Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Dino


__ADS_3

Saat pulang sekolah Saga langsung pulang ke rumah. Ia bukan tipe orang yang suka berkeliaran sehabis pulang sekolah. Menurutnya di rumah lebih nyaman dari pada di luar sana. Dasar aneh.


"Mama Saga pulang" Teriak Saga dari pintu masuk rumah.


"Wah anak mama udah pulang" Mama tersenyum manis pada Saga.


"Mana calon mantu mama?" Tanya mama antusias.


"Tuh ". Saga menunjuk ke arah belakangnya.


Mama melihat ke arah yang di tunjuk Saga.


"Halo tante" Ujar orang itu.


"Saga" Teriak mama marah. Jelas saja mama marah. Karena yang di bawa oleh Saga ialah Dino.


Dino hanya senyum saat mama melihat marah ke arah nya. Dino mungkin sudah terbiasa dengan sifat absurd keluar Saga ini. Gak mama, gak anak, gak papanya sama aja, semua aneh. Itu lah pandangan Dino pada keluarga Saga. Tapi Dino tidak mempermasalahkan itu, karena ia dan Saga sudah lama berteman. Keluarga Saga dan Dino juga rekan bisnis. Makannya mereka juga dekat. Bahkan sudah seperti saudara sendiri.


"Kamu Dino..." Mama menggantung kata-katanya sat Dino menyalami tangannya.


"Iya tante" Ujar Dino saat namanya di panggil.


"Kok kamu sih?" Tanya mama sedikit kesal.

__ADS_1


"Jadi Dino gak boleh main ke mari ya, tante?" Dino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bukan gitu" Jawab mama pelan. "Yaudah masuk sana" Mama memberi jalan agar Dino masuk.


Dino langsung naik ke lantai atas, menuju kamar Saga.


"Mama lo aneh" Ujar Dino begitu masuk ke dalam kamar Saga.


"Gue juga mikir kayak gitu" Kata Saga yang tampak sedikit frustasi.


"Emang kenapa sih?" Tanya Dino yang kini sudah duduk di pinggiran kasur Saga.


"Mama gue nyuruh...." Saga menggantung kan kata-katanya. Saga menarik napas sebentar. "Nyuruh gue carik binik"


"Hah? maksudnya?" Dino sepertinya belum mengerti dengan pernyataan dari Saga.


Sontak Dino tertawa mendengar penuturan dai Saga. "Hahahaha, kok bisa?" Tanya nya lagi yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Ck, lo ni" Saga menatap Dino tak suka.


"Hehehe ok, ok" Dino akhirnya berhenti tertawa.


"Udah jadi nasib gue ni, gak bakalan bisa gue nikmatin masa muda"

__ADS_1


"Yaudah lah terima aja, lagi pula ini kan gak buruk-buruk amat" Dino menepuk pelan punggung Saga.


"Ah lo, makin nambah buruk suasana hati gue" Saga menjitak kuat kepala Dino.


"Ooh, jadi lo ngajak gue kemari cuma mau jitak kepala gue gitu?" Dino mengelus pelan kepalanya. Kalau kepalanya sering di gini in sama Saga, kapan dia jadi pintar.


"Bukan gitu" Sergah Saga. "Gue mau ngehindari mama" Jawabnya.


"Eh, tapi lo kan ganteng ga!" Ujatlr Dino antusias.


"Terusss"


"Ya kan mudah aja gitu buat lo nyarik cewek"


"Gak semudah itu juga, gue gak mau salah pilih dalam hal ini no" Jawab Saga se kenanya. Memang dalam mencari pasangan hidup kita gak boleh asal pilih kan? Saga juga begitu.


"Jadi, kalau lo gak dapet-dapet juga sampai tiga bulan, lo bakal di jodohin?" Tanya Dino lagi, memastikan.


"Hmmm" Gumam Saga sambil mengangguk pelan.


"Yaudah lah dari pada lo susah-susah nyarik cewek mending lo langsung di jodohin" Ujar Dino sambil tertawa lagi.


"Kok lo ngomong nya gitu?" Saga menatap tajam ke arah Dino.

__ADS_1


"Ya biar lo cepet-cepet punya istri dan lo gak bisa genit ke cewek-cewek lagi" Kata Dino .


"Eh bukan gue ya yang genit, mereka tu yang kecentilan" Saga membela diri. Emang ia sih sebetulnya para cewek itu yang genit ke Saga.


__ADS_2