanjutnya




Terjebak,


Itu tidaklah mudah. Apalagi kalau harus terjebak dengan manusia seperti yang satu ini.


Park Jimin, dia benar benar menahan ku di apartemennya selama 2 hari. Dan selama 2 hari itu pula dia ada di sini,tidak pergi kemanapun. Dia bahkan tidak mengijinkan ku turun dari ranjang,dan sebagai gantinya dia sendiri yang akan melakukan apapun yang aku butuhkan. Aku benar benar tidak nyaman dengan semua perlakuannya padaku,tapi dia selalu berhasil membuatku menerima pada akhirnya. Dia membantuku menggambil apa yang aku butuhkan,dan menggendongku saat aku hendak ke kamar mandi. Juga,memaksa menyuapiku seperti sekarang


"Buka mulutmu" ucapnya penuh penekanan dengan sebuah sendok yang berada tepat di depan mulutku. Sebenarnya,aku sangat marah dan juga sangat ingin memberontak,tapi lagi dan lagi pria sinting ini selalu menggunakan rekaman terkutuk itu sebagai senjata pamungkasnya untuk menekanku. Dan hanya dengan itu saja,dia membuatku benar benar benar tidak berkutik


"Good girl" ucapnya dibarengi senyum saat aku melahap sendok itu tanpa banyak kata ataupun hal lainnya


"Aku harus pergi ke rumah sakit hari ini" ucapku yang hanya mendapat lirikan acuh dari Jimin


"Jimin..." Panggilku sekali lagi,yang bahkan tidak dia perdulikan


"Kali ini aku benar benar harus pergi,aku sedang magang" ucapku setengah memohon kali ini yang pada akhirnya mendapat atensi juga darinya


"Kau mendapat 2 hari dispensasi Ann,apa yang harus kau takutkan?" Ingin rasanya melempar sesuatu ke kepala pria ini,bagaimana dia bisa berkata tanpa beban semacam itu semantara aku nyaris ketakutan karena tidak berangkat magang selama 2 hari berturut turut. Tidakkah dia tau tentang fungsi Internship untuk kami para dokter muda yang berlomba dengan waktu hanya untuk pemahiran kompetensi praktek juga bergegas dengan jenjang spesialisasi selanjutnya??? Apa hanya karena dia tidak meluangkan banyak waktunya untuk belajar maka dia tidak memahaminya??? Perasan muak tak tertahan pada sesuatu yang kami sebut dengan "Belajar" ini????


Aku jelas takut ketinggalan banyak hal jika absen seperti ini,juga...jujur saja,aku tidak enak pada rekan rekan ku yang lain. Aku bahkan tidak berangkat di hari pertama magangku,juga menggambil pertukaran libur mendadak kemarin. Dan sekarang??? Tak tau kah wahai kau Tuan Park jika Hirarki dalam rumah sakit itu sangat menggerikan!!!!!


"Aku hanya tidak enak pada yang lain" jawabku singkat,yang hanya direspon dengan seutas senyum darinya. Ck... Kenapa sekarang pria ini menjadi sering sekali tersenyum seperti ini! Duh menyebalkannya sekali melihatnya tersenyum seperti ini !!


"Untuk apa merasakan hal semacam itu saat kekasihmu pemilik rumah sakitnya?"


Pemilik rumah sakit??


Untuk sejenak aku mencoba memahami kalimat yang diucapkan Jimin barusan,dan tertohok pada sebuah realitas yang mencekam


What???

__ADS_1


Pemilik rumah sakit??!! Si Narsist ini??!!


"Daripada mereka,bukankah harusnya kamu mencemaskan dirimu sendiri sekarang,karna sudah memperlakukan ku dengan begitu buruk selama ini"


Astaga!!!


Apalagi ini!!!! Please somebody help!!




Aku sangat terhibur dengan ekspresi Anne sekarang,wajahnya yang terlihat kebingungan juga berbagai ekspresi lainnya yang sangat sayang jika tidak di manfaatkan. Jadi dia benar benar tidak menyadarinya ya,bahwa aku adalah pemilik dari rumah sakit tempatnya magang saat ini.


"Kalau kau pemiliknya maka aku profesor ahli bedah disana!" Balasnya,seolah ingin membalas apa yang aku sampaikan padanya. Aku menyampaikan sebuah fakta dan gadis ini berfikir bahwa aku sedang membual??? Astaga... Betapa dia hidup dengan nyaman di dunia miliknya yang begitu sederhana


"Bagaimana bisa ada gadis sepertimu??"


