Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee
Byung Man Sakit


__ADS_3

"APA?!" Jae Joong terkejut begitu mendengar kabar tentang menghilangnya Mi Ran.


Baru saja pagi tadi ia melihat kebahagiaan di wajah Mi Ran. Kenapa sekarang seakan semua berbanding terbalik. Jae Joong yakin ada yang tidak beres dengan Mi Ran.


"Kau tenang saja, aku akan mencari Mi Ran sampai ketemu." Jae Joong menutup telepon.


Jae Joong tersenyum menyeringai. "Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Hye Ri. Awas saja kau!"


Jae Joong melajukan mobilnya membelah jalanan kota dan menuju ke tempat Hye Ri. Beruntung sekali Jae Joong melihat Hye Ri yang akan memasuki mobilnya.


Dengan gerakan cepat, Jae Joong mencekal lengan Hye Ri.


"Kita harus bicara!" ucap Jae Joong dengan nada tegas.


Hye Ri menepis tangan Jae Joong. "Tidak ada yang perlu kita bicarakan!" timpal Hye Ri.


"Apa kau yang sudah membuat Mi Ran menghilang?" tanya Jae Joong to the point. Untuk apa berbasa basi dengan wanita yang tak memiliki hati seperti Hye Ri.


Hye Ri tertawa kecil. "Rupanya Celia sudah menghubungimu! Ada hubungan apa kalian sebenarnya?" Hye Ri menyilangkan kedua tangannya.


"Cukup, Hye Ri. Kenapa kau melakukan ini pada Mi Ran? Apa kau sengaja ingin menyingkirkan dia?"


"Kalau iya, kenapa? Dia adalah penghalang untukku. Kehadirannya membuat aku diremehkan sebagai menantu di keluarga Lee."


Jae Joong mencengkeram lengan Hye Ri. "Dia adalah anakmu! Darah dagingmu!"


"Lepas! Sejak awal aku tidak pernah mengharapkannya! Dia akan menjadi penghalang untuk menggapai semua impianku! Aku yang salah karena harus menyerahkan semuanya padamu! Tidak seharusnya aku menjadi gadis bodoh yang bersedia hamil anakmu!"


Kata-kata Hye Ri membuat Jae Joong terdiam sejenak. Ia bahkan tak sadar jika Hye Ri sudah pergi dengan mobilnya.


Jae Joong merutuki semua masa lalu diantara dirinya dan Hye Ri. "Ternyata benar apa kata ayahku. Hye Ri tidak seperti yang terlihat. Dia adalah wanita ular. Kita lihat saja, seperti apa akhir kisahmu nanti."


Tak ingin terus terlarut dalam penyesalan, Jae Joong segera masuk ke dalam mobil dan melaju kembali mencari keberadaan Mi Ran. Matanya terus menelisik setiap sudut tempat yang dilaluinya.


Kemudian ia ingat satu tempat yang mungkin saja dikunjungi Mi Ran. Sebuah taman kota yang biasanya ramai oleh riuh anak-anak bersama orang tuanya.


Di sisi lain, Celia memutuskan untuk kembali ke rumah. Kang Joon juga sudah kembali ke rumah. Mereka sengaja pulang untuk mengecek apakah Mi Ran kembali ke rumah atau tidak.


Tubuh Celia terasa lemas ketika tak menemukan Mi Ran dimanapun.


"Sayang, kau istirahatlah dulu. Wajahmu sangat pucat," ucap Kang Joon sambil memegangi tubuh Celia.


"Kang Joon, aku belum bisa tenang jika Mi Ran belum ditemukan."

__ADS_1


"Kita pasti akan menemukannya." Kang Joon menenangkan Celia. Ia memilih membawa Celia ke dalam kamar.


Kabar menghilangnya Mi Ran di terima juga oleh Byung Man. Ia ikut cemas dengan kondisi Mi Ran. Bahkan ia meminta anak buahnya untuk ikut serta mencari Mi Ran.


Ae Gyo yang sudah mengetahui detil cerita menghilangnya Mi Ran langsung menatap Hye Ri sinis.


"Apa yang ada di otakmu hingga mempengaruhi anak kecil seperti itu ha? Pantas saja Tuhan menghukummu dengan tidak memberikanmu anak. Kau memang tidak pantas menjadi seorang ibu," sarkas Ae Gyo.


#


#


#


Jae Joong mengedarkan pandangan di sebuah taman kota yang ramai dikunjungi orang-orang. Matanya menelisik setiap sisi taman untuk mencari keberadaan seseorang yang begitu penting dalam hatinya.


Jae Joong tersenyum saat melihat Mi Ran sedang duduk di sebuah bangku taman yang jauh dari keramaian. Jae Joong membeli dua cup eskrim dan menghampiri Mi Ran.


Jae Joong duduk disamping Mi Ran sambil menyodorkan satu cup eskrim kepadanya.


