
Pagi hari telah tiba dimana kini sudah menunjukkan pukul 6 pagi. di waktu yang bersamaan Cayla telah berada di ujung pantai bersila di atas batu dan menggunakan baju olah raga tentunya. Cayla disana untuk menyerap Qi alam dan mengisi kembali yang telah berkurang beberapa hari lalu.
Sebenarnya Cayla sudah melakukannya dari jam 5 subuh tadi hingga berakhir jam 7. orang orang tentu tidak akan curiga karena mereka mungkin mengira bahwa Cayla sedang beryoga. sesudah selesai Cayla melanjutkan latihan fisik seperti biasa.
Cayla melakukannya hingga 1 jam dimana selesai jam 8 pagi kala itu. Cayla mengambil benda pipih miliknya dan mengirim pesan pada Mia agar teman temannya itu tidak kecarian atau kehilangan.
Sesudah dirasa cukup Cayla memilih berjalan jalan menikmati angin pantai yang terasa sangat sejuk dan juga menentramkan fikiran bagi siapa yang menikmati angin laut tersebut. Cayla berjalan jalan hingga sampai di depan resort yang berada disegitaran pantai itu.
Cayla duduk cantik dan tak seberapa lama pelayan datang. Cayla hanya memesan just pokat kesukaannya sambil memainkan benda pipih miliknya. dan tak terasa sudah 20 menit berlalu dimana resort itu tentu sudah ramai pengunjung yang menikmati jalan jalan atau sejedar menongkrong.
Keadaan pantai itu semakin siang semakin ramai. dan kini lapangan basket yang berada di sebrang kafe yang terdapat jalan setapak kecil telah ramai dimana para muda muda bermain basket pagi itu. Cayla masih memainkan benda pipih miliknya.
Di barisan bangku bangku dimana Cayla duduk juga telah terisi oleh pengunjung lainnya namun Cayla hanya acuh tak memperdulikan siapa saja di segitarnya. tidak jauh dari Cayla pas di urutan bangku taman di no 3 kafe dari tempat Cayla juga ditempati oleh seorang pria bersama sama temannya.
Cayla tentu tidak tau akan hal itu. Cayla berdiri dan hendak menyusul teman temannya ke penginapan namun baru beberapa langkah Cayla di kejutlan oleh suara seorang gadis yang tengah memberontak karena telah di cengkram oleh 3 orang.
Kaki Cayla berhenti dan melihat ke arah gadis itu yang menangis dan meminta pertolongan dan tentunya mengalihkan perhatian orang orang. Namun tidak ada yang mau menolong karena para lelaki itu mengatakan bahwa gadis itu adalah anak tuan mereka yang tak lain adalah nona muda mereka sendiri yang ingin kabur dari rumah.
Cayla masih berdiri dan memperhatikan itu Cayla lakukan untuk melihat isi fikiran mereka masing masing. dan akhirnya Cayla tau bahwa yang dikatakan para lelaki itu adalah kebohongan. gadis itu di tangkap dan sudah di incar tentunya untuk mengirim dan membuat gadis remaja itu menjadi wanita malam di sebuah bar besar di kota J itu.
__ADS_1
"Lepaskan!" seru Cayla dan tentunya akan menjadi perhatian pengunjung yang berada disana. "Maaf nona tapi kami harus membawa nona muda kami kembali." ucap salah satu yang memegang gadis itu. " Kak tolong aku. pleas kk aku gak kenal mereka?" seru gadis itu pada Cayla dengan menangis. "Nona jangan begini. jangan mempersulit kami." jawab mereka lagi agar orang orang tidak curiga.
"Ck ck ck sudah selesai dramanya?" ujar Cayla santai. "Apa maksut nona?" tanya mereka karena mereka harus menyakinkan orang orang bukan. " Gua bilang lepasin!" jawab Cayla tegas. "Maaf kami tidak bisa nona! tidak usah ikut campur!!" sargahnya pada Cayla.
