Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Kacau Balau


__ADS_3

Celia berjalan mondar mandir di depan ruang IGD. Sedari tadi Ae Gyo berusaha menenangkan menantu keduanya itu, tapi masih saja Celia tidak mau tenang.


Mi Ran tiba-tiba tak sadarkan diri kembali setelah beberapa waktu kondisinya baik-baik saja. Tentu saja Celia panik bukan kepalang.


Tak lama setelahnya, Kang Joon datang dan langsung menghampiri Celia.


"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Kang Joon.


"Kang Joon, Mi Ran..." Celia tak dapat berkata apapun dan hanya bisa menangis.


"Mi Ran pasti baik-baik saja. Dia anak yang kuat." Kang Joon memeluk Celia dan mendekapnya erat. Pasti saat ini adalah masa yang berat untuknya.


Seorang dokter menghampiri Celia dan Joon.


"Bagaimana kondisi putri kami?" tanya Celia tak sabar.


"Nyonya, sebaiknya temukan donor segera untuk Mi Ran. Kondisinya sudah mulai memburuk. Biasanya keluarga terdekat adalah yang paling cocok," ucap sang dokter.


Celia saling pandang dengan Kang Joon. Tidak ada satupun dari mereka yang cocok dengan kondisi tubuh Mi Ran. Bahkan Jae Joong ayah kandungnya juga tidak cocok. Satu-satunya harapan adalah ibu kandung Mi Ran sendiri. Tapi Celia dan Joon tidak tahu siapa ibu kandung Mi Ran.


"Dokter, tolong usahakan yang terbaik untuk putri kami." Kang Joon memohon dengan sangat pada sang dokter.


"Pasti, Tuan. Kami selaku tim dokter akan selalu melakukan yang terbaik untuk pasien kami. Kami juga akan tetap mencarikan donor yang cocok untuk Mi Ran. Kalau begitu saya permisi dulu!"


Celia terduduk lemas. Rasanya dunianya runtuh mendengar penjelasan dokter.


"Kang Joon, kau tahu kan Mi Ran adalah duniaku, dia adalah segalanya bagiku. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya." Celia kembali menangis.


"Iya, aku tahu." Kang Joon memeluk Celia dan menenangkannya.


"Ayah, Ibu. Sebaiknya kalian pulang. Aku dan Celia akan menginap disini." Kang Joon menemui kedua orang tuanya usai mengantar Celia ke dalam kamar Mi Ran.


"Iya, kau juga jaga kesehatan. Jika ada apa-apa langsung hubungi kami," pesan Byung Man.


Kang Joon mengangguk. Ia mengantar Byung Man dan Ae Gyo hingga ke lobi rumah sakit.


#


#


#


Tiba di kediaman keluarga Lee, Byung Man dan Ae Gyo disambut oleh Eun Ji selaku kepala pelayan disana.


"Apa Kang Moon sudah pulang?" tanya Byung Man.

__ADS_1


"Hmm, sudah Tuan. Tapi..." Bibi Eun Ji ragu untuk berkata.


"Ada apa, Bi? Katakan saja!" Ae Gyo ikut menyahut.


"Hmm, begini Nyonya, Tuan. Sebenarnya tadi baru saja terjadi keributan antara tuan Kang Moon dan nona Hye Ri. Mereka bertengkar, Tuan."


"Apa?!" Ae Gyo nampak syok. Ia memegangi dadanya.


"Lalu, tuan Kang Moon pergi dengan membawa barang-barangnya, Tuan. Tuan Kang Moon menitipkan ini untuk Tuan dan Nyonya." Bibi Eun Ji memberikan secarik kertas pada Byung Man.


Byung Man langsung membuka isi surat yang ditinggalkan Kang Moon.


"Ayah, maafkan aku. Aku tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku lebih lama lagi dengan Hye Ri. Dia wanita yang penuh dengan tipu daya. Selama ini aku sudah tertipu olehnya.


Aku minta maaf karena aku tidak bisa meneruskan perusahaan keluarga Lee. Ayah bisa meminta Kang Joon yang memimpin perusahaan. Untuk sementara aku ingin menenangkan diri. Aku akan bercerai dengan Hye Ri dan ayah bisa mengusirnya dari rumah keluarga Lee.


Sekali lagi maafkan aku, Ayah, Ibu..."


Byung Man memegangi dadanya yang terasa sesak. Ia tidak menyangka semua kebusukan Hye Ri telah diketahui oleh putranya. Padahal ia ingin jika bisa mengusir Hye Ri dari rumahnya tanpa harus melibatkan Kang Moon.


