Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Pacaran?


__ADS_3

Audi menatap malas ke arah papan tulis, ini sudah sangat sering terjadi. Audi menjatuhkan kepalanya dibatas meja. Ia akan merasa sangat bosan saat pelajaran Bahasa. Hah, benar-benar membosankan baginya.


"Di, lo dari tadi di perhatiin tuh sama bu Gita" Bisik Alya pelan sambil menyenggol tubuh Audi.


Audi langsung menegakkan badannya, dan benar saja. Bu Gita tengah menetap nya tajam, Audi hanya tersenyum saat di tatap seperti itu. Ini sudah biasa terjadi, jadi bu Gita juga gak heran kalau melihat tingkah Audi. Bukan Audi saja sih yang kelakuannya seperti ini, rata-rata anak kelasnya memang selalu mengantuk kalau masuk pelajaran bu Gita.


'Huh, membosankan' Batin Audi, lalu berpura-pura mendengarkan bu Gita dengan serius.


Untungnya tidak lama setelah itu bel istirahat pun berbunyi.


"Yeee" Terdengar teriak heboh seperti anak TK di kelas Audi.


Bu Gita menatap mereka sekilas, memang selalu seperti ini. Akhirnya bu Gita keluar dari kelas, setelah membagikan amanat sedikit.


"Kantin yuk di, laper gue" Ajak Alya lalu bangkit dari duduknya.


"Eh, luan aja. Nanti gue nyusul" Ujar Audi. "Udah kebelet banget ni gue" Audi lalu berlari meninggalkan Alya.


Alya memutar matanya jengah, kalau begitu dia akan mengirim pesan pada Dino. Mungkin saja Dino mau ikut makan di kantin dengannya.


Audi sampai di toilet yang tak jauh dari kelasnya. Sebenar nya dia tidak kebelet sih, cuman mau cuci muka doang.


Audi membasuh wajahnya. "Hah seger banget" Audi tersenyum senang lalu beranjak meninggalkan toilet.


Sedikit lagi Audi akan keluar, tiba-tiba masuk tiga cewek. Audi tidak menghiraukan mereka karena dia juga sebenarnya juga sudah lapar.


"Eh tunggu!" Salah satu dari tiga cewek itu menepuk pundak Audi.


Audi memutar tubuhnya ke belakang, melihat orang yang memukul pundaknya tadi. "Iya?" Tanya Audi pada mereka.


"Lo Audi kan?" Tanya mereka balik sambil menatap tajam Audi.


Audi menatap heran mereka. "Iya gue Audi" Jawab Audi ramah.


"Oooo jadi ini dia orangnya" Seorang cewek yang bertubuh tinggi dan ya jangan lupakan wajah cantiknya itu memperhatikan Audi dari atas sampai bawah.


Audi sedikit risih di pandang seperti itu, walaupun sesama perempuan. "Iya, kenapa ya?" Audi benar-benar sudah sangat lapar. 'Cepatlah bicara!' Batin Audi sambil terus menunggu mereka bicara.


"Gak cantik-cantik banget, terus gak menarik juga" Cibir cewek yang berwajah cantik tadi. Mmm, seperti nya dia ketua dari geng kecil ini.


"Hah?" Audi tak percaya denga apa yang di katakan cewek itu. Kenapa juga kalau ia tidak cantik dan tidak menarik, apa urusannya dengan dia.


"Iya, cantik kan kamu Vera" Tambah cewek yang berdiri di samping kanannya si Vera.


"Huh, pasti dong" Vera mengibaskan rambutnya ke belakang.

__ADS_1


"Gak ada yang mau di bicarakan lagi kan?" Tanya Audi. "Kalau gitu gue pergi luan ya" Audi beranjak pergi dari toilet.


"Eh tunggu dulu, siapa juga yang nyuruh lo pergi?" Vera menarik kuat lengan Audi.


"Aduh, sakit tau" Audi tampak kesal dengan cewek itu.


"Ya lo sih gue belum siap ngomong juga, main pigi-pigi aja" Celutuk Vera.


"Yaudah mau ngomong apa?" Tanya Audi malas.


"Lo ada hubungan apa sama Saga?" Tanya Vera langsung.


"Hah, maksudnya?" Audi benar-benar tak mengerti arah pembicaraan ini. Tadi dia kata-katai tidak cantik dan gak menarik, sekarang kenapa malah membawa Saga.


"Udah gak usah sok polos lo" Ujar cewek yang berambut pendek sambil mendorong bahu Audi.


