Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Amarah dan Boxing


__ADS_3

Pagi hari tiba dimana Cayla sudah bersiap dan sudah rapi. jelang beberapa waktu akhirnya Cayla sampai di kantor. kaki Cayla memasuki perusahaannya dan begitu juga para karyawan yang membungkuk dan menyapa setiap kali berpapasan dengannya.


Cayla hanya mengangguk dan masih mempertahankan wajah datarnya dan profesionalnya. sampai di ruangannya segera Cayla memanggil Halimah dan Vian. sesuai keinginannya perusahaan kini diserahkan atas kendali Halimah dan Vian. dan kepergian Cayla juga hanya beberapa orang yang tau.


Tak lupa Cayla menyewa 2 pengawal untuk berjaga jaga untuk Halimah. Halimah sangat merasa beruntung atas apa yang Cayla lakukan padanya. disaat sedang serius berbincang bincang smartfone milik Cayla berdering dimana itu adalah Kenzo yang memberitahukan Cayla untuk bersiap.


Karena orang orang Kenzo telah tengah dalam perjalanan untuk menjemput Cayla. Setelah beberapa waktu orang orang Kenzo pun datang menjemput Cayla setelah semua selesai pada akhirnya Cayla pergi meninggalkan negara dimana ia memulai kehidupan barunya.


Dan tak lupa Cayla telah berpamitan sebelumnya pada orang orang yang dekat dengannya. seperti kedua rang tua Abi dan para senior ataupun kaptennya. kini Cayla tengah dalam perjalanan menuju negara Y dimana ia akan melakukan tugasnya untuk menolong Kenzo.


5 jam perjalanan yang sudah di tempuh dimana kini mereka telah sampai di negara Y. tepatnya lagi di kota J dimana kehidupan seorang Cayla dimasa modern ini telah binasa dan berakhir kejam.


Kaki Cayla bergetar jantungnya berdegup kencang dan tangan yang mengkepal. kebencian yang lama terpendam kini berlahan meluap dengan emosi dan perasaan amarah menjadi satu. rahang Cayla mengeras dan matanya yang tajam seolah telah menemukan mangsa yang siap sewaktu waktu di terkam.


Sungguh kini suasanannya sangat buruk. hawa dingin yang tersebar membuat 2 orang penjaga dan supir itu bergetar. Cayla sangat susah mengendalikan emosinya kini. bayangan bayangan perbuatan mantan suaminya terus berputar bagai rekaman yang berjeda disetiap lelaki itu berucap yang mampu meluluhlantakkan hati Cayla.


Sangat sakit. hingga membuat dada sesak. tangannya terus mengkepal dan matanya kini memerah. saat ini Cayla sungguh membutuhkan tempat luapan emosi dan amarahnya yang memuncak. "Jack singgah ke tempat yang menyediakan olah raga boxing sebentar. yang terdekat!" perintah Cayla pada salah satu orang orang Kenzo.


Mereka yang tadi mereasakan suasana yang mencekam akhirnya mengerti bahwa gadis itu butuh luapan emosi sangat terdengar jelas suara serak yang nafas tidak baraturan itu. "Baik nona." ucap mereka cepat dan akhirnya mereka melihat gps maps untuk tau tempat terdekat dari mereka.

__ADS_1


Setelah 5 menit mereka pun sampai pada lokasi yang dimaksut. yang berketepatan di lalui mereka tempat olahraga yang menyediakan salah satunya olahraga boxing. Cayla dengan cepat turun dan di ikuti oleh Jak dan Woli pengawalnya dari belakang. Cayla terus masuk tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang melihat kedatangannya dengan terlihat buru buru.


Woli salah satu orang yang mengantar Cayla. Woli dan Jack adalah 2 orang yang dipercayakan mengurus semua keperluan Cayla olah Kenzo selama di negara Y itu. Woli dengan cepat menyuruh salah seorang yang bekerja di smart club itu untuk memenuhi permintaan Cayla dan dengan cepat mereka melakukannya.


Mata Cayla masih memerah dan kini tangan bergetar menahan amarah itu. Cayla dengah cepat memberikan kedua tangannya untuk dipakaikan sarung tinju itu. tak peduli tatapan orang orang yang memperhatikannya. sangat terlihat dimata mereka bahwa Cayla sedang penuh dengan amarah.


Setelah selesai. Cayla langsung berjalan dimana tempat Boxing di lakukan dan dengan amarah yang memuncak Cayla langsung menghantam karung tinju yang menggantung dengan membabi buta. orang orang melihat itu semua.


Setiap pukulan pukulan yang dilakukan Cayla mulai dari pukulan Jab yang bergaya Ortodoks. Straight yang dikombinasikan dengan pukulan lain. semakin lama pukulan pukulan itu semakin sangat keras dan sungguh Cayla meluapkan semua amarah dalam gerakan itu.


Orang orang yang tadinya asyik berolah raga kini telah berkumpul hanya melihat Cayla. gadis cantik yang menarik perhatian mereka dalam olahraga boxing itu. salah satu pelatih yang terus memperhatikan Cayla akhirnya bertanya pada 2 orang yang tadi ia lihat masuk dengan gadis. "Ada apa dengan gadis itu?" tanyanya pada 2 orang yang tak lain adalah Jack dan Woli.


