Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Halimah Wakil Cayla Sebagai CEO


__ADS_3

4 hari kemudian telah berlalu dimana Cayla sudah menyelesaikan kultivasinya. dan kini ia tengah berjalan menyelusuri hutan itu untuk keluar dari jalan awal masuk.


Sesampainya pada tempat dimana terparkir motornya dan 3 raja hutan yang tengah berjemur santai. dan melihat bahwa orang yang mereka tunggu tunggu telah datang.


Seketika merekapun berjalan mendekat. "Salam putri" ucap ketiganya dan Cayla tersenyum simpul dan meangangguk "Terimakasih sudah mau membantu." ucap Caya dan mengelus kepala si para raja hutan dengan sayang. "Senang membantu putri." jawab mereka serentak.


"Baiklah aku akan pergi. jaga diri dengan baik?" ujar Cayla lembut. "Pasti putri. semoga bertemu lagi." ucap serentak. Cayla melambai dan mulai berjalan menjauh. naik motor dan menjalankannya berlahan.


Setelah beberapa jam akhirnya Cayla sampai di apartemennya dan mulai membersihkan dirinya. karena merasa lelah Cayla pun melanjutkan istirahat saat siang itu. dan jam berlalu cepat sehingga 3 jam berlalau Cayla bangun dan bersiap siap untuk menemui Halimah sang wakil CEO yang Cayla tunjuk beberapa waktu lalu.


Dia harus berbicara pada Halimah sekalian melihat hasil kinerjanya. sudah pantas atau tidak untuk ia lepas tangan untuk beberapa saat. hari sudah sore dan Cayla sudah cantik dengan pakaian santainya untuk mendatangi rumah Halimah.



Cayla memotret dirinya melalui Kaca dan langsung keluar dari apartemen miliknya. seperti biasa Cayla mengendarai motor besarnya dengan tas ukuran sedang yang bertengger cantik di hadapannya saat berkendara. dan pakaian pas body berwarna pink memamerkan kulit cantik dan putih yang tak tertutup apapun. tak lupa helm pelengkap tampilannya.


Cayla terus melajukan motornya membelah lalulintas yang ramai sore itu. Cayla tentu sudah mengetahui alamat Halimah karena dia sudah melihat data data Halimah. kini motor Cayla melaju berlahan di jalanan gang komplek yang lumanyan kecil.


Tak jauh dari rumah Halimah orang orang tengah ramai dan gempar berkumpul. entah apa yang mereka lihat saat itu. para warga yang melihat Motor besar keren yang di kendarai seorang gadis pun menyingkir memberi jalan.

__ADS_1


Gaya dan body Cayla sangat mempesona dimata mereka apa lagi para lelaki. walawpun wajah itu tertutup helm hitam mengkilap tampak sangat misterius. Cayla yang berkendara sangat pelan mengeryitkan keningnya saat sudah semakin dekat dengan kediaman Halimah.


Sesudah sampai Cayla jelas melihat orang orang berpakaian serba hitam dan lebih tepatnya seperti sekelompok genk yang tengah berdiri ramai di hadapan rumah Halimah dengan posisi Halimah yang bersujut memohon ampun meminta kebaikan hati mereka.


Halimah tidak menyadari kedatangan Cayla karena terlalu fokus memohon berulang ulang dan menjadi tontonan orang orang. Cayla yang menyaksikan itu mengkepalkan tangannya dan mengertakkan giginya geram melihat tak ada yang menolong Halimah dan bahkan hanya menonton tontonan itu.


Dan ketika seseorang yang disembah oleh Halimah karena nemohon. ingin menendang Halimah dengan cepat Cayla membuka helmnya dan melemparkannya ke kepala orang itu.


Paaaack


Bunyi helm membentur kepala orang itu. seketika orang itu terhunyung namun tidak jatuh dan orang orang semua mengalihkan pandangan pada arah si pelempar dan melihat seorang gadis cantik yang masih duduk di motor besarnya.


