Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Perasaan Aneh Yang Mengganggu


__ADS_3

"Gak mau mampir dulu?" Tanya Audi.


"Lain kali aja ya" Jawab Saga sambil tersenyum manis.


"Ok" Ujar Audi, wajahnya juga tak lepas dari senyuman.


"Gue balik dulu ya" Saga menjalankan mobilnya.


Audi melambaikan tangannya pada Saga, setelah itu mobil Saga hilang di penghujung jalan. Audi tersenyum senang saat memasuki pekarangan rumahnya. Hah, hari ini dia sangat senang seperti nya.


Padahal tadi Audi sudah menolak untuk tidak di antar Saga, tali Saga memaksanya. Tak apalah, sebenarnya Audi juga menyukai nya. Eh?


Audi dengan langkah senang membuka pintu rumahnya. Setelah masuk ia menutup kembali pintunya. Sekilas mengedar pandangan ke ruang tamu. Kosong, tidak ada orang. Biasanya kalau sore-sore seperti ini ayahnya akan duduk di sofa sambil menonton TV.


'Apa ayah belum pulang ya'? Batin Audi, kemudian menaiki tangga menuju kamarnya. Jarang-jarang ayahnya pulang selama ini. Audi sih tidak masalah, karena ini juga masih sore, tapi kan. Yasudah lah.


Audi langsung masuk ke kamarnya, setelah mandi dan mengganti baju dengan pakaian rumahan Audi langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


Audi menerawang ke jadian tadi di tumahnya Saga, lalu Audi tersenyum. Mungkin selama ini dia sudah salah sangka, berpikir macam-macam pada mamanya Saga. Tidak seperti di awal berjumpaan, mamanya Saga hari ini tampak seperti ibu-ibu normal pada umumnya. Walaupun Audi tidak pernah merasakan seperti apa punya ibu, tapi ia tahu karena sering datang ke rumah Alya.


Walaupun kata Alya ibunya itu sangat cerewet dan sangat di siplin tapi Aud merasa bersyukur dapat juga merasakan seperti apa punya ibu. Seperti itulah, mamanya Alya juga sudah tau kalau dirinya tidak punya ibu. Sama halnya seperti mama Saga, mama nya Alya juga menguruhnya untuk memanggil mereka dengan sebutan mama.


Audi mengisi matanya yang sudah berair, ternyata ada begitu banyak orang baik di dunia ini. Seandainya ibunya masih ada, akankah dia juga merasakan rasanya di sayangi?.


Entah lah, Audi tak mau berlarut-larut dalam ke sedihan. "Lo cewek kuat di" Audi spontan terduduk dan menyemangati dirinya sendiri. "Iya lo cewek kuat gak boleh cengeng" Ulang nya lagi saat air matanya terus mengalir.


Audi kemudian berjalan ke cermin yang ada di meja riasnya, memandang dirinya dalam dia. "Apakah ibu terlihat seperti mu?" Tanya Audi pada cermin. Dia sudah melihat banyak anak perempuan yang begitu mirip dengan ibu mereka. 'Apakah mirip?' Dia terus mengulang pertanyaan itu di kepalanya.


Audi tersentak pelan saat mendengar HP nya berbunyi, tanda ada panggilan yang masuk. Audi bergegas kembali ke tempat tidurnya mengambil HP nya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata ayah tersayangnya.


"Halo yah" Seru Audi begitu panggilan tersambung.


"........."


"Audi udah di rumah ni yah" Jawab Audi.


"........."


"Tapi, jangan lama-lama ya yah" Pinta Audi. Klau memutuskan panggilan.


Benar dugaannya, ayahnya memang sedang banyak pekerjaan di toko mereka. Jadinya hati ini ayah akan pulang telat.

__ADS_1


Audi merasa matanya sudah sangat berat, perlahan ia mulai memejamkan matanya. Dan memasuki alam mimpi d di sore hari.


°~°


"Gimana tadi di perjalanan?" Tanya mama heboh saat Saga baru saja sampai di rumah.


"Gimana apa nya?" Tanya Saga tak mengerti maksud pertanyaan mamanya.


"Kamu udah ngomong gitu sama dia?" Tanya mama lagi yang sudah menarik tangan Saga untuk duduk di sofa.


"Ngomong apaan sih ma?" Tanya Saga kesal.


"Ya, mana tau kamu nembak dia" Ujar mama sambil cengar-cengir.


"Hah?" Saga menatap mamanya tak percaya. Jadi yang mamanya maksud "DI PERJALANAN" itu? Saga menggeleng pelan, ada-ada saja mamanya ini.