"Oh. oke!" jawab Cayla dan berbalik berjalan. "Kak. kak. tolong kk pleas. beneran kk aku gk kenal mereka.. pleas kk." gadis itu terus berteriak pada Cayla. namun Cayla terus berjalan menjauh dan gadis itu pun akhirnya pasrahlah sudah. "Kaaak aku mohon kaaak." ucapnya lagi menangis pilu membayangkan nasib kedepannya.
Cayla berhenti 10 meter dari lapangan basket dan 7 meter dari gadis itu dan melihat ke orang orang yang juga sedari tadi melihat Cayla dan gadis itu. " Hay friend. pass the ball." ucap Cayla dan lelaki yang memegang bola mengangguk dan melepas melempar bola pada Cayla. "Ready..let's play a little!" seru Cayla dan berbalik seraya melayangkan bola basket yang berada di tangannya.
Bola melesat dan hampir hanya beberapa senti dari wajah pengunjung yang duduk no 3 dari kursi Cayla semula. mereka tentu terkejut. bola terus melesat sedikit kuat mengarah tepat di wajah salah satu pria yang meyanggah Cayla tadi. lelaki itu terkejut dan terhuyung kebelakang karena bola tepat mengenai wajahnya. karena Cayla tentunya menggunakan sedikit Qinya.
Buuuugh
Seketika wajah gadis itu tersenyum pada Cayla merasa ada harapan tentunya dan dia juga yakin gadis di hadapannya yang tak lain adalah Cayla tidak akan meninggalkannya begitu saja. "Beraninya kau!" seru teman lelaki itu lagi. ''Hmmm" jawab Cayla malas dan melirik jam yang melingkar indah di pergelangan tangan putihnya. "Mari kita selesaikan. aku hanya punya 10 menit waktu!" jawab Cayla lagi.
"Kau sungguh memancing emosi nona!!" teriaknya marah dan berlari menuju Cayla. Cayla masih berdiri dengan santainya dan tak ada pergerakan sedikitpun untuk bersiap siap menerima pukulan atau lainnya. dan ketika sudah dekat dan sangat dekat beberapa jengkal dengan cepat Cayla berputar dan memegang kepalan tangan itu dengan tangannya dan tangan satunya menahan bahu lelaki itu dan keadan mereka berputar karena Cayla.
Dan tepat satu putaran kini Cayla berada di belakang pemuda itu dan telah mengunci kedua tangannya kebelakang. Cayla menendang lipatan lutut lelaki itu hingga itu mendaratkan kedua lututnya di tanah. "Kau orang orang Genk Devil beraninya mencari masalah dengan kuh! apakah kau mau genk mu bermasalah dengan Lion Merah!" ucap Cayla berbisik pada lelaki itu.
Seketika badan lelaki itu bergetar hebat mendengrkan kata Lion Merah. itu berarti mereka mencari jalan mati sendiri telah beurusan dengan orang Lion Merah. begitulah femikirannya. namun ia masih berfikiran lain bahagimana jika gadis ini menipu. begitulah fikirannya. Cayla yang dapat melihat hanya tersenyum devil dan mengambil benda pipih miliknya dan menempatkan tepat di hadapan telinga lelaki itu.
__ADS_1
"Hallo nona Cay apa kabar?" ucapnya dari sebrang. suara mariton berat dan serak terdengar dengan jelas bahwa sangat senang. "Hay tuan Alvaro Alexander si bos Mafia Lion Merah. kabar baik!" jawab Cayla. badan lelaki yang mendengarkan percakapan mereka seakan membatu dan gemetar. "Hahaha ada apa denganmu? tak biasanya kau berbahasa formal nona Cay. biasanya kau hanya akan membentak dan memarahiku dan yah jangan lupakan mata melototmu padaku. hahaha aku merindukannya." ucap Alvaro lagi.
