Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Panggilan Vidio


__ADS_3

"Hmm. Halimah? apakah kau akan terus berada disitu?" tanya Cayla karena Halimah masih diam tak bergeming. begitu juga orang orang hanya diam dan masih terus melihat Cayla yang masih dengan exspresi tatapan dinginnya. namun tetap saja Halimah masih diam sama sekali tak merespon pertanyaan Cayla. dan itu membuat Cayla sedikit kesal. "Halimah..Halimah!! ucpa Cayla sedikit keras.


Halimah kaget dan mulai bergetar mendengar nada bicara CEOnya yang meninggi. dan dalam keadaan tergagap Halimah mencoba mengusai dirinya yang masih syok dengan apa yang terjadi.


"Ma..Maaf bos..maaf saya melamun bos." ucap Halimah membungkuk dan meminta maaf. "Hmm.. baiklah" ucap Cayla yang masih berdiri. "Ma..mari masuk bos" ujar Halimah sopan pada Cayla bosnya. Cayla berjalan mengikuti Halimah yang mulai masuk ke rumah sederhana milik Halimah. sebelum benar benar masuk Cayla berhenti dan berbalik kearah orang orang yang masih berkumpul.


"Semua tolong bubar!" ucap Cayla tegas pada para warga yang berkumpul. "Ba..baik nona..eh..kapten" ucap salah satu dari mereka dan Cayla hanya mengangguk pertanda ya. dan akhirnya para warga mulai berbubaran dari halaman rumah halimah.


Cayla kembali masuk dan duduk karena Halimah sudah mempersilahkannya. melihat Halimah yang sedikit gemetar Cayla hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. "Halimah tak usah setakut itu padaku. aku tak akan mencelakaimu!" ucap Cayla dengan nada kecewa.


Itulah sebabnya Cayla tak mau sembarangan membongkar identitasnya karena orang orang biasa atau polos seperti halimah otomatis akan merasa tertekan. tapi kejadian hari ini mau tak mau Cayla harus melakukannya. itu juga adalah demi Halimah.


"Apakah aku benar benar menakutkan sampai kau masih gemetaran? Halimah. come on, I did that for you too." ucap Cayla tenang. Halimah seakan tersadar dan menatap Cayla intens "Bos maafkan aku. maafkan aku bos. iya seharusnya aku tidak takut pada anda karena anda aku tertolong. maafkan aku bos." ucap Halimah lagi dengan suara yang gemetar menahan haru.


"Hey.. no problem. dan ingatlah. if there is a problem tell me?" Ujar Cayla pada Halimah. dan sekali lagi Halimah mengangguk dan menagis haru karena kebaikan bos Caylanya padanya. Cayla memeluk Halimah dan menepuk nepuk lembut punggung gadis polos itu. "it's okay everything will be fine." Cayla berkata lembut pada Halimah.


Setelah Halimah reda dan akhirnya Halimah ingin permisi ke belakang dan akan mengambilkan air untuk bosnya. tapi Cayla menolak dan dia mengajak Halimah keluar. Halimah setuju dan permisi bersiap tak lupa juga Cayla menyuruh Halimah membawa semua map map yang berisi laporan laporan serta tugas tugas yang di kerjakan Halimah karena Cayla akan melihat hasil kerja yang di tugaskan Cayla Halimah hendel.


Setelah beberapa saat Halimah telah selesai dan mereka pun keluar menaiki motor Cayla yang mulai membelah jalan sore itu. Halimah menjalankan motornya ke arah pantai biru dimana tempat yang nyaman untuknya ya itu adalah sebiah kafe yang bernama kaferia.


Cayla dan Halimah turun dari motor besar itu dan berjalan mengarah pada kursi yang bermeja di luar kafe. Cayla duduk menikmati senja kala itu. pelayan kafe datang membawa buku menu dan tanpa melihat Cayla memesan jus alpukat dan nasi goren begitu juga dengan Halimah.


Halimah masih serius melihat semua laporan laporan yang di kerjakan Halimah dan sesekali mengangguk. dan akhornya mereka menghabiskan 2 jam di kafe itu Cayla juga sudah selesai setelah 2 jam dan hasilnya adalah Cayla puas dengan hasil kerja Halimah. dan Cayla juga telah yakin akan meninggalkan Perusahaannya di tangan Halimah dan Menejer yang di rekomendasikan Abi di perusahaannya dimana sejak awal telah bekerja di perusahaan Cazu2HS milik Cayla.


Setelah puas akhirnya Cayla membuka suara "Halimah ada yang ingin aku katakan padamu. Halimah jujur saja aku puas dengan hasil kerjamu dan aku juga yakin dengan sangat mantap akan keputusanku. begini.. seperti yang kau tau Halimah bahwa aku adalah seorang prajurit militer dan besok siang aku sudah harus meninggalkan negara ini demi memenuhi tugasku" ucap Cayla menjeda perkataannya. dan melihat reaksi Halimah yang tampak kaget.


"Dan aku ingin kau yang menghendel perusahaan disini bersama menejer Vian. aku percayakan pada kalian berdua. aku akan tetap membantu tapi tentu saja dari jauh. itu permintaanku padamu dan Vian. besok pagi kita bertemu di kantor. dan untuk tugasku aku belum bisa memberitahukan berapa lama akan kembali yang jelas jika ada waktu luang aku akan berkunjung." Cayla berkata panjang lebar dan Halimah yang setia dan fokus mendengarkan.


