
Pagi itu Celia dan Sang Mi sedang bersiap untuk pergi ke warung usai mengantar Mi Ran ke sekolah. Pintu rumah yang diketuk membuat Celia beranjak menuju ke depan dan membukakannya.
Celia mengernyit heran mendapati seorang gadis cantik berambur sebahu sedang celingukan melihat ke arah dalam rumahnya. Gadis itu menatap Celia sekilas lalu melihat kondisi rumah Celia yang terkesan biasa saja dimatanya.
"Maaf, Nona. Cari siapa?" tanya Celia.
Gadis itu masih fokus memperhatikan bagian dalam rumah Celia yang jauh dari kata mewah.
"Nona! Kau cari siapa?" tanya Celia sedikit menaikkan nada suaranya.
"Ah, maaf. Jadi, ternyata ini benar kau? Kau Cerelia Park, artis besar itu kan? Kau benar-benar tinggal di tempat seperti ini? Tidak bisa dipercaya!"
Celia menatap jengkel pada gadis di depannya ini. "Maaf, sebenarnya kau siapa? Dan kau mencari siapa?" ulang Celia untuk ketiga kalinya.
"Ah, perkenalkan! Namaku Song Ji Hyo. Aku adalah gadis yang dijodohkan dengan Oppa Kang Joon." Gadis yang tak lain adalah Ji Hyo mengulurkan tangannya ke arah Celia.
Celia cukup kaget dengan pengakuan gadis ini. Sejenak ia berpikir.
"Apa dia adalah gadis yang ditolak oleh Kang Joon?" batin Celia.
Celia membalas uluran tangan Ji Hyo.
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Celia.
"Apa aku boleh masuk? Bukankah tidak sopan membiarkan tamu hanya berdiri di luar saja?" cebik Ji Hyo.
Dengan mengulas senyum, Celia mempersilakan Ji Hyo masuk. Ji Hyo duduk di sofa sederhana rumah Celia.
"Aku tanya sekali lagi, untuk apa kau datang kemari? Kang Joon tidak ada disini!" ucap Celia.
"Aku tahu! Aku datang kemari ingin bertemu denganmu," jawab Ji Hyo santai.
"Eh? Bertemu denganku?" Celia bingung.
"Benar! Aku ingin mengenal seperti apa wanita yang disukai oleh Oppa Kang Joon."
Jawaban Ji Hyo membuat Celia makin bingung dan tidak mengerti apa maksud kedatangan gadis kaya itu.
Sementara itu di rumah keluarga Lee, Ae Gyo nampak sedang bercengkerama dengan Byung Man di ruang keluarga. Ae Gyo memberikan usulan untuk merestui hubungan Joon dan Celia. Ae Gyo tidak ingin kehilangan putra bungsunya lagi.
"Bukankah aku sudah bilang, aku menerima wanita itu. Tapi tidak dengan anaknya!" tegas Byung Man.
"Sayang... Anak itu juga tidak buruk. Dia anak yang sangat manis. Aku tahu kau juga menyukainya, bukan? Jadi, tidak ada salahnya mengizinkan mereka tinggal disini juga. Kasihan Kang Joon harus terpisah dengan istri dan anak sambungnya." Ae Gyo kembali merayu suaminya. Ia tahu jika suaminya sebenarnya menyukai Mi Ran. Hanya saja Byung Man terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Hah! Kita lihat saja nanti! Aku ingin lihat seperti apa usaha Kang Joon untuk mendapat restu dariku. Setidaknya dia harus bisa menaikkan laba perusahaan sebesar 30 persen."
"Heh?! Apa-apaan kau ini! Ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan, kenapa kau..."
"Sudahlah! Itu adalah syaratku agar mereka di terima." Byung Man beranjak dari duduknya dan menuju ke ruang kerjanya. Ia akan memantau pekerjaan kedua putranya dari rumah saja.
Ae Gyo tersenyum lega. Setidaknya ia bisa percaya pada Joon. Selama ini Joon dikenal lebih cekatan dibanding kakaknya. Mencari laba 30 persen bukanlah hal yang sulit bagi Joon.
__ADS_1
"Aku yakin Kang Joon pasti berhasil!" gumam Ae Gyo.
Tanpa disadari, sejak tadi Hye Ri menguping pembicaraan Byung Man dan Ae Gyo. Hye Ri mengepalkan tangannya. Selangkah lagi Celia akan mengalahkan dirinya dan menjadi menantu di keluarga Lee juga.
"Tidak bisa dibiarkan! Aku harus melakukan sesuatu! Belum juga masalah Jae Joong selesai, sekarang muncul masalah baru," kesal Hye Ri.
