Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Ayah Mi Ran?


__ADS_3

Setelah lelah menangis, akhirnya Celia tertidur bersama dengan Mi Ran diatas brankar. Celia merasa sangat bersalah karena selama ini kehilangan banyak waktu dengan Mi Ran. Celia memeluk putri kecilnya yang terlelap karena pengaruh obat bius.


Joon hanya menatap ibu dan anak itu dengan perasaan haru. Entah kenapa Joon sudah menerima mereka dalam kehidupannya. Joon ingin terus bersama dengan mereka dan membahagiakan mereka.


"Nak Seok Joon!" Sang Mi menegur Joon.


"Ibu..." Joon mengulas senyumnya.


Sang Mi memberi isyarat untuk bicara di luar kamar. Joon mengikuti langkah Sang Mi.


Mereka menuju taman rumah sakit. Hari sudah malam, jadi suasana rumah sakit pun sudah semakin sepi.


"Ibu ingin mengucapkan terima kasih kepada Nak Seok Joon."


Joon kembali tersenyum. Rasanya sangat bahagia karena Joon akhirnya menemukan Celia. Setelah kemarin seharian tidak melihatnya.


"Jangan berterimakasih, Bu. Harusnya aku yang berterimakasih pada Ibu dan Celia."


Sang Mi mengernyitkan dahinya ketija Joon memberikan sebuah foto kepada dirinya.


"Apa ini?"


Sang Mi menerima lembar foto itu dan menutup mulutnya tidak percaya. Foto masa kecil Celia dengan teman lelakinya. Foto yang sama dengan yang ada di kamar Celia.


"Dari mana kau dapat foto ini?" Tanya Sang Mi.


Joon memilih untuk jujur pada Sang Mi. Joon merasa jika Sang Mi mendukung dirinya untuk bersama Celia. Jadi, lebih baik Joon bersikap jujur kepada ibu kandung Celia itu.


"Maaf karena butuh waktu yang sangat lama untuk menemui kalian lagi..."


Mata Sang Mi berkaca-kaca.


"Aku mengalami kecelakaan di hari aku memiliki janji dengan Eun Chae. Dan aku mengalami amnesia. Aku melupakan memori masa kecilku bersama Eun Chae. Tapi, memori kembali ketika Mi Ran tidak sengaja memukulkan bola ke kepalaku. Aku jadi ingat semuanya, Bu."


Sang Mi tidak dapat menahan tangisnya lagi. Di saat badai yang kini sedang mereka hadapi dengan sakit Mi Ran, nyatanya ada angin segar yang di bawa oleh Joon.


"Jadi, kau adalah Tuan Muda Lee? Cucu dari Nyonya Lee Ma Ri?" tanya Sang Mi memastikan.

__ADS_1


Joon mengangguk mantap. "Aku ingat jika Ibu dulu pernah bekerja di rumah nenekku. Benar kan?"


Sang Mi mengangguk. "Ya Tuhan! Aku tidak pernah menyangka jika takdir akan mempertemukan kita lagi. Kami pikir kau sudah melupakan kami, Tuan Muda."


Joon menggenggam tangan Sang Mi. "Bu, aku mohon dukung aku untuk tetap bersama Celia. Aku ingin menikah secara resmi dengan Celia, bukan sebatas kontrak. Aku minta maaf karena aku sudah membohongi kalian dengan identitas asliku. Tapi, aku janji. Dalam waktu dekat aku akan memberitahu semuanya pada Celia."


Meski ada sedikit keraguan di hati Sang Mi, tapi Sang Mi tidak ingin membuat Joon kecewa. Perbedaan yang begitu besar dengan status sosial di masyarakat, membuat Sang Mi khawatir jika Celia tidak akan diterima sebagai menantu di keluarga Lee. Apalagi dengan status Celia yang seorang ibu tunggal.


...***...


Matahari kembali menyapa. Celia terbangun dari tidurnya. Celia menatap wajah pucat Mi Ran yang tampak begitu lemah.


Celia mengecup kening sang putri sebelum turun dari brankar. Celia mencari keberadaan Ibunya. Tapi yang di temuinya hanya Joon yang baru kembali dengan membawa beberapa kantong belanjaan di tangannya.


"Kau sudah bangun? Aku baru saja membeli makanan dan juga kopi untukmu. Ayo kita sarapan!" Ajak Joon dengan wajah sumringah.


"Ibu mana?" Celia malah bertanya tentang ibunya.


"Ah, Ibu? Aku mengantar Ibu pulang semalam. Kasihan ibu jika harus menginap di rumah sakit."