"Sayang, ada apa?" Ae Gyo memegangi tubuh Byung Man yang akan ambruk.


Dan benar saja. Penyakit Byung Man kambuh dan kini ia tak sadarkan diri.


"Sayang!" pekik Ae Gyo hingga membuat Hye Ri keluar dari kamarnya.


"Bibi, cepat panggilkan ambulans!" seru Ae Gyo.


Dengan sigap Bibi Eun Ji menekan nomor panggilan darurat. Ia juga menatap Hye Ri sinis.


Dan surat yang ditulis oleh Kang Moon, sudah Ae Gyo masukkan ke dalam saku. Ae Gyo akan membacanya nanti saja ketika kondisi suaminya sudah ditangani.


#


#


#


Dengan berderai air mata, Ae Gyo menghubungi Kang Joon dan mengabarkan jika ayahnya akan dibawa ke rumah sakit. Tentu saja Kang Joon sangat syok.


Kang Joon menatap Celia yang terlelap di samping ranjang Mi Ran. Tidak mungkin ia memberitahu Celia sekarang. Istrinya itu juga sedang bersedih karena kondisi Mi Ran yang memburuk.


Kang Joon memutuskan menemui ibunya sendirian. Kang Joon menunggu kedatangan sang ibu di lobi rumah sakit.


Begitu melihat ambulans masuk, Kang Joon langsung berlari menghampiri.

__ADS_1


"Ibu!" seru Kang Joon.


Ae Gyo hanya bisa menangis sesenggukan.


"Kang Joon!" Ae Gyo memeluk putranya.


"Ibu tenang saja. Ayah pasti akan baik-baik saja." Kang Joon berusaha menenangkan. Hatinya sendiri juga kacau memikirkan Mi Ran. Kini ditambah dengan kondisi sang ayah yang tiba-tiba pingsan.


Setelah agak tenang, Kang Joon mencoba bicara dengan Ae Gyo.


"Sebenarnya ada apa, Bu?"


Ae Gyo tiba-tiba teringat dengan surat dari Kang Moon. Ia merogoh saku dressnya.


"Ayahmu membaca ini sebelum ia tidak sadarkan diri."


Kang Joon menerima surat itu. Bahkan Ae Gyo tak kuasa untuk membacanya.


Kang Joon sangat syok membaca surat dari Kang Moon.


"Kakak pergi?"


Ae Gyo mengangguk. Kang Joon mengepalkan tangannya. Sungguh ia tidak akan membiarkan Hye Ri menyakiti keluarganya.


Keesokan harinya, Jae Joong mendapatkan panggilan telepon dari Celia yang memberitahu jika Mi Ran kembali masuk rumah sakit. Tentu saja Jae Joong panik. Sebagai ayah biologis Mi Ran, Jae Joong ingin Mi Ran bisa kembali pulih seperti anak-anak seusianya.


Jae Joong segera menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mi Ran. Tiba di rumah sakit, Jae Joong dikejutkan dengan kehadiran Kang Joon dan Ae Gyo yang sedang duduk di bangku rumah sakit.


Jae Joong ingin menyapa keduanya, tapi ia urungkan setelah mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Jadi, selama ini Hye Ri sudah membohongi kita semua?" tanya Ae Gyo.


"Iya, Bu. Ayah sudah mendapatkan bukti-buktinya. Tapi, apa yang disembunyikan oleh kakak, aku sendiri tidak tahu. Aku harus mencari kakak dulu. Jika memang dia ingin bercerai, maka dia harus menghadapinya dengan jantan. Tidak dengan melarikan diri seperti ini."


Ae Gyo menggenggam tangan Kang Joon.


"Terima kasih karena kau ada disini, Nak. Sebaiknya kau temui istrimu. Dia juga membutuhkanmu."


"Nanti saja aku kesana. Aku akan menunggu hingga hasil tes ayah keluar, baru aku akan menemui Celia."


"Kang Joon, jangan katakan ini pada Celia. Dia sedang banyak pikiran. Jangan sampai dia juga kepikiran soal ayahmu."


Kang Joon mengangguk. Sementara Jae Joong hanya tertegun tak percaya. Ternyata apa yang dilakukannya malah menyakiti hati banyak orang. Bahkan Byung Man kini dirawat kembali di rumah sakit. Lalu Kang Moon, ia juga pergi entah kemana.


"Ya Tuhan, kenapa jadi kacau begini? Maafkan aku... Aku sungguh tidak bermaksud melukai kalian," lirih Jae Joong dalam hati.

__ADS_1


#tbc


__ADS_2