*
*
*
Ponsel Celia sejak dari bergetar. Celia sedang mengantar pesanan makanan ke rumah pelanggan dan meninggalkan ponselnya di meja dapur warung. Sang Mi yang mendengar bunyi getaran ponsel hanya melirik sekilas.
Awalnya San Mi tidak ingin mengangkat panggilan itu. Ia pikir itu adalah privasi putrinya. Namun ketika melihat nama yang tertera di layar, seketika Sang Mi tak bisa mengabaikan panggilan itu.
"Shin Hye Ri?" Dahi Sang Mi berkerut membaca nama keponakannya di layar ponsel Celia.
"Untuk apa dia menghubungi Eun Chae? Sejak kapan mereka berhubungan lagi? Bukankah Hye Ri sudah lama menghilang?" gumam Sang Mi penuh tanya.
Tak ingin terus bertanya-tanya dalam hati, Sang Mi pun menjawab panggilan Hye Ri. Sang Mi sengaja diam untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Hye Ri.
Betapa terkejutnya Sang Mi ketika mendengar umpatan kasar yang dilontarkan Hye Ri pada putrinya. Bahkan Hye Ri menyebut Mi Ran sebagai anak haram.
Hati Sang Mi begitu sakit mendengar keponakannya itu menghujati Celia dengan kasar. Sejak dulu hubungan Celia dan Hye Ri memang tidak akur. Hye Ri selalu merasa Celia adalah saingannya. Padahal Celia kecil sangat menyayangi Hye Ri sebagai kakaknya.
Sang Mi terduduk lemas usai panggilan dari Hye Ri terputus. Sang Mi bahkan tak sempat berkata apapun karena terlalu syok.
*
*
*
Malam harinya, Sang Mi menemui Celia di kamar usai menemani Mi Ran tidur. Sang Mi sangat ingin tahu ada hubungan apa antara putrinya, Joon dan Hye Ri. Sang Mi merasa jika hubungan putrinya dengan kakak sepupunya sangatlah rumit. Bahkan kata-kata kasar Hye Ri masih terngiang di telinga Sang Mi.
"Eun Chae, tolong katakan dengan jujur pada Ibu. Apa kau bertemu dengan Hye Ri? Sudah lama dia menghilang. Bahkan dia tidak pernah mengunjungi kak Hye Mi. Lalu, bagaimana bisa Hye Ri menghubungimu?
Pertanyaan Sang Mi membuat Celia menghela napas sejenak. Cepat atau lambat, Celia memang harus memberitahu ibunya soal ini.
"Ibu, maaf jika aku tidak memberitahumu lebih awal. Aku memang bertemu dengan kak Hye Ri. Dia ... Dia adalah kakak ipar Kang Joon. Dia adalah istri dari kakak Kang Joon."
Jawaban Celia membuat Sang Mi menutup mulutnya tidak percaya. "Bagaimana bisa?"
Celia menggeleng. Jujur saja, Celia tidak tahu bagaimana Kang Moon dan Hye Ri bertemu. Celia sendiri juga kaget saat bertemu Hye Ri di rumah keluarga Lee.
"Tadi siang, Hye Ri meneleponmu. Ibu yang menjawabnya. Maaf, Ibu sudah lancang. Ibu penasaran apa yang ingin dia katakan padamu. Sepertinya dia tidak menyukaimu yang menikah dengan Kang Joon. Dia akan membuatmu tidak di terima di keluarga Kang Joon. Eun Chae, kenapa tidak kau katakan saja pada mereka jika Mi Ran bu..."
"Sudahlah, Bu! Jangan dengarkan ucapan kak Hye Ri. Ibu tenang saja! Aku bisa menghadapi kak Hye Ri. Lagipula, ada Kang Joon yang selalu mendukungku."
Sang Mi tetap saja cemas. Ia tidak suka jika posisi putrinya terancam di keluarga Lee. Lagi dan lagi, Hye Ri dan Celia harus dihadapkan dengan persaingan yang nampaknya akan berlangsung panjang.
__ADS_1
*
*
*
Usai bicara dengan Celia, Sang Mi kembali ke kamarnya. Banyak hal yang dia pikirkan tentang Celia. Sungguh ia tidak ingin putrinya kembali terluka karena ulah Hye Ri. Sudah cukup selama ini Celia menderita karena statusnya sebagai ibu tunggal.
Pukul sepuluh malam, Sang Mi keluar rumah dengan tergesa. Ia berjalan cepat menuju ke halte bus. Beruntung masih ada bus yang beroperasi.
