Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Keluarga Lee


__ADS_3

Pagi itu, Celia bangun dari tidurnya dan tidak mendapati Joon ada di kamarnya. Celia bergegas menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Usai berganti pakaian dengan kaus dan celana olahraga, Celia menyapa Sang Mi yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Ibu, apa ibu melihat Seok Joon?" tanya Celia karena ia masih tak menemukan sosok pria itu.


"Dia bangun sangat pagi dan pergi berolahraga. Harusnya kau malu karena kau bangun terlambat dari suamimu."


Kalimat Sang Mi membuat Celia tertohok.


"Ibu!"


Sang Mi yang sedang memotong sayuran tiba-tiba menghentikan aktifitasnya.


"Katakan pada Ibu! Apa hubungan kalian yang sebenarnya?"


Celia terkejut mendengar pertanyaan Sang Mi.


"Apa maksud Ibu?" Celia memalingkan wajah.


"Ibu tahu kalian tidak benar-benar menikah!" Celetuk Sang Mi.


"Hah?! Bagaimana ibu bisa tahu?" Celia tercengang karena ibunya berhasil mengetahui rahasianya dengan Joon.


Sang Mi memukul lengan Celia. "Aku ini ibumu, tentu saja aku tahu apa yang kau sembunyikan. Kau sedang menghindari rumor itu kan?"


Celia menghela napas. Celia mengangguk pasrah.


"Jimmy yang mengusulkan untuk melakukan pernikahan kontrak. Aku bertemu dengan Seok Joon saat di menginap di Vegas. Dia seorang petugsas kebersihan di hotel."


Sang Mi memijat pelipisnya pelan.


"Aku tidak punya pilihan lain, Bu. Apa ibu rela predikat wanita nakal terus melekat padaku? Aku stres memikirkan solusi dari semua ini. Aku takut Mi Ran mulai mendengar rumor itu."


Sang Mi mengusap punggung Celia.


"Eun Chae, ibu tahu kau sangat menyayangi kami. Kau sudah bekerja keras selama ini. Terima kasih."


"Ibu..." Celia memeluk Sang Mi. "Terima kasih karena sudah menjaga Mi Ran selama ini."


"Iya, Nak. Kau tidak perlu berterimakasih. Mi Ran sudah menjadi pelipur lara untuk hidupku."


"Oh ya, Bu. Dimana Mi Ran? Bukankah harusnya dia sudah bangun? Dia kan harus sekolah."


Celia menuju kamar Mi Ran dan tidak melihat gadis kecil itu ada di sana.

__ADS_1


"Bu, Mi Ran tidak ada di kamarnya. Dimana dia?" Tanya Celia panik.


"Coba cek di taman dekat sini. Dia biasanya bermain disana."


Celia mengangguk dan segera berlari menuju taman yang dimaksud ibunya.


Celia melihat Joon dan Mi Ran sedang bermain di taman itu. Celia tersenyum melihat interaksi yang terjadi diantara Mi Ran dan Joon.


"Ibu!" Seru Mi Ran melambaikan tangannya pada Celia.


Celia membalas lambaian tangan Mi Ran. Celia menghampiri mereka.


Joon tertegun menatap penampilan Celia yang tampak sederhana. Wajah tanpa polesan make-up, rambut panjang yang biasanya tergerai indah kini dikuncir ala ekor kuda, dan yang membuatnya tampak berbeda adalah pakaian sederhana ala rumahan berupa kaus dan celana olahraga kebesaran. Membuat aura kecantikan alami Celia keluar mengudara.


"Seok Joon!" Sapa Celia yang melihat Joon melamun.


"Heh! Ah, iya. Ada apa?" tanya Joon kikuk sambil menggaruk kepalanya.


"Mi Ran, ayo masuk! Nenek sudah menunggu. Kau juga harus pergi ke sekolah. Ayo!" Celia mengulurkan tangannya ke arah Mi Ran. Gadis kecil itu menyambut uluran tangan ibunya.


"Seok Joon, kau juga! Ayo kembali! Aku takut nanti kau tersesat disini!" ledek Celia.


Joon hanya memutar bola mata malas. Ia mengikuti langkah Mi Ran dan Celia.


Lee Byung Man, penerus kerajaan bisnis milil keluarga Lee sedang duduk bersama untuk menikmati sarapan bersama anak dan istri juga menantunya.


Keluarga Lee merajai hampir seluruh lini bisnis yang ada di Korea. Sehingga pamor keluarga ini sangatlah luar biasa di depan publik.


