
Audi terduduk kaku di sofa ruang tamunya Saga. Sesekali melirik ke arah Saga yang sedari tadi hanya diam saja. Haduh, dia ingin sekali melarikan diri di saat-saat tegang seperti ini. Lagi-lagi Audi melirik Saga tapi kali ini di barengi dengan wajah yang ia buat se sedih mungkin, tapi yang membuat Audi kesal saat Saga tak mau menoleh ke arahnya.
"Gaaa" Akhirnya Audi mengeluarkan suaranya, berbisik pelan sambil mencubit lengan Saga. Saga refleks menoleh pada Audi saat lengannya di cubit.
"Apa?" Tanya Saga yang ikut-ikutan berbisik. Padahal hanya ada mereka di sana, entah apa juga gunanya bisik-bisik.
"Gue mau pulang" Audi udah mulai mewek.
"Ya ampun Saga kamu apain nak Audi sampai sedih gitu?" Teriak mama dari arah tangga saat melihat Audi.
Audi melihat sekilas ke arah mama nya Saga yang di sampingnya sudah ada seorang laki-laki yang Audi yakini ialah papa nya Saga. Audi tiba-tiba merinding saat papanya Saga duduk di hadapannya sambil menatap intens padanya.
'Koo aku ngerasa kayak mau di introgasi gini' Batin Audi sambil menggigit bibirnya.
"Jadi kamu ya yang namanya Audi?" Tanya papanya Saga sambil tersenyum ramah.
"I-iya tante" Jawab Audi gugup sambil melirik lagi pada Saga yang wajahnya sudah entah kayak mana, susah di jelasin.
"Gak usah canggung nak, kami gak makan orang kok" Ujar mama Saga yang duduk di sebelah papanya Saga.
"Udah berapa lama kamu kenal sama Saga?" Tanya mama Saga dengan semangat yang membara.
"Mmm" Audi tampak berfikir sebentar. "Hampir tiga minggu kayaknya" Audi cengar-cengir. 'Pertanyaan apa ini?' Audi membatin.
"Wah belum lama ya" Ujar mama nya Saga lagi. "Kamu kok diam aja ga" Mama menatap Saga kesal.
Saga hanya membalas mamanya dengan tatapan tak suka. Apa yang akan ia katakan nanti pada Audi kalau sempat mama nya salah kira, kalau Audi itu bukan pacar ataupun calon istri yang tengah ia cari.
"Jadi sudah sampai mana hubungan kalian?" Kini gantian papanya Saga yang bertanya.
__ADS_1
Audi menelan kasar ludahnya. 'Hubungan apa, hubungan mana yang di maksud? Teman?" Batin Audi lagi sambil menyenggol kaki Saga.
"Masih baru juga om" Jawab Audi sambil tersenyum menampakkan gigi nya.
Mama dan Papa nya Saga saling pandang seperti membicarakan sesuatu lewat tatapan mata mereka.
"Jadi kamu udah siap belum?" Tanya mama Saga lagi.
"Siap?" Audi bertanya balik, sungguh ia tidak paham dengan pertanyaan mama nya Saga.
"Iya untuk"
"Ma" Saga memotong ucapan mamanya, sambil menatap mama dan papanya secara bergantian. "Ini gak ada hubungan nya dengan kesepakatan kita, mama salah paham" Jelas Saga dengan intonasi yang lumayan tinggi.
Audi menatap heran pada Saga, apa maksud dari perkataan Saga? Kesepakatan apa?. Tiba-tiba saja Audi menyesali perbuatannya yang mengantar Saga tadi, kalau seandainya di gak nganterin Saga kan gak mungkin dia berada di posisi menegangkan seperti ini. Audi mencuri pandang pada mama dan papanya Saga, kok dia merasa keluarga ini agak berbeda ya, agak gimana gitu. Apalagi tadi melihat reaksi mamanya Saga saat melihat dirinya di depan rumah tadi.
"Ga kok gue rasanya ada sesuatu yang aneh ya?" Audi berbisik pelan di samping Saga.
Audi menarik nafas nya pelan, teori-teori mengerikan langsung menari-nari di pikirannya, menebak-nebak teori mana yang paling akurat dengan situasi sekarang.
"Haduh maaf ya nak Audi buat kamu jadi gak nyaman karena melihat tingkah Saga yang suka se enaknya sendiri itu" Ujar mama panjang sambil tersenyum manis pada Audi.
"Iya gak apa tante" Balas Audi.
"Ok, kita kembali ke topik awal" Ujar mama lagi.
"Kamu tau kan maksud Saga ngajak kamu ke"
Drrt, drrt. Tiba-tiba ucapan mama terpotong lagi karna terdengar nada dering dari hp nya Audi. Audi membelalakkan matanya melihat orang yang menelponnya, Ayahnya. Kenapa ia sampai melupakan ayahnya. Bisa gawat.
__ADS_1
"Tante Audi jawab telpon dulu" Audi beranjak dari duduk nya, berjalan menjauh sampai ke sudut ruangan.
"Halo yah?"
"Audi kamu mau buat ayah marah" Teriak ayahnya di sebrang sana.
"Ayah" Hanya itu kata yang keluar dari bibir Audi.
"Pulang sekarang atau kamu gak ayah kasih kemana-kemana selama sebulan?" Ujar Ayah masih teriak-teriak.
"Ok yah, otw" Audi langsung memutus panggilan.
Audi berjalan cepat ke tempat ia duduk tadi. Menghampiri papa dan mamanya Saga. "Om, tante maaf banget ya Audi harus pulang sekarang" Ujar Audi sambil salim.
"Ah iya udah malam ya " Mama ikutan berdiri hendak mengantar Audi sampai ke pintu.
"Kalau gitu Audi pulang dulu ya om, tante" Audi tersenyum manis sambil melirik pada Saga yang menatapnya dengan wajah bersalah. Entahlah, Audi juga tidak tahu kenapa wajah Saga jadi masam gitu.
"Da" Audi melambaikan tangannya saat sudah duduk di motor lalu keluar dari pekarang rumah Saga yang besar.
"Kamu harus jelasin semua ini ga!" Ujar mama saat masuk ke dalam rumah.
"Jelasin apa?" Tanya Saga sedikit emosi.
"Loh kok kamu jadi marah sih, mama kan cuman suruh kamu jelasin tentang hubungan kamu dan Audi" Balas mama sewot.
"Udah ah ma, Saga ngantuk" Saga berjalan cepat menuju kamarnya.
"Ya, dasar anaak bandel" Teriak mama kesal.
__ADS_1