Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Ancaman Byung Man


__ADS_3

Celia memasuki gedung NT Entertainment usai bicara dengan Hye Ri. Langkahnya yang lunglai membuat Jimmy bertanya-tanya dan langsung menghampiri Celia.


"Celia, kau baik-baik saja?" Tanya Jimmy terlihat panik.


Celia mengangguk lemah.


"Bukankah dia adalah menantu pertama Keluarga Lee? Apa kau mengenalnya?" tanya Jimmy lagi penasaran.


Celia menggeleng. "Tidak! Aku tidak mengenalnya. Kami hanya bertemu sebentar saat Seok Joon membawaku ke rumah keluarganya."


"Hah?! Jadi Tuan Lee Kang Joon membawamu ke rumah keluarga Lee? Wah, itu berarti dia serius denganmu, Celia. Sudahlah, lupakan masa lalumu dan raih masa depanmu bersama dia." Wajah Jimmy terlihat berbinar.


"Kau ini! Cepat katakan kenapa kau memintaku kemari! Pasti Tuan Byung Han ingin menemuiku kan?" Celia menarik tangan Jimmy dan menuju ke ruangan bos besar mereka.


Di sisi lain, Hye Ri masih sangat kesal dengan Celia. Meski begitu, ada sedikit rasa senang karena sudah membungkam bibir Celia yang tidak bisa dia kalahkan.


"Kau pikir aku tidak tahu kartu As-mu, Eun Chae. Kita lihat saja berapa lama kau bertahan!"


Hye Ri yang tiba di pelataran kantornya memutuskan untuk menghubungi sang ibu, Park Hye Mi yang masih tinggal di distrik Mapo.


Hye Ri meninggalkan seluruh masa lalunya di Mapo untuk meraih impiannya di Kota besar. Sejak dulu Hye Ri bermimpi menjadi menantu orang kaya. Dan kini impiannya terwujud. Namun, banyak hal yang ia tinggalkan termasuk statusnya yang hanya dari kalangan biasa.


"Halo, Ibu..." Sapa Hye Ri datar.


"Hye Ri! Akhirnya kau menelepon ibumu juga. Apa kau tidak merindukan ibumu ini?" Suara Hye Mi terdengar sedih.


"Sudahlah, ibu! Jangan bermain drama! Aku tahu ibu hanya ingin uang dariku saja kan? Apa yang kemarin kukirim masih belum cukup?"


Hye Mi mengelus dadanya. "Hye Ri, ibu sangat berterimakasih karena kau selalu mengirimi ibu uang. Tapi Nak, Ibu juga merindukanmu. Bisakah kau mengunjungi Ibu sekali saja? Sudah lama kau..."


"Jangan banyak protes! Ibu sendiri tahu aku menyembunyikan identitas asliku yang hanya anak keluarga biasa, jadi jangan menuntut apapun dariku. Sekarang jawab aku! Bagaimana bisa Eun Chae menikah dengan adik iparku? Apa Ibu tidak mendengar apapun tentang Bibi Sang Mi disana?"


Hye Mi yang sangat merindukan putrinya kini hanya bisa menyeka air mata yang terlanjur terjatuh. "Apa maksudmu, Nak? Adik iparmu menikah dengan Eun Chae? Bagaimana bisa?"


Hye Ri menggeram kesal. "Ibu! Aku yang bertanya pada Ibu, kenapa Ibu jadi bertanya balik padaku?"


"Sayang, Ibu tidak mendengar kabar apapun lagi dari Sang Mi setelah mereka pindah."

__ADS_1


"Kalau begitu cepat ibu cari tahu. Kalau bisa, cari tahu juga siapa ayah dari anak Eun Chae! Ibu mengerti?"


Hye Mi berusaha menahan tangisnya. "Iya, Nak. Ibu akan mencari tahu."


"Baguslah! Aku akan tambahkan uang bulanan untukmu jika kau bisa mendapatkan informasi tentang anaknya Eun Chae." Dengan tidak mengucap salam perpisahan, Hye Ri menutup panggilan teleponnya dengan Hye Mi.


...***...


Celia duduk di sofa ruangan Byung Han. Rupanya pria paruh baya itu belum ada di ruangannya. Celia memutuskan untuk bertukar pesan dengan Sang Mi yang memantau kondisi Mi Ran di rumah sakit.


Sang Mi mengatakan jika Mi Ran sudah siuman dan kini sedang diperiksa oleh dokter. Celia sangat bersyukur karena Mi Ran adalah anak yang kuat dan bersedia menjalani pengobatan yang disarankan oleh dokter.


Ketika pintu ruangan Byung Han terbuka, Celia langsung berdiri untuk memberi hormat. Tak lupa Celia juga mengembangkan senyum manisnya di depan sang CEO.


