Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Memikirkannya


__ADS_3

Saga sampai di rumah saat hari sudah mulai sore.


"Hmmm" Terdengar gumaman pelan saat dirinya masuk ke rumah. Sepertinya hari ini Saga sedang senang hati, Entahlah.


"Wah anak mama udah pulang" Mama menghampiri Saga sambil tersenyum hangat.


"Iya ma, laper banget ni" Tutur Saga sambil mengelus perutnya.


"Yaudah kamu ganti baju dulu sana, habis itu makan" Mama mendorong pelan pundak Saga .


"Ok" Balas Saga lalu berjalan riang menuju kamarnya.


"Huh capek banget" Rutuk Saga saat sudah masuk ke kamarnya. Saga mengingat kembali saat para fans nya mengejar-ngejarnya untuk menanyakan perihal kedekatan dirinya dengan Audi.


Saga tersenyum tipis saat mengingat Audi, memangnya mereka tampak begitu dekat ya? sampai-sampai menimbulkan kesalah pahaman orang-orang yang lihat.


Memang ia sering bercekcok saat bertemu dengan Audi. Tapi jujur, ia senang bisa dekat dengan Audi, Entahlah menurutnya Audi itu sedikit aneh dari cewek-cewek yang lain.


Memikirkannya saja membuat Saga tak henti-hentinya senyum.


"Kenapa gue jadi aneh gini ya?" Tanya Saga pada dirinya sendiri. Dan lagi, kenapa pula tiba-tiba jantungnya berdetak tidak karuan begini. Haduh, memikirkannya membuat Saga bingung, dari pada terus bingung lebih baik ia segera makan. Lagipula dia sudah lapar tingkat dewa.


Saga berjalan cepat saat menuruni tangga dan segera menuju ruang makan.


"Pelan-pelan ga" Teriak mama tak habis pikir melihat tingkah anak laki-lakinya itu.


Mama menghampiri anak semata wayangnya itu. "Kok kamu kelihatan seneng banget hari ini ga?" Tanya mama lalu duduk di samping Saga. Memperhatikan Saga yang sedang lahap menyantap makanan buatannya.


"Eh?" Saga menoleh sejenak. "Emang kelihatan banget ya ma?" Saga malah bertanya balik.

__ADS_1


"Iya" Jawab mama lembut. "Jadi apa yang buat kamu senang? Cerita dong sama mama!" Mama menatap Saga sambil tersenyum imut.


'Ma, mama udah gak muda lagi buat nunjukin ekspresi kayak begituan' Batin Saga tak habis pikir melihat tingkah mamanya, yang kadang-kadang seperti anak kecil.


"Gak ah ma, ga ada apa-apa" Sergah Saga yag terus fokus menghabiskan makanannya.


"Gak ada apa-apa, tapi tuh muka udah merah banget" Mama menekan pipi kanan Saga dengan telunjuknya.


'What? Yang bener aja?' Teriak Saga dalam hati.


"Ini masakan mama kepedasan"


"Gak ah kamu bohong" Ujar mama kesal.


Beberapa saat kedua-duanya diam, gak ada bahan yang mau di omongin.


"Mama kok suka banget sih nanyain Audi?" Tanya Saga penasaran, yah walaupun sedikit nya ia juga tau kenapa mamanya terus menanyakan Audi padanya.


"Hehehe, mana tau kan jadi jodoh kamu" Mama tampak cengengesan. "Jadi kan mama gak perlu beradabtasi lagi sama menantu" Sambung mama lagi sambil mendorong pelan bahu Saga.


"Apa sih ma, Saga sama dia tuh gak ada hubungan apa-apa" Tegas Saga, memang benar kan kalau mereka tidak ada hubungan spesial.


"Kalau gak ada ya tinggal di buat aja" Ujar mamanya antusias.


"Buat apa ma?" Tanya Saga tak mengerti.


"Ya jadiin dia minimal pacar kamu dong ga" Mama memandang Saga dengan mata berbinar-binar.


'Ya apa pun untung mama, kalau orang lain' Batin Saga, sepertinya dia sudah kehabisan kata-kata untuk mama nya ini.

__ADS_1


"Iya kalau dia mau kalau gak" Cibir Saga yang kini sudah selesai makan.


"Wah, berarti kamu mau dong?" Mama menaikkan alisnya, menggoda Saga.


"Saga kan gak ada bilang mau sama dia juga" Sergah Saga.


"Udah ah ma, Saga ke kamar dulu. Masih ada tugas sekolah"


"Huh" Mama menatap Saga dengan penuh rasa kesal. "Pokonya mama gak mau tau, minimal kamu harus pacaran sama dia" Teriak mama saat Saga sudah masuk ke kamar.


"Ya ampun ma" Bisik Saga sambil mengunci pintu kamarnya. Semakin lama, dia merasa mama nya makin aneh. Tapi, bagaimana pun mama nya itukan tetap orangtua nya. Mau di tegur juga takut gak sopan.


"Haduh ma gak tau deh Saga jalan pikiran mama" Saga merebahkan tubuh nya di tempat tidur.


Kalau perut sudah kenyang, apalagi yang mau di lakuin. Ya tidurlah.


Saat Saga hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ia mengingat Audi lagi.


"Audi" Teriak Saga kesal. Ada apa sih Audi. Gila Saga mikirin lo. Lama-lama jadi kesal dia kan. Ya, yang salah bukan Audi nya juga sih.


Saga mengingat pertemuan pertama mereka, tidak ada yang spesial, malah itu terkesan sangat buruk. Kenapa juga saat itu dia emosi banget sampai-sampai narik kerah bajunya Audi. Kalau Audi ingat itu dia akan marah gak ya.


Setelah tragedi itu, dia juga jadi sering berjumpa Audi, bahkan saat di taman dekat kompleks rumah nya. Saga berfikir sejenak, kenapa Audi bisa sampai ke taman itu, apa jangan-jangan dia juga satu kompleks dengan Saga. Tapi kenapa tidak pernah tau kalau memang Audi satu kompleks dengan nya. Ah, dari pada mikir-mikir lagi mending besok tanya saja pada Audi.


Saga membuyarkan pikiran nya saat hp nya terus berbunyi.


Dengan malas Saga menatap hp nya. Banyak sekali notif yang masuk di sana. Dia tahu pasti notif-notif itu berasal dari para fans-fans anehnya. Dulunya sih Saga senang bisa menjadi populer, tapi entah kenapa sekarang dia bahkan mulai tidak suka kalau para fans nya itu mendekatinya. Mungkin dulu ia aka senang hati memberikan no hp atau berfoto dengan mereka. Entah lah kalau sekarang ia sedikit merasa risih, apalagi mengingat tiga ciwi-ciwi centil itu yang sering kali mengikutinya. Haduh, mengingatnya saja sudah membuat Saga merinding.


"Hah pusingnya gue" Ujar Saga pelan lalu memejamkan matanya. Padahal ini sudah hampir magrib lo ga, gak bagus juga tidur magrib-magrib. Tapi Saga juga tidak akan perduli. Saat ini ia sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2