
Begitu juga berbagai macam senjata telah melekat ditubuh kecil indah milik Cayla, masing masing lengan Cayla terdapat jarum perak , paha kanan dan kiri terdapat 2 Pistol SIG Sauer P320 dan paha bagian depat terdapat 3 dan 2 pisau ukuran kecil.
Dan jangan lupakan pistol pinggang yang merekat di pinggang cantik Cayla, Cayla melihat jam tepat pada 20 menit lagi penyandraan terjadi.
Mereka telah dalam posisi masing masing dan sebagian kelompok berada di luar bangunan mansion dan mereka akan menunggu perintah dari Cayla dan bersiap sudah pada posisi dengan masing masing hansdfree penghubung.
Cayla menekan tombol pada Cincin dan mulai memakai masker hitam itu. dan melihat jam yang melingkar di tangan kirinya seraya memberi perintah" Semua hitungan mundur dari 30 siap pada posisi masing masing!" Siap Ndan" jawab serentak mereka.
"Kelompok pada jam 3 posisi titik masuk dan 10 menit waktu batas selesai!".. "Siap laksanakan!." jwab mereka.
"Kelompok pada jam 9 posisi titik masuk dari menit 11 mulai jalankan perintah awal!. "Siap!." kata lainnya.
"Kelompok titik tengah siap pada posisi laksanakan!". "Laksanakn ndan!.".
dan akhirnya mereka bersiap pada posisi dan menjalankan perintah yang diberikan Cayla.
"Rekan Let's Play The Game!! Cayla berkata sambil tersenyum simpul.".. "Siap!! jawab mereka semua.
Setelah hitung mundur 30 selesai lampu mansion padam 10 menit lebih awal dari rencana pihak lawan yang sudah di sabotase orang Cayla, agar 10 menit bisa menjaukan para tamu dari lokasi dan menjaganya agar tak menjadi sandara pihak lawan.
kelompok pada posisi jam 3 masuk menjalankan perintah dan 10 menit kemudian disambung kelompok posisi jam 9 di ikuti persiapan kelompok titik tengah dan di sambung kelompok posisi titik dimana Cayla berada dan masuk kedalam.
__ADS_1
Hitungan kemenit 12 lampu kembali menyala dan suara serentak sepatu beriring memasuki aula dimana para tamu telah berada diruang bawah tanah diamankan.
Pertempuran tentu tak terelakkan dimana bunyi suara tembak saling menyauti begitu juga dengan Cayla di tangan kanan dan kiri tak henti hentinya menembaki musuh dengan gaya memutar dan tatapan tajam memutar dan dari atas kebawah. begitu juga dengan yang lainnya dengan gaya masing masing.
Keluarga Nyonya Yudia telah aman di tangan orang orang pilihan Cayla sambil menyaksikan pertempuran yang terjadi dan tentu saja Cayla menjadi perhatian keluarga Nyonya Yudya, mereka sangat kagum akan aksi Cayla.
Dan ketika pluru pistol di tangan Cayla habis di sambung pistol pinggang dengan mantap.
dan lagi lagi pluru habis dan telah banyak musuh yang tewas dan pasukan Cayla yang mendapatkan timah panas dan untungnya tidak ada di bagian fital yang berakibat fatal hingga mereka akan tertolong.
Ketika Cayla tidak ada pistol dia dengan cepat menggerakkan tangnnya mengambil jarum perak dengan kedua tangannya dan melayangkan ke udara dan tepat pada leher musuh masing masing dengan bersamaan tumbang begitu saja.
lagi lagi Cayla menjadi pusat perhatian oleh keluarga Nyonya Yudya dan yah Asrama Cayla juga tak kalah gempar dimana ternyata mereka melihat aksi Cayla melalui cincin dan kalung Camera Pantul yang Cayla kenakkan sebelumnya akan tetapi Cayla melupakannya karena terlalu fokus pada misinya.
Setelah jarum perak habis dan musuh masih ada beberapa dan Cayla melihat ada seorang tamu yang telah menjadi sandra.
"Oh Shitt!" Cayla berkata geram.
"Hahaha kalian harus menyerah kalo tidak orang tua ini akan mati! kata salah satu dari mereka. "Dan kau gadis buka maskermu agar kami melihat seperti apa wajah orang telah merusak semua rencana kami!!." Ketua musuh berkata marah.