Sejujurnya aku hanya tidak pernah tau jika seorang gadis ternyata bisa memiliki pola pikir yang sangat sederhana seperti ini. Bagaimana bisa seseorang tidak memiliki prasangka pada yang lainnya???


"Tanyakan itu pada dirimu,kau bahkan lebih aneh dariku,asal kau tau!"


Aneh??? Aku??? Kalau dia menyebutku aneh,lalu harus dengan kata apa aku menyebut gadis ini???


"Boleh aku bertanya sesuatu Ann?" Gadis itu mengerjap untuk sesaat untuk kemudian milih menggangguk sebagai jawaban dari pertanyaan itu


"Apa alasanmu menjadi seorang dokter?" Itu sebuah pertanyaan klise sebenarnya,tapi entah mengapa aku ingin tau jawab dari gadis ini. Aku hanya ingin lebih mengenalnya sedikit demi sedikit


"Karna aku ingin kaya" jawabnya datar yang membuatku tak sanggup menutup mulutku,sure??? Hanya karena alasan semacam itu???


"Seriously?? Hanya karena itu???" dia menggangguk mantap sebagai jawabnya dan itu cukup membuatku sanksi


"Kalau hanya ingin kaya kenapa tidak menikah saja denganku?? Aku kan kaya raya"


" Sayangnya aku tidak berminat tuh,lagipula hanya dengan menjadi dokter aku tidak menyia nyiakan otak cerdas yang Tuhan berikan padaku"


Aku terkekeh mendengar kalimat super narsis yang meluncur begitu saja dari bibir gadis ini,dia benar benar unik dengan gayanya sendiri


"Apa menjadi dokter itu cukup menyenangkan?? Bukankah itu cukup sulit??" kali ini dia terlihat membutuhkan sedikit waktu berfikir untuk menjawab pertanyaanku


"Emm...itu tidak hanya sulit sih sebenarnya,tapi memang sesuatu yang benar benar sangat sulit.Ketika normalnya teman temanku lulus lalu bekerja kemudian mulai mapan dengan pekerjaannya,aku masih saja harus belajar untuk jenjang spesialisasi. Pendidikan kedokteran itu adalah pendidikan paling panjang yang ada di dunia,karena setidaknya butuh 6 hingga  10 tahun masa pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis. Coba bayangkan,bukankah itu sangatlah sulit?? Sialnya,hal yang benar benar sulit semacam ini lah yang memang benar benar layak untuk dilakukan. Dan untukku, menjadi dokter mungkin sudah menjadi seperti sebuah panggilan hidup"


Ahhh.... jadi itu kah alasannya?? Sebuah panggilan hidup


"Apa kau benar pemilik rumah sakit tempatku magang sekarang ini??" Astaga??? Dia masih mempertanyakan hal ini??? Yang benar saja


"Kenapa memangnya??"


"Jawab saja!" Titahnya yang membuatku geli seketika


"Seriously Ann, you still ask me this question?" Gadis itu menggangguk dengan kurositasnya yang begitu kental tertuju pada diriku


"Don't take it hard Honey, aku memang pemiliknya " kekehku


"Jimin!! Jangan bercanda!!!!" Serunya sambil memukul lenganku bertubi tubi


"Akhh... Sakit Ann,hentikan!"


"Demi Tuhan!!! Kau sangat menyebalkan!!!" Seru Anne sambil terus memukulku,sekarang dia menggunakan bantal yang tak berdosa itu sebagai senjatanya. Ahh...bagaimana bisa seorang gadis memukul pria dengan membabi buta seperti ini


"Rasakan ini!!" Teriaknya sambil terus memukuliku yang kini sudah jatuh di atas permukaan ranjang


"Hentikan!!" Seruku yang tentunya tak digubris gadis ini


"Kau memang pantas menerimanya!!"


"Hentikan Ann!!" Seruku serayah memegang pergelangan tangan gadis itu,untuk menariknya kemudian. Memastikan tubuh kecil itu mendarat tepat diatasku


"Aku tidak bercanda tentang bagian bahwa aku ini memang pemilik rumah sakit" ucapku dengan menatap lekat obsidan yang kini berada diatasku.


" Juga tentang fakta bahwa, you take my breath away" ucapku begitu lirih tepat ditelinganya




Jimin


Jangan pernah berfikir untuk pulang sendiri,atau kau akan akan berakhir dikurung diapartemenku seperti kemarin


Dengan langkah terseok aku memasuki gedung 30 lantai ini sambil membaca sebuah chat yang membuatku merinding. Yang benar saja,bahkan hanya chat nya saja sudah membuat bulu kuduk ku berdiri. Tapi seolah tak mau ambil pusing aku hanya membaca pesan teks itu tanpa berniat sedikitpun untuk membalasnya. Biarkan saja,mumpung aku sedang tidak bersamanya. Jimin itu manusia yang selalu berbuat sesuka hatinya sendiri dan terkadang otoriter. Dan demi Tuhan,itu memuakkan!