"Bos apakah anda yakin?" tanya Halimah lagi. "Tentu saja!" ucap Cayla dengan santai. "Bos aku tidak bisa menjanjikan apapun tapi percayalah aku akan berusaha sekuat tenagaku bos." ucap Halimah semangat dan Cayla hanya tersenyum melihat Halimah. "Baiklah. terimakasih dan yah jangan sungkan sungkan untuk menghubungi ku jika ada sedikit masalah atau sekedar bertukar fikiran dan pendapat. mengerti?" tanya Cayla. "Baiklah bos terimakasih kembali bos telah percaya pada ku." Halimah tersenyum puas.


Cayla hanya mengngguk. "Halimah ini kode pin apartemenku. jika mau dan kapan pun kau mau datanglah. atau pindah ke apartemenku. tapi kembali padamu. itu semua keputusanmu. aku hanya ingin apartemenku terawat dan berpenghuni. dan aku juga tak akan menjual atau menyewakannya. dan jika kau mau tinggalkah disana." Ucapa Cayla lagi. Halimah kembali terperangah akan ucapan Cayla.

__ADS_1


"Bo..bos benarkah?" tanya Halimah. "Ya Halimah benar" jawab Cayla dan tertawa lucu melihat exspresi Halimah."Tinggallah disana Halimah!" ujar Cayla lagi dan lagi lagi Halimah berterimakasih banyak pada Cayla. dengan itu Halimah tidak akan sibuk sibuk membayar kontrakannya dan bisa mengumpulkan uang untuk membeli apartemen. itulah fikirnya.


Cayla yang melihat isi fikiran Halimah hanya tersenyum. dan tentu saja Cayla tidak akan takut mengenai ruang rahasia yang dipenuhi senjata denjata berbagai macam dan lain lain. karena untuk membuka itu memerlukan sidik jari dan koneksi akses melalui retina mata Cayla sendiri.


Setelah semua dirasa selesai akhirnya Cayla mengantarkan Halimah pulang. begitu juga dengan Cayla yqng pulang ke apartemen miliknya. sesampai disana Cayla menyalakan smartfone miliknya dan terdapat 187 panggilan dan 83 pesan. rata rata tentu saja dari Abi siapa lagi.


Cayla tak membuka 1 pesanpun dari Abi melainkan Cayla langsung menelfone kekasihnya itu. dan panggilan vidio pun terhubung. tak seberapa lama akhirnya suara serak dan wajah tampan nan sexy menurut Cayla terlihat dari sebrang sana.


Abi: Hallo sayang? kemana aja? apa kabar sayang?


Cayla hanya tersenyum manis mendengar itu semua.


Cayla: ya Babe. baru menyelesaikan urusan dan kabar baik. bagamana dengan mu Babe?


Abi: Aaaaah kau membuatku takut sayang. aku khwatir karena tak bisa menghubungimu seharian ini sayang.


Cayla: jangan khwatir Babe. I am fine.


Cayla: I miss you too babe. sangat sangat merindukan mu.


Abi: I love you sayang. I need you. do not ever leave me baby. please wait for me to come back.


(aku cinta kamu. aku butuh kamu. jangan pernah tinggalkan aku sayang. tolong tunggu saya untuk kembali.


Cayla: Likewise with you babe.


( begitu juga dengan kamu sayang)


dengan senang hati aku akan menunggu hari itu.


Abi: Sayang apa yang sedang kau lakukan?

__ADS_1


Cayla: sedang berbaring dan ingin melakukan sesuattu.


Abi: Apa itu sayang?


Cayla: Dengarkan baik baik. Babee Ummmmacch..


Abi: Sayaaaaaang tolong jangan membuatku frustasi karena itu.


Cayla: hahaha.. Babee.. ummaach ummach ummach.


Abi: Uuuuh Sayaaaaang kau semakin nakaaaal.


Cayla: hahaha Babe kau semakin menggemaskan seperti itu.


Abi: Sayaaaang aku akan menghukummu. dan ini sudah 1 kali. aku akan terus menghitung berapa kali kau akan membuatku begini dan ketika aku kembali kau akan menerima hukumanmu sayang.


Cayla: Babeeee Ummmmach


Abi: Aaaah Sayaaang aku kan mamatika panggilan ini jika kau terus nakal bigini.


Cayla: Hahaha baiklah baiklah. Babee aku mandi dulu.


Abi: Sayaaaang kau menggoda kukah..


Cayla: hahaha


Dan panggilan terputus dilakukan oleh Cayla. Abi hanya tersenyum bahagia di sebrang sana sambil melihat foto gadis pujaannya siapa lagi kalo bukan Cayla. dan mengingat ingat kenakalan gadisnya yang baru saja dilakukannya dari panggilah vidio itu membuat Abo gemas sekali.


Abi dengan semangat yang kembali penuh melakukan pekerjaannya kembali. begitu juga dengan Cayla yang sudah selesai dan memilih mengistirahatkan tubuhnya dan tak seberapa lama wajah damai milik Cayla telah terpampam indah dengan kesadaran yang mulai memasuki alam mimpinya.


Tungguin upnya lagi yah 😍 dan maaf baru up tapi author sengaja panjangin ni episod ini 🤗 salam hangat dari author 🤗

__ADS_1


__ADS_2