
Saga dan keluarga kecil nya kini sudah berkumpul di meja makan. Apalagi saat ini papanya Saga pulang cepat, karena jarang-jarang mereka makan malam bersama.
"Wah, enak banget nih kayaknya" Ujar papa menatap makanan yang sudah di sajikan di meja.
"Iya dong pa, kan Saga yang masak" Mama mengambilkan piring untuk papa lalu mengisinya dengan nasi dan lauk yang di masak Saga.
"Papa masih gak nyangka lo, kamu kan laki-laki tapi pinter masak" Papa terkekeh pelan. Anak satu-satunya ini, tidak hanya tampan, tapi juga pintar sekali memasak. Entahlah dia dapat bakat itu dari mana. Kalau papanya jangankan untuk masak, ke dapur saja dia sudah pusing. Dia tidak suka dengan yang namanya memasak tau apalah itu.
"Siapa dulu, Saga gitu" Saga menyombongkan dirinya. Heh, sama orangtunya pun sifat sombongnya gak bisa hilang.
"Ya ya ya" Papa langsung malas melihat Saga. Kalau sifat sombong dan angkuhnya Saga ini sudah pasti di turunkan darinya. Dulu dia juga bersikap seperti itu, tapi mulai berubah saat dia menikah dengan mamanya Saga.
"Yaudah makan dulu, nanti lagi bicaranya!" Ujar mama yang langsung di iyakan suami dan anaknya.
°~°
"Saga" Panggil mama saat Saga mau naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Saga menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah mama. "Ya ma?" Tanya Saga.
"Sini, ada yang mau mama omongin" Mama menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Saga berjalan pelan menuju ruang keluarga, lalu duduk di samping mama. "Ada apa ma?"
"Emmmm mama mau tanya sama kamu" Mama memulai perkataannya.
Saga melihat papanya yang sudah duduk di hadapannya. Sedikit telepati pada papa. 'Kira-kira apa yang mau mama omongin?'
'Gak tau papa' Balas papa telepati.😂
"Kamu sebenar nya suka gak sama Audi?" Tanya mama langsung.
Saga terdiam sebentar mendengar ucapan mamanya, kenapa sih mamanya selalu membahas tentang Audi. "Maksud mama?" Tanya Saga balik.
"Kamu suka gak sama Audi" Jelas mama lagi.
"Mama kok suka banget sih ngomongin dia, Saga sama Audi itu cuma teman kok" Batak Saga, walaupun hatinya sekarang sering bedetak tak karuan saat dekat dengan Audi. Apakah ia mulai menyukai Audi? Entahlah dia juga tidak tahu.
"Kamu gak suka kalau mama sebut-sebut Audi?" Kini malah papa yang bertanya. Lah kenapa juga papa ikut-ikutan. Haduh pa.
"Ya gimana ya pa Saga" Saga tak melanjutkan kata-katanya. Dia juga bingung mau ngomong apa.
__ADS_1
"Saga gini" Mama tampak sangat bersemangat dan antusias. "Mama mau kasih kamu tawaran, kalau kamu mau ya bagus, kalau gak ya juga gak apa" Tambah mama lagi.
Saga menaikkan alisnya, tawaran apa? "Tawaran gimana ma?" Tanya Saga.
"Kalau kamu ya bisa, minimal pacaran aja sama Audi, mama bakal hilangkan perjanjian kita tentang cari calon istri buat kamu" Mama menatap Saga dengan mata berbinar-binar.
Saga kembali diam, sebegitu sukanya mamanya dengan Audi sampai mengambil langkah seperti ini? Tapi di sisi lain Saga juga senang, selain lepas dari perjanjian dengan mama, bukankah ia juga bisa lebih dekat lagi dengan Audi. Bodoh jika dirinya menolak penawaran yang mamanya beri sekarang ini.
"Iya, papa juga setuju dengan mama" Sambung papa. Ni papa apa yang di latian istri selalu ikut-ikutan aja.
"Jadi kamu mau gak?" Tanya mama lagi saat melihat Saga hanya terdiam.
"Mama gak bohong kan?"
"Enggak dong, mama serius" Mama meyakinkan Saga.
