
Makan malam pun berlangsung. Tak ada pembicaraan berarti selama acara makan malam. Hanya tatapan mata kesal yang ditunjukkan Hye Ri dan juga Kang Moon ketika melirik kearah Jae Joong yang nampak dekat dengan Byung Man.
Jae Joong merasa diperhatikan oleh kedua orang itu. Tapi ia sama sekali tak menggubris. Ia malah semakin membuat kedua orang itu meradang dengan menunjukkan kedekatannya dengan Byung Man.
Usai makan malam, Jae Joong berpamitan pulang pada semua orang. Nampaknya Ae Gyo juga menyukai Jae Joong yang ramah dan sopan. Hingga membuat Kang Moon dan Hye Ri makin naik pitam.
Kang Moon langsung mengikuti langkah Byung Man yang menuju ke ruang kerjanya. Sementara itu, Hye Ri sengaja mengikuti Jae Joong karena ingin bicara dengan pria itu.
"Tunggu! Kita harus bicara!" ucap Hye Ri menghentikan langkah Jae Joong.
Dengan senyum smirknya Jae Joong berdiri berhadapan dengan Hye Ri.
"Maaf, Nona. Aku rasa kita tidak sedekat itu untuk bicara berdua. Apalagi ini di rumah suamimu."
Hye Ri menggeram. "Kau! Berani sekali kau datang kemari, hah? Kau sengaja mendekati ayah mertuaku untuk menghancurkanku kan?"
Jae Joong menggeleng pelan dan tersenyum. Jae Joong mendekat dan berbisik pada Hye Ri.
"Bukankah sudah kubilang, aku akan menghancurkanmu seperti kau menghancurkanku!"
"Brengsek!" Hye Ri mendorong tubuh Jae Joong.
Secara tidak sengaja, Kang Joon yang ingin bicara dengan Jae Joong malah melihat perdebatan diantara Hye Ri dan Jae Joong.
"Hmm?" Kang Joon mengernyit bingung. "Jadi, mereka saling kenal? Ada hubungan apa mereka berdua?"
Tak ingin mencampuri kedua orang itu, Kang Joon memilih untuk pergi dari sana dan menuju ke kamarnya.
Di sisi lain, Kang Moon kini menatap Byung Man dengan tatapan kesal.
"Ayah! Untuk apa Ayah mempekerjakan Jae Joong? Dia bukan pegawai yang baik, Ayah. Dia bahkan sering..."
"Cukup, Kang Moon! Apa kau belum sadar juga dengan apa yang sudah kau lakukan?"
Byung Man membuka laci meja kerjanya dan melemparkan sebuah berkas pada Kang Moon.
"Kau pikir selama ini aku tidak tahu dengan semua perbuatan kotormu dan juga istrimu? Kalian berdua sudah berbuat salah tapi malah menyalahkan orang lain."
Kang Moon tak dapat berkutik, karena ternyata Byung Man mengetahui semua perbuatan liciknya yang menggunakan uang perusahaan.
"Jangan pernah meremehkan orang lain jika kau sendiri adalah orang yang rendah, Kang Moon. Perbaiki sikapmu jika kau masih ingin berada di perusahaan!"
Ancaman Byung Man membuat Kang Moon terdiam dan akhirnya memilih untuk pamit undur diri.
Di dalam kamar, Kang Joon mengambil ponselnya dan menghubungi Celia.
"Kau sedang apa?" tanya Kang Joon.
"Aku baru saja menidurkan Mi Ran. Dia bilang dia sudah bosan berada di rumah sakit. Dia ingin pulang. Besok aku akan tanyakan pada dokter apa Mi Ran sudah boleh pulang."
__ADS_1
"Hmm, baiklah. Kau pasti lelah. Kau istirahatlah. Aku juga akan tidur. Besok aku akan menemuimu dan Mi Ran."
"Iya."
Kang Joon mengakhiri panggilan video dengan Celia. Pikirannya kembali tertuju pada Jae Joong dan Hye Ri.
"Apa mereka sudah saling mengenal sebelum ini?" batinnya.
Tak ingin memikirkan hal yang tidak penting baginya, Kang Joon memilih untuk memejamkan mata dan beristirahat.
#
#
#
Keesokan harinya di rumah sakit,
Kondisi Mi Ran sudah mulai membaik. Saat ini dokter sedang memeriksa keadaan Mi Ran.
"Mi Ran, ada yang harus dokter katakan pada ibumu. Kau tunggu sebentar disini ya!" ucap dokter pada Mi Ran.
Dengan patuh gadis kecil itu mengangguk. Kemudian Celia mengikuti langkah dokter menuju ke ruangannya.