Sang Mi turun dari bus ketika telah tiba di tempat tujuannya. Sang Mi kembali berjalan cepat menuju ke rumah seseorang yang sangat dikenalinya.
Sang Mi mengetuk pintu rumah itu dengan cukup keras.
"Kak Hye Mi! Buka pintunya!" teriak Sang Mi.
"Kak Hye Mi!" Sang Mi terus berteriak hingga si pemilik rumah akhirnya membukakan pintu.
"Astaga! Sang Mi! Apa yang kau lakukan, hah? Untuk apa kau datang malam-malam begini?" sungut Hye Mi yang adalah kakak dari suami Sang Mi.
"Aku sudah tidak tahan lagi, Kak! Sudah cukup kau dan putrimu menyakiti Eun Chae!" seru Sang Mi tak kalah sengit.
"Memangnya apa yang sudah dilakukan Hye Ri?" Hye Mi bertingkah seolah membela Hye Ri. Ia tak terima jika putrinya disalahkan oleh Sang Mi.
Sang Mi mengatur napasnya sebelum bicara lagi. "Kakak pikir aku tidak tahu perbuatan yang kakak lakukan enam tahun yang lalu?"
Mata Hye Mi membola. Enam tahun lalu? Ada apa dengan enam tahun lalu?
"Jika kakak lupa, maka akan aku ingatkan!" ucap Sang Mi dengan senyum menyeringai.
Hye Mi menelan ludahnya. Tentu saja ia penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Sang Mi. Datang menemuinya malam-malam begini, pasti yang ingin disampaikan Sang Mi bukanlah hal yang sepele.
"Aku tahu perbuatan kakak yang membuang seorang bayi di depan rumah kami enam tahun yang lalu!" seru Sang Mi.
"Kakak pikir mungkin aku tidak menyadarinya. Tapi saat itu, aku melihat kakak berdiri di depan rumah kami. Kakak membawa kotak kardus yang ternyata didalamnya ada seorang bayi perempuan. Kakak pasti mengira jika aku tidak tahu siapa orang tua bayi itu, bukan? Tapi kakak salah! Bayi itu adalah bayi Hye Ri. Benar kan?" lanjut Sang Mi.
Hye Mi tak berkutik saat Sang Mi membongkar semua rahasia yang disimpannya.
"Tega sekali kakak membuang cucu kakak sendiri!" teriak Sang Mi yang tak bisa membendung kesedihan dan kekecewaan.
"Jika saja Eun Chae tidak merawat bayi itu, maka cucumu tidak akan selamat seperti sekarang, Kak! Kau dan Hye Ri dengan teganya membuang seorang bayi tak berdosa. Selama ini aku diam, karena Eun Chae yang menyuruhku untuk tidak mengungkit identitas Mi Ran. Tapi sekarang, aku tidak bisa diam lagi. Putrimu sudah keterlaluan dengan ingin menghancurkan hubungan Eun Chae dan suaminya. Aku tidak akan tinggal diam!" Sang Mi mengatur napasnya yang memburu. Sungguh kemarahannya sudah mencapai puncaknya.
Hye Mi diam dan tak bisa berkata apapun. Hye Mi tidak menyangka jika Sang Mi memergoki dirinya membuang cucunya sendiri. Hye Mi terpaksa melakukan perintah Hye Ri karena ia sangat menyayangi putrinya itu.
Hye Ri adalah segalanya bagi Hye Mi. Hingga Hye Mi buta jika putrinya telah salah jalan. Namun terlepas dari itu, Hye Mi tidak pernah memberitahu Hye Ri jika bayi yang dilahirkannya, ia buang di depan rumah Sang Mi.
Saat Sang Mi dan Celia di usir karena dituduh melahirkan anak di luar nikah, Hye Ri sama sekali tak curiga. Karena memang pekerjaan Celia saat itu adalah pelayan di diskotik. Wajar saja jika memang Celia hamil di luar nikah dengan salah satu pelanggannya. Begitulah pemikiran Hye Ri. Tapi dibalik itu semua, rahasia yang sama-sama di tutup rapat, kini akhirnya mulai terbongkar.
"Dengar baik-baik, Kak! Jika sampai Hye Ri mengganggu kehidupan Eun Chae lagi, maka aku tidak akan segan untuk memberitahu keluarga suami Hye Ri tentang masa lalu putrimu itu. Sampaikan itu pada Hye Ri!"
Usai mengatakan maksudnya, Sang Mi lantas pergi dari rumah Hye Mi dengan perasaan lega. Sudah lama ia ingin melakukan hal ini. Sudah lama ia ingin membongkar fakta ini. Tapi sepertinya, baru sekarang ia bisa melakukannya.
__ADS_1