Namun seketika senyum di wajah Celia menghilang kala melihat sosok lain yang memasuki ruangan bosnya.


"Kau pasti mengira jika aku adalah Byung Han, bukan?" Kalimat pria itu seakan menohok Celia.


"Maafkan saya!" Celia menunduk.


Pria yang datang menemui Celia adalah Lee Byung Man, ayah dari Joon. Celia mendadak gugup karena harus berhadapan dengan pria yang sangat berpengaruh di negaranya.


Siapa yang tidak mengenal pamor Keluarga Lee? Bahkan sebagian sektor perekonomian di Korea dikendalikan oleh Klan Lee sejak puluhan tahun lalu. Rumah produksi yang menjadi tempat Celia mencari uang pun adalah bisnis dunia hiburan terbesar yang ada di negaranya.


"Dengar, Cerelia Park. Aku datang kesini hanya ingin bicara santai denganmu. Jadi, kau tidak perlu tegang."


Celia mengangguk. "Maaf jika semalam sudah membuat keributan di rumah Anda, Tuan." Celia masih menundukkan wajahnya.


Byung Man menghela napas. Sungguh ia tidak menyangka jika putranya akan jatuh cinta dengan wanita dari kalangan selebritis.


"Aku sudah menyelidiki semuanya. Kau dan putraku bertemu di Vegas. Dan kalian sepakat untuk menjalani pernikahan kontrak. Benar begitu kan?"


Celia mendongak kaget. Celia tahu jika ia tidak akan bisa bersembunyi dari pria penguasa ini.


"Seperti yang sudah kukatakan padamu semalam, jika pernikahan kalian tidak sah. Karena Kang Joon tidak menggunakan dokumen asli dirinya. Dia bukan Kang Seok Joon, tapi dia Lee Kang Joon. Jadi, sebaiknya hentikan sandiwara ini jika kau masih ingin berkecimpung di industri hiburan ini."


Celia memejamkan mata. Rasanya dadanya begitu sesak.

__ADS_1


"Lagipula kau tidak mencintai putraku. Hanya putraku saja yang tergila-gila padamu. Aku sudah menjodohkan dia dengan putri dari keluarga terhormat. Aku tidak ingin dia mempermalukan aku di depan keluarga itu. Apa kau mengerti?"


Byung Man mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Ini! Kau bisa gunakan ini untuk mengobati anakmu yang sedang sakit!"


Celia menatap nanar sebuah cek yang ada di depannya. Celia merasa terhina dengan semua kata-kata Byung Man, tapi Celia tidak bisa berbuat apapun. Bahkan bicarapun Celia tak mampu.


Byung Man berdiri dari duduknya dan meninggalkan Celia yang masih diam menahan air matanya. Cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Sama seperti yang Hye Ri katakan padanya tadi.


...***...


Sesuai dengan janji yang diucapkannya pagi tadi, Joon menjemput Celia di gedung NT Entertainment. Celia yang baru saja menyelesaikan syuting iklan langsung disambut dengan senyuman hangat Joon padanya.


Celia membalas senyuman Joon. Celia tidak ingin menunjukkan jika dirinya sedang sedih karena kata-kata ayah Joon tadi.


"Kau pasti lelah, ingin langsung pulang atau makan malam dulu?" sapa Joon ketika mereka berdua sudah berhadapan.


"Hmm, aku lelah. Ternyata syuting iklan cukup menyita waktu juga. Tapi ini cukup menyenangkan karena hanya berlaku satu hari saja. Tuan Byung Han sudah menghentikan kontrak dramaku karena kondisi Mi Ran."


Joon tersenyum lega. "Jadi kau punya banyak waktu untuk mengurus Mi Ran. Ayo kita pergi!" ajak Joon.


"Lee Kang Joon..."


"Hmm, ada apa?"


"Bisakah kau memelukku?"


Permintaan Celia membuat Joon mengerutkan dahinya. Joon sama sekali tidak pernah menyangka jika Celia akan meminta hal seperti ini.


Joon tersenyum. Joon yang memiliki lesung pipi, membuatnya semakin tampan ketika tersenyum.


"Tentu saja," jawab Joon senang dan langsung memberikan sebuah pelukan hangat untuk Celia.


Hati Celia merasa tenang ketika memeluk Joon. Meski Celia belum mau mengakui perasaannya, tapi dalam lubuk hatinya yang terdalam, Celia tidak ingin kehilangan Joon. Celia ingin berjuang bersama Joon untuk melawan keluarga Lee yang menentang pernikahan mereka.


Celia menghirup dalam-dalam aroma tubuh pria didepannya. Celia bahkan tidak peduli jika kini mereka ada di tempat umum.


"Melegakan sekali," gumam Celia.

__ADS_1


__ADS_2