Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Sebuah Penyelidikan, Sebuah Kecurigaan


__ADS_3

Hye Ri pulang ke rumah dengan hati yang resah. Hye Ri takut menghadapi Ae Gyo yang akan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


Namun siapa sangka, ternyata Ae Gyo sudah berdiri dengan bersedekap menanti kedatangan Hye Ri.


"Akhirnya kau datang juga. Ikut denganku!"


Ae Gyo meminta Hye Ri untuk mengikuti langkahnya menuju kamar. Hye Ri mendesah pelan. Hye Ri tidak bisa lari lagi sekarang.


"Kang Moon bilang kau pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kondisimu. Lalu bagaimana hasilnya?" Ae Gyo adalah orang yang tidak suka berbasa basi.


Hye Ri mendadak panik dan wajahnya pucat.


"Ibu..."


"Cepat katakan! Kau bisa memiliki anak kan?" Ae Gyo kembali mencecar.


"I-iya, Bu." Hye Ri terpaksa berbohong. Tidak mungkin ia bilang jika dirinya tak bisa memiliki anak.


"Hmm, baguslah. Cepat lakukan program kehamilan dan berilah kami cucu."


Hye Ri hanya bisa mengangguk lemah, lalu keluar dari kamar Ae Gyo. Kini Hye Ri harus memutar otak agar ibu mertuanya tidak lagi memintanya untuk hamil. Hye Ri sudah tak peduli lagi dengan posisinya yang terancam karena pernikahan Joon dan Celia. Yang terpenting sekarang adalah menutup rapat-rapat semua rahasia masa lalunya.


Apalagi ditambah dengan kehadiran Jae Joong yang mulai mengusik hidupnya. Hye Ri makin pusing untuk mengurus pria satu itu.


Di tempat berbeda, Joon baru saja mengantar Celia dan Mi Ran kembali ke Mapo. Mi Ran terlihat gembira kembali ke rumah lamanya.


"Maafkan aku. Kita harus terpisah untuk sementara karena..."


Joon langsung meletakkan jarinya di bibir Celia. "Jangan bicara begitu. Justru ini merupakan keuntungan bagiku. Jadi, setiap hari aku bisa merasakan rindu terhadapmu."


Celia terkekeh. "Sejak kapan kau pintar menggombal?"


"Aku serius! Aku suka saat aku merindukanmu. Aku suka saat aku akhirnya bisa memelukmu." Joon membawa Celia dalam dekapannya.


"Aku juga akan merindukanmu..." balas Celia.


Joon melerai pelukannya. Ia merangkum wajah Celia yang akan ia tinggalkan.


"Setiap minggu aku akan datang. Dan kita akan menghabiskan waktu untuk melepas rindu."


Celia mengangguk. "Oh ya, apa tidak sebaiknya kau tinggal di rumah keluargamu saja?"

__ADS_1


Joon mengerutkan kening. Baginya ide Celia adalah hal buruk. Joon benar-benar jengah dengan sikap anggota keluarganya sendiri.


"Kang Joon, bagaimanapun mereka adalah orang tuamu. Mereka adalah keluargamu. Menurutku dengan kau tinggal disana, sedikit demi sedikit kau bisa membujuk mereka untuk bisa menerima pernikahan kita."


Joon terdiam. Ia memikirkan apa yang dikatakan oleh Celia.


"Sayang..." Celia mengusap lembut pipi Joon.


"Baiklah. Aku akan kembali ke rumah."


Celia tersenyum lega. Celia tidak ingin di cap sebagai wanita yang menjauhkan Joon dari keluarganya. Celia ingin bisa diterima sebagai bagian dari keluarga Lee sama seperti Hye Ri, kakak sepupunya.


"Kalau begitu aku pulang dulu." Joon berpamitan.


"Hati-hati menyetirnya!" Celia mengecup singkat bibir Joon.


...***...


Hari ini, Jae Joong sengaja mengambil cuti satu hari untuk mencari tahu tentang rahasia Hye Ri. Jae Joong kembali ke rumah sakit dimana kemarin Hye Ri memeriksakan dirinya.


Dengan mengendap-endap, Jae Joong masuk ke ruang berkas dan mencari berkas milik Hye Ri. Jae Joong harus sangat berhati-hati karena takut ada petugas yang memergokinya.


Di dalam mobil, Jae Joong membaca kembali berkas milik Hye Ri. Matanya membelalak sempurna.


"Hye Ri pernah hamil dan melahirkan sekitar 6 tahun yang lalu?" gumam Jae Joong dengan mengusap dagunya.


"Lalu dimana anak itu sekarang?" Lanjutnya.


Tidak ingin banyak berspekulasi, Jae Joong langsung melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang pastinya akan memberinya jawaban. Jae Joong menuju ke distrik Mapo. Tempat dimana Hye Ri berasal.


