Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan

Membalaskan Dendam Diriku Yang Di Masa Depan
Mereka Syok


__ADS_3

Mereka semua tersungkur menahan sakit yang teramat namun seberapa kali mereka mencoba untuk bangkit berdiri tetap saja sia sia. mereka bahkan tidak sanggup menopang tubuh mereka sendiri. kini tatapan mereka terlihat rumit dan takut melihat pada Cayla.


Seorang gadis yang hanya butuh waktu beberapa menit untuk menumbangkan mereka semua. sungguh itu adalah hal yang sangat memalukan diri mereka. namun apa daya semua sudah terjadi dan kini mereka hanya mampu menerima itu.


Orang orang yang menyaksikan itu hanya berdecak kagum pada Cayla. apalagi halimah yang masih syok melihat apa yang dilakukan CEOnya itu. namun tentu berbeda dengan Cayla yang sangat santai di situasi itu. Cayla hanya Cuek tak merespon pujian pujian yang ia dengarkan.


"Sudah kukatakan kalian akan menyesal berhadapan denganku!" seru dingin Cayla melihat orang orang geng itu. "Heh.. jangan sombong dulu nona. karena kau tidak tau kan kau berhadapan dengan siapa." ucap ketus lagi lagi dari mereka.


Cayla hanya tersenyum miring. "Sepertinya kalian yang tidak tau berhadapan dengan siapa?" ucap Cayla dan mengambil smartfone miliknya. Cayla menelfon agak menjauh dari mereka agar mereka tak dapat mendengar apa yang Cayla katakan.


"Kau akan merasakan akibat dari ulahmu ini nona kecil." ucap mereka lagi dengan sinis dan penuh penekanan. ''Oh.. kita lihat saja. siapa yang akan merasakan akibat dari siapa!" Cayla duduk santai di kursi taman rumah Halimah. Halimah hanya menatap bingun pada CEOnya itu.


Halimah juga merasa hangat atas pembelaan bosnya itu terlebih dengan apa yang sudah bosnya itu lakukan padanya untuk melindunginya dari orang orang yang kini masih tersungkur menahan sakit.

__ADS_1


Hp Cayla kembali berdering. Cayla mengangkat tlfon itu "10 menit". hanya itu kata yang keluar dari bibir mungil Cayla dan memutuskan sambungan telfon itu. "heh.. gadis cepat lepaskan kami. dan memohon ampun pada kami. kami akan mempertimbangkan untuk tidak menyiksamu. bos kami tak akan memberi ampun pada mu gadis kecil." ucap mereka lagi.


Orang orang yang mendengar ancaman itu hanya bergidik ngeri. namu mereka masih penasaran kenapa itu sama sekali tidak menakutkan untuk Cayla gadis cantik dihadapan mereka yang malah hanya memperlihatkan senyum devilnya.


"Kita lihat saja." ucap Cayla singkat. dan kembali duduk menikmati pemandangan dan suasana sore itu. tak lama kemudian terdengar deru derap kaki serentak menggema dan mulai mendekat.


Dari kejauhan terlihat para prajurit militer dengan berjalan sedikit cepat serentak dan berbaris kompak. seragam loreng dan lengkap dengan senjata dan hiasan yang menempel terlihat gagah oleh siapapun yang memakainya.


Kini prajurit berbaris di hadapan warga yang tak jauh dari para orang orang yang tersungkur tadi. mereka berbaris di hadapan cayla yang lumanya jauh. salah satu pemimpin barisan itu berjalan tegap dan tegas di hadapan Cayla yang kini juga tengah berdiri tegap.


" Selamat siang kapten! lapor. ajudan ini siap menerima perintah!!" ucap tegas dari prajurit sembari tangan memperi hormat yang jika dilihat dari seragamnya lumanyan. telah menjadi senior.


Kenapa mereka memanggil Cayla kapten. tapi itulah kenyataan mereka memanggil Cayla sebagai kapten kini. apalagi mengingat semua itu adalah perintah sang atasan jika mereka bertugas. jadi itu sudah sangat lumrah menurut mereka. dan tentu saja tidak akan ada yang keberatan. apalagi melihat kemampuan Cayla yang memang jauh di atas mereka semua. jadi itu adalah bentuk hormat mereka pada yang lebih senior dari dari mereka.

__ADS_1


"Siang! laporan di terima. bawa mereka semua ke markas introgasi dan lakukan penyelidikan terkait!" ucap tegas Cayla. "Siap kapten. perintah laksanakan!" sambung prajurit itu. seraya kembali memberi hormat. "Laksanakan!!" ucap Cayla dan mengangguk. "Siap kapten!!"


Prajurit itu mundur 2 langakah dan berbalik. segera ia memerintahkan bawahannya itu membawa orang orang yang tersungkur itu. Cayla hanya diam dengan wajah dinginnya. lagi lagi semua orang tercengang dan syok melihat itu.


"Si..siapa kau sebenarnya?" ucap salah satu orang dari geng itu. "Apa kalian mau tau siapa aku?" ucap Cayla polos. "iya cepat katakan siapa kau sebenarnya." serunya tak sabaran. "Hmmm. Baikalh. Ajudan beritahu mereka sedang berhadapan dengan siapa!" Seru Cayla tenang.


"Siap menjawab Kapten!!. nama Mecayla Z. salah satu prajurit senior militer. pangkat maaf tidak ada yang mengetahui bahkan Letkol dan para petinggi lainnya. namun sejauh ini diperkirakan adalah salah satu seorang prajurit senior tim elit pasukan khusus atau bisa di sebut di atasnya lagi ya itu adalah. Prjurit Senior Tim Elit Pasukan Khusus Rahasia Negara. laporan selesai!" ucap ajudan itu.


Mereka semua yang mendengar itu syok dan terkejut melihat Cayla dengan tatapan rumit. terlebih lagi Halimah yang ternganga melihat CEOnya itu. pantas saja bosnya itu tidak takut apapun tadi. bahkan para orang orang geng itu tak kalah syoknya. "Bagaimana. sudah kukatakan kalian akan menyesal berhadapan dengan ku!" ucap Cayla dengan senyum devilnya.


Mereka hanya diam dan menunduk takut melihat tatapan Cayla gadis kecil yang mereka sebut dan pasrah begitu saja dibawa pergi olah para prajurit lainnya.


Tungguin kelanjutannya yah ๐Ÿ˜๐Ÿค— salam hangat dari author๐Ÿค— maaf telat up ๐Ÿ˜…

__ADS_1


__ADS_2