Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Kesedihan Mi Ran


__ADS_3

Diantara orang dewasa yang berdiri mematung mendengar pernyataan Kang Joon, ada satu gadis kecil yang juga nampak tertegun setelah mengetahui fakta tentang dirinya. Mi Ran menatap nanar wanita yang selama ini ia anggap sebagai ibunya. Wanita yang sudah memberikam curahan kasih sayang untuknya.


Mi Ran menggeleng pelan menatap Celia. Wanita itu sama sekali tidak membantah pernyataan Kang Joon, yang sudah Mi Ran anggap sebagai ayah. Itu berarti semua pernyataan yang terlontar dari bibir Kang Joon adalah kenyataan.


"Mi Ran!" Celia akhirnya menyadari keberadaan Mi Ran disana. Celia mengejar langkah putri kecilnya yang berlari memasuki kamar.


"Mi Ran, tunggu Nak! Ibu bisa jelaskan semuanya!" Celia mengekori Mi Ran hingga masuk ke dalam kamar.


Mi Ran menangis. Mi Ran bersedih. Mi Ran naik ke atas ranjang dan memeluk kedua lututnya.


"Mi Ran..." Suara lembut ibunya membuat Mi Ran mengencangkan tangisannya.


"Itu semua tidak benar, Nak!" ucap Celia. Meski sekarang sudah tidak bisa lagi berbohong. Setidaknya ia akan bicara baik-baik dengan Mi Ran.


"Dengarkan Ibu!"


Mi Ran menatap Celia dengan mata yang dipenuhi air mata.


"Apa benar aku bukan anak Ibu?" Pertanyaan itu tidak bisa lagi Celia hindari. Cepat atau lambat Mi Ran harus tahu yang sebenarnya.


"Maaf..." Satu kata meluncur dari bibir Celia. "Tapi meskipun kau tidak lahir dari rahim Ibu, kau tetaplah putri Ibu. Tidak peduli berapa banyak orang yang akan menghalangi, kau akan tetap menjadi putri ibu." Celia memeluk Mi Ran dengan berurai air mata juga.


Malam ini menjadi malam penuh air mata untuk kedua ibu dan anak itu. Sementara itu, di depan pintu kamar Mi Ran, Kang Joon yang mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya bisa diam. Kang Joon merasa sangat bersalah pada Mi Ran.


Tidak seharusnya ia mengatakan kenyataan pahit itu di depan semua orang. Penyesalan tetaplah penyesalan. Tidak akan bisa diubah ataupun terulang untuk memperbaiki keadaan.


"Kang Joon, ayahmu menunggu di ruang keluarga." Suara Ae Gyo begitu lembut dan menenangkan sambil menepuk pelan bahu Kang Joon.


Kang Joon mengangguk. Ia pun mengikuti langkah Ae Gyo untuk menemui Byung Man.


Tiba di ruang keluarga, Kang Joon segera memposisikan diri duduk berhadapan dengan sang ayah. Ia sadar diri jika apa yang sudah dikatakannya akan membuat situasi menjadi berbeda. Terutama dengan Mi Ran.


"Kang Joon, benarkah apa yang dikatakan olehmu tadi? Mi Ran bukanlah anak kandung Celia?" tanya Byung Man tanpa basa basi.


Kang Joon mengatur napasnya terlebih dahulu.


"Itu benar, Ayah," jawabnya singkat.


"Lalu, apa kau mengenal orang tua kandung Mi Ran?"


Kang Joon mengangguk.


"Dia meminta kami untuk menjaga Mi Ran seperti anak kami sendiri."


Byung Man dan Ae Gyo saling pandang.


"Jadi, kau sudah bertemu dengan orang tua kandung Mi Ran?" Byung Man masih penasaran.


"Benar. Bahkan kami sudah melakukan tes DNA."

__ADS_1


Tanpa mereka bertiga ketahui, Hye Ri sejak tadi menguping pembicaraan mereka dari celah dinding.


"Apa?! Jadi, Kang Joon sudah tahu jika Mi Ran adalah anak Jae Joong? Lalu, apakah dia juga tahu kalau Mi Ran adalah anakku?" batin Hye Ri kacau.


Hye Ri segera pergi keluar rumah dan menuju ke garasi mobil. Ia melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah keluarga Lee. Hye Ri ingin menemui seseorang. Siapa lagi kalau bukan menemui Jae Joong.


Hye Ri panik. Hye Ri takut. Hye Ri memikirkan bagaimana nasibnya selanjutnya jika semua kebohongannya satu persatu terbongkar.


"Brengsek! Jadi kau sudah merencanakan ini bersama Kang Joon dan Celia, hah?" umpat Hye Ri begitu bertemu dengan Jae Joong.


Jae Joong tertawa kecil mendengar umpatan sang mantan kekasih. "Apa sekarang kau merasa takut? Kau takut jika semua kebusukanmu terbongkar?"


"Kau!" Hye Ri menunjuk Jae Joong. Tapi pria itu tidak menggubris dan memilih pergi.


"Hei, Moon Jae Joong! Jangan pergi!" teriak Hye Ri.


Jae Joong tidak ingin lagi berurusan dengan Hye Ri. Baginya, Mi Ran lebih baik tidak pernah tahu siapa ibu kandungnya. Jae Joong juga percaya dengan Celia dan Kang Joon untuk jadi orang tua Mi Ran.