Dan kini Cayla sudah di hadapan Halimah dengan sedikit amarah Cayla menarik kedua bahu Halimah sedikit kasar."Berdiri!! jika kulihat sekali lagi kau melakukan ini. maka terima hukumannya!!" ucap Cayla dengan sorot mata yang tajam. Halimah yang melihat itu bertambah gemetar karena ia dapat merasakan suasana berada di samping Cayla yang di yakininya tengah marah. lebih mengerikan daripada suasana orang orang yang membuatnya bersujut tadi.


Cayla berbalik menatap wajah orang orang yang berpakaian serba hitam itu. "Katakan. apa masalahnya?" tanya Cayla dengan nada dingin. "Apapun itu bukan urusan mu nona!" jawab mereka. Cayla masih diam dan melihat satu persatu fikiran mereka dan akhirnya Cayla mengetahui semuanya.


Seketika senyum smirk dari wajah Cayla terlihat. "Tapi sayang aku sudah tau semuanya!" ucap Cayla santai. Cayla dapat melihat isi fikiran mereka bahwa mereka adalah salah satu anak buah dari geng black di kota itu. dan mereka menagih uang pada Halimah ya itu hutang orang tua halimah. namun Halimah tak bisa membayarkan dan mereka ingin Halimah membayar dengan dirinya dan akan di jadikan wanita malam di sebuah bar milik bos mereka.


Tentu saja Halimah bersujut meminta kerendahan hati dengan ia membayar mencicil tentunya. namun mereka tak mau lagi dengan yang namanya uang itu. mereka lebih tertarik pada gadis polos itu.

__ADS_1


Dan sejauh ini Cayla paham tentu saja tak ada yang berani menolong Halimah karena tak mau berurusan dengan orang orang dari geng itu. namun tidak dengan Cayla yang semakin senang karena di kelompoknya ada yang diberikan tugas mencari keberadaan geng itu karena terlibat penyeludupan senjata legal.


"Aku akan membayar hutangnya dan jangan ganggu dia lagi." ucap Cayla santai. "Huh. tapi bos kami tidak menginginkan uang lagi dan kau juga gadis cantik akan ikut serta bos kami akan semakin senang. hahaha." seru tawa dari ketua geng itu. para warga yang melihat mereka dengan tatapan iba pada Cayla dan Halimah.


"Baiklah jika itu mau kalian namun kuperingatkan. kalian akan menyesal jika berurusan denganku." jawab Cayla dengan senyum simpul. "Nona seba..baiknya nona pergi. saya tidak mau anda terkena masalah gara gara saya nona?" ucab Halimah menahan tangis. "Kau dengar gadis kecil. namun sayang kami tak akan melepaskan kalian berdua. hahahah" seru si kepala geng lagi dengan tawa puas.


"Hmmm. tapi sayang kalian yang akan menyesal." Cayla tersenyum lagi. "Jangan banyak omong. tangkap gadis gadis ini." suara si kepala geng menggelegar memberi perintah. dan dengan sigap mereka mendekat kearah Halimah dan Cayla. tubuh Halimah gemetar karena takut.


"Jangan takut. kau harus percaya padaku." ucap Cayla pada Halimah. Halimah yang tak mengerti hanya mengangguk pasrah. namun


Tinju Cayla melesat lebih dulu melindungi Halimah. begitu juga dengan gerakan gerakan Cayla yang cepat. Halimah dan orang orang di buat tercengang oleh Cayla. tubuh Cayla berputar meninju. menyiku dan kaki kaki yang melayang menerjang bergantian.


Suara suara yang terbentuk dari benturan terdengar jelas saat itu. Cayla melawan 11 orang tentunya. dan semua tumbang karena Cayla tidak mau berlama lama melakukannya maka dari itu ia slalu melesatkan pukulan pukulan ke arah titik vital dan alhasil mereka hampir pingsang menahan sakit.


Mereka tak bisa berdiri lagi karena ulah Cayla. sang ketua yang ingin kabur pun tak ada hasil karena Cayla yang melihat itu hanya menendang helm tepat mendarat di punggung si ketua genk dan pingsan.


lagi lagi orang yang menyaksikan itu hanya tercengang. terlebih Halimah yang menatap tidak percaya pada nona CEOnya sendiri.


tungguin kelanjutannya ya 🤗 salam hangat dari author 🤗😍

__ADS_1


__ADS_2