
hay kekawan maafkan author bila tidak balas coment yah namun author minta jangan lelah untuk coment karena itu adalah suattu semangat tersendiri buat author lanjut ceritannya, dan buat yang kasih masukannya pasti author masukin namun belum tau di episod berapa dan ditunggu aja yah 🤗
**
Kini satu hari berlalu dimana para sahabat Cayla tak bisa stay menemani Cayla karena mereka harus menyelesaikan kompetisi untuk akhir tahun dan begitu juga malam ini dimana benda pipih Abi telah berdering beberapa kali dan akhirnya Abi pun mengangkat telpon dari asistennya tersebut.
Setelah 15 menit sudah akhirnya panggilan itu berakhir dengan helaan nafas dari Abi dia harus membantu asistennya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor dan biar bagaimanapun itu adalah tanggung jawab Abi, dengan berat hati Abi keluar ruangan dan tepat di luar Abi bertemu dengan Dokter Nicol yang hendak memeriksa keadaan Cayla.
"Kebetulan sekali Dokter Nicol" sapa Abi dan Dr Nicol pun berhenti di tempat dengan senyum ramah tamahnya "Ya Tuan Abi, ada yang bisa saya bantu?" tanyannya pada Abi yang tampak serius, " benar Dokter, apakah anda ingin memeriksa Cayla?" tanya Abi lagi, kening Dokter Nicol berkerut "Ya benar tuan Abi." ujarnya kemudian.
"Bolehkah saya meminta tolong? saya ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan dan perawat untuk menjaga di dalam ruangan mungkin sebentar lagi akan tiba, saya minta tolong bisakah anda menjaga Cayla sampai suster penjaga datang?" ujar Abi lagi pada Dr Nicol "Tentu saja tuan Abi tidak masalah" ujar Dr Nicol dengan senyum ramahnnya menyembunyikan perasaan senangnnya.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi dan silahkan!" ucap Abi dan berlalu pergi, ia tidak mau memaikan benda electronik itu di dekat Cayla karena ia takut akan mengganggu Cayla maka dari itu ia akan mengerjakannya di ruangan khusus miliknya dirumah sakit itu. Dr Nicol pun masuk keruangan Cayla dan berjalan dengan lambat dengan tatapan lekat pada Cayla.
Dr Nicol pun duduk dan berlahan memeriksa Cayla dengan masih senyum kecil yang terbit di bibirnya, "Hay nona Cayla selamat malam, perkenalkan aku adalah Nicol Dr yang merawatmu, Nona Cayla maaf atas kelancanganku namun ini harus kukatakan, aku ingin melihat bagaimana rupa mu ketika nona membuka mata cantik itu" ujar Nicol lagi dengan senyum dan menggeleng lagi setelah selesai meneriksa Cayla.
Bagaimana bisa ia begitu banyak bicara pada gadis yang tengah tertidur itu bukanlah dirinya biasanya namun berbicara seperti itu pun masih kurang menurutnya untuk menyapa putri tidur itu, "Kenapa wajahmu begitu terlihat rapuh putri tidur dan kau tau dengan melihatmu seperti ini itu diam diam membuat hatiku ingin melindungimu." serunya panjang lebar lagi.
Took took took
Suara pintu berketuk dan terdengar pintu terbuka dan tampilah di sana 2 orang lelaki tampan yang tak lain adalah Jack dan Woli "Maaf Dokter kami ganggu sebentar" ucap Jack sopan dan Nicol hanya tersenyum, Jack dan Woli masuk tepat berdiri di sampaing ranjang Cayla "Nona di luar sudah ada yang akan menjaga nona Cay, maaf bila kami pernah lalai menjaga nona dan mungkin juga bisa jadi ini adalah pertemuan terakhir kita dan bila tidak kami sangat bersyukur berharap masih bisa melayani nona".
Woli dan Jack kemudian beralih pada dokter Nicol dan membicarakan serta menyampaikan permohonan maaf mereka pada Cayla melalu dokter Nicol, jari jari kecil nan lentik gemetar mulai bergerak dan di ikuti oleh kelopak mata yang bergetar mencoba membuka.
__ADS_1
Yah ketika Cayla mencari jalan untuk keluar di alam bawah sadarnya ia tak menemukan apa apa dan ketika ia mulai putus asa sayup sayup ia dengar suara Jack dan di ikuti Woli dengan cepat Cayla berlari menuju suara dan dia mulai masuk ke kegelapan.
Dan kini Cayla sadar ia tak bisa membuka matanya dan menggerakkan seluruh tubuhnya yang terasa kaku seperti kayu, "Dokter tolong sampaikan pesan kami pada nona kami" ujar Jack yang dapat di dengar Cayla, Cayla menggertakkan giginya marah karena belum dapat membuka matanya dan sayup sayup terdengar di benaknya *jika kau tak bangun maka satu persatu orang dekatmu akan lenyap* seru suara itu dan Cayla pun berhenti dan kembali diam. ↙
"Tentu saja serahkan pada ku" ujar Dr Nicol ramah "Kami permisi dokter" dan mereka berjalan pada Cayla "Nona kami permisi dan berharap kita bertemu lagi" ujar Jack dan Woli "Sampai jumpa lagi nona" sambung Woli, kaki mereka melangkah menuju pintu dan.
↘"Apakah kalian akan pergi tanpaku?" Suara lembut nan tegas itu terdengar sangat dingin, seketika kedua pasang kaki itu berhenti dan badan mereka gemetar dan mulai berbalik dan Deeg deeg bunyi jantung mereka yang memburu kala melihat tatapan datar itu, tatapan yang mereka rindukan.
kembali ke ↙
Disaat Cayla berdiam diri namun dalam hatinya ia sangat marah dan bagaimanapun ia harus bisa bangung dan dengan berlahan diam Cayla mgumpulkan tenagannya untuk membuka matanya dan mencoba, pada akhirnya mata itu mulai terbuka berlahan dan melihat Jack dan Woli yang hendak pergi, secara reflex kata kata itu lolos dari bibir kecil Cayla.
__ADS_1
Balik ke ↘
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author dan yah author sengaja kasih tanda biar lebih gampang dan beda dari yang lain, terimakasih jangan lupa coment dan masukannya gaes 🤗