Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Duke


__ADS_3

Pada suattu pagi disebuah mansion yang megah dimana seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik tengah sibuk di dapurnya, ya dia adalah Nyonya Yudya yang tengah asik membuat Cake dan Puding.


Itu adalah kegiatan yang hampir setiap akhir pekan di lakukan wanita paruh baya itu, Nyonya Yudia membuat 3 Cake dan 1 jenis puding manggo, setelah selasai akhirnya Nyonya Yudya memotong Cake dan puding serta mngemasnya untuk di bawa ke kantor anaknya Duke.


"Cayla?? Cayla??" panggil Nyonya Yudya pada Cayla yang tengah asik melihat televisi di ruang keluarga dan segera Cayla menuju dapur untuk menemuai Nyonya Yudya.


"Ya tan ada apa??" kata Cayla, semenjak Nyonya Yudya memutuskan penyamaran pada Cayla sebagai keponakannya semenjak itu juga Cayla tak lagi memanggil Nyonya melainkan Tante, " Bersiap siaplah untuk ke kantor Duke." kata Nyonya Yudya. "Bukannya kata tante kita tidak kemana" hari ini?" Cayla berkata, Cayla ingin tau agar dia juga bersiap siap dengan segala kemungkinan jika Nyonya Yudya akan pergi.


"Bukan tante sayang , tapi hanya kamu, untuk mengantarkan Cake dan puding kesukaan Duke." kata Yudya mama Duke. Cayla tidak bisa untuk menolak karena Nyonya Yudya sekarang berada dirumah dan tentu saja itu tempat yang sangat aman. "Baiklah tan" Cayla berkata seraya berlalu menuju tangga untuk kekamarnya mengambil jaket dan tas miliknya.



Dan akhirnya Cayla pun berangkat di antar oleh supir keluarga, sesampai di depan perusahaan segera Cayla keluar dari mobil dan langsung melihat perusahaan Duke dan kembali mengambil box cake itu dan berjalan memasuki kantor itu.


Semua orang sudah tau soal Cayla sepupu Duke, yang membuat mereka penasaran dengan wajahnya dan kenapa harus slalu memakai masker itulah pertanyaan dibenak mereka akan tetapi itu hanya berpendapat sebagian dan yang lainnya hanya berpendapat mungkin Cayla memiliki Bacteriophobia ketakutan berlebih pada sesuattu yang kotor seperti kuman, bakteri dan kontaminasi.


Sesampainya Cayla pada ruangan Duke Cayla langsung meletakkan box cake di atas meja dan merebahkan setengah tubuhnya ke sofa.

__ADS_1


Duke memperhatikan Cayla dan memutuskan duduk di samping Cayla, Cayla yang terus menerus dilihat hanya acuh, Cayla lebih suka mengotak atik android miliknya.



"Jangan melihatku seperti itu, atau ku congkel matamu!" Cayla berkata tanpa memandang Duke, Duke yang mendengar perkataan Cayla hanya tersenyum, Duke merasakan senang di saat menganggu Cayla.


Duke terus memperhatikan Cayla "Buka maskermu!" Kata Duke dan hanya di tatap sesaat oleh Cayla.


"Aku katakan buka maskermu!!" kata Duke lagi . "Kenapa?" tanya Cayla." Aku hanya ingin melihatnya."Duke berkata serius." Maaf tidak bisa dan jika kau terus memaksa aku akan pulang saja!!" Cayla berkata seraya berdiri akan tetapi tangan Duke langsung menarik tangan Cayla hingga Cayla kembali terduduk.


"Baiklah aku tidak akan memaksa lagi" Duke berujar dan mulai membuka box cake dan memakannya.


Sorepun tiba dimana Cayla berniat untuk pulang , Duke yang tengah sibuk dengan berkas berkas akhirnya beralih memandang Cayla seakan tau Cayla akan pulang Duke menghampiri Cayla kembali.



"Cay bagaimana kalo kita pulang bareng yah. temenin saya?" Duk berkata dan sesaat Cayla tampak berfikir dan akhirnya mengiyakan tawaran dari Duke.

__ADS_1


Duke tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya begitu juga Cayla yang kembali Duduk disofa dan memainkan benda pipihnya lagi.


Hari sudah semakin larut dimana kini waktu telah menunjukan pukul 10 dan akhirnya Duke menyelesaikan pekerjaannya dan langsung mengajak Cayla pulang.


Sesampainya di rumah Duke, Cayla ataupun Duke kembali kekamar masing masing.


Setelah beberapa waktu Duke keluar kamar dan tanpa mengetuk pintu Duke langsung masuk kekamar Cayla, Dimana Cayla yang tengah masih asik dengan smartfonenya terlonjak kaget.



"Kau!!" Cayla terkaget melihat kedatangan Duke tanpa mengetuk pintu dan begitu juga dengan Duke yang tercengang melihat gadis dihadapannya adalah gadis yang terakhir slalu menjadi fikiran untuknya dan yah siapa sangka yang selama ini di cari cari ternyata berada satu atap dengannya.


Duke tak bisa mengatakan apa apa lagi yang jelas dia merasa sangat senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan gadis kecil nan imut itu.


"Kau Cayla?" kata Duke lagi menyakinkan dirinya. "Kau ini!! Iya aku Cayla kenapa?" Cayla berkata acuh, "Kau Cayla gadis yang di pantai biru itu bukan? kau gadis kecil itu dan ternyata kau??" .." Ya memangnya kenapa? tidak ada yang perlu ditutupi lagi kau sudah mengetahuinya sendiri dan cepat keluar!" Cayla berkata seraya berdiri mendorong tubuh Duke kepintu.


Akan tetapi ketika langkah Cayla semakin melebar dan naas kaki Cayla tersangkut selimut dan akhirnya..

__ADS_1


tungguin kelanjutannya yah 😍🤗


__ADS_2