Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Salah Paham


__ADS_3

Pagi ini Celia terbangun lebih awal. Tentunya selain merasa canggung dengan Joon, ia juga merasa jika harus menunjukkan sikap yang baik di rumah mertuannya.


Celia mendatangi kamar tamu dan membangunkan Mi Ran. Beruntung gadis kecil itu terbiasa bangun pagi. Jadi tidak terlalu sulit untuk membuat Mi Ran terbangun dari mimpi indahnya.


"Sekarang mandilah! Ibu akan menyiapkan sarapan di dapur. Setelah mandi temuilah ayahmu. Mengerti?" ucap Celia pada putrinya.


"Baik, Bu." Mi Ran mengangguk patuh.


Celia menuju ke dapur dan bertemu dengan Bibi Eun Ji. Celia membantu memasak sarapan pagi. Kegiatan seperti mulai biasa ia lakukan semenjak kembali ke rumah lamanya.


Sebenarnya sejak dulu Celia memang cukup pandai memasak karena ibunya memiliki warung nasi. Jadi, ia tidak canggung lagi berada di dapur.


Ae Gyo yang baru bangun terlihat takjub dengan keberadaan Celia di dapur.


"Apakah ini mimpi? Mana mungkin artis besar seperti dia terbiasa di dapur?" Gumam Ae Gyo masih tak percaya.


Namun dibalik kebingungannya, Ae Gyo menarik sudut bibirnya membentuk senyuman. Entah itu hanya untuk menarik perhatian keluarga Lee atau bukan, tapi usaha yang dilakukan Celia cukuplah bagus di mata Ae gyo.


Pukul 07.30 pagi, Celia menata makanan di atas meja makan. Ae Gyo terlihat membantu Celia menyiapkan sarapan.


Hye Ri yang baru datang langsung menatap tak suka kearah Celia. Setelah semalam Hye Ri merasa menang, nyatanya pagi ini Hye Ri kalah telak dengan Celia. Ditambah lagi mendengar pujian Ae Gyo yang mengatakan jika masakan yang dibuat Celia sangatlah enak.


Setelah semua anggota keluarga berkumpul, barulah acara sarapan pagi dimulai. Dengan telaten Celia melayani suaminya. Meski Joon masih sedikit kesal dengan Celia, tapi sebisa mungkin ia tak menunjukkan hal itu di depan keluarganya.


"Terima kasih, sayang."


Mendengar panggilan Joon terhadap Celia membuat siapa yang mendengar merasa jika mereka adalah pasangan yanh romantis. Ae Gyo ikut tersenyum melihat tingkah pasangan suami istri itu.


Setidaknya kehadiran Celia dan Mi Ran sudah memberi berkah baginya. Ae Gyo bersyukur karena putra bungsunya bersedia kembali ke rumah berkat mereka.


Tatapan tak menyenangkan datang dari Hye Ri yang masih tidak terima dengan pernikahan Celia dan Joon.


"Apa semalam tidak terjadi apapun dengan mereka? Bukankah Celia jelas-jelas melihatku dengan Kang Joon semalam?" Batin Hye Ri bertanya-tanya.


Usai sarapan, Joon memutuskan mengantar Celia dan Mi Ran kembali ke rumah. Sebenarnya Ae Gyo sangat menyukai Mi Ran yang lucu dan ceria. Tapi, melihat tatapan suaminya yang masih belum bersahabat, akhirnya Ae Gyo hanya pasrah.


"Pekan depan mainlah lagi kemari, oke?" Ucap Ae Gyo kepada Mi Ran. Jiwa seorang nenek yang mendambakan seorang cucu jelas terlihat di wajah Ae Gyo. Ia berharap Celia dan Joon akan segera memberikannya cucu dari darah daging Joon sendiri.


"Baik, Nenek. Terima kasih banyak!" Mi Ran membungkuk hormat dan berpamitan.


