
Malam ini, Joon melajukan mobilnya menuju ke kediaman keluarganya. Joon akhirnya mengalah. Perseteruan antara dirinya dan sang ayah harus segera di akhiri. Ini semua demi hubungannya dan Celia agar segera direstui oleh sang ayah.
Tiba di halaman depan rumahnya, Joon disambut oleh Bibi Eun Ji, kepala pelayan keluarga Lee. Binar bahagia terlihat jelas di wajah Bibi Eun Ji ketika melihat kedatangan Joon.
Bibi Eun Ji berlari ke dalam rumah sambil berseru.
"Nyonya! Tuan Muda Kang Joon datang!"
Ae Gyo bingung dengan sikap Bibi Eun Ji.
"Ada apa, Bibi? Kenapa berteriak?" tanya Ae Gyo.
"Maaf, Nyonya, Tuan. Saya terlalu gembira. Saya ingin memberitahu jika..." Belum sempat Bibi Eun Ji melanjutkan kalimatnya, Joon sudah masuk ke dalam rumah dengan membawa serta koper ditangannya.
"Kang Joon!" Ae Gyo berseru gembira. Ia langsung menghampiri sang putra dan memeluknya.
"Kau datang, Nak? Apa kau akan kembali ke rumah ini?" Ae Gyo sangat bahagia dengan kembalinya Joon ke rumah.
"Ehem!" Dehaman berat terdengar dari arah belakang Ae Gyo. Byung Man menatap tajam ke arah ibu dan anak itu.
"Jadi, kau memutuskan untuk kembali?" tanya Byung Man.
"Suamiku, jangan memperpanjang masalah. Yang terpenting Joon sudah kembali." Ae Gyo membujuk sang suami.
"Kau tidak membawa serta istrimu?" tanya Byung Man lagi.
Joon hanya menatap ayahnya tanpa berniat menjawab. Kang Moon dan Hye Ri juga ikut menyaksikan drama keluarga yang sepertinya masih berlanjut.
"Ibu, aku lelah. Aku ingin istirahat." Joon malah bicara dengan Ae Gyo dan tak menggubris Byung Man.
"Ah, baiklah. Ayo kita ke kamarmu!" Ae Gyo menggandeng tangan sang putra dan membawanya pergi meninggalkan semua orang.
Usai mengantar Joon ke kamarnya, Ae Gyo keluar dan menuju ke kamarnya. Disana sudah ada Byung Man yang menatapnya tajam.
"Kau selalu saja membela putramu itu!" Byung Man menatap tajam Ae Gyo.
"Sayang, sudahlah! Bukankah ini hal baik karena Kang Joon mau kembali ke rumah ini." Ae Gyo tetap bersikukuh membela Joon.
"Aku yakin dia punya maksud tersembunyi dengan pindah kemari."
__ADS_1
Ae Gyo malas berdebat dengan sang suami. Ia memilih untuk merebahkan diri di tempat tidur. Karena memang hari sudah malam.
Sementara itu, usai membersihkan diri Kang Joon memutuskan untuk menghubungi Celia melalui panggilan video. Joon bercerita jika dirinya kini ada di rumah orang tuanya.
Celia juga bercerita tentang kesehariannya di rumah sang ibu. Celia membantu ibunya berjualan di warung. Joon sungguh tak percaya jika Celia yang seorang selebritis mau melepaskan karirnya dan menjadi orang biasa.
Tawa renyah Joon terdengar sangat merdu. Tawa Celia juga ikut terdengar. Mereka saling bercerita dan melempar canda tawa. Hingga ketukan di pintu kamar Joon sama sekali tidak ia dengar.
Tamu tak diundang itu pun akhirnya membuka pintu karena ternyata tidak dikunci. Dengan tangan mengepal tamu itu merasa kesal melihat interaksi antara Joon dan Celia.
"Sialan! Bagaimana bisa Kang Joon jatuh cinta dengan wanita seperti Eun Chae? Apa kelebihan dia hingga Kang Joon seakan cinta mati kepadanya?" gumam tamu yang tak lain adalah Hye Ri.
Karena kesal, Hye Ri mengurungkan niat untuk bertemu dengan Joon. Ia memilih kembali ke kamarnya sambil menunggu Kang Moon yang masih sibuk bekerja.
...***...
Keesokan harinya, seperti biasa Joon pergi ke kantor untuk bekerja. Secara tak sengaja, Joon bertemu dengan Kang Moon saat akan memasuki ruang rapat.
Kang Moon menatap sinis ke arah Joon. "Kau terlalu naif, Kang Joon. Kau sendiri yang ingin keluar dari rumah, tapi kau sendiri yang mengingkarinya. Apa yang sebenarnya kau inginkan, hah?"
