
Setelah tidak mendapatkan bukti apapun mengenai kejahatan Hye Ri, Jae Joong memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Jae Joong melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan.
Jae Joong memikirkan cara lain untuk bisa menghancurkan Hye Ri. Ia tidak akan membiarkan Hye Ri lolos begitu saja jika memang benar ia terbukti bersalah.
Tiba-tiba saja terlintas sebuah ide dalam benak Jae Joong. Ia segera melajukan mobilnya menuju gedung Grup Lee Ni.
Jae Joong mengamati gedung besar itu dari kejauhan. Hingga akhirnya ia melihat sebuah mobil yang sangat dikenalinya keluar dari dalam gedung. Dengan gesit, Jae Joong membuntuti mobil yang tak lain adalah milik Kang Moon.
Jae Joong akan memata-matai setiap kegiatan Kang Moon diluar kantor.
"Kita lihat saja, Hye Ri. Jika aku tidak bisa menghancurkanmu secara langsung, maka aku akan menghancurkanmu melalui orang-orang di sekitarmu," seringai Jae Joong.
Jae Joong mengikuti mobil Kang Moon yang menuju ke sebuah restoran mewah. Kang Moon menuju ke sebuah private room yang didalamnya sudah berada seorang pria paruh baya.
"Itu kan ... Tuan Johnson? Untuk apa Kang Moon menemui dia?" gumam Jae Joong.
Dengan segala cara Jae Joong berusaha menguping pembicaran yang terjadi antara Kang Moon dan Mr. Johnson. Jae Joong sengaja menyimpan rekaman pembicaraan itu yang ternyata tentang penggagalan kontrak kerja sama yang dilakukan Kang Joon dengan Mr. Johnson.
"Tuan sendiri tahu jika adikku itu sudah lama tidak berkecimpung dalam dunia bisnis. Dia tidak akan mampu menangani proyek besar yang Anda tawarkan. Batalkan saja proyek itu. Dan saya akan membuat draft kontrak kerja sama yang baru untuk Anda. Bagaimana?" Kang Moon membujuk Mr. Johnson agar membatalkan proyeknya bersama Kang Joon.
Jae Joong tersenyum sinis mendengar Kang Moon yang ingin menghancurkan citra adiknya sendiri.
"Rupanya Kang Moon tidak pernah berubah. Dia tidak akan bisa menerima kekalahan. Baiklah! Kau akan lihat seperti apa hasil dari perbuatanmu ini!" Jae Joong lantas beranjak dari sana dan menyusun rencana selanjutnya.
#
#
#
Kondisi Mi Ran sudah mulai membaik. Dengan telaten Celia merawat sang putri yang sudah dianggapnya seperti darah dagingnya sendiri.
"Ibu, kapan aku pulang ke rumah? Aku sudah bosan disini," keluh Mi Ran pada ibunya.
"Kita tunggu persetujuan dari dokter ya!" jawab Celia.
Tak lama pintu kamar rawat Mi Ran terbuka. Dan muncullah sosok Kang Joon dari balik pintu.
"Ayah!" Mi Ran bersorak dengan gembira.
"Apa kabar putri Ayah?" Kang Joon langsung duduk di samping Mi Ran. Mereka saling bersenda gurau menampilkan keharmonisan sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Dari luar pintu kamar, Jae Joong bisa mendengar celoteh Mi Ran yang gembira akan kehadiran kedua orang tuanya.
"Ayah janji akan memberikan yang terbaik untukmu, putriku. Jika bersama dengan Celia dan Kang Joon adalah yang terbaik untukmu, Ayah rela kau tidak pernah mengenaliku sebagai ayah kandungmu." Tak terasa bulir bening mengalir dari mata Jae Joong.
Jae Joong berjalan menuju ke meja perawat.
"Permisi! Apakah aku bisa mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor sumsum tulang belakang untuk pasien bernama Park Mi Ran?"
Seorang perawat menatap Jae Joong. "Bisa, Pak. Tapi, Anda harus melakukan tes terlebih dahulu. Apakah sumsun tulang belakang Anda cocok atau tidak dengan pasien."
Jae Joong mengangguk. "Baiklah. Lakukan saja semua prosedurnya!"
__ADS_1
"Baik, saya akan siapkan dulu. Siapa nama Anda?"
"Moon Jae Joong."
"Apa hubungan Anda dengan pasien?"
"Aku adalah ayah biologisnya."
"Eh?" Perawat itu tampak kebingungan, tapi ia tetap mencatat semua jawaban Jae Joong dari beberap pertanyaan yang ia ajukan.
#
#
#
"Apa?! Jadi, kau ingin mendonorkan sumsun tulang belakangmu untuk Mi Ran?" Celia dan Kang Joon saling pandang.
Jae Joong hanya membalas dengan senyuman. "Kurasa hanya ini yang bisa kulakukan untuknya."
"Jae Joong..."
"Kau bisa mengatakan yang sebenarnya pada Mi Ran jika kau adalah ayah kandungnya. Mi Ran berhak tahu yang sebenarnya!" Kang Joon ikut menyahut.
Jae Joong menggeleng. "Tidak! Biarkan Mi Ran bahagia memiliki orang tua seperti kalian. Jangan sampai dia tahu jika ibunya tidak menginginkan dia dan membuangnya. Aku mohon pada kalian!" Jae Joong menatap Kang Joon dan Celia dengan tatapan memelas.
Ketiga orang dewasa itu kembali terdiam. Jae Joong menatap Mi Ran yang kini sudah terlelap.
