Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Barisan Bubar!!


__ADS_3

Hallo maaf yah author telat up 🤗 jadi mari kita lanjut cerita Cayla.


**


Setelah semua prajurit dari pusat M dan P berseru serentak Cayla pun mulai melipat kertas dan memasukkannya ke saku jaket kulitnnya itu, dan kini tatapannya tertuju pada Abi dan Dr Nicol, Cayla mendekat dan "Babee aku harus pergi dan ingatlah jadi anak baik!!" Cayla berbisik seraya menepuk pundak Abi.

__ADS_1


Abi sangat berat melepas kepergian Cayla namun apa hendak dikata nasi sudah jadi bubur, mau tak mau haru ia setujui bukan, "Huuuft" Abi menghembuskan nafas berat dan hanya mengangguk tanpa ada kata kata yang mewakili perasaannya namun tatapan mata bening itu sudahlah memerah.


''Babee aku akan baik baik saja!" Cayla mengucapkan itu untuk menenangkan perasaan lelakinnya itu, begitu juga dengan Dr Nicol, Cayla berlalu serata menepuk pundak Nicol dan mulai berjalan keluar.


"Rekaaaan let's go!!" ujar Cayla berjalan di depan dan di ikuti oleh para Kapten dan lainnya di belakang dengan kain yang berwarna abu abu dan hitam terikat di ring lengan mereka pertanda mereka berpangkat kapten Militer atau Kepolisian dan tentu hanya Cayla yang berbeda dengan kain merah darah melekat pada ring lengannya pertanda bahwa ialah sang pemimpin dari para kapten ataupun tersebut.

__ADS_1


Mereka keluar dengan sambutan hormat ke dua penjaga pintu pada mereka tepatnnya adalah Cayla mereka kenal dengan kain merah diringnnya dan Cayla juga hanya mengagguk dan berjalan kedepan, tepat bagian paling belakang di sambung oleh orang orang yang tadinnya berdiri di sepanjang koridor Rumah Sakit itu, sama halnya dengan di awal dengan sambutan hormat setiap kali berada di hadapan prajurit di bagian koridor dan tersambung di bagian belakang begitulah seterusnnya.


Tentu saja itu menjadi perhatian orang orang di Rumah Sakit itu dan sesampainnya mereka pada lapangan samping dimana para prajurit berbaris cayla melihat satu persatu wajahnnya untuk melihat isi dari fikiran mereka dan semua itu membuat Cayla tersenyum puas dalam diam karena mereka semua merasa terhormat bisa di bawah pimpinan Senior misterius yang terkenal dengan nama Mr Celo.


Dan tepat tatapan mata itu jatuh pada Jimi dan Ferlan pemuda yang menghukum Cayla dengan Push Up 200 kala Razia saat itu, dan Jimi dimana kini di fikirannya adalah tentang Cayla " Sudah satu minggu gadis yang seenaknnya itu berada di rumah sakit ntah bagaimana kabarnnya" ujar Jimi di benaknya dan Cayla kembali tersenyum jail dan berjalan mendekat pada Jimi yang tengah melamun.

__ADS_1


Puuuk Cayla menepuk pundak Jimi dan berbisik " Tuan Jimi tolong fokus pada Misi ini, jika tidak aku khwatir kau tidak akan pernah bertemu lagi dengan gadis yang menganggumu itu!" ujar Cayla dan berlalu, Deeg jantung Jimi merasa berhenti karena di sapa langsung oleh senior Mr Celo dan semua ucapannya itu sangat merasa menohok dan benar bagi Jimi.


Yuk kita lanjut 🤗


__ADS_2