Sepanjang perjalanan, tidak ada perbincangan diantara Joon dan Celia. Rupanya mereka masih menyimpan kekesalan di hati masing-masing.


Ingin rasanya Celia bertanya tentang hubungannya dengan Hye Ri. Tapi melihat raut wajah Joon yang tidak bersahabat, membuat Celia urung bertanya.


"Sepertinya dia masih marah karena aku menolaknya semalam. Huft! Bagaimana ini? Aku sendiri tidak tenang memikirkan hubunganmu dengan kak Hye Ri. Apa benar kau memiliki hubungan lebih dengannya? Atau kak Hye Ri sengaja membuat aku cemburu?" Celia menatap kosong kaca mobil samping kanannya.


Tiba di rumah Celia, Mi Ran turun dari mobil dan melihat sosok pria yang menjadi teman dekatnya akhir-akhir ini.

__ADS_1


"Paman Jae Joong!" Seru Mi Ran memanggil Jae Joong yang sedang mencuci mobilnya.


"Oh, Mi Ran! Kau dari mana?" Tanya Jae Joong antusias. Rupanya kehadiran Mi Ran adalah magnet tersendiri bagi Jae Joong yang menebar kegembiraan dalam hidupnya.


Joon memicingkan mata melihat sekretaris kakaknya ada di dekat rumah Celia.


"Sekretaris Moon?" Sapa Joon.


"Eh? Tuan Kang Joon!" Jae Joong menunduk memberi hormat.


Joon memperhatikan sekeliling tempat tinggal Celia.


"Kenapa kau ada disini?" Tanya Joon.


"Ah, saya tinggal disini, Tuan." Jae Joong menunjuk tempat tinggalnya.


"Ayah, paman Jae Joong adalah orang yang sudah menolongku tempo hari saat aku akan tertabrak mobil," Celetuk Mi Ran yang membuat Joon mengernyit.


Jae Joong pun tak kalah terkejut karena Mi Ran memanggil Joon dengan panggilan ayah.


"Ooh..." Joon hanya menanggapi datar cerita Mi Ran.


"Mi Ran, ayo masuk!" Panggil Celia.


Joon berpamitan pada Jae Joong dan mengikuti langkah Celia masuk ke dalam rumah. Jae Joong menatap ketiga orang yang mulai menjauh.


Dari kejauhan, seorang gadis tengah mengamati gerak gerik ketiga orang yang baru saja turun dari mobil.


"Hmm, rupanya Oppa ada disini karena wanita itu tinggal disini?" Gumam gadis yang tak lain adalah Ji Hyo.


Sejak perjodohannya batal dengan Joon, Ji Hyo masih belum menyerah untuk bisa mendapatkan Joon. Ji Hyo berpikir jika Joon hanyalah miliknya.


Ya, memang sejak kecil Joon selalu mencurahkan perhatian kepada Ji Hyo. Hal itu terjadi setelah Joon mengalami kecelakaan 20 tahun lalu.


Memori Joon yang hilang membuatnya tidak mengingat masa lalu sebelum kecelakaan, termasuk tentang teman masa kecilnya yaitu Eun Chae alias Celia. Dan kehadiran Ji Hyo membuat Joon kembali ceria setelah kecelakaan itu. Tapi ternyata, Ji Hyo salah paham dengan semua perhatian Joon padanya. Meski selalu memberi perhatian layaknya kakak, tapi Joon sama sekali tidak pernah berpikir untuk menyukai atau mencintai Ji Hyo.


Entahlah, Joon sendiri bingung kenapa dia tidak bisa menerima gadis manapun di hatinya. Hingga akhirnya ingatannya kembali dan ia menemukan jawaban tentang semua kejanggalan dalam hidupnya. Park Eun Chae adalah jawaban dari semua kekosongan hati yang dirasakan Joon selama ini.


