
Setelah pertemuan tidak terduga dengan Fardhan, Audi kembali ke rumah dengan perut kenyang dan hati senang. Karena ternyata Fardhan orang yag lumayan asyik juga kalau di ajak bicara. Entah kenapa Audi merasa tidak canggung lagi saat berbicara dengan Fardhan.
Audi membuka pintu rumahnya, ternyata masih terkunci menandakan kalau ayahnya belum pulang. Setelah menutup pintu kembali Audi naik ke kamarnya yang terletak di lantai dua.
Audi selalu ingat pesan ayahnya. "Kalau habis bepergian dari luar kita harus mencuci tangan, kaki dan muka" Kurang lebih seperti itulah ayahnya memperingatkannya.
Audi merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk, rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya. Setelah perut kenyang apalagi yang akan kau lakukan kalau bukan tidur.
Audi mulai memejamkan matanya. "Ngantuk banget" Bisik Audi.
Drrttd, drrttt.
Dengan rasa malas yang teramat sangat Audi mengambil hp nya yang ia letak di nakas.
Audi membuka pesan chat yang masuk, ternyata itu dari Fardhan. Ya, sebelum berpisah tadi mereka memang sempat bertukar kontak.
Fardhan:
Udah sampai rumah?
Audi:
Udah, lo?
Fardhan:
Udah juga☺
Audi:
Ooo
Karena sudah tidak dapat menahan rasa kantuknya, Audi pun langsnug tertidur, menghiraukan pesan Fardhan yang masuk lagi.
\* \* \*
"Saga" Sebuah suara terdengar menggelegar di rumah besar yang megah itu.
"Saga bangun! Kamu gak sekolah?" Teriak mama lagi sambil terus mengggedor pintu kamar Saga.
"...."
__ADS_1
Karena tidak mendapat balasan dari Saga, mamanya mengambil ancang-ancang akan mendobrak pintu kamar anaknya. Emang kuat ma?
"Kalau kamu gak bangun juga mama dobrak ni ya pintu" Ancam mama dari luar.
"Satu, dua, ti...." Maa mulai menghitung.
Sebelum sampai hitungan ke tiga Saga langsung membuka pintu kamarnya. Sebenarnya iya tahu kalau mama nya tidak akan bisa mendobrak pintu kamarnya. Tapi, daripada nanti makin ribut takutnya kan kedengaran sama tetangga. Bisa malu.
"Ini Saga udah bangun ma" Ujar Saga mals sambil menggaruk kepalanya yang gatal.
"Kamu ya" Mama menjewer telinga Saga kuat. "Udah jam berapa ini?"
"Aduh ma sakit tau" Pekik Saga.
"Yaudah sana mandi, mama tunggu sarapan di bawah!" Mam melepaskan jewerannnya. "Inget, GPL!" Teriak mama lagi yang sudah turun ke lantai bawah.
"Dasar, udah kayak mak lampir aja" Cibir Saga lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
'Gimana nih kalau gue nanti jumpa sama Audi, mau bilang apa coba' Batin Saga. Rasanya ia sangata malu karena kejadian malam minggu kemarin.
"Haduh turun lah reputasi gue" Saga berdecak pelan.
Tidak makan waktu yang lama, akhirnya Saga sudah bersiap-siap berangkat sekolah. Saga berdiri di depan cermin, melihat kembali penampilannya. "Sudah ok" Saga manghut-manggut. "Gue mau di gimanain juga tetap ganteng" Saga terkagum-kagum pada wajah tangannya, yang tentunya diturunkan oleh papanya yang tampan dan mamanya yang juga cantik.
"Iya" Saga balas berterima, lalu bergegas turun ke dan langsung turun ke lantai bawah dan bergabung di meja makan bersama papa dan mamanya.
"Tumben kamu rapih banget hari ini, jadi makin ganteng" Mama mencubit gemas pipi kiri Saga.
"Emang setiap hari Saga gini ma" Ujar Saga sambil mencomot roti selai coklat yang sudah di sajikan mamanya.
"Haduh, mama jadi inget waktu papa muda dulu" Mama menatap genit ke araha papa yang tengah anteng sarapan.
