
Celia membulatkan mata melihat Joon yang berlutut di depannya. Entah sejak kapan pria ini menyiapkan semua ini.
Celia melirik Mi Ran yang menatap penuh harap padanya. Selama ini Celia bersalah karena sudah membuat Mi Ran hidup tanpa seorang ayah. Bahkan seulas kisah tentang ayahnya pun tidak pernah Mi Ran dengar.
"Baiklah. Aku bersedia..."
Jawaban Celia membuat Joon langsung berdiri dan memeluknya. Senyum mengembang selalu ia tunjukkan.
"Terima kasih, Celia. Terima kasih."
"Tidak! Akulah yang harus berterimakasih karena kau bersedia menerima aku dan Mi Ran."
Joon mengurai pelukannya. "Jangan bicara begitu. Aku adalah orang yang beruntung karena bisa menjadi ayah Mi Ran. Gadis kecil yang sangat kuat."
Mi Ran bersorak gembira karena sebentar lagi ia akan memiliki keluarga yang utuh seperti impiannya. Joon dan Celia menghampiri Mi Ran dan saling berpelukan.
Sang Mi terharu melihat pemandangan ketiga orang yang sedang berpelukan itu.
"Terima kasih, Tuhan. Karena kau telah memberikan kebahagiaan untuk putri dan cucuku," batin Sang Mi.
Di tempat berbeda, Kang Moon pulang ke rumah dengan perasaan kesal. Entah kenapa setelah Hye Ri menceritakan perihal ibunya yang mendesaknya untuk segera memiliki anak, membuatnya marah pada sang Ibu. Padahal apa yang diinginkan Ae Gyo adalah hal yang wajar sebagai orang tua yang menginginkan cucu.
"Ibu!" sapa Kang Moon dengan wajah tidak ramah.
"Kang Moon? Kau sudah pulang?" tanya Ae Gyo yang sedang menyiapkan makan malam.
"Kenapa Ibu bicara pada Hye Ri untuk segera memiliki bayi?"
Ae Gyo mengerutkan dahi. Ia sama sekali tidak paham dengan pikiran sang putra.
"Bukankah itu hal yang wajar? Kalian sudah menikah selama 5 tahun. Ibu rasa sudah saatnya kalian memiliki bayi. Apa Ibu salah? Lagipula, jika kau ingin mewarisi perusahaan, maka kau harus memiliki anak lebih dulu sebagai penerus. Apa kau ingin Kang Joon mendahuluimu?"
"Ibu! Jadi Ibu merestui pernikahan Kang Joon?"
"Sudahlah! Ibu tidak mau berdebat denganmu. Lebih baik kau dan istrimu sediakan waktu untuk pergi ke dokter. Kalian terlalu sibuk bekerja hingga lupa kewajibanmu sebagai pasangan suami istri!" Ae Gyo memilih meninggalkan Kang Moon dan menuju kamarnya.
Kang Moon menggeram kesal. Ia pun menuju ke kamarnya.
Tiba di dalam kamar, ternyata Hye Ri sudah ada disana.
"Sayang, kau sudah pulang? Aku sudah siapkan air mandi untukmu."
__ADS_1
"Hmm." Kang Moon hanya berdeham.
Hye Ri menghela napas. Sejak Kang Joon kembali suaminya itu mendadak menjadi dingin padanya. Kang Moon terlalu terobsesi untuk menjadi pewaris Lee Ni Grup.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Besok pagi aku akan mengajak Kang Moon ke dokter. Kami harus memiliki bayi sebelum Kang Joon dan Eun Chae."
...***...
Keesokan harinya, Hye Ri dengan senyum manisnya melayani Kang Moon dengan baik.
"Sayang, hari ini apa kau bisa sediakan waktu untukku?"
Kang Moon mengernyit. "Ada apa?"
"Mari kita konsultasi ke dokter kandungan. Aku sudah siap untuk hamil." Hye Ri berucap dengan mata berbinar.
"Dulu kau memilih karirmu dan tidak ingin memiliki anak lebih dulu. Sekarang kau tiba-tiba menginginkan bayi? Apa ini karena ucapan Ibu?" Kang Moon memicingkan mata.
"Ah, bukan begitu..."
"Kau takut jika Kang Joon dan istrinya mendahuluimu?"
Hye Ri menatap jengah suaminya. "Kenapa kau bicara begitu?"
...***...
Meski kesal terhadap Kang Moon, Hye Ri tetap mengikuti saran pria itu untuk pergi ke dokter. Dengan berat hati Hye Ri pergi ke dokter sendirian.
