Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Kesan Pertama


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba. Joon bersiap untuk pergi bertemu Celia dan Mi Ran. Setelah mendengar permintaan ayahnya, Joon menjadi bersemangat untuk memperjuangkan cintanya dan Celia. Joon percaya jika keluarganya pasti bisa menerima Celia dan Mi Ran.


Tiba di depan rumahnya, Joon bertemu dengan Ji Hyo yang berdiri sambil melipat tangannya.


"Oppa! Kau tidak mau menemaniku di akhir pekan ini dan kau malah mau pergi?" Sungut Ji Hyo.


Joon menatap jengah. "Dengar, aku akan menemui istri dan anakku! Lagipula kau sendiri tahu jika aku sudah menikah. Kau cari saja pria lain yang bisa mencintaimu." Joon memang selalu bersikap baik pada Ji Hyo sejak mereka kecil. Tapi karena kini Joon sudah menikah, Joon ingin jika Ji Hyo mengerti akan posisi mereka yang sudah tidak lagi sama.


"Oppa!" Ji Hyo menghentakkan kakinya karena kesal melihat Joon pergi begitu saja.


...***...


Tiba di rumah Celia, Joon dengan gembiranya memberitahu jika ayahnya mengundang Mi Ran dan Celia untuk datang ke rumah. Tentu saja Celia sangat terkejut.


Meski ia sangat ingin keluarga Joon bisa menerimanya, tapi ia juga tak mengira akan secepat ini ayah Joon bersikap.


"Mi Ran, ayo bersiap! Kita akan kerumah Ayah." Joon memberitahu Mi Ran dengan sumringah.


"Benarkah? Apa rumah Ayah besar?" tanya Mi Ran antusias.


Joon mengangguk. "Kau bisa berlarian dengan puas disana." Joon mengacak pelan puncak kepala Mi Ran.


Sang Mi yang melihat raut wajah gugup di wajah Celia, akhirnya menegur putrinya.


"Sayang, bersemangatlah! Aku yakin kau bisa diterima oleh mereka."


"Iya, Bu. Terima kasih." Celia mengulas senyumnya.


Sementara itu di rumah keluarga Lee, Ae Gyo disibukkan dengan acara penyambutan menantu keduanya. Ae Gyo menyiapkan banyak makanan kesukaan putra bungsunya.


Saat sedang membantu Ae Gyo, ponsel Hye Ri bergetar. Tertera nama ibunya disana. Hye Ri ragu apakah harus menerima panggilan itu atau tidak.


"Ada apa? Siapa yang menelepon?" Tanya Ae Gyo.


"Eh?" Hye Ri bingung.


"Angkat saja dulu. Siapa tahu itu penting!" Ucap Ae Gyo.


Hye Ri mengangguk kemudian pamit undur diri.


"Halo, ada apa Bu? Sudah aku bilang jangan menghubungiku sebelum aku menghubungimu!" Ucap Hye Ri pelan namun penuh penekanan.


"Maafkan ibu, Nak. Tapi, ada hal yang harus ibu katakan padamu. Ini mengenai kekasihmu yang dulu."


Kalimat Hye Mi membuat Hye Ri terhenyak. "Maksud ibu Moon Jae Joong? Kenapa dengannya?"


"Dia menemui Ibu. Dia bertanya dimana anak yang sudah kau lahirkan. Nak, apa benar dia adalah ayah dari anakmu?"


Jantung Hye Ri berdetak kencang. Ternyata Jae Joong sudah berbuat nekat. Jae Joong bahkan menemui ibunya.


"Lalu, apa yang ibu katakan?"


"Ibu tidak mengatakan apapun."

__ADS_1


Hye Ri tersenyum seringai. Ia mengakhiri panggilannya dengan sang Ibu.


"Brengsek! Berani sekali dia bermain-main denganku! Awas saja kau, Moon Jae Joong!" Hye Ri mematikan ponselnya agar tak ada lagi yang mengganggunya. Ia kembali menemui Ae Gyo yang masih sibuk di dapur.


...***...


Pukul lima sore, Joon beserta Celia dan Mi Ran tiba di rumah keluarga Lee. Keempat orang anggota keluarga Lee menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang, Nak!" Ae Gyo memeluk Joon dengan penuh kasih. Ae Gyo melirik Celia yang berdiri di samping putranya.


"Selamat datang, Celia." Ae Gyo menyapa Celia ramah. Ae Gyo lalu menatap Mi Ran.


"Selamat sore, Nyonya. Namaku Park Mi Ran." Mi Ran menyapa dengan sangat ramah.


Ae Gyo tertegun melihat Mi Ran yang cukup menggemaskan.


"Ah, ya ampun. Kau sangat lucu. Kau juga sangat sopan. Ayo masuk!" Ae Gyo memberikan kesan pertama yang hangat saat bertemu Mi Ran.


Tentu saja gadis kecil itu sangat senang karena disambut dengan baik oleh keluarga ayah sambungnya.


"Mi Ran, panggil saja Nenek ya," Timpal Joon.


Ae Gyo sempat mendelik ke arah Joon, tapi Ae Gyo tak bisa menolak permintaan Joon.


"Hah, baiklah. Mi Ran, tolong sapa kakekmu yang keras kepala itu," Tunjuk Ae Gyo dengan dagunya ke arah Byung Man.