"Iya, karena wajah tampan papa ini mamamu sampai mohon- mohon minta di nikahin" Papa terkekeh pelan.
"What? Papa gak salah bilang?" Mama tampaknya tida terima degan pengakuan papa. "Kan papa yang ngejar-ngejar mama" Mama memandang papa kesal.
"Yah kok kamu membalik kan fakta sih yang?" Papa membrengut kesal.
"Emang itu kan fakta, kamu tuh yang sok ke ganteng" Cibir mama sewot.
"Kamu juga dulu kecentilan banget, biar narik perhatian aku" Papa menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Mmmm" Mama hanya bisa memandang papa tajam. Entah lah tidak tahu siapa dulu yang duluan suka. Yang penting sekarang mereka saling cinta kan? Kalau tidak bagaimana mungkin Saga bisa lahir dengan kasih sayang yang berlimpah.
"Yaudah ma, pa Saga berangkat dulu ya "Saga salim dengan mama dan papanya.
"Jangan lupa ajak Audi main ke sini lagi ya Ga!" Teriak mama saat Saga sudah berjalan sampai ke pintu utama.
"Gak janji ma" Balas Saga malas. Lalu menuju garasi rumahnya dan mengeluarkan mobil ke sayangannya. Dan, langsung berangkat ke sekolahnya.
"Mmmmm" Saga bergumam-gumam pelan sambil mengikuti alunan musik di mobilnya.
Beberapa menit kemudian.
Saga sampai di sekolahnya, dan langsung menuju ke bagian parkiran untuk memarkirkan mobil nya. Setelah itu, seperti biasa dengan langkah angkuh dan sombong nya Saga keluar dari mobilnya.
"Kak Saga" Teriak beberapa cewek yang sedang berkumpul. Saga hanya tersenyum saat di merasa dirinya di panggil.
'Hari ini gue gak mau di ganggu-ganggu cewek centil lagi' Batin Saga sambil terus tersenyum pada beberapa cewek yang terus memanggilnya.
"Kak poto bareng dong!" Terlihat tiga orang cewek datang menghampirinya.
"Maaf ya" Ujar Saga cuek, berharap cewek itu akan berhenti mengejar-ngejarnya. Ya, Saga sampai sudah tanda dengan tiga cewek itu, karena setiap hari kerjaan mereka hanya ngikutin dan minta poto dengan Saga.
"Wah kakak makin keren kalau cuek gitu" Teriak cewek itu saat Saga sudah berlalu meninggalkan mereka.
'What yang bener?' Batin Saga. Kalau dia akan semakin keren saat cuek, ok mulai sekarang dia akan belajar jadi cowok cuek yang tampan. Huh, pasti akan semakin banyak orang yang akan takjub padanya. Membayangkannya saja sudah membuat Saga tersenyum senang. Apalagi kalau memang benar terjadi. Wah, dia harus berterima kasih sekali pada orang tuanya. Karena sudah melahirkan dirinya sebagai cowok yang tampan.
"Oy, udah mulai gila lo?" Tanya Dino yang tiba-tiba muncul di samping Saga.
Saga menghentikan khayalannya, dan melihat ke arah Dino. "Ya ya terserah lo mau bilang apa" Saga hanya tersenyum angkuh.
'Ni anak makin hari makin menjadi' Batin Dino saat melihat Saga yang sifatnya makin songong aja setiap harinya.
"Ya ya" Jawab Dino malas.
"Eh sebentar lagi ulang tahunnya si Alya lo mau ikut dateng gak?" Tanya Dino.
"Alya siapa?" Tanya Saga, merasa tidak asing dengan nama itu. Tapi siapa?
"Pacar gue bodoh" Dino menjitak kuat kepala Saga. "Lo kan udah sering jumpa sama dia, masak gak tau namanya" Celeutuk Dino kesal.
"Oh, maklum lah. Orang ganteng" Saga tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya, cuman lo lah orang paling ganteng di dunia ini" Sindir Dino, sepertinya dia sudah mulai bosan dengan Saga yang selalu menyombongkan diri.
Setelah itu mereka masuk ke kelas.