
Ziana hanya diam dan membersihkan diri, begitu banyak tanya di benaknya namun masih tertahan di tenggorokannya untuk tidak bertanya. Ziana merasa telah berburuk sangka pada gadis yang baru menolongnya dan dia juga merasa sangat legah paling tidaknya kini ada yang membelanya.
Walawupun ia sendiri tak yakin akan bertahan berapa lama. setelah Ziana dirasa cukup membersihkan dirinya ia pun keluar dan hal pertama yang ia lihat adalah. seorang gadis cantik yang tengah bersandar di tembok toilet dan melihat ke arah Ziana dengan santai.
"Sudah selesai?" tanya Cayla pada gadis itu. "Su..sudah mmm terimakasih telah menolong saya." ucap gadis itu yang tak lain adalah Ziana pada Cayla. "Tidak masalah." ujar Cayla lagi. "Oh ya. kamu dari mana tau nama saya dan nama kamu apa benar Mecayla Z ? dan apakah benar yang kamu katakan tadi tapi sengingat saya bahwa saya hanya memiliki beberapa sepupu wanita?" tanya Ziana yang akhirnya bertanya juga pada Cayla.
"Nanti akan aku jelaskan. sekarang kita akan masuk dan ingat kita sudah terlambat." jawab Cayla dan akhirnya Ziana mengangguk karena apa yang dikatakan Cayla adalah kebenarannya." kelasku di 2B sana". Ziana menunjuk kearah lorong bangunan itu.
"Masuklah kita tidak selokal dan sejurusan" ucap Cayla juga akhirnya. dan di angguki oleh Ziana dan akhirnya berlalu dan mereka berpisah di koridor tengah kampus itu. dalam putaran Cayla tersenyum devil karena ia telah berhasil menanamkan sesuattu pada pergelangan tangan Ziana diamana itu adalah tecnologi canggih yang bisa mendeteksi hal berbahaya dan secara otomatis Cayla akan mendapat sinyal akan hal itu.
Cayla berjalan menuju kantor dimana terdapat ruangan dekan atau rektor untuk melaporkan dirinya sendiri. ya walaupun Jack sudah mengurus semuanya Cayla harus tetap profesional bukan akan hal itu. Cayla masuk kekantor yang bertulisan rektor. setelah di persilahkan dari dalam akhirnya Cayla masuk.
Sudah tampak pria paruh baya yang dengan senyum ramah menyambut Cayla. "Hallo kapten Cayla silahkan?" ucapnya ber basa basi pada Cayla. "Hallo pak rektor jangan terlalu formal." ucap Cayla ramah dan lansung duduk di sofa yang telah di persilahkan oleh rektor tersebut. "Apa kabar nona?" tanyanya lagi. "Kabar baik pak oh ya maaf pagi ini saya sudah membuat masalah?" ucap Cayla lagi. "Tidak masalah nona saya akan urus masalah ini!" ucap ramah sang rektor pada Cayla.
"Tidak!! saya ingin ini berjalan dengan profesional jadi biarkan saja." ucap Cayla tegas pada rektor itu. rektor itu cukup paham dengan gadis dihadapannya setidaknya kali ini Cayla telah mendapat poin tersendiri di mata sang rektor di hari pertama mereka bertemu dan menyetujui permintaan gadis itu. "Baiklah saya akan ke kelas. sekali lagi terimakasih pak atas kerjasamanya." ucap Cayla dan mereka berjabatan tangan.
__ADS_1
"Tidak masalah nona ini adalah salah satu kehormatan bagi kami atas kedatangan kapten Cayla dan semoga nyaman atas tuhasnya." ucap rektor itu tak kalah ramah pada Cayla. dan di angguki oleh Cayla. Cayla keluar ruangan dan menuju gedung dimana Cayla hanya melihat petunjuk di setiap koridor kamous Unifersity tersebut.
Cayla memasuki lokal fakultas kedokteran dimana anak anak yang tadinya ricuh kembali diam dan memperhatikan gadis yang baru saja masuk. tentu sebagian dari mereka telah mengenal Cayla melakui forum kampus dimana Cayla yang menghajar anak anak orang kaya yang terkenal angkuh dan tukang bully tersebut.
"Apakah kamu anak baru itu ??" tanya dosen wanita paruh baya itu. "benar buk" ucap Cayla datar dan tenang. "Baiklah perkenalkan dirimu nak?" pinta sang dosen pada Cayla. "Selamat pagi. perkenalkan nama saya Mecayla Z. biasa di panggil Cayla dan semoga kita berteman baik kedepannya." ucap Cayla tegas dan di sapa ramah oleh anak anak fakultas tersebut.
