
Malam itu berlalu penuh dengan suara bising dan aliran darah malam yang panjang dan melelahkan. namun malam itu juga dimana selesainya tugas para prajurit pemberani itu.malam dimana juga seorang gadis yang mulai membuat orang orang menaruh rasa hormat padanya.
Gadis cantik pemberani dan gagah. gadis itu berjalan pergi dan menghilang di kegelapan malam. polisi mulai berdatangan dan Mansion itu mulai ramai. mayat mayat di bawa kerumah sakit serta para bodygart yang terluka pun dirawat.
Kamera Pantul masih menyala dan gadis yang tak lain adalah Cayla lupa akan itu dan terus melajukan menembus kegelapan malam itu. rasa sakit belum terasa dan Cayla memutuskan untuk pergi ke clab ternama di negara X dimana tempat para ketua geng Mafia berkumpul serta bersantai.
Cayla tak mau membuang waktu lagi dia harus selesaikan tugas itu dengan tuntas. Kaos yang mulai mengering setengah dan tetap dengan aliran darah segar.
Sesampainya di Clab itu tanpa fikir panjang Cayla menghajar semua penjaga depan Clab dan menyisahkan salah satu dan di ancam agar di antar ke ruangan ketua mafia yang bernama Alvaro Alexander.
Ketua mafia geng Lion Merah yang berada di negara X dan salah satu ketua mafia yang terkenal dengan Psiko dan berdarah dinginnya.
Tapi itu seakan tak menggoyahkan keteguhan hatinya. untuk bertemu dan sampailah Cayla pada salah satu ruang VIP atas dan Cayla melepaskan sandranya.
Gubraaaaaaak
Cayla menendang pintu besar itu. sorot mata hitam itu penuh dengan ambisi dan amarah serta kedinginan bagai jurang tak berdasar. segar darah yang mengalir menghiasi tubuh Cayla seakan menambah aura misterius untuk seorang gadis imut sepertinya yang tampak ternoda menyeramkan dengan balutan darah dan aromanya berbaur jadi satu.
__ADS_1
Semua orang diruangan itu tampak terperanjat karena kaget akan tetapi tidak dengan satu orang yang telah mengetahui kedatangannya karena jiwa Psiko yang mencium aroma darah segar itu.
Akan tetapi lelaki tampan itu tersenyum melihat Cayla gadis cantik di hadapannya.
anak buah Alvaro yang ingin bertindak. tapi Alvaro telah melambaikan tangnnya pertanda tak boleh menyentuh gadis itu.
"Heh.. ternyata ada tamu istimewa malam ini." lelaki itu berkata dan masih menikmati minumannya. "Tuan alvaro apakah aku menganggu waktumu?" Cayla bertanya dan seraya duduk di hadapan Alvaro. "Tentu saja tidak" lelaki itu masih dengan senyumnya.
Cayla mengambil gelas dan mulai menuang Wine dan sekali teguk ia menghabiskannya dan lagi lagi menuang kembali. "Hmm..kau terluka nona?" Alvaro berkata dan memperhatikan kaos yang masih basah dengan aliran darah itu. "Yaah..ini perbuatan mu dan kalo saja tidak ada sandra bahkan mereka tidak bisa menyentuh sehelai dari rambutku!" Cayla berkata santai.
"Tapi kau juga telah membunuh semua orangku" katanya lagi " Itu tugasku" Cayla dengan acuh. Cayla melihat orang orang satu persatu dan mulai tertawa. "Hahahahhaha" Dan dengan gerakan cepat Cayla mengambil pistol pada salah satu pinggang anak buat Alvaro dan menembak 5 dari orang orang Alvaro.
"Apakah aku harus percaya padamu?" dia bertanya. "Aku tak butuh kepercayaan orang lain, Kau bisa mencari buktinya sendiri" Cayla lagi. dan kini tatapan Alvaro padanya sangat lekat seakan mencari keraguan pada mata gadis itu dan siapa sangka Cayla dengan entengnya membalas tatapan Alvaro.
"Dan yah satu lagi" Cayla mendekat dan berbisik "Jangan terlalu percaya pada orang terdekat justru itu yang lebih berbahaya dari musuh sebenarnya" Cayla kembali duduk dan lagi lagi Alvaro menatap rumit pada gadis itu.
__ADS_1
"Ikuti saja kata hatimu dan mulailah bertindak untuk menemukan dalangnya, Dan Tuan Wilman hanya menjadi kambing hitam olehnya! kau tak berhak menganggunya" kata Cayla lagi.
"Baiklah akan aku lakukan. darahmu sepertinya belum berhenti nona?" seru Alvaro. " Tentu saja belum. aku mendapat hadiah timah panas 2 di misiku kali ini!" Cayla kembali minum."Apa??! jadi kau tertembak kata Alvaro terkaget karena Cayla bisa bertahan.
"Ya untuk 10 menit kedepan dan jika aku pingsan kau harus mengurusku dengan baik dan sampai sehat!" kata Cayla lagi.
Dan Cayla berdiri tiba tiba kepalanya pusing pemandangannya mulai kabur "Sepertinya tak akan sampai 10 menit dan ingat jangan bawa aku kerumah sakit!" Cayla berkata dengan robohnya tubuh Cayla dan dengan cepat Alvaro menyambut dan mendekapnya. "Panggil dokter dan suruh ke Villa sampai aku disana mereka harus sudah siap!! dan bereskan ini!! " Kata Alvaro seraya berjalan keluar dan di ikuti oleh orang orangnya.
Di asrama para senior dan seluruh Capten tentu sangat Syok bercampur kekaguman akan keberanian Cayla memerintah ketua mafia yang mereka hindari selama ini. tapi mereka bisa bernafas lega karena melihat nada kekhwatiran pada ketua mafia yang tak lain adalah Alvaro.
Alvaro membawa Cayla menuju Villanya dan selama perjalanan pula Cayla berada dalam pelukannya, Sesungguhnya dia sangat mengagumi Cayla ini pertama kalinya ada seorang gadis bisa berhadapan santai padanya dan bahkan tak sedikitpun ada niatan terselubung apalagi ingin mendekatinya seperti wanita wanita lainnya.
Dia juga mulai berfikir dari mana gadis itu tau semuanya dan bahkan itu masih ia sendiri yang menyimpan kecurigaan itu. tapi masalah itu tentu akan ia laksanakan karena dia juga tidak tau sampai kapan akan diam. Dan semua perkataan Cayla seakan terus berputar di benaknya. dan memutuskan akan mencari bukti seperti saran Cayla.
Selama perjalanan Alvaro memandang dalam pada wajah gadis dipelukannya, walaupun gadis itu datang dengan tak ada rasa sopan dan takut apalagi berani membunuh orangnya dan bahkan di hadapannya secara terang terangan. selama ini siapapun tak berani menyentuh orangnya walaupun dibelakangnya. dan kini gadis ini.
Dan ntah kenapa semua tindakan Cayla justru tak membuatnya sedikitpun merasa terganggu dan ini untuk pertama kali baginya terjadi. dalam diam Alvaro tersenyum pada Cayla. senyum yang tak pernah di tampakkan pada siapapun dan kini senyum itu terukir untuk seorang gadis yang tengah tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tungguin up ke 2nya yah ๐๐ค salam hangat dari author๐