Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Ajakan Pulang Bareng


__ADS_3

"Lo pulang sama siapa di?" Tanya Alya yang sudah beranjak dari tempat duduknya. Hari ini mereka pulang cepat karena guru sedang rapat.


Audi juga bangkit dari tempat duduknya, menatap Alya melas. "Gak tau ni Al, gue udah chat ayah" Ujar Audi.


"Terus apa kata ayah lo?"


"Gak bisa jemput, karena masih ada pekerjaan" Jawab Audi lalu terduduk lagi. Dia sangat malas kalau harus pulang naik angkot, dia tidak suka aroma-aroma aneh yang bercampur aduk di angkot. Jangankan naik, memikirkannya saja sudah membuat Audi mual.


"Gue nebeng sama lo ya" Pinta Audi.


"Tapi, gue udah"


"Ya ya ya gue tau" Audi memotong perkataan Alya, seharusnya ia tidak mengatakan ingin ikut pulang dengan Alya. Ya, karena ia sudah tau jawaban nya. Huh, teman macam apa Alya ini.


"Maaf ya di" Alya tampak bersalah.


"Gak apa, kalau gitu gue luan ya" Audi keluar duluan dari kelas. Lalu berjalan pelan melewati koridor kelas. Kalau saja mobilnya tidak lagi di bengkel pasti ia sudah pulang dari tadi.


"Huh" Audi menghela kasar nafasnya. Entah kenapa tiba-tiba ia jadi memikirkan ibunya. Sampai sekarang Audi selalu bertanya-tanya seperti apa bentuk wajah ibunya. Ayahnya juga tidak pernah mengajaknya ke makam ibunya. Ayahnya selalu menghindari pembicaraan saat Audi mulai membahas ibunya. Emangnya salah ya kalau ia ingin sekali tahu tentang orang yang telah melahirkannya.


Audi menghapus air matanya yang tiba-tiba saja jatuh. Dia sangat merindukan ibunya, walaupun tidak pernah tau seperti apa wajah ibunya.


"Audi"


"Audi" Audi tersentak saat ada seseorang yang menepuk pundaknya sambil menyebutkan namanya.


"Eh?" Audi melihat ke arah sampingnya, sedikit terkejut dengan kedatangan Saga. Sejak kapan Saga berdiri di sampingnya?


"Lo dari tadi gue panggilin juga" Celutuk Saga.


"Ah maaf gue gak denger" Audi mengalihkan pandagannya dari Saga. Dia tidak mau, kalau Saga menyadari bahwa ia tadi menangis.


"Lo habis nangis ya?" Tanya Saga, kan benar Saga menyadarinya.


Audi menghapus sisa-sisa air matanya, lalu melihat lagi pada Saga. "Enggak ah, mana ada" Audi tersenyum menampakkan gigi putihnya.


"Mmmm ya ya" Balas Saga.


"Lo kok tiba-tiba di sini?" Tanya Audi.


"Lah ini kan jalan ke parkiran, kalau gak lewat sini lewat mana lagi" Saga sudah mulai dengan ocehannya.


"Oh iya juga" Audi sedikit salah tingkah. Dia pikir tadi Saga sengaja mengikutinya, apa yang kau bikirkan Audi. "Kalau gitu gue luan ya" Audi berjalan meninggalkan Saga.


"Eh Audi" Sag menarik tangan Audi, membuat Audi menghentikan langkahnya lalu memandang Saga. "Lo pulang sama siapa?" Tanya Saga.


Audi melihat tangannya yang di pegang Saga, membuat Saga langsung melepaskan genggaman tangannya. "Gak tau gue" Jawab Audi melas.


"Kalau gitu pulang sama gue aja" Tawar Saga.


"Boleh?" Tanya Audi, meyakinkan kembali penawaran Saga.


"Iya" Jawa Saga sambil tersenyum manis.


"Oke deh kalau gitu" Ujar Audi semangat. Jelas lah semangat, karena ia akan mendapat tumpangan gratis.