Celia mengangguk. Dia duduk di sofa bersama Joon. Ruang kamar Mi Ran memang berkelaa VIP, tapi memang tidak semewah kamar rumah sakit di kota besar. Yang terpenting, Celia ingin memberikan yang terbaik untuk Mi Ran.


"Sebenarnya, Mi Ran sakit apa? Kemarin kau..."


Celia terdiam sejenak. Ia melirik kearah putrinya yang masih terpejam.


"Masih menunggu hasil dari pemeriksaan kemarin." Celia menundukkan kepalanya.


Joon menggenggam tangan Celia. "Aku yakin Mi Ran akan baik-baik saja." Joon memberikan kekuatan pada Celia. Saat ini hanya dukungan yang Celia butuhkan untuk menguatkan hatinya.


...***...


Siang harinya, Mi Ran terbangun dari tidur panjangnya. Mi Ran sangat gembira karena ada Joon yang menjaganya di rumah sakit.


Tanpa di duga, teman-teman sekolah Mi Ran datang menjenguknya. Tentu saja hal itu membuat Mi Ran senang.


Joon melayani kedua teman Mi Ran dengan ramah. Mereka berdua datang dengan ibu mereka masing-masing.

__ADS_1


"Wah, Mi Ran. Jadi, dia adalah ayahmu?" tanya bocah kecil bernama Shuzy.


Mi Ran menatap Joon. Sungguh Mi Ran menginginkan Joon untuk menjadi ayahnya.


Joon duduk di brankar Mi Ran dan memeluk gadis kecil itu.


"Iya, benar. Aku adalah ayah Mi Ran. Perkenalkan, namaku Joon. Panggil saja Paman Joon." Joon mencairkan suasana diantara ketiga bocah kecil itu.


"Paman Joon, selama ini kemana saja? Kenapa tidak pernah menemui Mi Ran?" tanya gadis kecil satunya yang bernama Ga Eun.


Sontak saja ibunda Ga Eun memperingatkan putrinya untuk berkata sopan pada yang lebih tua.


"Ah, tidak apa, Nyonya. Namanya juga anak-anak. Selama ini Paman pergi bekerja. Mencari uang untuk Mi Ran. Sekarang, Paman tidak akan meninggalkan Mi Ran lagi." Joon memeluk bahu Mi Ran dengan penuh cinta. Gadis kecil itu juga tersenyum bahagia dengan apa yang dilakukan Joon di depan teman-temannya.


Semua pemandangan itu tidak luput dari tatapan mata Celia yang sejak tadi mematung di depan pintu. Celia yang baru saja membeli makanan untuk makan siang, dikejutkan dengan kedatangan teman-teman Mi Ran. Celia merasa tidak enak hati dan memilih tidak masuk ke dalam kamar.


Joon mengantar kedua teman Mi Ran hingga ke depan pintu. Joon melambaikan tangan melepas kepergian mereka.


"Apa yang kau lakukan?" Sebuah suara bernada sinis dilontarkan oleh Celia.


"Eh, Celia? Kau sudah datang. Itu tadi adalah..."


"Kenapa kau mengaku sebagai ayah Mi Ran?" Celia memotong kalimat Joon.


Joon menatap Celia sendu. "Celia, sudah kukatakan padamu jika aku serius dengan pernikahan ini. Aku ingin menjadi ayah untuk Mi Ran. Apa kau tidak memikirkan perasaan..."


"Baik! Terima kasih karena kau sudah mengaku sebagai ayah Mi Ran. Setidaknya untuk saat ini Mi Ran tidak diejek lagi oleh teman-temannya. Tapi, aku mohon kau jangan..."


"Ibu!" Panggilan Mi Ran membuat Celia dan Joon berhenti berdebat.


"Iya, sayang. Kau butuh sesuatu? Apa ada yang sakit?" tanya Celia merasa khawatir.


Mi Ran menggeleng. "Bu, izinkan Paman Joon untuk menjadi ayahku."


Permintaan Mi Ran membuat Celia tersentak.


"Ibu... Aku mohon..." Mi Ran terlihat berkaca-kaca. Tadi itu ia sangat bahagia karena untuk pertama kalinya memiliki seorang ayah.

__ADS_1


"Tentu saja! Paman adalah ayahmu!" Joon yang tidak ingin melihat Mi Ran bersedih langsung saja memeluk gadis kecil itu penuh cinta.


Joon menatap Celia tajam yang seolah memarahi Celia dengan tatapannya itu karena sudah membuat Mi Ran bersedih.


__ADS_2