Joon tidak suka meladeni sang kakak untuk berdebat. Apalagi saat ini mereka berada di kantor. Joon tidak suka memancing keributan.
"Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, Kak. Lagipula ini di kantor. Apa tidak sebaiknya kita bicara di rumah saja jika mengenai masalah pribadi?" Joon membungkukkan badan kemudian mendahului Kang Moon memasuki ruang rapat.
Belum tiba di ruang kerjanya, Joon dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Oppa!" Seru seorang gadis yang berlari menghampiri Joon dan langsung memeluknya.
"Ji Hyo?" Joon sangat kaget dan tak sempat menghindar. Selama beberapa detik Joon menerima pelukan gadis bernama Song Ji Hyo ini.
"Ji Hyo, jangan seperti ini! Ini kantor!" ucap Joon sambil melepas tangan Ji Hyo yang memeluk dirinya.
"Apa yang kau lakukan disini? Kau sudah kembali dari luar negeri?" tanya Joon.
Ji Hyo mengangguk. "Oppa, aku ingin mengajakmu makan siang."
Joon melirik Hwan. "Tapi, aku..."
"Ayolah, Oppa! Kita sudah lama tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu." Ji Hyo merajuk. Hingga akhirnya Joon terpaksa mengiyakan keinginan Ji Hyo.
__ADS_1
Song Ji Hyo, gadis muda yang rencananya akan dijodohkan dengan Kang Joon, tapi Joon menolaknya. Joon hanya menganggap Ji Hyo sebagai adiknya saja dan tidak lebih.
Joon dan Ji Hyo duduk berhadapan di sebuah resto. Ji Hyo memesan menu kesukaan dirinya dan Joon.
Begitu pesanan datang, Ji Hyo memaksa untuk menyuapi Joon dengan sumpitnya.
"Ji Hyo..."
"Buka mulutmu, Oppa!" Perintahnya.
Gadis ini tidak akan menyerah sebelum keinginannya dikabulkan. Joon pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ji Hyo.
"Ji Hyo, kau sudah tahu bukan jika aku..."
"Aku tahu! Oppa menolak dijodohkan denganku. Dan Oppa juga sudah menikah dengan orang lain." Dengan santai Ji Hyo menjawab.
Joon menghela napas. "Maafkan aku..."
Ji Hyo menghentikan aktifitasnya. "Tidak apa-apa. Oppa tidak perlu merasa tidak enak hati. Aku tahu sejak dulu Oppa tidak pernah menganggapku sebagai wanita." Ji Hyo menundukkan wajahnya.
"Hei, aku tidak bermaksud menyakitimu. Kau adalah adikku." Joon mengusap punggung tangan Ji Hyo.
"Aku tahu..." Ji Hyo mengulas senyumnya. Meski perasaannya hancur karena penolakan Joon. Tapi Ji Hyo masih belum menyerah untuk mendapatkan hati Kang Joon. Mereka sudah saling mengenal sejak lama. Ji Hyo yakin ia bisa menaklukkan hati Kang Joon.
...***...
Sudah dua hari Joon tinggal di rumah keluarganya. Belum ada tanda-tanda jika hubungannya dengan Byung Man akan segera membaik. Mereka hanya bertemu saat sarapan dan makan malam, dengan tidak melakukan interaksi setelahnya.
Beruntung Ae Gyo terus menengahi ayah dan anak itu. Ae Gyo ingin hubungan suami dan putranya kembali membaik seperti dulu.
"Kang Joon, akhir pekan ini kau ajaklah Ji Hyo jalan-jalan. Dia sudah kembali kesini karena ingin bertemu denganmu," ucap Byung Man di sela-sela waktu sarapan.
Joon terdiam sejenak. Lalu ia membuka suaranya.
"Maaf, Ayah. Aku tidak bisa. Akhir pekan ini aku harus menemui Celia dan Mi Ran. Kemarin aku sudah bertemu dengan Ji Hyo, jadi kurasa kami tidak perlu bertemu kembali."
"Kau! Selalu saja membuatku marah!" geram Byung Man. Ae Gyo mengusap lengan suaminya. Ae Gyo berharap tidak ada lagi perselisihan diantara ayah dan anak itu.
"Baiklah! Jika kau memang sangat mencintai wanita itu, maka ... Bawalah dia kemari! Dia juga harus tinggal di rumah ini sebagai istrimu." Byung Man berucap dengan sangat tenang, membuat mata semua orang terbelalak.
__ADS_1
"Ayah serius?" tanya Joon.
"Iya, aku serius. Tapi ... Jangan bawa anak Celia masuk ke dalam rumah ini!"