Audi da Saga kini sudah masuk ke dalam mobil, setelah memamaik sabuk pengaman Saga pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.


"Di lo mau mampir ke rumah gue gak?" Tanya Saga memecahkan keheningan.


"Rumah lo?" Audi balik bertanya. Yang benar saja Saga menawarkan Audi untuk mampir ke rumah nya, apa tanggapan orang tuanya nanti tentang dirinya.

__ADS_1


"Iya, mama gue pengen jumpa sama lo katanya" Jawab Saga lalu melirik sekilas pada Audi.


Audi memebelalakkan matanya, yang benar saja mama saga pingin jumpa dengannya. Oh tidak Audi. Entah perasaan Audi atau emang benar, mamanya Saga itu agak aneh.


"Mau gak?" Tanya Saga lagi.


"Heheheh mau dong" Audi langsung menutup mulutnya. 'Ni mulut kenapa ngomong gini sih' Batinnya.


"Kenapa di?" Saga dari tadi melihat gelagat aneh Audi.


"Gak ada apa-apa" Jawab Audi lalu memainkan hp nya.


Tidak lama setelah itu mereka pun sampai di rumah besar Saga.


Saga dan Audi kini sudah berdiri di depan pintu utama. Audi merasa tiba-tiba menjadi gugup.


"Mama" Saga dengan semangat mendorong pintu lalu masuk. "Lihat siapa yang dateng" Teriaknya.


Mama yang sedang duduk santai di sofa langsung mendatangi Saga. "Siapa ga?" Tanya mama, belum sempat di jawab Saga mama sudah mendapati Audi berdiri di ambang pintu.


"Haduh Audi, tante kangen banget sama kamu" Mama Saga me arik Audi masuk ke dalam rumah dan menyuruh Audi duduk di sampingnya.


"Hehehe Audi juga tante" Audi terkekeh pelan. Lagi-lagi mulut Audi seenaknya sendiri.


"Kamu capek gak?" Tanya Mama Saga.


"Enggak tante" Jawab Susi sambil tersenyum.


"Ma Saga ganti baju dulu ya" Setelah itu Saga langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Semalam itu kita belum banyak ngomong ya" Ujar mama Saga lalu memegang tangan Audi.


"Panggil mama aja biar enak di denger" Mama Saga mengelus tangan Audi.


Audi menatap lembut mama Saga, rasanya ada sesuatu yang mengalir hangat di hatinya saat mendapat perlakuan seperti itu oleh mamanya Saga.


"Kok malah ngelamun di?" Tanya mama pelan.


Audi tersadar dari pikirannya. "Enggak, tadi lagi ingat sesuatu" Jawab Audi sambil cengar-cengir.


"Oh jamu lapar gak?" Mama nya Saga langsung bangkit dari duduknya.


"Enggak kok tante" Jawab Audi.


"Ingat jangan panggil tante, lagi pula kamu gak perlu segan di. Anggap aja rumah sendiri" Setelah itu mama Saga pergi ke dapur.


Audi masih terduduk dia di sofa, bolehkah dia memanggil mamanya Saga mamanya? Bolehkah? Audi kembali tersenyum senang.


"Senang banget kayak nya lo" Saga tiba-tiba duduk di samping Audi.


Audi menatap datar Saga. "Serah gue lah" Jawab Audi sewot.


"Yah, biasa aja dong" Saga mendorong Audi sampai Audi terjatuh ke lantai.


Audi menatap sinis Saga, lihat saja nanti dia akan membalas perbuatan Saga. Audi tiba-tiba terdiam saat mengingat sesuatu.


"Kok diam di, ada yang sakit ya?" Tanya Saga khawatir terus ikutan berjongkok di depan Audi.


"Ngapain lo pegang-pegang gue?" Audi mendorong Saga agar menjauh darinya.


"Ya gue kira lo kenapa-kenapa" Teriak Saga.

