Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Cinta?


__ADS_3

Audi menatap jengah ke arah Alya dan Dino, sungguh pemandangan di depannya ini sangat menyakitkan. Huh, apalagi untuk dirinya yang masih berstatus JOMLO. Oh tidak, membayangkannya saja sudah membuat Audi menggelengkan kuat kepalanya. Sampai kapan ia hanya melihat orang bermesra-mesraan tanpa tau bagaimana rasanya. Membuatnya ingin menghilang saja dari hadapan Alya dan Dino yang sedang tertawa bersama.


"Sini di, gabung sama kita!" Alya melambaikan tangannya pada Audi yang berjarak beberapa meter dari nya.


"Iya nanti" Ada rasa kesal dalam perkataan Audi. Alya hanya cengengesan melihat Audi yang masih tidak terima dengan kedatangan Dino. Jelas saja Audi tidak terima. Alya bilang mereka hanya akan berjalan berdua tanpa ada siapapun yang mengganggu. Sungguh Audi merasa di khianati oleh Alya, padahal Audi sudah sangat merindukan moment saat-saat mereka berdua. Semenjak Alya pacaran dengan Dino Audi merasa dirinya sedikit di kesampingkan oleh Alya.


Tidak terlalu masalah sih bagi Audi, karna yang ia tau kalau sedang kasmaran ya begitu, lupa dengan semua yang ada di sekitar mereka. Apalah pacaran bagi Audi, merasakan yang namanya cinta saja ia belum, aneh sih memang di usianya yang sudah menginjak usia remaja. Tapi memang begitu lah adanya.


"Eh lo disni juga?" Tanya seorang cowok yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Audi.


Audi menoleh ke kanannya dan mendapati si pangeran paling tampan di sekolah tengah berdiri di sampingnya. "Eh, kok lo ada juga?" Tanya Audi balik.


"Yah gue nanyak lo, malah lo tanyak balik" Saga menatap kesal ke arah Audi.


"Hemmm" Audi hanya bergumam kecil menanggapi Saga yang tampaknya juga sedang kesal.


"Emang lo ngapain di sini?" Tanya Saga lagi yang masih penasaran. Entah kenapa ia selalu tertarik dengan Audi. Seperti ada magnet yang menariknya saat ia berdekatan dengannya.


"Ck, tuh!" Audi menunjuk ke arah Dino dan Alya yang tengah duduk berdua sambil cekikikan.


"Gue kira cuman gue yang bakalan jadi obat nyamuk" Saga tertawa pelan melihat wajah Audi yang memang sudah masam dari tadi.


Audi menatap heran Saga. "Gak ada yang lucu kali"


"Hahahahaha" Saga malah tertawa lebih keras lagi.


"Udah kenak gangguan jiwa kayaknya lo hahaha" Audi spontan menutup mulutnya, kenapa juga dia ikutan ketawa. Entah lah, melihat Saga tertawa membuatnya ingin tertawa juga.


"Yah, lo sendiri ngapain juga ketawa kayak nenek lampir gitu"Tanya Saga saat sudah berhenti dari tawanya.

__ADS_1


"Udah lah gak usah di bahas percakapan gak penting ini" Audi berjalan meninggalkan Saga di belakangnya, menuju Dino dan Alya.


"Eh, gue keliling bentar ya, bosen gue" Audi tampak menguap, sengaja memang di buat-buat. Biar Dino dan Alya tau kalau dia sudah sangat bosan melihat mereka berdua.


"Eh, bentar dong tunggu kami bentar lagi" Alya tampak buru-buru menghabiskan es krim yang di belikan Dino tadi.


"Ck" Audi berdecak kecil kemudian meninggalkan Dino da Alya yang masih sibuk dengan cinta mereka.


"Ga, temenin sana Audi. Takut gue dia di gangguin nantik!" Dino berteriak saat melihat Saga malah santai memainkan hp nya.


Saga melirik sekilas pada Dino, tidak protes dan langsung mengejar Audi yag sudah berjalan agak jauh.


"Eh tunggu!" Saga berujar pelan saat sudah berjalan sejajar dengan Audi.


Audi melirik Saga sebentar. "Lo ngapain juga ngikutin gue"


Audi dengan cepat menarik tangan Saga, membuat Saga menghentikan langkah nya dan menatap Audi dengan angkuh, dia yakin Audi tidak akan membiarkan dirinya pergi begitu saja. Siapa sih yang bakalan nolak kalau di temeni jalan sama orang ganteng. "Jangan dong, temenin gue aja ya" Audi tersenyum manis pada Saga. Tuh kan bener Audi.


"Tadi lo"


"Udah ayok!" Audi memotong perkataan Saga dan langsung menarik Saga untuk melihat-melihat pasar malam.


"Lo udah sering kemari?" Tanya Saga saat di lihatnya Audi tampak bersemangat melihat orang lalu lalang.


"Enggak tuh" Jawab Audi acuh.


"Jadi?" Tanya Saga lagi.


"Is lo bisa diem gak sih, ribut banget deh jadi cowok" Ujar Audi sedikit kuat.

__ADS_1


"Sensian amat sih lo jadi cewek" Balas Saga yang tidak mau kalah.


"Makannya lo diem, udah kayak emak-emak berebut diskon aja" Audi berjalan meninggalkan Saga.


"Yaudah pigi sana lo!" Saga berteriak kuat sangking kesalnya dengan Audi.


'Lihat aja pasti bentar lagi lo balik minta di temeni gue ' Batin Saga.


Benar saja, dari jarak yang tidak begitu jauh dapat Saga lihat Audi yang tiba-tiba berhenti dan berbalik melihat ke arah Saga yang masih santai berdiri diam di tempat mereka bertengkar tadi.


"Oy ngapain lo diem di situ aja?" Audi berteriak kesal saat menyadari bahwa Saga tidak mengejarnya.


Saga hanya mengangkat bahunya acuh.


"Lo ya" Audi kemudian berjalan pelan menghampiri Saga. "Lo kan dah bilang tadi mau nemenin gue, gak boleh php" Audi kembali menarik tangan Saga agar mengikuti.


"Yah kan lo tadi yang marah-marah ma gue" Cibir Saga pelan, walaupun pelan Audi masih dapat mendengar jelas perkataan Saga.


"Yaudah makannya lo diem!" Audi menatap tajam Saga.


'Gak tau apa gue lagi PMS ' Batin Audi kesal.


"Eh tu tangan lo ke enakan kayaknya" Ujar Saga sambil melirik tangannya yang masih di genggam Audi.


"Tangan apa?" Audi kemudian melihat ke arah tangannya, dan langsung melepas kasar tangan Saga yang ia pegang.


"Cinta mati kayaknya lo ma gue" Saga terkekeh pelan.


"Cinta apaan" Audi merasa malu karna dengan seenaknya menggandeng tangan cowok. Ini pertama kalinya ia begitu. Sungguh ini di luar kemauan Audi, tiba-tiba saja tangannya main gerak sendiri.

__ADS_1


__ADS_2