
Suasana Restoran Mewah yang bersebelahan dengan Cafe tersebut sangat ramai. tawa kumpulan polisi itu pecah begitu juga dengan lainnya yang memang sudah memperhatikan polisi Jimi yang mendapat serangan akibat permainan Truth end Dare malam itu.teman teman Cayla hanya cekikikan melihat exspresi para polisi itu akibat ulah Cayla.
*
Tak terasa sebulan sudah berlalu dimana Cayla menikmati kuliahnya di negara tersebut. teman teman Cayla tentunya semakin banyak karena kebayakan dari mereka menganggumi sosok Cayla yang semakin mengenal semakin kagum akan sifat Cayla dan itu tentunya membuat orang orang nyaman dengannya.
Tepat pada malam hari teman teman Cayla yang tak lain adalah Nurma.Mia.Kiony dan Ziana tengah berkumpul di apartemen Cayla. karena besok wekend dan mereka menikmati menghabiskan waktu bersama berlimbur ke pantai yang berjarak 5 jam perjalanan dan mereka akan berangkat pagi tentunya.
Teman teman Cayla asyik menonton droker kesayangan mereka lain halnnya dengan Cayla yang tengah asyik memeriksa laporan laporan yang dikirim Halimah melalui email Cayla. hingga tak terasa Cayla menghabiskan semalaman untuk menyelesaikan semuanya dan siap pada jam 4 subuh. sementara teman teman Cayla telah terbangun satu persatu karena nada jam weker milik mereka.
Mereka bersiap siap begitu juga dengan Cayla yang baru selesai. teman teman Cayla tau tentunya akan hal itu. dan merekapun sengaja berangkat sesubuh ini agar menghindari macet yang berawal dari jam 6 jadi mereka memutuskan beratkat lebih awal.
Mereka pun sepakat memakai 2 mobil sport berwarna hitam dan abu abu dimana Cayla hanya dengan Mia karena selama perjalanan Cayla sudah pasti tertidur akibat begadang semalaman. dan teman lainnya menaiki mobil sport abu abu satunya. biar bagaimana pun teman teman Cayla adalah orang yang berada. Cayla meluruskan kursi dan dengan mantap ia tertidur pulas dengan hanya menggunakan kaos oblong longgar sepinggang body dan celana levis pendek.
Cayla pulas tertidur setelah mereka siap berangkat dengan beriringan. Cayla memakai selimut bulu kecil yang hanya ukuran satu orang. dengan santai Cayla tertidur pulas dengan Mia yang mendengarkan music untuk menemaninya menyetir.
Setelah 4 jam dalam perjalanan tepat disebuah jalan terdapat antrian atau tepatnya telah terjadi Razia gabungan dimana pukul telah menunjukkan angka 9 pagi. Cayla sangat nyenyak tertidur. Mia dan mobil temannya yang kini berada di depan pun menghentikan kendaraan mereka.
__ADS_1
Semua orang yang membawa kendaraan dan penumpang di suruh turun untuk mempermudah para petugas mengeledah mobil mobil itu dengan leluasa. bagi siapa yang surat surat kurang lengkap akan diberi hukuman sepeti push up dan lainnya tergantung pelanggaran itu berat atau tidak.
Mobil yang ditumpangai Mia dan Cayla adalah milik Cayla namun karena Cayla tak mungkin menyetir maka Mia lah yang menyetir. namun mungkin keberuntungan tidak berpihak pada Cayla dan Mia dimana Mia tidak membawa SIM nya. namun karena dirasa tisak masalah Mia pun tidak membangunkan Cayla yang masih terlelap karena kelelahan.
Semua orang berkumpul di bawah pohon tepi jalan atau di kursi kursi yang di sediakan di tenda tempat Razia Gabungan terdapat. Kiony. Nurma dan Ziana sudah diluar karena polisi sudah berbincang pada mereka. dan kini mobil sport milik mereka tengah di periksa.
Took
Took
Took
"Silahkan keluar sebentar buk. tapi maaf SIM ibu ada?" Mia menggeleng. "Maaf pak ketinggalan." ucapnya dan polisi menunggu Mia keluar. "Maaf buk itu temannya bisa di bangunkan?" ujar polisi. Mia hanya nyengir kuda karena hampir aja lupa.
Banyak orang yang duduk dipinggir jalan menunggu para petugas menyelesaikan pekerjaannya. begitu juga teman teman Cayla lainnya yang memilih duduk di dalam tenda Razia yang telah disediakan kursi kursi berjejeran. "Eeh. tunggu deh kayaknya para wajah polisi yang bertugas sebagian gk asing bangat." ucap Ziana. Kiony dan Nurma pun memandang satu persatu dan mengiyakan apa yang Ziana katakan.
Setelah beberapa menit tetap memperhatikan akhirnya Kiony tertawa cekikikan. "Hihihihi. kalian tau. memang gk asing. mereka itukan salah satu korban ciuman maut dari Cayla akibat Turth end Dare" ucap Kiony dan Ziana Nurma ternganga pada akhirnya tawa mereka pecah. "Iya benar. gimana yah kalau Cayla tau. gua pengen lihat tu muka." sambing Nurma lagi.
__ADS_1
"Kita tunggu aja mereka keluar. duuuh gak sabar" sambung Ziana lagi. dan mulai memperhatikan mobil Cayla. Mia membangunkan Cayla namun yang di bangunkan masih enggan membuka mata dan alam kesadarannya masih seperempat. ''Cay..Cayla..Cay..bangun Cay." Mia menggoyang goyangkan lengan Cayla. "Uuummh" lenguh Cayla lagi. "Cayla. bangun buruan. bentar doang entar sambung lagi. Cay..CAYLA ADA PERAMPOK!!" ucap Mia kencang dan alhasil Cayla langsung duduk.
