
Audi menatap hp nya dengan malas. Merutuki kebodohannya yang mau-maunya meng iyakan ajakan Alya agar bergabung dengan para fans nya Saga. Dan sekarang hpnya ribut terus karena notifikasi yang masuk dari grup itu. Ingin rasanya Audi tahu, sebenarnya apa aja sih yang para fans Saga omongin di grup itu, ya tapi dia masih gengsi juga. Kayak gak ada kerjaan lain aja.
"Muka lo di, kusut amat" Cibir Alya lalu menyodorkan sebotol air mineral pada Audi.
Audi dengan malas mengambil botol yang di sodorkan Alya, lalu meminumnya dengan perlahan. Setelah merasa tenggorokannya basah, Audi pun mulai mengomel-ngomel pada Alya. "Ya lo sih, main masuk-masukin gue ke grup aneh itu. Gue kan bukan fans nya Saga" Audi menatap Alya kesal.
"Ya udah lah udah terjadi juga" Ujar Alya santai. Saat ini mereka tengah duduk santai di bangku taman sekolah.
Alya menatap Audi dengan semangat. "Eh, di menurut lo Saga itu gimana orangnya?" Pancing Alya. Ia ingin tahu apa respon Audi pada Saga. Memang sih mereka sering bertengkar saat bertemu, tapi Alya melihat sesuatu yang berbeda saat Saga melihat Audi, begitu juga dengan Audi.
"Maksud lo?" Tanya Audi tak mengerti.
"Ya" Alya tampak berpikir sebentar. Dia harus ngomong kayak mana?. "Menurut lo Saga ganteng gak?" Lanjut Alya.
"Uhuk uhuk" Audi tersedak ludahnya sendiri, pertanyaan apa ini? "Pertanyaan lo gak berfaedah banget" Celutuk Audi memandang Alya kesal, karena Alya ia sampai tersedak ludahnya sendiri.
"Ya lo ngapain sampai batuk-batuk gitu cobak? Gue kan cuma nanyak pendapat lo" Balas Alya tak kalah sewot.
"Yaudah lah gak usah di bahas lagi" Audi kembali meminum air yang di beri Alya tadi.
"Eh tapi menurut lo gimana sih di?" Tanya Alya lagi yang masih ingin menggoda temannya ini.
"Ya ya dia emang ganteng" Teriak Audi kesal di telinga Alya.
"Wah" Alya memandang Audi denga mata berbinar-binar. "Terus-terus!"
"Apa nya yang terus" Audi menyentil kuat kening Alya.
Alya memanyunkan bibirnya. "Ya mana tau kalian berdua cocok, kan lo gak terus-terusan nyandang status jomlo" Alya terkikik pelan saat melihat perubahan pada wajah Audi. Ya Audi memang sanagat sensitif kalau membahas mengenai status dirinya.
"Gak ah, gak mau gue sama dia" Ujar Audi pelan. Bagaimana pun dia harus sadar diri, Saga dan dia berbeda. Saga yang tampan dan juga anak orang kaya tak akan pantas dengannya. Ya, walaupun orang tuanya juga bisa di bilang kaya sih. Tapi belum tentu kan Saga mau dengan dirinya. Lagi pula dia pun gak ada menarik-menarik nya, cantik? Ya lumayan lah. Kalau ngomongin cantik, bahkan di luaran sana banyak wanita yang lebih cantik dari dirinya. Tiba-tiba saja Audi ngerasa minder kalau sempat dia mempunyai perasaan pada Saga.
"Kok lo jadi bengong di?" Tanya Alya, karena Audi tiba-tiba jadi diam melamun.
"Eh?" Audi tersadar. "Gue gak bengong kok" Audi kini pura-pura sibuk memainkan hp nya.
"Eh lo betulan dateng kan ke acara ultah gue" Ujar Alya kemudian, mencari topik yang lebih bermanfaat untuk di bahas.
"Iya, gue pasti dateng" Jawab Audi semangat. "Eh orang tua lo gimana?" Tanya nya kemudian. Rencananya Alya akan mengadakan pesta kecil-kecilan doang. Ya bisa di bilang kayak acara keluarga gitu, jadi apa respon mamanya nanti kalau Alya membawa cowok yang ternyata ialah pacarnya. Ingat! Orang tua Alya sangat menentang Alya agar tidak berhubungan dengan cowok.
"Oh gue lupa di belum ngasih tau lo" Alya tampak sangat bersemangat sambil mengguncang bahu Audi.
__ADS_1
"Iya kasih tau langsung, gak usah goyang-goyangin badan gue juga"
"Jadi kan di" Alya menggantung kan katanya-katanya, memandang wajah Audi yang sudah sangat penasaran.
"Apa, apa Al?" Betulkan Audi sudah sangat tidak sabar mendengar kelanjutan dari Alya.
"Orang tua kami ngerestui hubungan kami" Sambung Dino yang tiba-tiba datang lalu merangkul pundak Alya.
Alya hanya melongo, tungu-tunggu! Dia belum bisa mencerna kata-kata Dino dengan baik. Maksudnya ngerestui apa cobak? "Maksudnya?" Sambil melihat Alya dan Dino secara bergantian.
"Iya ternyata orang tua gue sama dia tuh temenan" Jelas Alya.