Pelatih itupun mengangguk dan terus melihat pukulan dan gerak gerakan yang Cayla lakukan. dan kini Cayla melakukan pukulan Hook atau Kait dan dalam posisi sempurna untuk melakukan pukulan tinju Hook. pukulan Hook sangat dikenal mematikan dalam tinju. pukalan Hook milik Cayla nyaris sempurna dan apabila yang menerima adalah pihak lawan maka akan dipatijan cepat menerima KO.


Pukulan itu semua semakin keras dan membabi buta hingga suara dari pukulan itu terdengar jelas. dan kini mata Cayla telah mengeluarkan air bening dan masih dalam keadaan mata yang memerah. keringat telah membasahi tubuh Cayla dan dengan anak anak rambut yang basah dan sedikit berantakan.


Orang orang yqng melihat itu ada yang dengan tatapan bergidik ngeri ada yang salut dan juga tak jarang memuji gadis cantik yang tain Cayla apalagi setiap gerakan yang Cayla lakukan.


Mereka semua dapat melihat daya tahan tubuh Cayla sangat kuat serta memiliki ketahanan fisik yang bukan biasa. pukulan pukulan itu terlihat keras dan mematikan. mereka terus memperhatikan wajah Cayla bercampur keringat dan air mata. mata yang tajam dan exspresi dingin yang menakutkan bagi siapa yang melihat. dan hampir 20 menit Cayla meluapkan amarahnya.

__ADS_1


Kini kaki Cayla menendang karung boxing yang mengantung hingga terayun kuat dan ingin menghantam Cayla. itu adalah pemandangan yang mengerikan menurut orang orang yang melihat. ayunan karung boxing itu semakin mendekat ke Cayla dan dengan sisa luapan amarah Cayla menunju menahan ayunan karung itu dengan satu tangan kanannya. dan


Buuuuuukg


Terdengar jelas dan kuat suara yang di ciptakan antara karung boxing gantung dengan tinju tangan kanan Cayla hingga karung boxing itu berhenti total terayun. "Aaaaaaaaaarrrrghh. Brengsek!!!" ucap Cayla menggelegar. Cayla menjatukan tubuhnya hingga 2 lutut yang menopang tubuhnya. Cayla menutup Wajahnya dengan kedua tangannya yang masih memakai sarung tinju dan tangis Cayla pecah.


Mereka yang melihat itu ikut bersedih dan menyayat hati begitu tangisan pilu dari Cayla terdengar. mereka bersimpati dan dapat memahami perasaan gadis itu. namun apa daya mereka hanya bisa menguatkan hati gadis itu. pelatih paruh baya namun masih terlihat muda dan tampan itu mendekat kearah Cayla.


Ia menepuk nepuk punggung Cayla menyalurkan kekuatan pada hati gadis itu dan memberitahukan dari tepukan itu bahwa mereka peduli pada gadis cantik itu. "Menangislah nak. luapkan semua emosi yang menjadi beban di hatimu. kau adalah gadis yang sangat kuat dan jangan biarkan beban itu menjadikanmu gadis lemah dan rapuh. buktikan bahwa kau adalah gadis yang tangguh untuk orang orang yang menyanyangimu." ucapnya memberi support pada Cayla.


Cayla hanya mengangguk dan masih menagis. "Bubarlah. aku tidak mau kalian melihatku seperti ini!" ucap Cayla dengan suara yang mulai mereda dengan sesenggukan. " Nona jangan katakan itu. kita hanya manusia biasa yang pasti mengalami itu. dan kita juga tentu memerlukannya. sesekali menyerah dengan keputus asaan hanya untuk menguatkan itu sangat penting. memangnya kenapa kalau kami melihatmu seperti ini. kami juga akan merasakannya. jika belum. masa suattu hari nanti akan terjadi juga. kami yakin kau adalah gadis yang kuat nona." ujar salah satu dari mereka lagi.


Cayla mulai melap wajah dengan tangannya "Terimakasih. terimakasih supportnya. terimakasih banyak." ujar Cayla dan mulai memperlihatkan wajahnya. "Sudah lebih baik?" tanya pelatih paruh baya itu lagi dan menepuk kembali pundak Cayla. "Yah I am fine. terimakasih paman." ucap Cayla dan sedikit tersenyum. "All will pass. heal by time. percayalah?" ucap pelatih itu lagi.


"Ok thanks again." seru Cayla seraya tersemyum manis. "Terimakasih semuanya!" ucap tulus Cayla. "Tentu. sama sama." ucap mereka dan Jack mulai membuka sarung tinju Cayla dan memperlihatkan tangan Cayla yang memerah. "Nona tangan anda?" tanya Jack. "Jack I am fine." dan akhirnya Jack menghembuskan nafasnya pasrah.


"Mari kita kembali." Cayla mulai berdiri"Baik nona." ucap Jack dan Woli bersamaan. "Paman kami pamit dan untuk semuanya terimakasih lagi dan lagi." ujar Cayla tersenyum manis. "Yah sama sama. datanglah berkunjung jika senggang?" kata pelatih itu pada Cayla"Tentu paman." jawab Cayla. dan akhirnya mereka keluar dari smart club itu.


Dan kembali melanjutkan jalan yang segitar 1 jam memakai waktu dan tidak seberapa jauh lagi. Cayla memilih untuk istirahat dan memejamkan matanya setelah ia melegakan tenggorokannya yang kering karena haus.

__ADS_1


Tungguin upnya yah. kemungkinan 2 hari sekali upnya. karena kalo cuman sekali up itu episodnya pendek. jadi sekali 2 hari aja yah biar panjang gitu 😅😍 salam hangat dari author 🤗🤗


__ADS_2