__ADS_1


2 hari hidup bersamanya dan tidak akan ada keraguan sedikitpun di dalam diriku untuk mengklaim bawasanya aku sudah melewati 2 hari paling menggerikan dalam sepanjang perjalanan hidupku. Jimin yang tidak mau dibantah,tidak menerima penolakan,dan selalu memaksakan kehendaknya pada orang lain.


Aku pernah membaca sebuah jurnal psikologi dimana disana disebutkan bahwa,terdapat perbedaan cara berfikir yang sangat signifikan antara mereka yang kaya dan merek yang tidak. Dan arah kecenderungan inilah yang pada akhirnya mempengaruhi bagaimana kehidupan seseorang berlangsung. Dan saat aku bisa melihat dengan dekat kehidupan seorang Park Jimin,maka aku mulai bisa memahaminya.


Dia terbiasa menggunakan "Uang" sebagai alat untuk menyelesaikan segala sesuatunya. Sementara aku,yang tidak memiliki "Uang" sebagai alat, maka akan mengeluh dan menyalahkan orang lain untuk segala hal buruk yang terjadi,daripada harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Itu realitas yang lebih mudah juga terkesan logis,untuk aku dan Jimin lakukan. Itulah yang membuat kami berbeda secara keseluruhan. Karna perbedaan cara berfikir menjadikan kami melakukan hal yang kami pikirkan. Seperti antipoda yang ada di dunia. Itulah aku dan juga Park Jimin


"Anne!!" Seruan itu cukup menarik atensiku hingga memutar tubuhku nyaris 180 derajat. Cha Eun Woo yang berdiri disana dengan senyum memukau miliknya.


"Bagaimana kakimu?" Tanyanya saat sudah berada di sebelahku


"Ini masih berkedut nyeri sih terkadang,tapi lebih baik dari pada kemarin" aku tersenyum lalu kembali berjalan di ikuti Eun Woo yang tentu nya mengoceh panjang lebar. Dia jelas terlihat sangat lega karena melihatku di hadapannya. Dan kembali bermuka muram saat menceritakan betapa dia dan Nam Joon panik karena tidak menemukanku di apartemen saat tau bahwa aku terluka karena telah menolong seseorang yang tengah mengalami kecelakaan.


"Maafkan Aku Eun, aku terjebak dan tidak bisa memberimu kabar" kelasku padanya yang mengangguk angguk paham


"Nam Joon juga bilang hal yang sama kemarin,terjebak dengan hal semacam apa memangnya Ann?" Ckk... Kau mana bisa paham sih perasaan terjebak pada manusia seperti Park Jimin itu? Jadi lebih baik tidak usah di jelaskan,selain rumit aku juga malas membahas tuan muda Park satu itu.


"Oh ya... Dokter Eun Tak,menyuruhmu untuk mengunjungi pasien yang kau selamatkan malam itu. Dia ingin bertemu dengan mu untuk menggucapkan terima kasih katanya"


"Dia masih disini memangnya Eun?"


"Kalau tidak salah dia diperbolehkan pulang hari ini,jadi lebih baik kau menggunjunginya sekarang,aku akan menemanimu kalau kau mau"


Aku pikir itu bukan ide yang buruk,jadi aku menerima tawaran Eun Woo untuk menggunjungi pasien yang dimaksud Eun Woo tadi


"By the way,kau tau siapa nama pasien itu Eun??"


"Emmm... Kalau tidak salah namanya Jeon Jungkook"


Ahh... Jadi namanya Jeon Jungkook




Biasanya,aku akan menyerahkan urusan rumah sakit pada Seok Jin Hyung karna jujur saja aku tidak begitu tertarik dengan bisnis yang satu ini. Entahlah,tapi aku hanya datang disaat benar benar diperlukan dan menggendalikan bisnis dari balik layar. Lagipula aku sudah mempercayakan bisnis ini pada Paman Kim, ayah Seok Jin Hyung untuk operasionalnya. Tapi aku rasa,kebiasaan ini akan berubah mulai sekarang.


"Ck... Aku pikir karna apa kau bisa di sini,ternyata karna Anne. Ckkckckckckkc.... Syndrome jatuh cinta itu memang sungguh luar biasa ya,menggerikan!" Aku hanya melirik tanpa minat saat Seok Jin Hyung mengoceh begitu kami keluar dari ruang meeting saat meeting rutin bulanan dengan direksi usai.