"Lagi pula memang rencananya kami mau di jodohin" Tambah Dino lalu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Audi yang sudah tidk bisa di di ucapkan denga kata-kata.
"Serius Al?" Kini gantian Audi yang mengguncang tubuh Alya.
Alya hanya terkekeh pelan melihat tingkah Audi. Memang benar dia tidak berbohong. Awalnya juga dia terkejut sampai-sampai tidak bisa tidur sangking senangnya. Tapi memang itulah yang terjadi.
"Tarik napas dulu di!" Alya menepuk pelan pundak Audi.
"Gilak, gue hampir kehabisan oksigen" Celutuk Audi sambil memandang Alya kesal.
Audi kini melihat Dino, tidak bisa di pungkiri dia sekarang sedang mencari orang yang biasanya selalu dekat dengan Dino.
'Kok dia tau' Batin Audi.
"Kelihatan dari gerak-gerik lo di" Jawab Dino seakan bisa membaca pikiran Audi.
"Eh lo" Audi menatap tak suka pada Dino. Dino hanya mengedikkan bahunya, mendapatkan tatapan seperti itu dari Audi.
"Yaudah Al, gue balik kelas duluan ya" Audi beranjak dari duduknya.
"Hati-hati ya di" Teriak Alya saat Audi sudah melangkah jauh meninggalkan mereka. Alya kira Audi mau kemana? Harus pakai hati-hati.
Audi berdecak kesal saat melewati sekumpulan cowok-cowok kelas XII. Lalu merutuki dirinya, bisa-bisanya dia mengambil jalan belakang sekolah. Rencananya sih mau ngehindari para fans nya Saga, semenjak ia ketangkap sedang berbicara dengan Saga tadi pagi. Dirinya terus-terusan di buru para fans Saga, menanyakan ada hubungan apa antara dirinya dan Saga.
Tapi lihatlah sekarang! Salah satu senior itu malah mendekat ke arah Audi, menghalangi jalannya Audi.
Audi meneguk ludahnya. 'Gimana ni?' Batinnya. Lihatlah cowok itu semakin dekat. Audi melangkah mundur menjauhi cowok itu.
"Eh lo mau kemana dek?" Tanya cowok itu semakin mendekat.
__ADS_1
"Maaf kak" Audi membungkuk sopan lalu melangkah pergi meninggalakan area belakang sekolah.
Sebelum Audi benar-benar beranjak pergi tangannya di tarik oleh senior itu.
Audi berteriak dalam hati. 'Ya ampun gue mau di apain?'
"Kak udah mau bel masuk, tolong lepasin tangan kakak" Ujar Audi masih sopan.
"Yah, salah lo jugak kan? Ngapain datang-datang kemari?" Ujar cowok itu. "Mau mata-matai kami ya" Lanjutnya lagi.
"Enggak kak, saya gak sengaja lewat sini" Ingin sekali Audi menangis saat di tatap tajam oleh cowok itu.
"Ren lepasin tangan dia!" Perintah seseorang yang tiba-tiba muncul di antara Audi dan cowok yang di panggil Ren itu.
Audi menatap ragu cowok yang barusan datang dan langsung membelalakkan matanya saat yang ia lihat kini ialah Fardhan.
"Eh kenapa dhan?" Tanya cowok itu langsung melepaskan tangannya yang menarik Audi tadi.
"Dia temen gue" Jawab Audi lalu merangkul bahu Audi.
Audi terkejut saat mendapat perlakuan seperti itu, tapi entah kenapa perasaan takut tadi jadi menghilang. Audi merasa nyaman di dekat Fardhan.
"Oh maaf gue gak tau" Ujar cowok itu dengan ekspresi takut, lalu lari meninggalkan Audi dan Fardhan.
"Eh tangannya" Audi melepaskan rangkulan Fardhan.
"Maaf" Ujar Fardhan sambil terus tersenyum hangat pada Audi. "Maafin temen gue juga ya, udah bersikap kasar sama lo" Tambahnya lagi.
"Itu temen lo?" Tanya Audi tak percaya, what? Jadi Fardhan ini berteman sama orang-orang yang punya masa depan kayak mereka? Yang taunya buat masalah terus? Itu teman dia. Audi tak habis pikir. Belakangan ini banyak sekali orang-orang aneh yang tiba-tiba masuk kedalam hidupnya. Lalu menerornya dengan hal-hal yang tidak terduga.
"Lo terkejut ya?" Tanya Fardhan sambil tertawa pelan.
"Jadi lo udah kelas XII?" Tanya Audi. Ia pikir Fardhan sebaya dengannya.
Fardhan mengangguk pelan.
"Maaf udah panggil kakak gak sopan" Audi menunduk sambil meminta maaf.
"Lo boleh panggil gue apa pun yang lo suka" Fardhan menatap lembut Audi. "Tapi ya gue gak maksa juga kalau lo manggil gue kakak" Lanjutnya lagi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, untuk menghalau rasa malunya yang tiba-tiba datang.
"Oke kak, sekali lagi makasih ya udah nolongin saya" Ujar Audi sopan lalu meninggalkan Fardhan yang terus menatapnya.
__ADS_1
"Iya di" Jawab Fardhan setengah berbisik. Lalu Senyuman muncul di bibir tipisnya.