#


#


#


Keesokan harinya, meski masih bersedih menghadapi kenyataan yang ada, namun karena kasih sayang yang selalu di curahkan Celia dan keluarga Lee, membuat Mi Ran bisa tetap ceria dan bersedia pergi ke sekolah barunya. Celia lega melihat Mi Ran bisa kembali tersenyum.


"Sekolah yang rajin dan ikuti perintah guru," ucap Celia lalu mengecup pipi Mi Ran.


"Anak ayah harus semangat belajar!" sahut Kang Joon dengan memberi usapan lembut pada puncak kepala Mi Ran.


Dari kejauhan, Jae Joong memperhatikan interaksi ketiga orang yang sangat cocok disebut keluarga kecil yang bahagia. Dalam hati Jae Joong berdoa, semoga putrinya selalu bahagia meski tak bisa bersama dirinya.


"Semoga kau selalu bahagia, Mi Ran. Ayah akan melihatmu dari kejauhan. Kau beruntung karena memiliki orang tua seperti Kang Joon dan Celia," batin Jae Joong kemudian pergi dari sana.


Waktu pulang sekolah pun tiba, Mi Ran menunggu dengan duduk di bangku taman sekolah. Hye Ri yang melihat Mi Ran menunggu jemputan segera menghampiri gadis kecil itu.


"Mi Ran, kau menunggu ibumu?" tanya Hye Ri berlagak sok baik.


"Iya, Bibi."


Hye Ri manggut-manggut. "Setelah kau mengetahui kenyataan yang sebenarnya, kenapa kau masih bersama dengan mereka?"


"Maksud Bibi?"


"Dengar, kau itu bukan anak kandung Celia dan Kang Joon. Apa kau tidak takut suatu saat nanti mereka membuangmu? Mereka akan memiliki anak mereka sendiri, dan pastinya kasih sayang mereka akan berpindah ke anak kandung mereka. Apa kau masih sanggup hidup dengan mereka yang tidak menginginkanmu?"


Hye Ri sengaja membuat Mi Ran terpengaruh dengan ucapannya.


"Mereka tidak akan begitu! Aku tahu ayah dan ibu adalah orang yang baik. Mereka sangat menyayangiku!" seru Mi Ran tidak terima dengan kata-kata Hye Ri.

__ADS_1


"Hahahah, kau ini bodoh! Dimana mana anak kandung akan lebih disayang dari pada anak pungut sepertimu! Sebaiknya kau pikirkan saja! Lebih baik kau pergi sendiri, atau kau mau diusir?"


Kalimat Hye Ri sangat menyakiti Mi Ran. Gadis cilik itu memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah sebelum Celia datang menjemput. Kata-kata Hye Ri ada benarnya juga menurut Mi Ran.


Dirinya hanya anak angkat. Dan suatu saat Celia dan Kang Joon akan memiliki anak mereka sendiri. Pastinya Mi Ran akan di nomorduakan. Mi Ran menggeleng pelan.


"Sebaiknya aku memang pergi dari kehidupan ayah dan ibu. Selamanya aku adalah beban untuk mereka. Apalagi aku tidak tahi siapa orang tuaku."


Mi Ran terus melangkah pergi entah kemana. Ia akan mengikuti kemana kakinya akan terus melangkah.


#


#


#


Celia kaget karena Mi Ran tidak ada di sekolah saat ia menjemputnya. Ia pun bertanya pada guru sekolah Mi Ran.


"Terakhir saya lihat Mi Ran bicara dengan ibu kepala yayasan, Nyonya."


"Maksudmu kak Hye Ri?" tanya Celia.


"Iya, Nyonya."


Dengan langkah lebar Celia menuju ke ruangan Hye Ri.


"Kakak! Apa yang kakak katakan pada Mi Ran?"


Hye Ri hanya menyeringai. "Apa maksudmu?"


"Mi Ran tidak ada di sekolah. Dia juga tidak ada di rumah. Apa yang kakak katakan padanya? Apa kakak tidak punya hati? Dia masih kecil kenapa kakak mempengaruhinya?" teriak Celia.


"Berhenti berpura-pura peduli padanya! Dia bukan anakmu! Kau tidak usah sok suci dengan mengatakan kau menyayanginya dan peduli padanya. Biarkan saja dia pergi dari kehidupan kalian. Mungkin dia akan lebih bahagia dengan kehidupannya sendiri!"


Celia mengepalkan tangannya. "Keterlaluan! Jika terjadi sesuatu pada Mi Ran, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuat perhitungan denganmu!"


Celia berbalik badan dan keluar dari ruangan Hye Ri. Saat ini yang ia pikirkan hanya Mi Ran saja.


Celia menghubungi orang rumah dan juga Kang Joon. Ternyata Mi Ran tidak ada di rumah. Celia berkendara dengan pikiran yang sangat kalut.


"Mi Ran, kau dimana, Nak? Ibu sangat mencemaskanmu..."


Tak terasa buliran bening mengalir di pipi Celia. Ia sangat takut kehilangan Mi Ran. Baginya, Mi Ran adalah dunianya. Mi Ran adalah segalanya.


Kemudian, Celia mengingat satu orang yang belum ia hubungi.


"Jae Joong! Aku harus menghubungi dia!"


#tbc

__ADS_1


__ADS_2