
Setelah 7 jam perjalanan akhirnya Cayla sampai di negara X dimana Letkol Kenzo BI telah menunggu di villanya yang berada di puncak jingga. heli mendarat di halaman rumput yang sangat luas di belakang villa.
3 orang pejaga tentu menyambut mereka antusias. Cayla pun keluar dari heli dan berlari menjauh dengan yang lain menuju Villa Kenzo. Cayla membuka jaket seragam terlebih dahulu dan salah satu penjaga mengantar Cayla menemui Kenzo.
Cayla di arahkan menuju taman cantik namun tidak ada siapapun disana. "Maaf nona silahkan tunggu disini jika berkenan. ternyata tuan Kenzo keluar sebentar." jawab penjaga itu."Baiklah aku akn menunggu sambil menikmati hidangan ini. terimakasih." seru Cayla ramah dan penjaga serta pelayan membungkuk lalu berlalu.
20 menit sudah Cayla menunggu dan belum ada tanda tanda Kenzo akan muncul. Cayla tidak masalah karena dia juga merasa nyaman sendiri dan itu akan ia gunakan sebagai istirahat sejenak. dan tak lupa Cayla juga mengirim pesan pada Abi untuk mengabarinya.
Salah satu kepala pelayan mendatangi Cayla dan meminta maaf mewakili tuannya karena tuannya belum bisa kembali untuk beberapa jam lagi berhubung ada urusan mendesak. Cayla hanya tersenyum ramah mengerti dan akhirnya Cayla di antar ke kamar untuk istirahat.
Setelah 1 jam berlalu Cayla keluar kamar dan menuju teras samping bunga dan duduk menikmati senja. di negara X jika semakin sore maka suhu udara akan semakin dingin. di waktu Cayla bersantai tiba tiba Cayla melihat seekor anak kucing yang sangat lucu.
Dan tanpa ragu Cayla mengambil dan memeluk anak kucing itu. beberapa kali Cayla tertawa melihat kelucuan anak kucing cantik itu. dan membuat dia semakin gemas.
__ADS_1
Hari semakin berubah warna dan Cayla masih merasa seru bermain dengan anak kucing itu. dari kejauhan seorang lelaki tampan sudah melihatnya dan terus memperhatikan Cayla namun tentu Cayla tidak sadar akan hal itu karena saking asyiknya.
Ya lelaki itu adalah Letkol Kenzo BI. dia berjalan mendekat pada Cayla "Hmmm. senior Cayla?" tanyanya. "Letkol Kenzo." Ucap Cayla balik dan di angguki kecil oleh Kenzo kemudian duduk di samping Cayla.
Kenzo diam sesaat dan menggelengkan kepala "Tidak kenapa napa.". Cayla hanya diam "Lucu bukan". Kenzo mengguk. "Katakan! apa yang ingin tuan bicarakan sampai mengadakan temu janji dengan ku?" tanya Cayla.
Sebelum Kenzo menjawab tiba tiba Kenzo bersin bersin dan seluruh kulitnya mulai merasakan gatal tak tertahankan. "Ada apa?" tanya Cayla heran. "Tidak apa apa." ucap balik Kenzo akan tetapi bersinya semakin menjadi dan terus menggaruk tangan dan lehernya.
"Kau..kau alergi kucing?" tanya Cayla kaget dan di angguki Kenzo. "Jadi kenapa kau harus mendekat padaku ha?" tanya Cayla panik. "Kamu tamuku. tidak sopan rasanya tidak menyapa." ucap Kenzo pelan.
__ADS_1
Cayla melepaskan anak kucing dan menarik tangan Kenzo untuk masuk kedalam. Cayla memanggil kepala pelayan dan menyuruh membantu membawa kenzo untuk membersihkan dirinya. Cayla berlari kekamarnya dan membersihkan dirinya juga.
Setelah 15 menit Cayla keluar dan melihat kepala pelayan. "Bagaimana keadaan tuan Kenzo?" tanya Cayla panik. "Tuan masih terus menggaruk tubuhnya nona walawpun sudah bersih bersih namun betsinya sudah mulai reda. dan sekarang lagi menunggu dokter keluarga tiba." ucap kepala pelayan itu.
"Apakah aku boleh melihatnya?" ujar Cayla. "Tentu saja nona. mari " ucapnya dan di ikuti oleh Cayla menuju kamar Kenzo. sesampainynya di sana Cayla masih melihat Kenzo sibuk menggaruk tangan dan lehernya. "Apa yang kau lakukan?" ucap Cayla marah karena tangan dan leher kenzo sudah sangat memerah. "Aku.. aku tidak tahan" ucap Kenzo terbata dengan suara serak.
Karena tak sanggup melihatnya. Cayla menotok Kenzo. ya Cayla masih memiliki sedikit kultivasi dan tenaga dalam serta perendian yang terbuka di dunia ini dari dunia jaman kuno ia berada. tentu saja keahlian lainnya melekat pada jiwanya yang menerabas dimensi ke jaman masa depan ini.
Seketika Kenzo tak dapat bergerak. "Maaf aku harus melakukannya" ucap Cayla. "Tapi aku tidak bisa menahannya. ini sangat gatal dan tidak nyaman" kata Kenzo lemah. dan tanpa aba Cayla menyambil kedua tangan Kenzo dan meniupnya.
Tentu Kenzo tertegun akan hal itu tapi tidak bisa dipungkiri dengan apa yang Cayla lakukan memang membuat rasanya mereda. ''Jika tuan semakin bergerak maka rasanya akan semakin terasa" ucap Cayla lembut. "Sekali lagi maaf" seru Cayla dan membuka kemeja Kenzo yang tengah terbaring. dan lagi lagi Cayla meniup area leher yang memerah dengan polosnya.
Tungguin upnya nanti lagi yah 😍 salam hangat dari author 🤗😘
__ADS_1