
Saga terduduk diam di cafe yang tidak jauh dari rumahnya. Biasanya saat sekolah telah usai Saga akan segera pulang. Tapi hari ini dia malas, karna mamanya pasti akan menanyakan tentang calon istri Saga seperti hari-hari kemarin. Makannya kali ini dia memutuskan untuk tidak pulang dulu.
Biar saja kalau nanti mamanya akan merepet. Saga akan memikirkannya nanti.
Yang Saga pikirkan sekarang ialah, bagaimana caranya ia mencari cewek yang pas untuk menjadi istrinya. Atau yang lebih bagus, bagaimana caranya supaya acara cari calon istri ini di tiadakan. Di hapuskan dari pikiran mama dan papa.
Sungguh Saga masih ingin menjalani hidup secara bebas. Masa mudanya masih panjang, ia tidak ingin begitu tamat SMA langsung menikah. Itu sangat gila.
"Eh, nyokap lo nelpon gue ni" Ujar Dino yang duduk di sebelah Saga.
"Gak usah di angkat biar aja" Saga membuang kasar napasnya.
"Ooo, yaudah" Jawab Dino acuh.
Tidak berapa lama hp Dino berdering lagi.
"Oh gue baru inget" Dino penepuk pelan keningnya. Membiarkan hpnya yang masih berdering.
"Kenapa lo?"Tanya Saga.
"Maaf ga, gue balik luan ya. Soalnya cewek gue ngajak jalan" Dino menatap remeh pada Saga. Kemudian pergi gitu aja.
"Cih, sombong amat lo sementang baru punya pacar, gue yang punya mantan bejibun aja biasa aja" Saga mengoceh sendiri.
Saga sedikit merapikan duduknya, memasang wajah cool saat beberapa ciwi-ciwi dari SMA lain berjalan mendekatinya.
"Ya ampun ganteng banget dia" Bisik salah satu cewek itu, yang masih terdengar jelas di telinga Saga.
"Ayo minta no nya!" Ujar yang lainnya.
__ADS_1
'Mama dulu ngidam apa sih ma sampai anak mama ganteng gak ketulungan gini ' Batin Saga sambil tersenyum manis saat seorang cewek mendekatinya.
"Hay kak" Sapa cewek itu sambil malu-malu.
"Ada apa ya?" Tanya Saga pura-pura jaim.
"Boleh minta wa kakak gak?" Cewek itu langsung menyodorkan hpnya.
"Boleh-boleh" Saga kemudian mengetik no nya di hp cewek itu.
Setelah minta nomor, cewek itu pun ngajak temen-temennya potbar sama Saga.
Setelah itu mereka pun pergi sambil teriak-teriak kesenangan.
Saga memejamkan matanya sambil tersenyum-senyum tanpa menyadari seorang cewek berjalan ke arahnya.
"Permisi, gue duduk di sini ya" Ujar cewek itu, dan langsung duduk di hadapan Saga.
"Ekhm" Saga berdeham saat melihat cewek itu masih sibuk menundukkan kepala, memainkan hpnya.
'Gak lihat apa ada orang ganteng di sini ' Saga merapikan rambut depannya yang lumayan panjang.
Cewek itu mendongak menatap Saga. Tidak sengaja pandangan matanya dan Saga bertemu.
"Uhuk, uhuk" Saga tersedak ludahnya sendiri karna sangking terkejutnya.
Cewek itu dengan sigap menyodorkan minuman miliknya, karna ia melihat minuman di gelas Saga udah kosong.
Saga tanpa pikir panjang langsung minum jus yang di kasih cewek itu. Dari pada ia nanti mati kesedak, itu gak lucu.
__ADS_1
"Makasih" Ujar Saga dengan nada angkuhnya.
"Ya, gak masalah" Cewek itu kembali memainkan ponselnya.
"Eh lo" Saga menatap tidak suka ke arah cewek itu.
Cewek itu kembali menatap Saga. "Ada apa sih?" Tanya cewek tampak tak suka karna Saga mengganggu aktifitasnya.
"Loh kok lo yang ngegas?" Saga menaikkan nada bicaranya. "Lo masih bersalah sama gue"
"Salah apa?" Cewek itu tampak berpikir."Ooooo yang itu" Kemudian cewek itu mengangguk-angguk pelan saat ia mengingat sesuatu.
"Trus? Gue kan udah minta maaf, Lagi pula itu salah lo juga" Bentak cewek itu tidak mau kalah.
"Belagu amat sih lo" Saga menoyor kuat kening cewek itu. Berharap cewek itu bakaln nangis seperti semalam saat ia menarik kerah bajunya.
Cewek itu terdiam, detik selanjutnya malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahhahaha" Tawanya semakin kuat, membuat orang yang duduk di sekiling mereka melihat heran.
"Gak ada yang lucu" Ujar Saga sambil menatap tajam ke arah cewek itu.
"Gue tau, pasti lo berharap gue bakalan nangis, ya kan?" Cewek itu kembali tertawa sambil memukul-mukul kuat meja yang menjadi penghalang antara dirinya dan Saga.
"Gue gak selelmah itu" Ujarnya sambil menghapus air matanya. Sungguh kejadian ini membuatnya tertawa sampai ingin menangis rasanya.
"Tapi kan lo nangis waktu di koridor" Ujar Saga tak mau kalah.
"Itu akting aja" Jawab cewek itu santai kemudian berdiri.
__ADS_1
"Eh, minuman itu lo yang bayar ya!" Ujar cewek itu kemudian pergi meninggalkan Saga yang masih terbengong.
"Sial" Saga mengusap rambutnya kasar. Bisa-bisanya ia di tipuin oleh cewek seperti itu.