Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Mengantar Saga Pulang


__ADS_3

"Lo gak mau main gitu?" Tanya Saga pada Audi yang kini tengah duduk di sampingnya.


"Males gue dah sering main" Jawab Audi sambil menguap pelan.


Saga terkekeh pelan melihat kelakuan Audi, matanya sudah sangat sayu. Tapi mulutnya tidak berhenti mengunyah jagung bakar yang mereka beli tadi.


"Lo ngantuk ya?" Tanya Saga lagi.


"Eh" Audi tersentak, detik selanjutnya ia langsung membuka matanya lebar-lebar. "Siapa yang ngantuk" Tanya Audi pura-pura, untuk menutupi kebenaran bahwa memang benar dia sedang ngantuk parah.


Saga menoyor pelan kening Audi, hingga membuat rasa kantuk Audi menghilang begitu saja.


"Woy" Audi menepis kasar tangan Saga. "Kalau gue bodoh lo mau tanggung jawab?"


Saga tergelak melihat wajah kesal Audi, sangat manis menurutnya.


'Eh, apa yang lo pikirin ga' Batin Saga sambil menggeleng pelan kepalanya.


"Kenapa lo?" Tanya Audi yang dari tadi memperhatikan kelakuan gila cowok di sampingnya.


"Emang gue kenapa?" Saga mengalihkan pandangannya dari Audi, dan melihat ke arah lain, tiba-tiba saja ia merasa gugup saat ia dan Audi tak sengaja melakukan kontak mata. Apalagi dari tadi Audi memperhatikan setiap gerak-geriknya. Membuatnya malu.


" Eh muka lo kok jadi merah gitu?" Tanya Audi saat menyadari perubahan pada wajah Saga.


Audi segera meletakkan jagung yang ia makan dan menangkup kedua pipi Saga. "Lo sakit ga?" Tanya Audi sedikit prihatin.


Saga yang mendapat perlakuan seperti itu dari Audi, semakin membuat wajahnya merah seperti tomat.


"Ya ampun ga badan lo juga kok jadi panas" Audi tiba-tiba berteriak khawatir. Sangking kuatnya ia berteriak beberapa ibu-ibu datang menghampiri mereka.


"Kenapa dek kok teriak-teriak?" Tanya ibu yang tampaknya penasaran.

__ADS_1


"Hehehe maaf buk, teman saya sepertinya lagi sakit. Jadi saya agak syok gitu" Audi mengatupkan kedua tangannya kemudian menunduk sambil meminta maaf karena sudah menimbulkan keributan.


"Anter pulang aja dek, dari pada tambah parah" Ujar ibu itu sambil tersenyum manis pada Saga, jarang-jarang kan bisa lihat orang ganteng.


"Oh maksih buk" Audi langsung menarik tangan Saga dan membawanya ke tempat parkiran.


"Jangan pegang-pegang juga di" Saga menarik tangannya dari geanggaman Audi. Wajahnya akan semakin merah nanti.


"Oh maaf" Audi langsung menjaga jarak dengan Saga.


"Oh yaudah lo gue anter aja gimana? Mau ?" Tanya Audi sambil mengetikkan sesuatu di hp nya, mengirim pesan pada Alya bahwa ia mau pinjam motor matic nya Alya.


Setelah mendapat balasan dari Alya, Audi kembali menatap Saga. "Mau gak ga?" Tanya nya lagi, karna dari tadi Saga tidak menjawab pertanyaan nya.


"Gue bisa sendiri kali" Ujar Saga angkuh, dasar sikap angkuhnya masih saja nempel.


"Sok banget sih lo" Audi sudah duduk manis di atas motornya Alya. "Cepet, gue anterin lo sampek rumah" Audi menatap Saga tajam, kalau Saga gak mau naik juga Audi bakalan nendang tuh si Saga biar gak bisa jalan sekalian.


"Lo mau gue tonjok?" Audi sudah mengepalkan tangannya di depan wajah Saga.


Saga menelan kasar ludahnya. "Iya-iya" Ujar Saga sambil duduk di belakang Audi.


Beberapa saat kemudian merka sudah meninggalkan area pasar malam. Sudah lewat beberapa menit tapi tidak ada salah satu dari mereka yang memulai percakapan.


"Ga, lo masih hidup kan?" Tanya Audi tiba-tiba sambil menoleh sedikit ke belakang. Ia sangat takut kalau tiba-tiba Saga oleng kemudian jatuh di jalanan. Bisa rusak kan reputasinya sebagai orang ganteng.


"Lo doain gue mati?" Tanya Saga balik, ada nada kesal dalam perkataannya.


"Ya, gue kira lo tadi jatuh atau apa gitu. Diem banget soalnya" Ujar Audi.


"Ck" Saga hanya berdecak sebal.

__ADS_1


"Betul kan ini jalan ke rumah lo?" Tanya Audi saat suda memasuki kompleks perumahan elit.


"Iya terus aja nanti belok kanan"


"Ok"


Tidak beberapa kemudian Audi dan Saga sampai. Audi melongo melihat rumah Saga yang begitu besar. "Ini beneran rumah lo?" Tanya Audi sedikit tidak percaya.


"Ya jelas, gue kan kaya" Jawab Saga sambil tersenyum angkuh.


Wajah Audi yang tadi berbinar kini langsung berubah jadi datar. "Ya ya ya" Ujar Audi malas.


Audi mengantar Saga sampai masuk ke dalam gerbang rumah.


"Lo gak mau mampir dulu?" Tanya Saga saat di lihatnya Audi hendak balik.


"Gak usah" Audi berjalan mendekat ke arah Saga. "Istirahat yang banyak biar cepet sembuh" Audi kemudian berjinjit dam mengelus pelan puncak kepala Saga. Audi tidak tahu bahwa perlakuannya membuat jantung Saga berdetak lima kali lebih cepat. What?.


"Ya ampun Saga" Sebuah teriakan mengalihkan fokus Audi dan Saga. Melihat ke arah teriakan itu. Yang tak lain ialah mama Saga.


"Siapa ga?" Audi berbisik pelan di samping Saga.


"Haduh nak, cantik bener kamu" Mamanya Saga menatap ramah Audi.


"Maksih tante" Jawab Audi sambil tersenyum manis.


"Stooop!" Mama menutup wajahnya dengan tangan, membuat Audi menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. "Jangan senyum, nanti tante bisa pingsan. Kamu terlalu cantik" Mama menatap takjub Audi.


Audi hanya tersenyum canggung mendengar penuturan mama nya Saga.


'Jangan buat Saga malu dong ma' Saga berasa ingin mengubur dirinya hidup-hidup melihat perlakuan mamanya pada Audi.

__ADS_1


__ADS_2