Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Kemarahan Kang Moon


__ADS_3

Kantor Grup Lee Ni.


Kang Moon menerima sebuah pesan misterius yang entah dikirim oleh siapa. Meski tak ingin menggubris pesan misterius itu, tapi Kang Moon merasa sangat penasaran dengan isi pesan itu.


"Datanglah ke gudang tua di daerah XX, kau akan tahu topeng yang selama ini dipakai oleh istrimu."


Kang Moon mengepalkan tangan ketika membaca pesan itu.


"Brengsek! Siapa orang ini?" gumam Kang Moon dengan geram.


Seharian ini Kang Moon tidak fokus bekerja. Ia hanya memikirkan ingin segera bertemu dengan si pengirim paket misterius itu. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah benar istrinya menyembunyikan sesuatu darinya?


Pukul tujuh malam Kang Moon keluar dari kantor dengan terburu-buru. Merasa ada yang janggal dengan tingkah kakaknya, Kang Joon pun memutuskan untuk membuntuti Kang Moon.


Kang Joon semakin heran karena kakaknya menuju daerah sepi. Bahkan sama sekali tidak ada kendaraan yang lewat di daerah itu.


"Sebenarnya kakak mau kemana?" gumam Kang Joon dengan cemas.


Saat mulai memasuki kawasan gudang tua, ponsel Kang Joon berdering. Sebuah panggilan dari Celia. Ia segera menjawabnya.


"Ada apa, sayang?" sapa Kang Joon.


"Kang Joon! Kau dimana? Cepat kemari! Mi Ran..."


Suara Celia terdengar panik.


"Mi Ran kenapa?" tanya Kang Joon ikut panik juga.


"Mi Ran pingsan! Dan sekarang aku membawanya ke rumah sakit!"


"Apa?! Baiklah, aku akan segera kesana. Kau tenanglah, Mi Ran pasti baik-baik saja."


Niatnya untuk mengikuti sang kakak harus ia urungkan karena mendapat panggilan dari Celia. Saat ini kondisi Mi Ran pasti sedang tidak baik-baik saja.


Kang Joon langsung memutar kemudi dan berbalik arah. Kang Joon segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Di sisi lain, Kang Moon yang sudah tiba di sebuah gudang tua melihat ada api unggun yang menyala disana. Tapi tidak ada siapapun.

__ADS_1


Kang Moon turun dari mobilnya dan mengedarkan pandangan.


"Hei, keluar kau! Jangan jadi pengecut begitu!" teriak Kang Moon.


Kang Moon memutar badan berusaha waspada. Ia takut jika yang mengundangnya adalah orang jahat.


"Keluar kau, brengsek!" seru Kang Moon lagi.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari arah belakang Kang Moon. Pria itu segera berbalik.


"Kau!" pekik Kang Moon. "Untuk apa kau mengundangmu kemari?"


Orang yang tak lain adalah Jae Joong hanya berjalan santai menghampiri sang mantan bos.


"Jangan takut! Aku tidak akan berbuat jahat padamu. Justru aku ingin membuat matamu terbuka tentang siapa sebenarnya orang yang selama ini tinggal denganmu."


Jae Joong menyerahkan sebuah amplop coklat besar pada Kang Moon.


"Lihatlah sendiri dan putuskan!"


Kang Moon membuka isi dalam amplop tersebut. Matanya membelalak melihat foto-foto lama Hye Ri disana bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah Jae Joong.


Lalu Kang Moon kembali terkejut ketika sebuah video terputar di sebuah layar proyektor yang pastinya sudah disiapkan oleh Jae Joong.


"Shin Hye Ri, sudah beberapa tahun ini aku mengenalmu. Aku sangat mencintaimu. Terima kasih karena sudah hadir di hidupku yang kelam ini. Terima kasih sudah memberikan cinta yang begitu besar untukku. Hye Ri, maukah kau menikah denganku?"


Suara riuh dari orang-orang sekitar membuat gadis bernama Hye Ri itu tersipu malu. Dihadapannya seorang pria sedang berlutut melamarnya.


Kang Moon menyaksikan adegan lamaran yang sangat romantis di depan matanya. Hatinya begitu mendidih ketika menyaksikan di layar itu si gadis menerima pinangan dari kekasihnya. Adegan lamaran di tutup dengan sebuah ciuman romantis dari kedua insan di mabuk cinta itu.


"ARGH! Brengsek kau!" Kang Moon segera melayangkan bogem mentahnya ke arah Jae Joong.


Pria itu tidak melawan. Kang Moon dengan hati yang murka memukuli Jae Joong.


"Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, Tuan Lee Kang Moon."


Jae Joong berujar lirih setelah tubuhnya ambruk ke tanah. Sementara Jae Joong, dengan menahan sakit di bagian perut dan wajahnya, ia bangkit dan duduk di kursi yang ada disana.

__ADS_1


"Dulu aku sangat mencintainya, aku sangat memujanya. Dia sudah mengalihkan duniaku dan di isi dengan hari-hari bersamanya. Ia adalah gadis lugu yang menggemaskan." Jae Joong bercerita dengan raut wajah sendu. Ia mengingat bagaimana Hye Ri memberikan kebahagiaan untuknya, sekaligus memberi luka untuknya.


"Aku tidak ingin kau menyesal di kemudian hari, Tuan," tutup Jae Joong sebelum Kang Moon melangkah pergi.


Jae Joong memejamkan matanya. Hatinya sangat lega setelah membongkar kedok Hye Ri selama menjadi menantu di keluarga Lee.


Kang Moon mengendarai mobilnya diatas kecepatan rata-rata. Hatinya benar-benar panas setelah mengetahui kebohongan yang selama ini di tutupi oleh istrinya sendiri.


Kang Moon menghubungi ponsel Hye Ri. Dan tersambung.


"Halo, kau dimana?" tanya Kang Moon dengan suara menahan marah.


"Aku ada di rumah, ada apa?"


"Baiklah, jangan pergi kemanapun! Kita harus bicara!"


Kang Moon mematikan panggilan. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah ingin cepat bertemu dengan Hye Ri.


Tiba di rumah, beruntung suasana rumah sepi. Karena semua orang ikut mengantar Mi Ran ke rumah sakit.


Kang Moon membuka pintu kamarnya dengan kasarnya dan membuat Hye Ri kaget.


"Sayang, ada apa ini?"


PLAK!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Hye Ri. Tangan Kang Moon terkepal semua.


"Kebohongan apa lagi yang kau mainkan selama ini, Hye Ri? Kau benar-benar wanita murahan!"


Hye Ri menatap nyalang Kang Moon. "Apa maksudmu bicara begitu?"


"Ini!" Kang Moon melemparkan foto-foto lama Hye Ri bersama Jae Joong.


"Bersiaplah! Aku akan menceraikanmu!" seru Kang Moon tanpa ragu.


#tbc

__ADS_1


__ADS_2