Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Sudah Takdir


__ADS_3

Setelah kedatangan Dino kemarin, mama tidak mengungkit-ungkit lagi tentang calon menantunya. Awalnya Saga juga sedikit heran kenapa tiba-tiba mama jadi gak cerewet lagi. Tapi Saga menepis rasa penasaran nya, dan kini ia merasa lebih senang dan semangat menjalani hidupnya. Saga tau kalau misalnya sampai waktu tiga bulan ia tidak bisa menemukan calon istri nya, otomatis mama lah yang mencarikan calon untuknya. Sekarang Saga tidak memperdulikan itu lagi, biar lah kalau memang ini takdirnya ia akan jalani dengan sepenuh hati. Yang penting untuk saat ini dia tidak di pusingkan dengan celotehan mamanya lagi.


Biarlah untuk saat ini ia merasa aman dan damai.


Dino menatap aneh ke arah Saga yang sedari tadi tidur sambil senyum-senyum.


'Ni anak makin lama makin gila kayaknya' Ucap Dino dalam hati.


"Woy" Dino menoyor kuat kepala Saga. Membuat Saga langsung mengangkat kepalanya.


"Cari mati ya lo?" Saga menatap tajam pada Dino. Yang di tatap hanya balik menatap malas ke arah Saga.


"Lo kenapa sih?" Tanya Dino smbil membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas mejanya.


"Emang gue kenapa?" Saga bertanya balik.


"Ya ampun, dosa apa gue sampai-sampai punya kawan kayak lo?" Ujar Dino sambil menyentuh pelan dadanya. Mencoba mengahayati ke sedihh yang menimpa dirinya.


"Yah, lo sendiri kenapa jadi aneh gini?" Saga menatap heran ke pada Dino.


"Eh, belakangan ini lo kok makin sering senyum-senyum gak jelas? sampai-sampai tidur aja lo senyum-senyum minta di tabok" Dino memiringkan tubuhnya mengahadap ke samping, agar lebih mudah bertatapan dengan Saga.


"Gue lagi seneng, soalnya mama gak ada nanyak-nanyak tentang calon istri gue lagi" Jawab Saga sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Ooooo, pantesan lo gak berhenti senyum-senyum kayak orang gak waras" Ujar Dino sambil terkekeh pelan.


"Iya, gue seneng banget" Saga kembali memjamkan matanya sambil tersenyum tipis.


"Eh gue dapat chat dari pacar gue, dia ngajak makan bareng di kantin. Lo mau ikut?" Tanya Dino sesaat setelah melihat pesan yang masuk ke handphone nya.


"Jadi obat nyamuk gue nanti"


"Enggak, pacar gue ngajak temennya juga"


"Yaudah lah gue ikut lo kalau gitu" Ujar Saga menyetujui ajakan Dino. Kemudian ikut membereskan buku-buku pelajaran miliknya yang beserakan di atas mejanya.


Dino dan Saga berjalan cepat ke kantin. Dino pun mengusir beberapa cewek yang datang mendekati Saga dan dirinya. Sudah jelas mereka ingin mencari perhatian dari Saga.


"Biar cepet sampe ke kantin, Alya udah nunggu gue" Jawab Dino sambil berjalan cepat meninggalkan Saga.


°~°


Saga menatap malsa cewek yang duduk di hadapannya ini. 'Sungguh, apa gak ada cewek lain di sekolah ini?' Ujar Saga dalam hatinya.


"Eh, ga kenalin ini Alya pacar gue" Dino meunjuk sekilas ke arah cewek berwajah manis. Alya hanya tersenyum manis saat Dino menyebutnya sebagai pacar nya.


"Dan yang itu temennya Alya" Dino menunjuk ke arah cewek yang duduk di samping Alya, yang tak lain adalah Audi.

__ADS_1


Audi tersenyum miring melihat Saga.


"Oh iya, maaf ya di soal kejadian minggu semalam" Ujar Dino sambil memakan bakso miliknya.


"Yang mana?" Tanya Audi sedikit bingung.


"Yang lo jatuh di koridor itu?" Sambung Dino lagi.


"Oh, yang itu. Gak apa kok" Audi tersenyum manis pada Dino.


"Iya, dia gak kenapa-kenapa. Lah gue sampai jatuh lo buat" Saga menatap kesal Audi yang masih asik memakan makanannya.


"Salah lo sendiri kan, udah di suruh pinggir gak mau. Gak tau apa orang lagi buru-buru" Balas Audi tak kalah kesal nya.


"Gara-gara lo jadi berkurang image gue di depan para fans gue"


"Hoamm" Audi menguap pelan. "Sok ada fans, hahaha" Audi tertawa meledek.


"Ya ampun Al, kita di gak di anggep" Ujar Dino tiba-tiba. Membuat Audi dan Saga langsung menatapnya tajam.


"Udah ah, abisin dulu makanannya!" Alya berujar lembut.


Membuat Saga dan Audi langsung kembali makan.

__ADS_1


__ADS_2