Tiba di sana, Jae Joong memutuskan mencari rumah Hye Ri. Ia sudah agak lupa dengan tempat tinggal mantan kekasihnya itu. Dulu sekali ia memang sering berkunjung kesana. Karena memang hubungan mereka sudah seserius itu.


Saat menuju ke rumah Hye Ri, Jae Joong melewati sebuah klinik. Jae Joong menghentikan mobilnya di depan klinik.


"Di sini tertulis jika Hye Ri tidak melahirkan di rumah sakit itu. Artinya Hye Ri melahirkan di tempat lain. Apa mungkin di tempat ini? Hanya ini klinik di sekitaran rumah Hye Ri."


Jae Joong turun dari mobil dan masuk ke dalam klinik itu. Jae Joong menyuap seorang petugas agar bisa mendapatkan informasi mengenai Hye Ri.


Tanpa menunggu lama, Jae Joong mendapat informasi yang sungguh mengejutkan baginya.


"Jadi benar jika Hye Ri hamil dan melahirkan seorang anak!" Jae Joong menutup mulutnya.

__ADS_1


Ingatannya tertuju pada beberapa tahun lalu saat dirinya masih bersama dengan Hye Ri. Hari itu Jae Joong merasa ada yang aneh dengan Hye Ri.


Jae Joong dan Hye Ri tinggal di atap yang sama. Jae Joong sengaja meminta Hye Ri tinggal dengannya agar lebih berhemat. Saat itu Hye Ri masih kuliah karena memang ia baru berkesempatan untuk mengenyam bangku kuliah. Keluarga Hye Ri yang dari kalangan biasa tidak memiliki uang untuk membiayai pendidikan Hye Ri.


Saat pertama kali bertemu Hye Ri, Jae Joong mengenalnya sebagai SPG di salah satu swalayan milik keluarganya. Jae Joong yang jatuh cinta pada Hye Ri, memutuskan untuk membantu biaya kuliah Hye Ri dan juga memberi tempat tinggal untuknya.


Masa itu adalah masa yang paling membahagiakan bagi Jae Joong. Hye Ri adalah gadis polos yang bersedia menyerahkan segenap hati dan jiwanya hanya untuk Jae Joong. Dan Jae Joong berjanji akan bertanggung jawab penuh atas hidup Hye Ri karena dirinyalah yang sudah merenggut mahkota milik Hye Ri.


Cinta memang membutakan segalanya. Membuat Jae Joong dan Hye Ri lupa untuk mendarat, karena mereka asyik terbang ke nirwana.


Hingga akhirnya Hye Ri tahu jika keluarga Jae Joong bangkrut dan memutuskan pergi dari kehidupannya. Sehari sebelum Hye Ri pergi, Jae Joong sempat curiga karena menemukan foto hasil USG entah milik siapa. Ketika Jae Joong bertanya, Hye Ri mengelak dan mengatakan jika itu milik temannya. Jae Joong percaya. Jae Joong meminta Hye Ri untuk jujur jika memang dirinya hamil. Jae Joong akan bertanggung jawab.


Tapi sepertinya Hye Ri melupakan semua janji yang mereka buat. Hye Ri memilih pergi dan menggapain impiannya dengan pria lain yang lebih kaya.


Tubuh Jae Joong luruh ke lantai. Ia masih tak percaya dengan apa yang dilakukan Hye Ri.


"Tega sekali kau menyembunyikan semua ini dariku! Dimana anakku, Hye Ri!" gumam Jae Joong dengan semburat kemarahan dan kekecewaan.


...***...


Keesokan harinya, Jae Joong keluar dari rumah yang disewanya. Jae Joong sengaja menyewa rumah di Mapo agar lebih mudah mencari jawaban dari semua hal yang disembunyikan Hye Ri.


Jae Joong yang baru selesai berbelanja kebutuhan rumahnya, melihat seorang anak kecil yang sedang menyeberang jalan. Jae Joong melihat dari arah berlawanan ada sebuah mobil box yang melintas.


Refleks Jae Joong berteriak dan berlari.


"Awas!" Teriaknya dan langsung menangkap gadis kecil itu.


Jae Joong sedikit terluka setelah menolong gadis kecil itu.


"Mi Ran!" Dari arah kejauhan seorang wanita berlari menghampiri Jae Joong dan gadis kecil itu.


"Mi Ran! Kau tidak apa-apa?" Wanita itu adalah Celia. Ia memeriksa kondisi Mi Ran.


Mi Ran menggeleng pelan. Lalu Celia menatap pria yang menolong Mi Ran.


"Tuan, kau baik-baik saja?"


Jae Joong meringis karena lengannya terluka. Sejenak Jae Joong saling bertatapan dengan Celia.


"Nona Celia?" ucap Jae Joong.

__ADS_1


__ADS_2