"Koo malah bengong" Mama mencubit kuat perut Saga.


Saga meringis pelan, lalu mebgusap bagian perut yang di cubit mamanya. "Dasar mama gak sayang anak" Celutuk Saga.


"Eh kamu ya" Mama menjitak kepala Saga. Lagi-lagi Saga meringis mendapati perlakuan seperti itu dari mamanya. "Lagian kamu di tanyain juga malah bengong" Mama tak mau di salahkan.


"Lah kamu kok tiba-tiba senyum-senyum sendiri?" Tanya mama heran, ni anak makin lama makin aneh rasanya.


"Udah ah, Saga mau ke kamar dulu" Saga kemudian berjalan cepat menuju kamarnya. Sebelum mamanya bertanya yang aneh-aneh lagi.


Saga duduk di pinggiran tempat tidurnya. Melihat-lihat chat yang masuk ke HP nya. Ah iya, dia baru ingat dan langsung mengetikkan sesuatu di HP nya, dan mengirimkan pada seseorang.


"Ok" Ujar Saga saat pesannya sudah terkirim.


Selang beberapa menit, Saga melihat lagi HP nya, mendengus kesal karena tidak kunjung mendapat balasan dari seseorang yang ia kirimi pesan tadi. Jangankan mendapat balasan, di baca pun tidak chat milik Saga.


Saga merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memandang langit-langit kamarnya adalah kebiasaan baginya, kalau sedang galau begini. Eh galau?


Saga kembali berpikir, kenapa juga hati dan pikirannya jadi tak menentu seperti ini. Sejak kapan Saga merasakan galau, jujur dia selalu merasa happy menjalani ke hidupannya. Lalu, ada apa dengan dirinya sekarang. Entahlah Saga juga tidak tahu. Semenjak mengenal dan dekat dengan Audi ia sering merasa seperti ini. Ada apa ini?.


Walaupun Saga memaksakan untuk tidak memikirkan itu lagi, tapi perasaan itu terus datang menyerbunya lagi.


"Haha capek gue" Saga memejamkan matanya, ia tidak ngantuk. Tapi apa salahanya kalu tidur bisa menghilang kan perasaan aneh ini.


Saga sudah mulai terlelap, tiba-tiba saja ia tersentak saat mendengar suara teriak dari luar kamarnya.

__ADS_1


"Saga buka pintunya!" Teriak mama lagi.


"Apa sih ma?" Saga balas berteriak tapi tetap menutup matanya. Padahal sedikit lagi ia akan tertidur.


"Buka dulu!" Teriak mama sambil menggedor pintu kamar Saga.


Dengan langkah gontai Saga berjalan dan membuka pintu kamarnya. Menatap malas mamanya yang sudah berdiri di depannya. "Kenapa ma?" Tanya Saga datar.


"Kamu ngapain?" Mama balik bertanya.


"Tidur Saga tadi, mama sih pakai ganggu segala" Cibir Saga menatap kesal mamanya.


Mama hanya terkekeh pelan mendapat tatapan seperti itu dari anaknya. "Sorry sorry" Ujar mama.


"Yaudah mama mau ngomongin apa rupanya?" Tanya Saga to the point.


"Mama laper" Jawab mama singkat.


Saga menaikkan alisnya, kalau lapar kenapa harus bang padanya, biasanha juga mama gak pernah seperti ini. "Tapi tadi kan baru makan ma" Saga mengingatkan, memang benar tadi siang mereka makan bersama Audi juga.


"Ya kan beda, ini udah sore" Mama tak mau kalah.


"Yaudah mama maunya apa?" Tanya Saga biar urusan cepat selesai.


"Masakin sana, mama udah lama gak makan masakan kamu" Jawab mama enteng.


"Tapi Saga ngantuk ma" Bantah Saga.


"Kalau kamu gam mau yaudah, gak masalah"


Saga mengehela pelan nafasnya.


"Tapi kamu gak mama kasih uang jajan sebulan" Ancam mama sambil tertawa jahat.


Baru saja Saga bernafas lega. "Yaudah ma, ni Saga mau turun masakin makanan untuk mama" Saga dengan langkah malas melukai menuruni anak tangga satu persatu.


"Sekalian masak yang banyak untuk makan malam" Teriak mama lagi.


"Iya iya"


Mama tersenyum senang saat melihat wajah anaknya yang berubah jadi masam begitu.

__ADS_1


__ADS_2