"Ini! Makanlah dulu!"


Mi Ran menoleh mendengae suara yang tak asing baginya.


"Paman Jae Joong?" Dahi Mi Ran berkerut.


Mi Ran terdiam. Ia sadar jika ibu dan ayah angkatnya pasti sedang bingung mencari keberadaan dirinya.


"Jika kau mendengar hal buruk dari orang lain, tidak seharusnya kau langsung mempercayainya. Bukankah harusnya kau lebih percaya pada orang-orang yang bersama denganmu? Kau harus percaya pada orang-orang yang benar-benar menyayangimu. Dan mereka adalah Celia dan Kang Joon, ayah dan ibumu."


Mi Ran menangis sesenggukan. Ia masih terlalu kecil untuk memahami semua situasi ini. Entah itu sekarang atau nanti, apa bedanya bagi Mi Ran mengetahui kebenarannya? Bukankah lebih cepat tahu akan lebih baik? Setidaknya Mi Ran ingin membalas budi baik Celia yang selama ini sudah merawatnya layaknya putrinya sendiri.


"Maafkan aku, Paman." Mi Ran mengusap air matanya.


"Ayo kita pulang!" ajak Jae Joong.


Mi Ran mengangguk. Tapi sebelum pulang, Jae Joong mengajak Mi Ran untuk makan terlebih dahulu. Mi Ran meminta Jae Joong untuk mengajaknya ke kedai penjual pizza. Kali ini Mi Ran ingin makan itu.


Sementara itu di rumah keluarga Lee, Kang Joon berseru gembira ketika mendapat pesan dari Jae Joong.


"Mi Ran sudah ditemukan!"


Celia langsung berbinar begitu mendengar kabar menggembirakan ini. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Mi Ran.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa waktu, Jae Joong datang dengan menggendong Mi Ran yang terlelap. Celia langsung meminta Jae Joong untuk merebahkan tubuh Mi Ran di kamarnya.


Ada sebuah kelegaan di hati Celia karena melihat Mi Ran baik-baik saja.


"Terima kasih banyak, Jae Joong. Terima kasih." Celia berkali-kali mengucap kata terima kasih pada Jae Joong.


Malam ini, Celia terus menemani Mi Ran. Ia ingin menebus segala kesalahannya yang sudah membuat Mi Ran bersedih.


Celia duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan mungil Mi Ran.


"Maafkan ibu, Nak. Ibu sangat menyayangimu. Tolong jangan pergi dari sisi ibu..." Celia pun akhirnya tertidur di samping tempat tidur Mi Ran dengan masih memegangi tangannya.


#


#


#


Hari ini adalah hari libur sekolah Mi Ran. Karena kedua orang tuanya ada sedikit pekerjaan, Byung Man menawarkan diri untuk bermain bersama Mi Ran.


"Kita pergi ke taman bermain, bagaimana?" ajak Byung Man.


Entah bagaimana ceritanya, kini Mi Ran dan Byung Man sangatlah dekat layaknya cucu dan kakek kandung. Celia dan Kang Joon merasa sangat senang kini Byung Man bisa menerima keluarga kecil Kang Joon.


Mi Ran berlarian dengan gembira. Bermain bola dengan Byung Man. Tubuh tuanya ingin bisa bermain dengan cucu kandungnya. Tapi apa mau dikata, ia belum mendapatkan cucu dari kedua putranya.


Kehadiran Mi Ran setidaknya bisa mengurangi kerinduan akan hadirnya seorang cucu.


"Akh!" Tiba-tiba Byung Man memegangi dadanya saat sedang bermain dengan Mi Ran.


"Kakek! Kakek kenapa?" Mi Ran panik karena melihat Byung Man kesakitan.


"Kakek! Bertahanlah! Aku akan menelepon ayah!"


Secara tak sadar ketika menyebut nama ayah, malah nomor ponsel Jae Joong yang Mi Ran tekan. Sebenarnya saat di rumah sakit, Mi Ran sudah perbincangan antara ibu dan ayahnya bersama Jae Joong. Hanya saja Mi Ran berpura-pura tidak mendengar dan masih bersikap biasa.


Hingga akhirnya sebuah pernyataan meluncur dari Kang Joon dan kini Mi Ran percaya jika dirinya memang bukan anak kandung Celia.


"Kakek!" Mi Ran menangis sambil memeluk tubuh Byung Man.


Tak lama Jae Joong datang dengan wajah panik.


"Tuan! Saya akan bawa tuan ke rumah sakit." Jae Joong memapah Byung Man untuk masuk ke dalam mobil. Kondisi Byung Man kini sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Jae Joong melirik Mi Ran yang masih menangisi kondisi Byung Man yang sepertinya sakit. Ia sendiri heran kenapa Mi Ran malah menghubungi dirinya dan bukannya Kang Joon.


#tbc


__ADS_2