Sebuah ketukan di pintu kamar Mi Ran membuat ketiga orang sontak menoleh kearah pintu. Seorang perawat datang dan memberitahu jika hasil tes milik Jae Joong sudah bisa diketahui.
Dahi Jae Joong berkerut setelah membaca hasilnya.
"Ada apa? Bagaimana hasilnya?" tanya Celia penasaran.
Jae Joong menggeleng. "Tidak cocok!"
"Eh? Bagaimana bisa?" Kang Joon yang penasaran merebut kertas di tangan Jae Joong.
Celia menghampiri Jae Joong dan mengusap lengannya. "Sudahlah! Masih ada waktu untuk mencari donor yang cocok. Aku yakin Mi Ran kuat."
Jae Joong mengangguk lemah. Ia sangat percaya diri bisa menolong Mi Ran agar bisa hidup normal seperti anak-anak yang lain. Kini hanya satu yang terlintas di benaknya,
"Aku akan memaksa Hye Ri agar mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Mi Ran," tekadnya dalam hati.
#
#
#
Gedung Grup Lee Ni
Jae Joong membungkukkan badannya di depan Byung Man. Ia yang kini tak memiliki jabatan di Grup Lee Ni memilih untuk membongkar kelicikan Kang Moon di depan Byung Man.
__ADS_1
Byung Man murka ketika mendengar Kang Moon ingin menggagalkan proyek milik Kang Joon dan Mr. Johnson. Tak lupa Jae Joong juga menunjukkan bukti-bukti kecurangan yang dilakukan Kang Moon selama ini.
Byung Man tidak menyangka jika putra sulungnya masih saja tidak berubah. Berulang kali selalu membuat ulah yang merugikan perusahaan.
"Terima kasih, Jae Joong. Mulai sekarang, kau kuangkat menjadi asisten pribadiku," ucap Byung Man.
Meski Byung Man terkenal garang sebagai seorang ayah dan pebisnis, tapi ia tidak menyukai ketidakadilan yang dialami Jae Joong karena sikap putranya. Ditambah lagi, Byung Man melihat jika Jae Joong adalah pria yang baik dan bisa bekerja dengan loyal padanya. Byung Man tentu tidak menyia-nyiakan seorang bawahan yang loyal sepertinya.
#
#
#
Malam ini, Ae Gyo menyiapkan makan malam spesial sesuai dengan arahan Byung Man. Meja makan penuh dengan hidangan yang begitu lezat dan menggiurkan lidah.
Hye Ri menatap heran semua makanan itu.
"Ibu, apa hari ini adalah hari penting? Kenapa Ayah mertua meminta ibu menyiapkan ini?" tanyanya.
Ae Gyo hanya melirik sekilas. Seharusnya menantu sulungnya ini membantunya menyiapkan semua ini, tapi ternyata ia datang bertepatan dengan hidangan yang sudah siap disantap.
"Lain kali kau juga harus menyiapkan semua ini!" tegas Ae Gyo.
"Ah, Ibu... Ibu kan tahu sendiri, aku ini seorang wanita karir, aku tidak mungkin bisa memasak di dapur setiap hari."
"Kalau begitu aku akan meminta Kang Moon agar menyuruhmu berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga saja. Kau ini pintar bekerja tapi tidak bisa membuat anak. Haaaah!" Ae Gyo meninggalkan Hye Ri yang mencebik kesal.
Suara bel berbunyi dengan nyaring. Hye Ri terlihat bersemangat ketika melihat wajah Kang Joon yang terlihat di layar monitor.
"Kang Joon? Kau pulang?" tanya Hye Ri dengan wajah sumringah.
"Hmm, ayah mengundangku untuk makan malam."
Tanpa peduli lagi pada Hye Ri, Kang Joon melewati tubuh Hye Ri yang berdecak kesal. Kang Joon langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri.
Pukul delapan malam, Byung Man meminta seluruh keluarganya berkumpul di meja makan. Byung Man mengatakan jika ia mengumpulkan semua orang karena ingin merayakan keberhasilan Kang Joon yang berhasil memenangkan kontrak kerjasama dengan Mr. Johnson.
Kang Moon membelalak karena terkejut dengan fakta yang baru saja ia dengar. Setahunya ia sudah menggagalkan kontrak kerjasama dengan Mr. Johnson.
"Selamat Kang Joon, Ayah bangga padamu!" Byung Man menepuk pundak bahu Kang Joon.
"Terima kasih, Ayah. Ini berkat Ayah juga!" timpal Kang Joon.
Tak lama setelahnya, bel pintu kembali terdengar. Bibi Eun Ji membuka pintu dan mempersilakan tamu tersebut untuk masuk.
"Ah, sudah datang rupanya. Selamat datang!" sambut Byung Man.
Dua pasang mata tampak berbinar menyambut kedatangan si tamu istimewa ini, tapi berbanding terbalik dengan dua pasang mata yang membelalak terkejut dan tidak menyangka akan kedatangan si tamu yang adalah Moon Jae Joong.
"Kenalkan, ini adalah Moon Jae Joong. Dia adalah asisten pribadi Ayah yang baru." Byung Man dengan bangga memperkenalkan Jae Joong di depan keluarganya.
"Salam kenal, saya Moon Jae Joong!" ucap Jae Joong dengan menatap Kang Joon penuh arti. Setelahnya Jae Joong menatap Hye Ri yang tampak kesal dengan tangan terkepal.
__ADS_1
#tbc