Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Liburan


__ADS_3

Audi langsung menundukkan wajahnya saat sampai di depan pintu rumahnya. Terlihat ayahnya tang sudah berkacak piggang di depannya. Menatap Audi dengan wajah yang sangat sulit di arti kan.


"Ayah" Audi memberikan diri melihat ayahnya.


"Kamu ya" Ayah menarik tangan Audi dan langsung membawanya ke ruang tengah. "Awas kamu ya"


"Ayah" Audi langsung memeluk ayahnya. "Tadi Audi nganter teman Audi yang sakit yah" Lanjutnya sambil merengek-rengek manja di lengan ayahnya.


"Ck kamu" Ayah menepuk pelan pundak Audi.


"Mmm" Audi menatap ayahnya sambil mencebikkan bibir nya.


"Jangan monyong gini, nanti cantiknya hilang" Ayah mencubit bibir Audi.


"Ayah gak marah kan?" Audi menatap ayahnya dengan mata berbinar-binar.


"Enggak" Ayah berujar lembut. "Yaudah sekarang kamu tidur dulu ya! Udah malam" Ayah menuntun Audi masuk ke kamarnya.


"Iya yah" Audi tersenyum lalu mencium pipi ayahnya. "Audi tidur dulu" Kemudian menutup pintu kamar nya.


Audi langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur, sungguh malam ini ia sangat lelah. Hah, sungguh ke jadian malam ini di luar pemikirannya. Audi kembali mengingat kunjungan nya ke rumah Saga tadi. Apa-apaan mama dan papanya Saga itu. Audi meyakinkan dalam hati, bahwa ia tidak mau lagi pergi ke rumah nya Saga. Dalam keperluan apapun, sungguh ia sangat takut.


Drrt,drrt hp Audi berdering.


"Halo Al". Ujar Audi saat yang menelpon ialah Alya.


"Woy ke enakan ya lo pakek motor gue" Teriak Alya di sebrang sana. Audi menepuk keningnya, merutuki perbuatannya. Kok bisa-bisanya ia melupakan Alya.


"Jadi lo gimana Al? Gue udah di rumah ni"

__ADS_1


"Ya gue jugak udah dirumah" Cibir Alya.


"Loh naik apa lo?"


"Di anter gue sama Dino" Alya cekikikan pelan di sebrang sana.


"Jadi orangtua lo gak marah?" Tanya Audi lagi, dia sudah sangat cemas. Apalagi orang tua Alya itu emosian banget kalau anaknya deket-deket sama yang namanya laki-laki.


"Enggak ah, gak marah" Terdengar Alya menarik napas. "Mungkin suasana hati mama gue lagi enak" Sambungnya lagi.


"Ooo" Audi bernafas lega. "Maaf banget ya Al, besok gur anter motor lo ke rumah"


"Iya iya gak apa"


"Makasih banget"


"Udah dulu ya gue mau tidur"


"Hah ngantuk banget" Audi bergumam pelan saat tiba-tiba saja rasa kantuk mendatanginya.


°~°


"Selamat pagi yah" Teriak Audi saat melihat ayahnya duduk di meja makan.


"Pagi Audi sayang"


"Ayah mau makan apa pagi ini? biar Audi masakin" Sahut Audi sambil tersenyum lebar.


"Eh, gak usah repot-repot di, delivery aja biar gak lama" Wajah ayahnya sudah tampak pucat. Ini hari libur, sungguh ia tidakau menghabiskan waktu liburnya dengan berbaring di kamar.

__ADS_1


"Gak usah segan yah, Audi lagi semangat ni" Audi mendekati ayahnya.


"Kamu pasti capek kan, tadi malam kan pulang nya malam-malam banget. Jadi gak usah masak dulu" Ayah mengelus pelan puncak kepala Audi.


"Yaudah deh" Audi tersenyum simpul.


"Ayah mau Audi pesenin apa?" Tanya Audi yang sudah megang Hp nya.


"Terserah kamu aja" Jawab ayah sambil meminum kopi yang di buatkan Audi.


"Ok" Audi tampak memilih makanan yang ingin sekali ia coba. Setelah merasa makanan Audi duduk di sebelah ayah sambil meminum coklat panasnya.


"Audi bosen yah di rumah terus" Celutk Audi sambil memandang ayahnya.


"Tadi malam kan kamu baru jalan-jalan" Ayah menatap Audi datar.


"Hehehe iya sih emang" Audi cengir-cengir gak jelas.


"Emangnya kamu pingin kemana?" Tanya ayah.


"Jalan-jalan kemana aja, yang penting gak di rumah terus, bosen yah"


"Yaudah sana kamu main-main sama Alya, ayah ada urusan di toko" Ayah kembali meminum kopi nya.


"Yang bener yah?" Tanya Audi tak percaya, tak biasanya ayahnya seperti ini.


"Iya" Ayah tersenyum.


"Makasih ayah" Audi memeluk ayahnya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu pesanan merka pun datang.


__ADS_2