Mencari Calon Istri

Mencari Calon Istri
Audi Sayang


__ADS_3

Saga melangkah malas saat masuk kerumahnya. Baru satu langkah ia melewati pintu mamanya langsung heboh berjalan mendekatinya.


"Kamu kemana aja sih ga? Magrib-magrib gini baru pulang" Mama mengahadang langkah Saga yang mau masuk ke kamarnya.


"Aku banyak tugas ma" Saga menatap kesal ke arah mamanya.


"Tapi kan gak sampai jam segini juga" Mama menoyor pelan kening Saga.


"Ya elah ma, kalau mama sering-sring noyor aku kayak gini, kapan aku jadi pintarnya" Saga kemudian langsung menuju kamarnya, tanpa menghiraukan mamanya yang masih ceramah-ceramah gak jelas.


"Lama-lama bisa gila gue kayak gini" Saga mengunci pintu kamarnya.


"Gak dirumah, gak di luar selalu aja ada orang yang cerewet" Saga melempar asal tasnya.


"Hah" Saga menhempas tubuhnya di atas tempat tidur.


°~°


Di lain tempat.


Seorang lelaki paruh baya sedang duduk tegang di meja makan. Sepertinya dia sangat gugup. Tampak jelas dari wajahnya yang sudah mulai memucat.


"Ayah" Sapa seorang cewek yang sedang membawa dua piring yang berisikan nasi goreng. Sepertinya ia baru selesai memasak.


"Wah kau sudah siap memasak ya" Ujar laki-laki yang di panggil ayah itu, sambil mencoba memasang senyuman tercinta.

__ADS_1


"Sepertinya ayah sudah sangat lapar" Cewek itu langsung meletakkan satu piring di hadapan ayahnya.


"Iya Audi, ayah sudah sangat lapar" Ujar ayah sambil menatap nanar ke arah piring makannya.


Cewek yang di panggil Audi itu kemudian duduk manis di samping ayahnya.


"Coba dong yah, gimana rasa masakan aku" Audi menatap ayahnya dengan penuh harap.


Ayah menelan kasar ludahnya, masih segar di ingatannya saat Audi mencoba menggoreng telur saat itu. Hanya telur, tapi rasanya sungguh tidak bisa di utarakan dengan kata-kata. Apalagi nasi goreng ini. Dari tampilannya saja tidak memungkinkan untuk di makan oleh manusia.


"Ayah makan ya" Ayah menatap sedih nasi yang tengah berada di hadapannya. Kemudian mulai memakannya.


Audi menatap ayah dengan penuh harap, semoga saja masakannya kali ini lebih baik dari yang kemarin-kemarin itu.


Ayah menatap Audi sambil tersenyum getir. Oh, sungguh ini masakan terburuk yang pernah ia makan.


Audi tersenyum senang. "Benarkah ayah?" Mata Audi tampak berbinar-binar.


"Iya" Ayah mengelus pelan rambut Audi.


Audi melihat piring ayahnya, nasi goreng buatannya sudah mau habis.


"Ayah sangat suka?" Tanya Audi antusias.


"Ya" Jawab ayah sambil pura-pura tersenyum manis.

__ADS_1


"Kalau gitu ayah makan aja punya aku" Audi menyodorkan piringnya yang masih terus penuh nasi goreng miliknya.


"Eh" Ayah tampak terkejut. "Kamu gak makan?" Tanya ayah sambil cengar-cengir. Sungguh ia tidak mau makan nasi ini lagi. Satu piring sudah cukup membuatnya mengalami gangguan pencernaan.


"Lihat ayah makan aku udah kenyang kok yah" Audi mengambil piring ayahnya yang sudah kosong dan mengganti dengan piringnya.


"Kamu memang anak yang paling baik" Ayah mulai memakan lagi nasi goreng milik Audi.


Malam ini dia pasti tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, pikirnya.


"Aku sayang ayah" Audi bersorak senang.


"Besok-besok ayah mau aku buatin apa? bilang yah!" Audi dengan antusiasnya mulai merapalkan makanan yang akan iya masak besok.


"Kamu gak perlu susah-susah masak lo di" Ayah meneguk pelan air putih yang ada di hadapannya. Memakan dua piring nasi goreng yang rasanya seperti sudah kadaluarsa ini membuatnya merutuki nasib. Kenapa ia tidak memakai jasa pembantu saja untuk memasak dan membersihkan rumah.


Sungguh dia akan mati di umur yang masih tergolong muda ini, dia tidak akan mau.


"Gak susah kok yah, aku sekarang juga udah mulai ikut kursus memasak di sekolah" Ujar Audi dengan bangganya.


"Ayah sangat bangga padamu" Ayah mengecup lembu kening Audi. Walaupun ia tidak suka dengan masakan Audi, bukan berarti itu mengurangi rasa sayangnya terhadap anak semata wayangnya ini.


"Aku sayang banget sama ayah" Ujar Audi manja sambil memeluk ayahnya.


"Ayah juga sayang" Ayah membalas pelukan Audi.

__ADS_1


Benar, dia memang sangat, sangat mencintai anaknya ini. Tidak apa kalau besok-besok Audi memasak makanan yang tidak enak lagi. Karna, hanya Audi lah yang ia punya. Audi tersayang.


__ADS_2