__ADS_1


"Gak usah ngegas juga" Audi belas. erteriak di deoan wajah Saga.


Audi kini sudah kembali duduk di sofa, di ikuti Saga. Audi terus memandang tajam. "Gue baru ingat" Ujar Audi cepat.


"Ingat apa?" Tanya Saga santai.


"Semalam itu lo tau" Audi menunjuk-nunjuk wajah Saga dengan tangannya.


"Gak tau" Jawab Saga acuh.


"Gue belum siap ngomong" Celutuk Audi. "Bisa gak sih lo suruh lara fans laknat lo itu jangan gangguin gue"


"Kenapa sih? Gue gak ngerti juga" Saga tampak bingung.


"Gini ga" Ujar Audi pelan. "Semalam itu gue di cegat tuh sama tiga orang cewek. Lo tau gak apa yang di bicarain mereka ke gue?" Tanya Audi dengan semangat yang berkobar-kobar.


Saga hanya menggeleng pelan sambil terus memperhatikan tingkah aneh Audi, tapi ia menyukai Audi yang selalu semangat dan aneh seperti ini.


"Masak mereka nuduh gue pacaran sama lo" Jawab Audi cepat masih dengan intonasi yang sama.


Saga terdiam dengan ucapan Audi, begitupun Audi. Entah kenapa saat Saga dia juga ikutan diam, merasa kalau pembicaraannya sudah mengenai hal-hal seperti itu.


Saga menatap Audi dalam, lalu menggeser duduk nya agar lebih dekat dengan Audi. "Emang lo gak suka kalau di di anggap jadi pacar gue?" Tanya Saga pelan sambil terus memperhatikan wajah manis Audi.


Audi yang di tatap seperti itu jadi gugup. "Ma, maksud lo?" Tanya Audi gagap.


"Lo emang nya gak seneng kalau-" Saga mengantungkan kata-katanya menatap Audi lebih dalam.


Audi mwrasa kalau jantungnya sudah berdoa jauh dari kecepatan normal. Lama-lama kalau begini terus ia bisa mati muda. "Apaan sih lo" Audi mendorong kuat Saga lalu berdiri.


"Hahahhaha" Saga hanya tertawa melihat Audi, lihatlah wajah Audi sudah memerah karena malu. "Muka lo tuh merah banget" Saga kembali terkekeh kuat.


"Diem lo! Gak usah ketawa lagi" Karena kesal Audi memilih pergi ke dapur. Melihat apa yang sedang di kerjakan mama nya Saga.


"Eh tunggu!" Saga juga ikut-ikutan mengejar Audi ke dapur.


"Kok kalian kemari?" Tanya mama Saga begitu menyadari ke datangan Audi dan Saga.


"Audi mau bantui tante-" Mama Saga menatap tajam Audi.


"Eh mama" Audi cengar-cengir.


"Ha gitu" Mama Saga tersenyum lembut pada Audi.


"Eh enak aja lo panggil mama gue mama juga" Saga tampak tak terima dengan panggilan Audi untuk mama nya.


Mama mejitak kuat kepala Saga. "Mama yang suruh dia" Ujar mama sinis.


"Gak usah di dengerin Saga di" Mama balik menatap Audi.


"Ok ma" Jawab Audi semangat.


Siang itu Audi belajar banyak dari mama Saga, dia juga di beritahu bagaimana caranya memasak yang benar. Jadi selama ini Audi itu selalu asal-asalan kalau masak. Pantesan rasanya aneh.


"Jadi lo gak pinter masak?" Tanya Saga dengan nada mengejek.


"Enak aja lo bilang gue gak pinter masak" Celutuk Audi, memang benar sih dia tidak pintar masak. Tapi dia kan tidak suka kalau harus di ejek seperti itu.


"Udah lo ngaku aja" Ujar Saga lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Ya ya, terserah lo" Audi malas berdebat dengan Saga lagi. 'Mukanya doang yang oke' Batik Audi.

__ADS_1


__ADS_2