"Jadwalku selesai kan sekarang" tanyaku


"Kenapa memangnya??? Mau menculik Anne lagi???" Kali ini aku terkekeh mendengar ocehan Seok Jin Hyung,kenapa dia jadi seperti calon ibu mertua yang cerewet juga sensitif???


"Yang benar saja Hyung,kami pacaran sekarang jadi kenapa juga aku harus menculiknya. Kami hanya sedang menghabiskan waktu bersama"


"Itu bukan pacaran Jim,tapi hubungan Transaksional" aku tidak terlalu menaruh minat atas apa yang di bicarakan Seok Jin Hyung barusan. Karna dalam otakku sekarang yang ada hanyalah segera bertemu dengan Anne. Dari informasi yang ku dapat dia akan pulang setengah jam dari sekarang. Aku berpisah dengan Seok Jin Hyung di lift. Karna aku memang berniat menjemput Anne hari ini.


Dia bertugas di UGD,dan aku melangkahkan kakiku kesana. Tidak banyak yang tau tentang siapa diriku di rumah sakit ini,karna prosentase kehadiranku yang sangat minim. Jadi aku dapat dengan leluasa bergerak kesana kemari. Aku melonggokkan kepalaku di ruangan yang berisikan beberapa orang tersebut. Dan sayup sayup ku dengar beberapa orang yang sedang berbicara di balik tirai tempatku berpijak


"Dokter Anne sungguh beruntung kali ini karena menyelamatkan pria yang luar biasa"


"Anne benar benar mendapatkan jakcpot"


"Tentu saja,Jeon Jungkook jelas bukan pria sembarangan!!"


"Berhenti bergossip! Kerja sana!! Hush hush!!!"


Aku terpaku mendengar rentetan kalimat kalimat itu, berfikir sejenak dan mencoba mencerna intinya. Mereka sedang membicarakan Anne dan seorang pria yang telah diselamatkannya kemarin bukan??? Dan nama pria itu adalah Jeon Jungkook???


Jeon Jungkook??? Jeon??? Rasanya aku tidak asing dengan nama itu


"Permisi Tuan...ada yang bisa saya bantu??" Sebuah suara menyentakku membuatku sedikit terkejut,seorang pria dengan jas dokter yang terlihat menatapku bertanya tanya


"Ah ya... Saya mencari Dokter Rosseanne Kim? Apa dia ada??"


"Owh Dokter Anne, dia sedang mengantar pasien Tuan di Loby" aku menggerutkan ke 2 alisku,sedikit kebingungan dengan informasi yang disampaikannya barusan


"Pasien VVIP" celetuknya sambil tersenyum yang membuatku mengerti kemudian. Bukankah Anne dokter UGD?? Kenapa dia berurusan dengan pasien VVIP??? Tapi seolah tak ingin membuang banyak waktu akhirnya aku memutuskan pergi menuju lobi set5elah berpamitan dengan dokter bernama Cha Eun Woo itu.


Langkahku sedikit terburu terdengar dari derap langkah yang keluar dari ujung sepatuku. Aku menolehkan kepalaku,menyisir kesegala arah saat aku menemukan presensi yang tengah ku cari berdiri di samping sebuah mobil Mercedes Benz seri terbaru dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Aku mencoba menetralkan kerja detak jantungku yang mulai berpacu tak terkendali. Melihat pemandangan seperti ini sungguh membuat kepala nyeri luar biasa,belum lagi harus menerima fakta bahwa gadis ini memberikan senyum semanis itu untuk pria selain diriku. Benar benar membuatku merasa berada dititik didih paling puncak.


Tak berselang lama,mobil itu berlalu meninggalkan Anne yang masih melambaikan tangannya ke arah mobil itu melaju. Membuatku mau tak mau bergegas menghampiri gadis yang masih belum sadar dengan kehadiranku di sekitarnya.


Aku memandang jeli sepucuk kertas yang dipandangi Anne lamat lamat di genggaman tangannya,dan merebutnya seketika itu juga dibarengi sebuah pekikikan dari gadis yang kini ada di hadapanku


"Jeon Jungkook???" Sebutku begitu serius membaca rangkain huruf dan juga angka yang kini ada di genggaman tanganku,bagaiman bisa aku tidak gila jika ada sebuah nama dengan nomor ponsel di sana


"Jimin" refleks Anne yang memandangku dengan mata membulat terkejut


"Siapa Jeon Jungkook Ann? Dan kenapa dia memberimu nomor ponselnya?! Jelaskan sekarang juga padaku,atau aku benar benar akan menggurungmu di kamar setelah ini"

__ADS_1



__ADS_2