"Bagaimana kondisi Mi Ran, Dok? Apa dia sudah boleh pulang?" tanya Celia ingin segera mengetahui kondisi Mi Ran.
Dokter mengulas senyum tipis. "Untuk saat ini kondisi Mi Ran sudah stabil dan boleh kembali ke rumah. Dan untuk pendonor yang kemarin mengajukan diri, memang hasil tesnya menunjukkan ketidakcocokan dengan tubuh Mi Ran. Tapi Nona tenang saja. Kami akan tetap berusaha untuk mencari donor yang cocok untuk Mi Ran."
Celia membungkuk hormat kemudian keluar dari ruangan dokter. Di perjalanan menuju kembali ke kamar Mi Ran, Celia dikejutkan dengan kedatangan Jae Joong.
"Jae Joong? Kau disini?"
Jae Joong memberi hormat lalu tersenyum. "Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."
"Eh? Siapa?" Celia penasaran.
Lalu sesosok pria paruh baya muncul di depan Celia dan Jae Joong. Mata Celia membola melihat Byung Man ada di depannya. Celia langsung memberi salam pada ayah mertuanya itu.
"Terima kasih, Jae Joong," ucap Byung Man. Ia lalu meminta Celia untuk duduk di bangku panjang rumah sakit. Tentunya Byung Man memilih lorong yang sepi agar bisa leluasa bicara dengan Celia.
"Maaf jika kedatanganku mengejutkanmu."
Celia tersenyum. "Tidak, Tuan."
"Kudengar putrimu sakit. Dan juga kau baru saja kehilangan ibumu. Aku turut berduka atas kehilanganmu."
"Terima kasih, Tuan."
"Bagaimana kondisi putrimu?"
__ADS_1
Celia merasa canggung dengan perbincangan ini. Meski begitu, ia tak mungkin menghindar dari keadaan ini.
"Sudah lebih baik. Hari ini Mi Ran sudah diperbolehkan pulang."
"Syukurlah! Kalau begitu pulanglah ke rumah kami."
"Eh?" Pernyataan Byung Man membuat Celia tertegun tak percaya. Apakah ini nyata? Secara langsung Byung Man memintanya untuk pulang ke rumah keluarga Lee.
"Jangan khawatir! Aku sudah bicara dengan Kang Joon tentang masalah ini. Kau adalah bagian dari keluarga kami sekarang, jadi sudah sepantasnya kau juga tinggal rumah kami."
Celia mengulas senyum kelegaan. Setelah akhirnya berjuang untuk mendapat restu, akhirnya Byung Man sendiri yang memintanya tinggal di rumah keluarga Lee.
Usai berbincang, Celia mengantar kepergian Byung Man dan Jae Joong sampai di lobi rumah sakit. Sekali lagi Celia memberi hormat pada Byung Man. Hatinya serasa berbunga-bunga sekarang.
Tak ingin membuang waktu, Celia langsung menghubungi Kang Joon dan memberitahukan berita gembira ini. Tentu saja Kang Joon sudah lebih dulu.
"Kau bersiaplah! Sore nanti aku akan menjemputmu dan Mi Ran!" ucap Kang Joon diseberang telepon.
#
#
#
Mi Ran bersorak gembira karena akhirnya bisa keluar dari rumah sakit.
"Ayah, kita akan pulang kemana?" tanyanya.
"Kita akan pulang ke rumah Ayah."
"Wah? Benarkah?" Mi Ran tidak percaya.
"Iya, sayang." Celia mengusap lembut puncak kepala Mi Ran.
Tiba di halaman rumah keluarga Lee, mereka bertiga turun dari mobil dan disambut oleh bibi Eun Ji.
"Silakan masuk, Tuan Muda, Nona Muda."
Celia dan Kang Joon mengangguk, lalu mengikuti langkah bibi Eun Ji.
Ketika memasuki rumah, tampak Ae Gyo dan Byung Man menyambut kedatangan mereka. Hanya satu orang saja yang tidak suka dengan kehadiran Mi Ran dan Celia.
Tatapan mata Hye Ri kembali tertuju pada sosok anak kecil yang sudah membuatnya melakukan sebuah kejahatan.
"Salam Bibi!" Mi Ran membungkuk hormat di depan Hye Ri.
Tak mendapat respon, Mi Ran hanya diam dan memegangi tangan Celia. Tatapan mata Hye Ri kini beralih pada Celia. Tatapan mata kebencian yang tidak pernah berubah sejak dulu.
"Selamat malam, Kak!" sapa Celia yang membuat Hye Ri makin membenci Celia.
__ADS_1
#tbc