
Jae Joong mengurungkan niatnya untuk menemui Mi Ran di kamar rawatnya. Ia memilih untuk menemui seseorang lebih dulu. Seseorang yang dianggapnya sebagai penyebab semua kekacauan yang terjadi dalam hidupnya. Sudah cukup semua orang menderita karena perbuatannya.
"Ikut denganku!" Jae Joong menarik lengan wanita yang siapa lagi kalau bukan Hye Ri.
"Lepaskan! Kau sudah gila!" pekik Hye Ri.
"Iya! Aku memang sudah tidak waras! Itu semua karenamu! Kau yang sudah membuatku harus melakukan semua ini!"
Jae Joong memaksa Hye Ri masuk ke dalam mobilnya. Hye Ri yang baru akan pergi ke kantor, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Jae Joong di depan rumah keluarga Lee.
"Diam dan menurutlah! Atau aku akan menyakitimu!" Ancaman Jae Joong membuat Hye Ri terdiam.
Hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah sakit. Hye Ri bingung kenapa Jae Joong membawanya ke rumah sakit.
"Jangan berpikir untuk kabur. Karena aku sudah memegang kartu Asmu, Hye Ri. Kau tidak akan bisa kabur!"
Dengan darah mendidih, Jae Joong menarik lengan Hye Ri dan menyeretnya hingga tiba di kamar rawat Mi Ran.
"Ayo masuk!" perintah Jae Joong.
Hye Ri ingin berontak, tapi percuma saja meladeni Jae Joong yang dikuasai amarah. Dengan kasar Jae Joong membuka pintu kamar rawat Mi Ran.
Tidak ada siapapun disana. Sepertinya Celia sedang ada urusan di luar.
Jae Joong menyeret Hye Ri hingga ke tepi brankar Mi Ran.
"Lihatlah dia! Dia sedang terbaring lemah!" ucap Jae Joong lirih tapi penuh penekanan.
"Lihat dia! Dia adalah anakmu dan dia sedang meregang nyawa!" Jae Joong tak mampu membendung kesedihannya.
"Dimana hati nuranimu sebagai seorang ibu? Kau mengandungnya dan melahirkannya, tapi kau sama sekali tak peduli padanya!"
"Kau bahkan membuangnya! Apa kau ini manusia, hah? Bahkan binatang saja menyayangi darah dagingnya sendiri. Dan kau? Kau sama sekali bukan manusia, Hye Ri!"
Hye Ri hanya diam memandangi Mi Ran. Entah terbuat dari apa hati Hye Ri hingga detik ini ia masih tak peduli pada Mi Ran.
__ADS_1
"Dia butuh donor untuk sembuh. Kau adalah ibunya, kau harus membantunya." Suara Jae Joong terdengar putus asa dan memohon belas kasihan dari Hye Ri.
"Kumohon, Hye Ri. Tolong selamatkan putri kita! Hanya kau harapannya untuk hidup!"
"APA?!" Terdengar suara dari arah belakang Jae Joong dan Hye Ri. Rupanya itu adalah Celia dan Kang Joon.
"Jae Joong, apa yang kau bicarakan? Mi Ran adalah putri kalian?" Celia mendekat dan meminta penjelasan.
"Kak Hye Ri! Benarkah semua itu? Kakak adalah ibu kandung Mi Ran?" Celia memegangi kedua lengan Hye Ri.
"Kakak, jawab!" seru Celia. Ia sudah terlanjur emosional ketika berhadapan dengan hal yang berhubungan tentang Mi Ran.
"Iya, Hye Ri adalah ibu kandung Mi Ran." Jae Joong yang menjawab.
Tubuh Celia lemas seakan tak bertulang. Bagaimana bisa kakak sepupunya ini adalah ibu kandung Mi Ran?
"Maafkan aku, Celia, Kang Joon. Aku tidak bisa mengatakannya pada kalian karena aku menunggu waktu yang tepat. Sepertinya sekaranglah saatnya." Jae Joong merasa bersalah.
Celia menatap tajam Hye Ri. Celia masih tidak percaya jika Hye Ri adalah ibu kandung Mi Ran.
Kang Joon segera memeluk Celia. Kondisi Mi Ran masih tak sadarkan diri. Celia menangis dalam dekapan Kang Joon.
Melihat kondisi yang cukup kacau, Hye Ri memanfaatkan situasi untuk bisa kabur dari sana. Dan benar saja, Hye Ri berlari karena mengira dia akan dikerjai oleh JaeJoong dan Celia.
Melihat Hye Ri yang kabur, Jae Joong yang akan mengejar segera dihentikan oleh Kang Joon.
"Sudahlah, biarkan saja. Yang terpenting kita sudah mengetahui kedok Hye Ri. Aku juga minta maaf karena semuanya terjadi begitu cepat."
Jae Joong mengangguk paham. "Akulah yang harus mempertanggungjawabkan semuanya. Karena aku sudah membuka luka di masa lalu keluargamu, Kang Joon."
Kang Joon tersenyum. "Mungkin memang ini adalah jalannya. Sekarang kerahkan seluruh anak buahmu untuk mencari keberadaan Hye Ri."
Jae Joong mengangguk. Ia segera menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Hye Ri. Kali ini ia tidak akan membiarkan Hye Ri lolos lagi.
#
__ADS_1
#
#
Di lain tempat, Hye Ri ketakutan dan melarikan diri ke rumah ibunya. Ia tidak akan membiarkan keluarga Lee menghakimi atas semua kejahatannya.
Hye Mi kebingungan dengan sikap Hye Ri yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
"Ada apa, Hye Ri?" tanya Hye Mi.
"Ibu, kita harus pergi dari sini. Ayo, Bu!"
Hye Mi kebingungan dengan sikap putrinya.
"Ada apa ini, Hye Ri? Kenapa kita harus pindah?"
"Bu, aku sudah ketahuan. Jae Joong sudah mengatakan semuanya bahwa Mi Ran adalah putriku. Kang Moon juga akan menceraikanku. Jadi, untuk apa aku mempertahankan semuanya? Sebaiknya aku pergi sejauh mungkin agar mereka tidak menemukanku dan menjebloskanku ke penjara."
Hye Ri membawa barang seperlunya kemudian meminta Hye Mi untuk bergegas. Mereka segera masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Hye Ri.
Karena panik, Hye Ri sampai lupa untuk menonaktifkan GPS di mobilnya. Tentu saja dengan mudah anak buah Jae Joong menemukan Hye Ri dalam perjalanan menuju bandara.
Beberapa pria berpakaian serba hitam mengejar Hye Ri dan Hye Mi. Usia Hye Mi tak lagi muda. Membuatnya menyerah untuk berlari dan memilih menyerahkan diri.
Sementara beberapa pria masih mengejar Hye Ri. Hingga akhirnya Hye Ri berlari menyeberangi jalan dan...
BRAK!
Tubuh Hye Ri tertabrak mobil yang sedang melintas. Hye Ri tak sadarkan diri karena tubuhnya terguling di aspal.
Jae Joong hanya menatap nanar tubuh mantan kekasih sekaligus ibu dari anaknya.
"Tidak! Hye Ri!" Jae Joong segera membawa tubuh Hye Ri ke rumah sakit.
"Hye Ri, bertahanlah! Kau tidak boleh mati sebelum mempertanggungjawabkan perbuatanmu!" seru Jae Joong.
__ADS_1