
Saga Pov:
Aku adalah orang yang paling beruntung, itu sudah tidak di ragukan lagi. Ini semua karena orangtuaku adalah seorang pebisnis paling tersohor di kota kami.
Dan lagi aku adalah anak satu-satunya di keluarga Aggara, yaitu keluarga yang sangat terpandang dan disegani banyak orang.
Yah, aku sangat menikmati kehidupanku yang super menyenangkan ini.
Hidup dalam lingkungan keluarga kaya membuatku menjadi laki-laki yang angkuh. Oh tidak, aku lebih dari angkuh.
Dan ya, aku punya segudang kebiasaan buruk.
Karena itulah mungkin mamaku yang super cerewet membuat sebuah keputusan gila, yang membuatku ingin jungkir balik.
"Apa ma?" Nikah?" Aku sungguh terkejut dengan pernyataan mama. Sampai-sampai mataku ingin keluar saja. Mungkin dia juga terkejut.
"Santai aja dong! gak usah sampai melotot gitu" Dengan santainya mama malah asik emnonton film kesukaaanya di tv, film kartun marsha.
"Gimana Saga bisa santai ma?" Jeritku sedikit frustasi.
"Gak usah jadi gila juga dong" Mama tertawa terbahak-bahak sambil mendorong kuat bahuku. Sampai-sampai aku yang duduk di sebelahnya jatuh tersungkur.
"Dasar mama gak sayang anak" Aku menatap sinis ke arah mama.
"Huh" Mama mendengus kesal. "Pokoknya gak ada alasan" Mama menatapku tajam. "Pokonya mama mau kamu cari calon istri besok, titik"
"Tapi ma...." Belum sempat aku mengajukan protes mama langsung memotong ucapanku.
__ADS_1
"Kalau kamu gakau biar mama aja yang cariin istri buak kamu, mau gak?" Tawar mama sambil memainkan sebelah alisnya.
"Yaudah biar aku sendiri aka yang carik, dari pada mama yang cari, nanti kau di jodohin sama serigala kayak mama" Aku beranjak meninggalkan mama.
"Oke, mama kasih kamu waktu tiga bulan ya" Mama tersenyum penuh kemenangan.
"Gila mama, tiga bulan?" Aku mencibir pelan sambil menuju ke kamar ku.
"Hey ini tidak akan sulit, gue kan kaya. Siapa cobak yang gak mau jadi istri gue" Aku bersorak tiang saat sudah sampai di kamar.
^
^
^
^
^
"Gak usah jerit-jerit dah bangun Saga ma" Aku balas menjerit dari dalam kamar.
"Yaudah mama tunggu sarapan di bawah, oh iya papa nungguin kamu tuh" Balas mama kemudian aku tidak mendengar suara berisik dari luar kamarku lagi.
"Papa lagi, papa lagi" Aku langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi. Mama selalu menggunakan kata 'papa' agar aku langsung bangun pagi.
Jujur, walaupun aku punya sifat yang buruk, tapi aku sangat menghormati papa ku, dan mama. Ya, walaupun mama dan aku sering bercekcok dalam segala hal.
__ADS_1
Setelah selesai mandi aku pun turun ke lantai bawah dan langsung menuju ke meja makan.
"Ekhm" Papa berdeham keras saat aku datang.
"Pagi pa" Aku langsung duduk di samping mama. Dan mulai memakan sarapan yang telah di sajikan mama.
"Oh iya, papa udah dengar dari mama soal kamu" Jelas papa sambil terus menyantap sarapannya.
Papa pasti gak bakalan setuju.
"Itu usulan yang bagus banget menurut papa" Papa kemudian menatapku santai.
"Yey" Mama bersorak riang di telingaku. Seolah-olah mengejekku.
"Pa" Aku menatap tidak suka pada papa.
"Kalau gak mau, papa bakalan sita semua aset yang papa kasih ke kamu, termasuk kartu kredit kamu" Mama tersenyum sinis padaku.
"Pilih mana ga?" Tanya mama sambil menggodaku.
"Ya, Saga mau" Jawabku singkat.
"Yaudah Saga berangkat sekolah dulu" Aku pun langsung pergi gitu aja ninggalin mama sama papa.
Dapat ku dengar mama dan papa cekikikan kuat.
Dasar.
__ADS_1