Akhirnya Cayla duduk dan mengikuti kelas hari itu. 2 jam berlalu dan akhirnya waktu istirahat tiba. "Hay Cay perkenalkan nama ku Nurma dan ini kiony dan terkhir ini Mia." ucap mereka berkenalan pada Cayla "Hay semua." jawab Cayla. dan setelah berbincang akhirnya mereka memutuskan untuk kekantin.
Banyak mata yang melihat ke arah mereka di sepanjang perjalanan menuju kekantin. karena wajah Cayla kini telah menjadi topik hangat yang di perbincangkan di kampus itu. sesampainya pada kantin mereka duduk santai dan memesan makanan dan minuman mereka.
Ziana melihat kearah siapa yang memanggilnya dan mendapatai Cayla. Ziana tersenyum senang akhirnya bertemu lagi dengan Cayla. Cayla mendekat dan menarik tangan Ziana bergabung dengan mereka. Ziana sangat gugup. "Tidak apa apa. jangan takut. ini teman teman baruku. perkenalakan dan yah mereka semua baik." ucap Cayla kembut pada Ziana.
Ziana si sambut ramah oleh teman teman fakultas baru Cayla. dan akhirnya mereka makan dengan kadang kadang disertai canda tawa. mereka tidak sadar mereka telah menjadi pusat perhatian. apalagi sesekali Cayla tertawa lepas karena kelucuan dan kepolasan mereka.
Ziana sangat senang akhirnya dia merasakan punya teman teman dan itu sangat menyenangkan. ketika mereka sedang asyik dengan kegiatan mereka beberapa pemuda datang dengan tatapan tajam dan aura yang tidak mengenakkan.
__ADS_1
"Hey anak baru??" ucap mereka dan Cayla reflek melihat kearah kumpulan beberapa pemuda itu dan masih dengan tatapan santai. Cayla dapat melihat isi hati mereka yang tak terima rombongan yang membully Ziana di perlakukan seperti itu oleh Cayla dan mereka ingin membalas dendam pada Cayla atas nama gadis gadis yang membully Ziana dan dibalaskan oleh Cayla sehingga mereka masuk rumah sakit.
Sekilas Cayla tersenyum simpul. lain halnya dengan Ziana yang telah gemetar takut akan Cayla yang mendapat masalah baru karena membela dirinya. "Cay maafkan aku. gara gara aku kamu dapat masalah besar." ucap Ziana sedih. Cayla hanya tersenyum dan menepuk punggung gadis itu lembut. "Hey tenang saja. no problem." ucap Cayla tersenyum. teman teman Cayla juga ikut menenangkan hati Ziana walaupun jauh di lubuk hati mereka. mereka merasakan takut akan pemuda pemuda itu.
Tak jauh pula dari mereka terdapat rombongan pangeran pangeran kampus yang terkenal tampan. kaya dan dingin serta arogant tengah berkumpul dan memperhatikan pada rombongan Cayla yang kini tengah jadi pusat perhatian disana.
"Bukankah itu anak baru yang jadi trending topik karena tadi pagi yah. ucap salah satu dari mereka dan di angguki oleh lainnya. "Waaah kayaknya bakal ada tontonan action bagus nih." celetuk salah satu lagi. dan mereka pun kembali mengangguk.
"Yah. ada apa?" ucap Cayla santai. "Heh.. ada apa. kau telah membuat teman teman kami masuk rumah sakit!!" ucap salah seorang dari mereka dengan penuh amarah. "Oh.. terus?" ucap Cayla masih meminum minumannya. orang orang yang nelihat hanya geleng geleng tak habis fikir. dan tak melihat sedikitpun ketakutan pada Cayla si gadis baru. pada 8 orang laki laki yang tengah marah itu.
"Widiiih gayanya keren bro." ucap salah satu pangeran tampan yang melihat itu."Ya kau benar!" jawab lainnya. Cayla masih sangat enngan sebenarnya tapi biar bagaimanapun harus dituntaskan fikirnya.
"Oh begitu. kau harus bersujut meminta maaf pada mereka maka kami akan mempertimbangkan untuk memaafkan mu." ucap mereka menyeringai." Cayla masih diam dan akhirnya " haha bersujud?? itu hanya DALAM MIMPIMU!!" ucap Cayla menekankan. mereka sangat geram melihat Cayla yang sangat keras kepala.
"Baiklah. ini kemauanmu!!" ucapnya dan mulai menghajarkan Cayla. Cayla berdiri dan berlari beberapa meter dimana agar jauh dari kantin tersebut. dan Cayla dengan santai bersiap menerima pukulandari kumpulan lelaki itu. Cayla masih menangkis tanpa jeda. lain halnya kepada sebagian orang yang sengaja merekam aksi tindakan itu.
__ADS_1
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author 🤗🤗