"Baiklah jika itu mau kalian" Cayla mulai membuka maskernya."Wah wah wah ternyata kau cantik juga tapi sayang kau akan mati.!" mereka tersemyum kemenangan. "Heh aku beri nasihat jangan pernah terlalu menganggap lemah musuhmu!." Cayla berkata dan di ikuti gerakan cepat mengambil ke 3 pisau dan di arahkan pada mereka, padahal di tangan mereka pistol melekat pada kepala seorang sandra akan tetapi Cayla tak sedikitpun ragu melayangkan pisau pisau itu tepat pada titik fital leher mereka.
Tentu saja dengan sekejap mereka telah terkapar. dan Cayla langsung mendekati sandra yang seorang pria tua dan menenangkan hati pria itu.
Orang orang yang melihat aksi Cayla yang mulanya sangat Syok sangat legah terutama orang orang Asrama dimana para Capten mengenal Sandra itu adalah salah satu keluarga Letnan tertinggi di kemiliteran.
__ADS_1
Akan tetapi suara tembakan musuh kembali melesat kearah sandara dan dengan cepat Cayla melindungi pria paruh baya itu dan alhasil peluruh panas menembus masuk pada bahu atas Cayla dan kembali mengambil pisau dan melayangkannya.
Kaos putih bersih Cayla telah berubah merah terang dengan darah yang mengalir. dan sekali lagi musuh yang berhasil sembunyi melayangkan peluruh dari tekanan pelatuk pistol api itu dan lagi lagi Cayla melindungi sandra dengan tubuhnya.
Pluru itu menembus paha kiri Cayla dengan sisa 1 pisau yang melayang membunuh si penembak itu.
Mereka semua tercengang dan kaget melihat Cayla yang di penuhi darah segar akan tetapi itu seperti tak berpengaruh pada Cayla dan dengan santainya masih berjalan tanpa terlihat kesakitan.
Tentu saja karena biar bagaimanapun jiwa Cayla bukanlah dari dunia ini tapi melainkan dari dunia kuno dimana tubuh Cayla kini masih memiliki aliran Qi ya walawpun sedikit demi sedikit akan mulai habis menjaga tubuh Cayla dari rasa sakit.
Nyonya Yudy yang melihat itu hanya menjerit khwatir pada Cayla tapi tetap saja Cayla memberikan perasaan bahwa dia baik baik saja.
"Cayla!! Komandan!!" kata mereka serentak. "Hey tenanglah aku tidak apa apa, tan Cay baik baik saja,".. kata Cayla "Bagaimana kau bilang baik baik saja kau tertembak Cay?." Nyonya yudia berlari mendekat begitu juga dengan yang lain."Tan Cay benar tidak apa apa ini hal yang sangat sudah biasa yang Cay dapatkan" Cayla tersemyum.
"Semuanya telah selesai, tan dan yang lainnya Cay pergi dulu ada hal penting yang akan Cay lakukan," Cayla berkata dan berjalan pergi, tentu saja Nyonya Yudia sangat marah "Cay!! Bagaimana mungkin baik baik saja kau tertembak!! Urusan apalagi ? biarkan kau ditangani dulu Cay!!" Nyonya Yudya berteriak penuh amarah.
"Tan percaya pada Cay ini adalah hal biasa tak seberapa sakit, Cay masih harus selesaikan sisa masalahnya dan yah kalian dululah kembali katakan pada capten aku ada urusan mendadak dan kemungkinan akan kembali 2 minggu atau 1 bulan kedepan."
"Tante jangan khwatir Cay akan mengunjungi Tante, tante taukan Cay adalah seorang prajurit dan jika Cay telah mengambil misi harus diselesaikan dengan tuntas karena itu adalah tanggung jawab Cay, masalah luka ini tak apa tan Cay bisa mengurusnya sendiri. Cay harus pergi..byee semua sampai jumpa!!"
Kata Cayla lagi dan berlalu pergi menaiki salah satu motor bodygart.
Nyonya Yudya dan Duke sangat Syok melihat keadaan Cayla apalagi mendengar semua perkataan Cayla sudah biasa dengan luka luka seperti itu. sungguh sangat membuat mereka sakit tapi tak bisa berbuat apapun.
tungguin kelanjutannya yah 😍 salam hangat dari author 🤗 kasi masukan juga dan maaf jika alur cerita kurang memuaskan.
__ADS_1