*


*


*


Malam harinya, Joon berpamitan pulang kembali ke rumah orang tuanya. Sebenarnya Joon masih ingin tinggal. Tapi, ia ingat jika dirinya tidak akan tahan tidur sekamar dengan Celia. Tentu saja Joon pria normal dan ia menginginkan hal yang lebih dari istrinya.


Celia mengantarkan Joon hingga ke depan gang rumahnya. Mereka berjalan beriringan dengan masih saling terdiam. Di depan Mi Ran mereka tampak baik-baik saja, tapi sekarang kecanggungan kembali terjadi.

__ADS_1


"Jadi, sudah berapa lama sekretaris Moon menjadi tetanggamu?"


Pertanyaan Joon membuat Celia mengerutkan dahi. "Maksudmu?"


"Hah! Pertanyaanku sangat mudah, Celia. Tidak bisakah kau menjawabnya?" Joon mulai jengah.


Celia memutar bola matanya malas. Ternyata suaminya ini cukup posesif dan pencemburu.


"Apa kau sedang cemburu?" Tanya Celia asal.


Joon menghentikan langkahnya. "Tentu saja aku cemburu. Mi Ran terlihat sangat dekat dengannya. Kau pun juga!"


Celia menyilangkan tangannya di depan dada. "Moon Jae Joong adalah orang baru disini. Dia bilang dia baru pindah kemari. Puas?"


Joon kembali melangkah.


"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan kakak iparmu? Apakah kalian sudah lama saling mengenal?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari bibir Celia.


Joon berbalik badan dan menatap Celia. "Apakah kau juga sedang cemburu?" Goda Joon.


"Kalau iya, kenapa? Aku mendengar kalian bicara semalam. Sepertinya hubungan kalian lebih dari sekedar saudara ipar!" Ketus Celia.


Joon malah tertawa. Celia makin geram dengan sikap Joon.


"Sayang, terserah kau mau percaya atau tidak. Diantara aku dan Hye Ri tidak memiliki hubungan apapun. Kami memang pernah dekat, tapi hanya sebatas itu saja. Bahkan aku merasa jika dia mendekati kakakku karena tidak bisa mendapatkan aku. Dia memang pernah mendatangiku ke Vegas. Tapi aku sama sekali tak menggubrisnya. Hingga akhirnya aku mendengar kabar jika dia menikahi kakakku," Jelas Joon panjang lebar.


Celia hanya diam. Joon memegangi kedua bahu Celia.


"Dengar, aku tahu kita sedang menjalani masa-masa sulit saat ini. Tapi, aku mohon percayalah padaku! Kau sendiri yang memintaku untuk kembali pada keluargaku agar aku bisa meyakinkan mereka tentang hubungan kita. Lalu, kenapa sekarang kau meragukan aku? Jika kau begini, bagaimana aku bisa berjuang?"


Kata-kata Joon membuat hati Celia tertohok. Sungguh ia merasa bersalah karena sudah meragukan Joon. Andai saja Joon bisa, pastinya ia ingin tinggal bersama Celia dan Mi Ran. Tapi karena Celia yang memintanya kembali ke keluarganya, akhirnya Joon mengalah.


"Maafkan aku..." Hanya itu yang bisa Celia ucapkan.


Joon menarik tubuh Celia dan mendekapnya. Rasanya berat untuk meninggalkan Celia malam ini. Beruntung kesalahpahaman yang terjadi kini sudah selesai.


Joon mengurai pelukannya. "Jangan ragukan aku! Aku mohon!"


Celia mengangguk. "Maaf ya!"


"Apa ini artinya ... Kau sudah mulai bisa mencintaiku?" Tanya Joon yang membuat Celia tersipu malu.


Celia mengangguk. "Iya, aku mulai mencintaimu."


Joon yang merasa bahagia kembali merengkuh tubuh Celia. Ia dekap dengan erat dan berkali-kali mengecup puncak kepala Celia.


"Terima kasih," Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2