Audi menatap sinis cewek berambut pendek itu. "Heh, apa salah gue main dorong-dorong aja" Audi balas mendorong cewek itu kuat. Sedikit lagi, kalau saja tidak ada dinding di belakangnya dia pasti akan jatuh.


"Santai dong!" Vera balas mendorong Audi lagi. Ya, jadi main dorong-dorongan kan.


"Yaudah lo maunya apa? Cepet bilang sama gue. Ngajak ribut aja lo" Teriak Audi yang sudah kesal banget sama tiga cewek ini.


"Gak usah ngegas juga" Bentak Vera.


Audi menghembuskan napasnya pelan. Sabar Audi sabar. "Yaudah jadi kalian mau ngomongin apa sih?" Tanya Audi datar.


"Hubungan gue sama Saga?" Audi meyakinkan pertanyaan Vera.


"Iya, cepat bilang!" Vera sudah sangat tidak sabar melihat Audi bertele-tele.


"Kenapa tiba-tiba kalian nanyain itu ke gue?"


"Ni!" Cewek yang di kanan itu menunjukkan poto Audi yang tengah berbicara dengan Saga.


Audi memfokuskan penglihatannya, sejak kapan mereka menyimpan poto Audi dan Saga yang tengah berbicara di depan kelasnya kemarin.


"Oh itu gue cuman ngomong hal sepele aja" Ujar Audi pelan.


"Trus hubungan lo sama dia apaan?" Tanya Vera lagi.


"Cuma teman, teman, dengar gak?" Teriak Audi.


Vera menatapnya tajam. "Awas ya kalau lo bohong" Ancam Vera.


"Mmm ya ya " Dengan cepat Audi berlari meninggalkan mereka. Huh, ternyata merka menahan nya hanya untuk menanyakan perih hubungannya dengan Saga. Jelas kan memang dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Saga. Enak sekali orang-orang itu menyimpulkan nya sendiri dan menuduh Audi yang tidak-tidak.

__ADS_1


Audi sampai di kantin, dan langsung saja gugup saat banyak mata cewek-cewek memandang ke arahnya.


Audi pura-pura menghiraukan mereka dan lagsnug mencari keberadaan Alya. Setelah melihat Alya, Audi pun langsung berjalan cepat ke arahnya.


Alya melihat Audi yang duduk di sampingnya. "Lama banget di?" Tanya Alya.


"Tadi gue jumpa mak lampir" Celutuk Aud masih kesal. Lalu mengambil makanan milik Alya dan memakannya.


"Eh enak banget lo makan punya gue" Alya hendak menarik kembali mangkuk baksonya. Tapi ia urungkan saat kedatangan Dino dan sosok ganteng di sampingnya, siapa lagi kalau bukan Saga.


Audi melihat sekilas Dino dan Saga yang duduk di hadapannya lalu melanjutkan makannya. Ya ampun, dia sudah sangat lapar.


"Lo belum pesan Al?" Tanya Dino saat melihat hanya Audi saja yang makan.


"Uda tapi di ambil sama Audi" Jawab Alya lembut.


'Dasar, lembutnya waktu di depan Dino doang' Cibir Audi dalam hati.


"Loh kok bisa?" Tanya Dino lagi.


"Gue laper banget" Jawab Audi singkat.


"Yaudah biar gue pesenin punya lo" Dino bangkit dari duduknya.


"Gue juga" Ujar Saga.


"Ya ya " Jawab Dino malas.


"Saga" Panggil Alya pada Saga yang tampak memperhatikan Audi.


"Eh Iya?" Sahut Saga.


"Lo pacaran diam-diam ya sama Audi?" Tanya Alya sambil melirik Audi.


"Uhuk, uhuk" Audi tersedak kuah bakso. "Minum-minum" Teriak Audi.


Saga langsung menyodorkan air mineral padanya. Setelah minum, Audi menghembuskan napasnya pelan.


"Apaan sih lo Al?" Audi membrengut kesal.


"Ya apa? Gue kan cuman nanyak" Alya membela dirinya. "Saga, jadi bener ya kalian pacaran?" Tanya Alya lagi sambil tersenyum senang.


Saga menatap Audi sejenak. "Enggak, kita cuma temenan doang" Jawab Saga sambil tersenyum manis.


"Tuh denger kan kata dia" Audi nyolot.

__ADS_1


"Yaudah gak usah ngegas juga" Alya mencebikkan bibirnya.


Tak lama setelah itu Dino pun datang membawa makanan.


__ADS_2