"APA??!! MANA?" ujar Cayla keluar dan di luar Cayla di tahan Mia. "Tuh Razia tau. penggeledahan kendaraan.ayo keluar dulu." Mia berlalu ingin menyebrang jalan. Cayla dengan santainya berjalan melewati barisan mobil sambil merenggangkan tulang tulangnya yang berbunyi. Cayla berjalan santai tanpa alas kaki alias nyeker. kaki jenjang putih memakai celana pendek levis hitam koyak koyak yang hanya menutupi setengah paha terekspos sudah. kaos oblong putih longgar sepinggang naik keatas karena Cayla meluruskan tangannya keatas dan memiringkan kepala bawah dan atas beruntung Cayla memakai tantop bra sport hitam olahraga.
Mata para polisi dan kaum adam yang berada disana hanya terbelalak menelan salivahnya kasar. Cayla sangat telihat cantik dengan anak anak rambut yang berantakan terkesan sangat sexy dimata mereka. begitu juga dengan rombongan polisi Jimi. Jimi beberapa saat menahan nafasnya melihat pemandangan itu. wajah itu wajah Cayla yang ******* bibirnya seketika hadir di benakya.
Cayla masih berjalan santai tanpa sadar kini ia tengah menjadi pusat perhatian. tampilan rambut yang di gulung asal. kaki yang nyeker dan sesekali meregangkan otot ototnya. perut elastis nan langsing yang terdapat 4 kotak kotak kecil terlihat sangat cantik dan menggiurkan. itu adalah bukti bahwa Cayla rajin olahraga. teman teman Cayla hanya terbelalak melihat reaksi Cayla yang belum menyadarinya. "Cay.. CAYLA Z HANAFELLY??" ucap Mia berteriak. "Whatt??" ucap Cayla. "Lu ngapain. lihat tuh!" ucap ketus Mia. Cayla yang kepo pun mengalihkan pandangannya dan.
Cayla mengusap wajahnya dan memijit pelipisnya dan "Hay.. Sorry!" ucap Cayla santai dan melanjutkan jalannya. "Cay. lo nyeker??" ujar Kiony yang mengingatkan Cayla. dan Cayla berhenti melihat Kakinya yang jari jari kaki tengah terangkat angkat bergerak. "Ooh. Lupa gua!" ucap Cayla masih santainya.
Para polisi dan orang orang hanya menatap Cayla penuh arti bercampur gemas. "gilaaaak tu cewek santai bangat yah. ck ck ck baru lihat yang begituan acuh pada segitar. gak open sama sekali dianya" ujar Salah satu polisi. "Eeh tunggu itu gk asing kayaknya." sambung lainnya. "Alaah alasan luh" protes teman sampingnya. "Iya.. itu.. tunggu tunggu. kayaknya itu cewek yang udah ambil ciuman pertama Jimi deh?" ujar sambungnya lagi. "Iya benar. hahahaha" jim sana minta pertanggung jawaban" sambung lainnya. dan di iringi suara tawa mengingat kepolosan Jimi.
Jimi hanya acuh namun pandangannya penuh arti pada Cayla. "Tenang bray akan gua kasih hadiah buat dia" ucapnya lagi dan Jimi hanya mengakat kedua bahunya Acuh. polisi itu berjalan kearah Cayla. "Maaf nona kendaraan itu punya siapa?" tanyanya dan di jawab oleh Mia. "punya teman saya ini pakpol." ucapnya lagi. "Jadi kenapa ibuk yang membawanya?" selidik polisi itu pada Mia. "Karena teman saya baru pulang kerja jam 5 subuh. jadi tidak mungkin ia membawa kendaraan dalam keadaan tidak tidur semalaman pak" ucap polos Mia.
Para polisi muda itu hanya memperhatikan ke arah Cayla. Cayla masih santai bersandar menaikkan kakinya bertumpu melipat kedua tangannya di dada. dan memejamkan matanya. "Apa sengantuk itu." batin Jimi yang masih memperhatikan Cayla. "Maaf tapi tidak ada alasan karena itu mobil ona ini. siapa namanya?" tanya polisi itu. "Cayla..Cayla Z Hanafelly" ucap Mia menambahi.
"Baiklah.. Nona Cayla Z Hanafelly" ucap tegas polisi itu dan polisi lainnya tentu melihat ke arah suara itu. Cayla membuka matanya. "Ada apa pak?" Cayla bertanya polos dan itu terlihat sangat menggemaskan di mata mereka. "Anda di hukum karena kendaraan anda di bawa teman anda sendiri yang tidak membawa SIM namun anda masih bisa tidur dengan nyeyak. jadi hukuman silahkan PUSH UP." ujarnya tegas.
__ADS_1
Para polisi lainnya membulatkan mata mendengarkan hukuman yang di beri pada Cayla gadis cantik yang menyita penglihatan mereka.Cayla menghembuskan nafasnya pasrah. berjalan mendekat dan "Berapa banyak?" tanya Cayla acuh dan santai. "Oke anda di hukum 200 kali" ucapnya lagi. teman teman Cayla kaget. "Cay??" mereka khwatir pada Cayla. begitu juga rombongan lainnya itu adalah hukuman besar bagi orang yang tidak biasa. "Selow. udah biasa gua." singkat jawab Cayla. lagi lagi mereka kaget tak menduga mendengar jawaban Cayla dengan gaya santainya. seolah itu bukan apa apa tentunya. "Tunggu apa lagi silahkan" perintah itu. "Oke." jawab Cayla malas dan mulai mengambil dan mempersiapkan gerakannya.
Tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author 🤗 maaf belum bisa balas comentar 😙