Mi Ran mengangguk patuh. Mi Ran menghampiri Byung Man dan memberi hormat.


Pukul tujuh malam, acara makan malam pun dimulai. Meski suasana terasa canggung, namun semua berjalan dengan lancar.


Ae Gyo dan Byung Man terpesona oleh keramahan sikap Mi Ran. Mereka tidak menyangka jika selama ini Celia mendidiknya dengan baik.


Mi Ran yang terus menciptakan gelak tawa, kini mulai merasakan kantuk karena hari mulai larut.


"Kalian menginap disini saja," Pinta Ae Gyo.


Joon dan Celia saling pandang. Joon setuju dengan usul ibunya. Lagipula Mi Ran terlihat sudah sangat mengantuk.


Ae Gyo meminta pelayan untuk menyiapkan kamar tamu untuk Mi Ran. Celia pamit undur diri karena harus menemani Mi Ran tidur.


Tak lama setelahnya, orang-orang mulai kembali ke kamar masing-masing karena memang tubuh mereka lelah.


"Istirahatlah! Kau pasti lelah!" Ucap Ae Gyo.


Joon mengangguk kemudian naik ke lantai atas dan menuju kamarnya. Tiba di depan kamar, Joon dikejutkan dengan kehadiran Hye Ri.


Kakak ipar Joon itu sengaja menunggu di depan kamar dengan raut wajah cemas.


"Hye Ri, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Joon bingung.


Hye Ri menunggu waktu yang tepat dimana Celia juga datang menghampiri mereka. Hye Ri tersenyum senang ketika melihat Celia malah bersembunyi di balik tembok.


"Kang Joon, berjanjilah kau tidak akan mengatakan apapun tentang kita." Hye Ri memegangi lengan Joon.

__ADS_1


Joon mengernyit heran dengan kalimat Hye Ri.


"Aku tidak ingin orang-orang tahu hubungan kita saat di Vegas."


Joon makin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Hye Ri. Hubungan? Hubungan apa yang di maksud Hye Ri?


Celia yang menguping pembicaraan mereka hanya bisa memegangi dadanya.


"Jadi, mereka sudah saling mengenal sejak masih di Vegas?" Batin Celia.


"Hye Ri, aku tidak me..."


"Kang Joon! Tolong berjanjilah! Apapun yang terjadi di masa lalu, itu hanyalah masa lalu."


Joon menghela napas. "Sudahlah, Hye Ri. Ini sudah malam. Sebaiknya kau beristirahat."


Hye Ri mengulas senyum terbaiknya. Ia sengaja melakukan ini untuk melukai Celia.


"Baiklah. Selamat malam, Kang Joon." Hye Ri berlalu dari hadapan Joon.


Joon hanya menggeleng pelan. Joon bermaksud menemui Celia di kamar tamu. Ia ingin mengajak Celia untuk tidur di kamar miliknya.


Di tengah jalan, Joon bertemu dengan Celia. Joon tersenyum.


"Sayang? Kau disini? Apa Mi Ran sudah tidur?" Tanya Joon.


Celia hanya mengangguk. Celia hanya diam ketika Joon membawanya masuk ke dalam kamarnya. Celia masih bingung dengan hubungan Joon dan Hye Ri.


Mereka berdua bergantian membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan piyama tidur. Celia lebih dulu menunggu di tempat tidur. Di susul oleh Joon yang baru keluar dari kamar mandi.


Joon tersenyum dan menghampiri Celia di tempat tidur.


"Sayang..." Panggil Joon sensual dan langsung memposisikan dirinya berada di atas tubuh Celia.


"Kang Joon!" Celia terperanjat mendapati Joon yang sudah mengungkung tubuhnya.


"Sayang, bolehkah aku melakukannya malam ini?"


Pertanyaan Joon membuat bola mata Celia membola. Seketika ia kembali terkejut karena tanpa permisi Joon telah menyatukan bibir mereka.


Dengan penuh gairah, Joon melakukannya dengan pelan namun dalam. Celia tak bisa menolak semua perlakuan Joon padanya.


Celia memejamkan mata agar bisa merasakan sentuhan Joon diatas kulitnya. Sentuhan yang begitu membuatnya melayang ke angkasa.


Namun seketika semuanya pudar ketika Celia mengingat apa yang dikatakan Hye Ri dengan Joon tadi. Celia sontak membuka mata dan mendorong tubuh Joon pelan.


"Maaf..." Lirih Celia.


Joon mengernyit bingung.


"Aku ... Sangat lelah. Bisakah kita menundanya?" ucap Celia pelan dan hati-hati. Tentunya Celia takut Joon tersinggung.


Joon tersenyum meski hatinya kecewa. Joon turun dari atas tubuh Celia. Joon merebahkan tubuhnya di samping Celia.

__ADS_1


"Baiklah. Aku mengerti kau belum sepenuhnya menerimaku. Maaf jika aku memaksamu..." Joon berkata sambil membelakangi Celia.


Dan malam ini berakhir dengan kesunyian yang melanda diantara dua sejoli yang sedang mengalami dilema. Lalu di kamar yang lain, tampak seseorang tersenyum menyeringai dengan kemenangan kecil yang telah ia dapatkan.


__ADS_2