"Oh. lain kali kita akan bertemu kalau begitu!" seru Cayla. "Dengan senang hati kucing kecilku." ucap Alvaro. "Baiklah jangan berbasa basi aku hanya ingin memberi tahukan bahwa Genk Genk Mafia kecil di negara Y telah mencari masalah denganku! bagaimana menurutmu?" tanya Cayla. "Apaaa!! beraninya mereka. apa kemauanmu aku bisa hancurkan dan ratakan Geng Geng kecil itu dengan dalam 2 jam bagaimana?" tanya Alvaro menahan geram.
"Tidak perlu terimakasi. aku hanya ingin mereka tidak akan menampakkan wajah di hadapanku!" seru Cayla "Tentu akan ku pastikan itu!" jawab Alvaro. "Baik! byee!" ujar Cayla dan memutuskan panggilan sebentar itu. sementara lelaki itu berkeringat dingin dan gemetar hebat. dan seketika mersujud memohon ampun pada Cayla.
"Nona.. nona..maafkan kami telah tak mengenali anda. tolong nona maafkan kelancangan kami bahkan menampakkan wajah kami di hadapan nona. kami mohon ampun nona. kedepannya tidak akan terulang lagi." mohon lelaki itu pada Cayla. dan itu semua tak luput dari pandangan orang orang di lokasi itu. "Baiklah ini kesempatan pertama dan terakhir. jangan tampakkan wajah orang orang kalian di hadapanku lagi!!" seru Cayla tegas pada mereka.
Lelaki itu pun berterimakasi masih dengan tubuh gemetar dan membisikkan sesuattu pada rekan rekannya dan hal yang sama pun terjadi pada rekannya. dengan tubuh gemetar hebat dan berkeringat kembali memohon ampun pada Cayla dan berjanji hal yang sama. Cayla mengangguk dan akhirnya mereka berlari tergopoh gopoh karena ketakutan yang sangat luar biasa.
Orang orang hanya memandang Cayla penuh penasaran tentunya dengan apa yang terjadi. gertakan dari gadis cantik itu begitu menakutkan kah hingga mereka gemetar? begitulah fikiran orang orang yang menyaksikan. gadis yang Cayla selamatkan itu berlari berhambur memeluk Cayla dan berterimakasih dalam tangisnya. Cayla membalas pelukan itu dan tersenyum simpul.
"Jack. Woli?" panggil Cayla dan dari kerumunan 2 pemudah bertubuh tegap dan tampan itu datang. "Ada perintah apa nona?" tanya mereka. "urus keperluannya untuk sementara!" jawab Cayla sekenanya. "Baik nona" jawab mereka dan berlalu. orang orang yang melihat itpun akhirnya berkesimpulan bahwa Cayla bukanlah orang biasa apalagi melihat bodygart yang menjaga dengan penyamaran yang sempurna.
3 lelaki tampan yang berada di urutan kursi ke tiga dari kursi Cayla tepatnya salah satu dari lelaki itu terus memperhatikan Cayla. ada perasaan tidak asing saat mendengar suara Cayla. namun ia tak mau menduga duga dan suara itu terasa sangat dekat tapi tentu ia tak ingat apalagi melihat penampilan Cayla kini. Gadis cantik yang menarik mempunyai aura kepemimpinan yang kental hingga sangat berwibawa di usia yang sangat mudanya itu.
Lelaki tampan itu terus memperhatikan Cayla hingga Cayla menghilang dari pandangannya. jantungnya berdetak kencang bergemuruh di iringi sesak yang luar biasa di dada namun tetap saja ia tak tau kenapa tubuhnya bisa bereaksi seperti itu dengan hanya mendengar suara gadis yang sangat asing di matanya namun tidak dengan suaranya.??
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author 🤗 maaf belum bisa balas comennya. namun author mohon comenannya yah itu adalah bentuk dorongan semangat tersendiri buat author 😊😍🤗
__ADS_1