Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Makan Malam


__ADS_3

Audi dan Fardhan sekarang tampak lebih dekat, dapat di lihat dari interaksi mereka berdua.


"Wah kucingnya Alya ini imut banget ya" Pekik Audi, sudah berulang kali ia mengatakan itu. Berulang kali ia memekik kesenangan.


"Iya, di rumah gue juga banyak banget lo kucing" Ujar Fardhan yang langsung menarik perhatian Audi.


"Yang bener?" Tanya Audi dengan mata berbinar-binar. Fardhan mengangguk cepat. "Wah boleh dong bagi satu"


"Boleh" Jawab Fardhan, lalu mereka tertawa bersama-sama.


"Ekhm" Sebuah dehaman mengangetkan mereka berdua. Audi dan Fardhan langsung melihat ke arah sumber suara itu. Di sana mereka sudah melihat Alya yang sedang berdiri sambil berkacak pinggang. Memandang tajam ke arah mereka berdua.


"Apa?" Tanya Audi polos.


Alya dengan cepat mendekati mereka, menjauhkan Audi dari Fardhan. "Gak boleh deket-deket!" Teriaknya.


Audi dan Fardhan sama-sama di buat bingung oleh tingkah Alya. Kenapa rupanya kalau mereka dekat? "Kenapa?" Tanya Audi dan Fardhan secara bersamaan. Membuat Alya semakin naik tensi.


Alya mengambil alih kucing yang di pegang Audi, setelah itu menarik paksa tangan Audi agar mengikuti. Walaupun masih terheran-heran Audi tetap mengikuti Alya.


"Eh mau kemana?" Teriak Fardhan. Tapi Alya menghiraukannya.


Sesampainya kembali di dalam kamar Alya, Alya langsung mengunci pintu kamarnya. Lalu memandang kesal Audi. "Lo ngapain sih dekat-dekat smaa Fardhan?" Tanya nya sedikit emosi.


"Emang kenapa Al?" Dengan malas Audi menanggapi Alya.

__ADS_1


"Sini!" Alya mengajak Audi duduk di tempat tidurnya. "Lo kan baru kenal sama dia masa udah deket banget gitu, gue gak suka" Tutur Alya.


"Oooo, jadi maksud lo gak suka kalau gue deket-deket sama kak Fardhan?" Ulang Audi lagi, Alya mengangguk cepat.


"Lo cemburu ya" Audi terkekeh pelan.


Alya membulatkan matanya, cemburu tidak ada di dalam kamus kehidupannya. "Ngapain juga gue cemburu kalau lo deket sama Fardhan" Celutuk ny.


"Jadi?" Tanya Audi yang semakin tak mengerti ke arah mana permasalahannya.


"Ya gue gak suka aja, dia itu orangnya aneh tau" Jelas Alya.


"Aneh gimana Al?" Sepertinya Audi mulai kemaleman jeratan Alya, jarang-jarang kan dia mau ikutan bergosip.


"Yah gak jelas banget sih lo" Cibir Audi.


"Kok lo tertarik banget sih sama Fardhan?"


"Haduh" Audi memijit pelan pelipisnya. "Tertarik apa sih? Gue cuman ngerasa enak aja gitu bicara sama dia" Jawab Audi, kali ini jujur.


"Yang bener? Gak ada yang lain?" Tanya Alya lagi.


"Emang kenapa sih?"


"Gak ada" Jawab Alya seperti menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Audi memicingkan matanya, seperti tau ada hal yang di sembunyi kan Alya. "Hayo, lo nyembunyiin apa dari geu" Selidiknya.


"Gak ada tuh" Alya mengambil cemilannya tadi lalu pura-pura sibuk dengan makanannya.


"Yaudah deh terserah lo"


°~°


Makan malam tiba, tidak ramai yang datang hanya kerabat dan rekan-rekan kerja papanya Alya saja lalu tetangga-tetangga terdekat.


Audi rencana awalnya tadi ingin mengajak ayahnya, tapi di karenakan sibuk oleh pekerjaan, akhirnya tidak jadi datang.


"Wah sudah pada dayang semua" Alya menahan teriakannya. Bagaimana ia tidak berteriak ke girang, lihatlah! Calon tunangannya sudah datang.


"Saga ikut juga?" Tanya Audi saat tak sengaja matanya menangkap sosok Saga di samping Dino.


"Ya jelas dong, dia kan sahabatnya Dino" Jawab Alya.


'Benar juga' Batin Audi.


Setelah menyambut para tamu yang datang Audi dan Alya kini duduk di meja makan yang sudah terhidang berbagai macam masakan yang tadi di buat oleh mama Alya dan yang lainnya.


Tidak banyak yang bisa Audi lakukan saat acara makan malam ini, karena di sini terdapat orang-orang yang tak ia kenal. Salah satu yang ia kenal ialah keluargamu Saga, sedap tadi mamanya Saga tak berhenti memberikan senyuman nya pada Audi. Membuatnya jadi salah tingkah saja.


Setelah acara makan malam selesai papa Alya dengan resmi mengatakan kalau Alya dan Dino akan bertunangan secepatnya. Tepuk tangan dan ucapan selamat terdengar riuh di ruang makan itu.

__ADS_1


__ADS_2