"Bagaimana penjualan produk fashion kita bulan ini?" tanya Byung Man pada putra sulungnya, Lee Kang Moon.


"Penjualannya cukup bagus, Ayah. Aku janji merk Lee Ni akan segera menjadi nomer satu mengalahkan Lynx."


Byung Man menganggukkan kepalanya.


"Bisakah kalian tidak berbicara bisnis saat sedang makan?" Timpal Na Ae Gyo, istri Byung Man.


"Kau sendiri tahu aku hanya bertemu dengan putraku saat makan, jadi apa salahnya kami sekalian membicarakan bisnis."


Kalimat Byung Man berhasil membungkam Ae Gyo.


"Mungkin jika Kang Moon dijadikan presdir, Ayah tidak akan pusing memikirkan perusahaan." Suara lembut nan syahdu keluar dari bibir menantu pertama keluarga Lee, Shin Hye Ri.


"Apa maksudmu? Apa kau mendoakan ayah mertuamu meninggal lebih cepat, hah?" Ae Gyo menyahut kalimat Hye Ri dengan sewot.


"Maaf, Ibu. Maksudku bukan seperti itu..."

__ADS_1


"Ehem!" Byung Man berdeham. "Kau sendiri bilang tidak boleh berdebat saat sedang makan, tapi kau malah melakukannya."


Ae Gyo dan Hye Ri seketika terdiam. Dua orang wanita berbeda generasi ini memang tidak terlalu akur. Ae Gyo menganggap jika Hye Ri menikahi Kang Moon hanya karena harta saja dan bukan karena cinta.


Mengenai pewaris keluarga Lee selanjutnya, sebenarnya Byung Man memilih putra keduanya untuk menggantikannya menjadi presdir di Lee Ni Grup. Namun karena putra keduanya memilih pergi dari rumah, makanya Byung Man belum bisa melepas posisi presdir untuk Kang Moon.


Entah apa yang menjadi pertimbangan Byung Man. Tapi yang jelas, Byung Man melihat jika Kang Moon kurang mampu untuk menjadi pimpinan Grup Lee Ni.


Suasana kembali hening dan sarapan pun dilanjutkan. Tiba-tiba saja seorang asisten rumah tangga mendatangi Byung Man.


"Permisi, Tuan Besar. Asisten Kang datang mencari Tuan," ucap seorang asisten wanita.


"Suruh Pak Kang menunggu di ruang kerjaku. Aku akan segera kesana.


Byung Man menyudahi sarapan paginya.


"Kalian lanjutkan saja. Aku pergi dulu!" Byung Man beranjak pergi.


Kang Moon menatap kepergian ayahnya sambil berpikir.


"Ini aneh!" gumam Kang Moon.


"Ada apa, sayang?" tanya Hye Ri.


"Pak Kang tidak akan datang ke rumah jika tidak ada hal yang mendesak. Bahkan urusan pekerjaan pun selalu ia bicarakan ketika di kantor."


Sontak Ae Gyo membulatkan mata, begitu juga dengan Hye Ri. Mereka berdua mengira ada hal rahasia yang sedang disembunyikan oleh Byung Man dan Pak Kang.


Di ruang kerjanya, Byung Man duduk di depan Kang Tae Sik, asisten kepercayaannya. Byung Man tahu kedatangan Pak Kang, begitulah Kang Tae Sik akrab dipanggil, pasti ingin mengabarkan hal yang penting padanya.


"Ada apa, Pak Kang? Aku yakin kau datang kemari membawa berita yang bagus."


Pak Kang mengangguk. "Benar, Tuan. Saya ingin mengabarkan infomasi mengenai Tuan Muda Lee Kang Joon."


"Hmm, ada apa dengannya?"


"Anak buah saya mendapatkan informasi jika Tuan Kang Joon sudah kembali ke Korea."


Byung Man tersenyum seringai. "Begitukah? Kalau begitu kau cari dia sampai dapat dan bawa dia kehadapanku! Sudah cukup anak itu bermain-main di luaran sana!" titah Byung Man.


"Baik, Tuan Besar. Kalau begitu saya permisi dulu!" Pak Kang membungkukkan badan kemudian undur diri dari ruang kerja Byung Man.


Sepeninggal Pak Kang, Byung Man mengusap dagunya.


"Dasar anak nakal! Sudah cukup kau berkeliaran di dunia luar. Kau harus kembali ke rumah karena kau yang akan mewarisi seluruh bisnis keluarga Lee!" gumam Byung Man.

__ADS_1


__ADS_2