Namun tanpa ia duga, seseorang tengah menguntitnya. Seseorang yang mengawasi gerak gerik Hye Ri dari kejauhan. Orang itu sengaja memasang alat GPS di mobil Hye Ri agar bisa memantau kemanapun wanita itu pergi.
Hye Ri tengah menunggu antrian di poli dokter kandungan. Ketika namanya dipanggil, Hye Ri segera bangkit dan masuk kedalam ruangan dokter itu.
Beberapa menit kemudian,
"Hasil pemeriksaan Nona akan keluar besok pagi. Tolong datang kemari untuk mengambil hasil tesnya," ucap seorang perawat.
"Baiklah, terima kasih."
Hye Ri pergi dengan perasaan lega. Ia yakin jika hasil tesnya pasti bagus.
Sementara itu, orang yang menguntitnya hanya mengusap dagu dan berpikir.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan di poli dokter kandungan? Apa dia hamil?" gumam orang itu.
Getaran di ponselnya membuat pria itu bergegas menjawab panggilan.
"Halo, Tuan."
".........."
"Baik, Tuan. Saya akan segera ke kantor."
...***...
Hari ini adalah hari pernikahan Joon dan Celia. Dengan disaksikan oleh Mi Ran dan Sang Mi juga Byung Han dan Jimmy, pernikahan sederhana mereka berjalan dengan suasana haru dan bahagia.
Joon mengikrarkan kembali janji suci di depan Tuhan dengan menyebut nama asli dirinya. Begitu juga dengan Celia. Tidak ada lagi yang ditutupi dari keduanya. Kecuali fakta jika Joon adalah sahabat kecil Celia yang sudah menghilang selama 20 tahun. Joon belum siap mengakui kebenaran itu.
Sebenarnya Joon ingin jujur, tapi ketika mendengar cerita dari Sang Mi jika Celia merasakan kekecewaan yang amat dalam terhadap pria yang dipanggil Tuan Muda Lee itu, akhirnya Joon memutuskan untuk merahasiakan kebenarannya dari Celia. Sang Mi mendukung apapun keputusan Joon, karena sekarang ia bisa melihat kebahagiaan di wajah Celia dan Mi Ran. Sang Mi tak ingin merusak kebahagiaan putrinya dengan kisah masa lalu.
"Setelah ini, Paman akan membantumu untuk mengadakan konferensi pers. Agar pernikahan kalian diketahui oleh publik. Paman yakin ayahmu tidak bisa berkutik dan merestui pernikahan kalian." Byung Han menepuk pelan bahu Joon dan mendukung sang keponakan.
"Hai, kawan! Kau curang! Kau menikah tapi kau tidak mengundangku, hah?" Ucapan sarkas dari seorang pria yang adalah putra Byung Han, Lee Jun Ho.
Dokter tampan itu cukup kecewa dengan kabar pernikahan sang saudara sepupu. Tapi ia juga bahagia. Sebenarnya, Jun Ho menaruh hati pada Celia sejak lama. Tapi, Celia sama sekali tidak pernah menganggap serius semua tindakan Jun Ho. Celia hanya menganggap Jun Ho sebagai kakak dan teman.
"Selamat ya, Kang Joon. Selamat Celia!" Jun Ho memeluk Joon.
"Terima kasih, Dokter. Aku tidak menyangka jika kalian bersaudara." Celia terkekeh.
"Dunia ini sangat sempit, Celia. Bahkan Joon yang kabur ke Vegas pun ternyata berjodoh dengan wanita Korea juga. Aku pikir dia tertarik dengan wanita bule, hahaha."
Joon memukul pelan lengan Jun Ho. "Sialan kau!"
Mereka pun tertawa bersama.
...***...
Sementara itu, Byung Man murka setelah melihat acara konferensi pers yang dilakukan oleh putra bungsunya. Byung Man tak menyangka jika Joon akan melakukan hal nekat dengan menikahi Celia secara resmi.
"Anak kurang ajar! Sampai kapanpun aku tidak akan merestui hubungan kalian! Kita lihat saja berapa lama kau bertahan!"
Byung Man mengepalkan tangan. Ia menatap tajam wanita yang kini bersama dengan putranya. Wanita yang sudah berani melawannya.
__ADS_1
Byung Man murka karena Celia mengembalikan cek yang pernah ia berikan. Celia dengan tegas menolak cek itu karena Celia tulus ingin bersama dengan Joon. Celia menginginkan Joon dengan segenap hati dan jiwanya dan bukan karena uang.