Saga tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, menandakan kalau ia menyetujui penawaran mamanya.
"Jadi kamu mau?" Tanya mama.
"Ya, Saga bakalan coba ma" Jawab Saga juga yang tak kalah semangat.
"Gini dong, kamu harus semangat!" Mama mencubit pipi Saga.
°~°
Audi terbangun saat sudah malam. "Hla" Audi menguap pelan. Lalu duduk sambil memeluk gulingnya. "Udah jam berapa ini?" Tanya Audi lada dirinya sendiri.
Audi melihat jam di dindingnya. "Hah? Jam 9? " Teriak Audi tak percaya. Selama itukan ia tertidur.
Audi langsung keluar dari kamarnya, mencari keberadaan ayahnya. Audi turun ke lantai bawah, seketika ia bernafas lega melihat papa yang sedang tertidur dengan ke adaan TV yang masih menyala.
"Ayah" Audi mengguncang pela bahu ayahnya.
Tampak ayah membuka matanya perlahan. "Ya di?" Tanya ayah yang masih mengantuk.
"Pindah aja yah ke kamar kalau mau tidur" Ujar Audi lembut.
"Iya" Jawab ayah balas tersenyum pada Audi. Lalu bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarnya. "Matikan TV nya ya di" Peringat ayah pada Audi.
"Ok yah" Jawab Audi. Lalu mematikan TV.
__ADS_1
Setelah itu Audi pun berjalan ke dapur, mencari beberapa cemilan di lemari pendingin. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Audi kembali menuju ke kamarnya.
"Kok banyak banget notif sih?" Tanya Audi saat melihat HP nya yang sudah penuh dengan notif dari sosmednya.
Audi melihat-lihat sebentar, sebagian besar notif itu berasal dari grup kelas dan Alya yang kurang kerjaan spam dia. Dasar.
"Ini." Audi menajamkan penglihatannya. Dia tidak salah lihat kan, ada beberapa chat masuk dari Saga. Memang sih tadi waktu di mobil mereka saling tukaran no HP, tapi Audi tak meyangka kalau Saga akan benar-benar mengirimkan pesan padanya.
Audi membaca pesan dari Saga, tidak ada yang spesial. Hanya menanyakan Audi sedang apa.
"Wah" Audi tersenyum tipis. Hahahaha kalau ia memberi tahukan ini pada teman-teman sekelasnya pasti bakalan lebih tuh para fans nya Saga. Tapi ia tak malas buat yang begituan, unfaedah.
Audi: Lagi makan cemilan nih di kamar, lo?
Balas Audi, tak berapa lama Kemudian Saga langsung membalas chat Audi.
Saga: Sama😁
Audi: Maksih banget lo buat hari ini
Saga: Lo seneng?
Audi: Iya
Tidak bisa di pungkiri, Audi memang sangat senang hari ini.
Saga: Kapan-kapan main lagi ya ke rumah
Audi: Boleh?
Saga: Iya, mama juga seneng banget ada lo
Audi: Ok"
Saga: Di tunggu
Setelah itu Audi kembali memakan cemilannya. Hah, entah kenapa ia tak bisa berhenti memikirkan Saga yang sombong itu.
Lagi-lagi ia tersenyum mengingat kembali saat pertama mereka bertemu. Sungguh ia tak menyangka akan bertabrakan dengan Saga. Lagi pula itukan kesalahannya Saga, suruh siapa juga dia tidak mau minggir. Gak tau apa orang lagi buru-buru.
"Hahaha" Audi kembali terkekeh saat mengingat kejadian konyol antara dirinya dan Saga. Malam itu, malam saat pertama kali ia berkunjung ke rumahnya Saga. Audi sih tidak tahu pasti apa yang di bicarakan mamanya Saga, sampai sekarang ia masih bertanya-tanya apa maksud dari perkataan mama nya Saga.
__ADS_1
Aneh. Itulah tanggapan pertama saat Audi melihat mamanya Saga. Tapi tidak lagi sekarang, ternyata mamanya Saga itu orang yang ramah dan baik. Bersyukurnya Saga memiliki mama seperti itu.